
.................
"Huftt......kali ini apa yang terjadi? Kenapa tiba-tiba Tuan memintaku membelikan ponsel baru untuk istrinya.. "
"Apa ini ada kaitannya dengan video itu?? " Gumam Sean lagi
"Iya iya mungkin karena video itu,.." Sean menganggukan kepalanya
"Arrggkkkhhhh....kenapa pak supir itu tidak memberitahukan aku lebih dulu si!! Jika sudah seperti ini aku yang akan dibuat pusing lagi dan lagi.. "
"Esok hari pasti mood Tuan labil dan itu akan memperngaruhi pekerjaannya.. " Cerocos Sean sambil masuk kedalam konter HP yang cukup besar
"Ada yang bisa saya bantu Tuan?? " Tanya pegawai konter yang melihat Sean berbicara sendiri
"Berikan ponsel keluaran terbaru...sekarang!!!.. "
"Sebentar Tuan.. " Ucap pegawai itu langsung mengambil semua jenis ponsel terbaru
"Ini Tuan, ini semua adalah ponsel keluaran terbaru yang berada di konter kami.. "
Sean mengangguk lalu memilih, dia mengecek satu persatu dan dia mengambil ponsel berlogo apel kroak karna berdasarkan pengalaman biasanya para boss besar akan menggunakan merek ponsel tersebut agar tidak di hina para kolegannya
"Saya ambil yang ini.. "
"Baik Tuan, silahkan tunggu sebentar.. "
"Ini Tuan.. "
"Silahkan bayar dikasir.. "
Setelah selesai membeli ponsel, Sean berjalan keluar dan tidak sengaja berpapasan dengan wanita yang pernah menegurnya waktu lalu
"Mau kemana kamu.. " Ucap Sean menghentikan langkah wanita itu
Zeva melirik sekilas lalu berjalan kembali, dia merasa tidak mengenali pria itu
"Tunggu!!! "
Zeva menghentikan langkahnya lalu berkata "Apa Tuan mengenal saya?? " Tanya Zeva diangguki Sean
"Siapa namamu! "
Zeva tersenyum tipis, dia bilang kalau dia mengenalnya tapi kenapa dia bertanya namanya
"Kau bilang kau mengenalku, lalu kenapa kamu bertanya namaku.. "
"Apa kamu tidak ingat aku?? " Tanya Sean yang mendapat gelengan dari Zeva
"Kau ingat diparkiran Mall, kamu membuka paksa pintu mobil seseorang karna orang itu menutup mobilnya dengan keras.. "
Zeva mengingatnya, dia melirik penampilan pria dihadapanya dari atas sampai bawah
"Oh maaf saya tidak mengenali anda karna pakaian anda sangat berbeda.. " Ucap Zeva melihat Sean menggunakan kaos oblong dan celana pendek jeans selutut
"Jelas berbeda, waktu itu kamu melihat penampilanku saat bekerja, dan sekarang aku tidak bekerja"
"Oh, lalu urusan saya apa? " Tanya Zeva yang membuat Sean kesal
Sean melangkah keluar meninggalkan Zeva yang terpaku di tempatnya
"Orang gila!! " Gumam Zeva melihat kepergian Sean
Di kediaman rumah Renata, Sean memikirkan mobilnya dengan mulus, dia turun sambil menenteng paperbag berisi ponsel untuk istri bossnya
"Selamat datang sekertaris Sean.. " Ucap ketua pelayan sambil menunduk hormat
Sean mengangguk, dia bertanya tentang istri bossnya
"Dimana Nona Nesa.. "
"Nona Nesa berada di dalam kamar.. "
__ADS_1
Sean mengangguk, dia berjalan menuju kamar Nesa, sesekali sambil melirik kanan kiri untuk mengecek situasi rumah
Tokk.. Tok...
Ketukan pintu terdengar ke telinga Nesa
Nesa yang mendengar langsung menghapus sisa air matanya
"Siapa!! " Teriak Nesa dari dalam kamar
"Saya Nona.. "Jawab Sean
Klek..
Pintu terbuka, Sean bisa melihat istri bossnya habis menangis
" Vino tidak ada disini.. "Ucap Nesa sambil membersihkan air matanya
"Maaf Nona, Tuan Vino menitipkan ini untuk Nona.. " Jawab Sean menyerah paperbag pada Nesa
"Apa ini?? "
"Silahkan Nona buka sendiri, maaf saya permisi.. "
Saat melihat Sean pergi, Nesa langsung masuk dan menutup pintu kamar, dia duduk diujung kasur lalu membuka paperbag yang diberikan Sean
"Ponsel? "Ucap Nesa saat melihat ponsel keluaran terbaru
"I-ini Vino membelikan aku ponsel? "
"Berarti Vino masih peduli denganku, tapi kenapa Vino memberikanku ponsel? Apa dia memasang CCTV di kamar ini.. " Gumam Nesa yang melihat setiap sudut ruangan
"Tidak ada.. " Ucapnya lagi
.......
"Bagaimana Sean, apa kau sudah memberikan apa yang kuminta.. " Ucap Vino saat mereka diruang kerja Vino
Vino tersenyum lalu berjalan menuju balkon, dia menyuruh Sean mengikutinya dari belakang
"Sean, selidiki Alex.. "
"Ma-maksud Tuan, Tuan Alex yang menanam saham di perusahaan Nona Nesa?? " Tanya Sean serius
"Iya, cari biodatanya secara rinci.. "
"Jangan sampai ada kesalahan seperti kemarin yang akan membuatku dan istriku salah paham lagi!! "
"Paham!!" Tegas Vino yang diangguki Sean
"Paham Tuan, ada yang bisa saya bantu lagi?? "
Vino menoleh pada Sean, dia menyuruh Sean duduk di sampingnya
"Bagaimana, apa istriku menerima ponsel yang kau berikan!! " Tanya Vino saat sekertaris Sean sudah duduk disampingnya
"Iya Tuan.. "
"Baiklah sekarang kamu boleh pergi,.. "
Sean bangkit lalu hormat pada Tuannya, dia pamit pergi untuk mencari biodata dari Alex
Tak ada henti-hentinya Vino memandang bangunan besar yang dia lihat di balkonnya
Sampai tak terasa matahari sudah digantikan rembulan, Vino masih betah di balkon sendiri menatap langit
.....
"Bi, Vino dimana?? " Tanya Nessa pada salah satu pelayan yang lewat
"Mungkin masih di ruang kerjanya Nona,.. "
__ADS_1
"Oh, apa Vino sudah makan malam?? "
"Tuan Vino belum keluar dari ruang kerjanya Nona