
"Tega-teganya kau membiarkan isterimu kedinginan selama berjam-jam di dalam kamar mandi, lalu kau dengan enaknya berkencan dengan mantan kekasihmu! " Ketus Anton
"Ini! tebus resep ini! oh jangan......aku tak mau memberikan resep ini padamu, lebih baik aku berikan resep ini pada bibi, aku rasa kau sudah mengabaikan istrimu sekarang" Ucap Anton langsung berjalan keluar kamar meninggalkan Vino yang mematung di tempat,
Tak sengaja, baru saja dia membuka pintu, dia dikejutkan dengan kehadiran Selena yang sedang menguping, membuat Anton semakin membenci Selena
"Maaf, aku tak berniat menguping, aku hanya ingin memastikan keadaan Nesa, bagaimana keadaannya? " Tanya Selena pada dokter Anton
"Dia baik-baik saja, ini semua karenamu! Nesa hampir mati karnamu," Jawab Anton sambil berjalan menuruni tangga mencari bibi ke dapur
"Apa maksudmu? " Tanya Selena bingung sambil mengikuti dokter Anton dibelakangnya
Dokter Anton berhenti, dia memutar posisi tubuhnya agar menghadap Selena, "Cih, jangan berpura-pura tidak tahu, aku tahu kalian kencan buta kan lalu meninggalkan nesa sendirian!!"
"Dok, dokter salah paham, aku dan Vino-"
"Sudahlah, aku tak ingin berdebat denganmu, walaupun aku tidak mengenalmu tapi saat aku mendengar bahwa kau mantan Vino, aku tidak bisa berfikir positif terhadap kalian"
Melihat bibi berjalan menaiki tangga, dokter Anton langsung menghadangnya "Bi, tebus resep ini di apotik terdekat, dan berikan obatnya dengan teratur, Nesa membutuhkan istirahat total selama 3 hari, " Ucap dokter Anton sambil memberikan selembar kertas yang berisi resep obat milik Nesa
"Biar aku saja bi yang menebus resepnya, bibi urus saja pekerjaan yang lain, lagipula ini sudah malam" Selena berusaha mengambil resep itu tapi dicegah oleh dokter Anton
"Jangan! bibi saja yang menebus obatnya, sekarang bibi pergi bersamaku, aku akan menemani bibi"
"Aku tidak percaya dia akan menebus obat itu" Sambungnya lagi sambil berjalan menuju pintu utama
Tak mendengar derap kaki berjalan dibelakangnya bibi, dokter Anton pun menghentikan langkahnya, dia memutar tubuhnya lalu melihat bibi sedang mematung
"Bi, cepat! hari sudah malam! " Teriak Anton yang menyadarkan lamunan bibi,
"Iya dok"
"Maaf Nona Selena, lebih baik Nona Selena istirahat saja"
...........
Ke esokan harinya,
"Sandra! berapa nilai saham diperusahaan kita yang kita tanamkan diperusahaan Vino" Tanya Rayhan pada sekertarisnya
"50% Tuan, memang ada apa? "
"Ambil semua saham kita di perusahaan Vino, aku mau tahu seberapa kuatnya dia bertahan tanpa bantuanku"
"Ta-tapi Tuan, tindakan Tuan akan merugikan Tuan Vino, dia bisa bangkrut dalam sekejap" Sekertaris sandra memperingati resiko yang diambil bossnya
__ADS_1
"Lakukan saja sesuai perintah!!
" Cabut semuanya, pastikan dia benar-benar hancur!! "
"Baik Tuan" Ucap sekertaris Sandra yang langsung pergi keluar ruangan CEO
Setelah kepergian sekertarisnya, Rayhan menatap foto di atas mejanya, dia menatap foto kedua putranya yang sedang tersenyum
"Aku harus bisa mendapatkan bayi Vicky, hanya dia satu-satunya yang aku punya dari Vicky, jika Vino bangkrut, pasti dia tidak akan menampung Selena dan cucuku, lalu saat kesempatan itu datang, aku bisa mengambil cucuku dari genggaman Selena, wanita murahan yang sudah berani-beraninya memanfaatkan Vicky "Gumam Rayhan dengan senyum sinisnya
Tak disangka, dalam waktu 3 jam sandra sudah berhasil melancarkan aksinya, dia mencabut semua saham perusahaan Rayhan yang berada diperusahaan Vino, membuat sekertaris Sean dan Vino mendadak stres
" Tuan bagaimana ini, Tiba-tiba perusahaan Ayah anda mencabut semua sahamnya" Ucap sekertaris Sean yang cemas
Vino memijat pelipisnya "Kau urus saja semuanya, aku akan menghubungi Ayah, dan aku akan bertanya apa maksud dari semua ini" Ucap Vino lalu menyuruh sekertarisnya keluar dari ruangannya
Setelah kepergian sekertarisnya, Vino segera mengambil ponselnya yang diletakkan di dalam laci, dia mencari kontak Ayahnya lalu menelfonya
"Ahhh sial!! kenapa Ayah tidak mengangkat telfonku, apa dia berusaha menjebakku, dan apa dia menginginkan perusahaan aku bangkrut?? "
"Tapi kenapa?? apa karna Selena," Gumam Vino dia berusaha menelfon Ayahnya
Telfon ke 10 telah diangkat oleh Rayhan
"Ada apa kamu menelfon Ayah Vin" Tanya Rayhan dengan wajah senangnya, kedua sudut bibirnya sudah tertarik membuat senyum yang mengerikan
"Siapa yang mencabut saham Ayah? Ayah hanya tak ingin menanam saham di perusahaan yang membuka Vicky meninggal! " Ucap Rayhan sambil mematikan telfonya tapi pergerakannya di halangi oleh ucapan Vino
"Kenapa Ayah berubah! aku seperti tidak mengenal Ayahku yang sekarang, dan aku tahu siapa di balik dalang kematian Vicky,"
"Kematian Vicky disebabkan oleh anak buah Ayah kan!! " Sambungnya lagi
Mata Rayhan membulat, diremasnya ponsel yang berada di tangannya
"Apa maksudmu tentang kematian Vicky! aku tidak mungkin membunuh anakku sendiri!
" Kau paham!!
"Ayah, aku baru kali ini melihat Ayah kandung membunuh putranya sendiri demi egonya"
"Jaga ucapanmu Vin, sekarang yang seharusnya kau fikirkan adalah keluargamu, jika kau bangkrut, maka siapa yang akan menghidupi keluargamu? Istrimu???
" Ayah kasihan pada istrimu, kau sama saja seperti memperalat istrimu jika kau membiarkan istrimu bekerja lalu kau bersenang-senang di rumah dengan mantan kekasihmu
"Apa maksud Ayah, aku bukan pria pengecut yang Ayah bilang!!" Pekik Vino tak terima
__ADS_1
"Hahaha buktikan saja, Ayah akan melihat seberapa kuatnya kamu hidup tanpa harta,
" Ayah bisa mengembalikan semuanya menjadi normal seperti semula, tapi dengan satu syarat,
"Kau harus memberikan bayi Vicky pada Ayah, kau setuju??" Tanya Rayhan pada Vino
"Aku tidak akan membiarkan keponakanku hidup dikalangan jahat seperti Ayah, aku tidak mau keponakanku menuruni sikap dan didikan Ayah!!"
"Silahkan saja!!" Ucap Rayhan langsung memutuskan panggilannya, membuat Vino frustasi
Aarrggggkkkkk
"Apa yang harus aku lakukan," Gumam Vino mengacak-acsk rambutnya kasar
Merasa buntu tak memiliki jalan keluar, Vino langsung meminta Sean untuk mencari investor secepatnya,
"Cari investor secepatnya, yakinkan mereka semua bahwa perusahaan kita sangat bonafit dan berkompeten" Ucap Vino melalui sambungan telfon kantornya
"Baik Tuan, saya akan berusaha mencari investor untuk menutupi masalah ini"
"Aku percayakan padamu Sean, "
...........
"Siapa yang memberitahukan Vino jika aku ada dikejadian itu" Gumam Rayhan dalam hati, dia berfikir sambil sesekali jarinya mengetuk meja kerjanya
"Aku tidak bisa biarkan ini, bagaimana jika Vino mempunyai bukti kuat, aku tidak yakin Vino akan memaafkanku, dan aku juga tak mau masuk kedalam penjara" Sambungnya lagi
"Sandra, cepat kemari?! " Suara tegas Rayhan terdengar begitu mengerikan di telinga Sandra, membuat Sandra menciutkan nyalinya
.
.
.
.
.
.
Hay gaes, mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat
Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote dan hadiah🎁)
__ADS_1
...... #Happy Reading😘#......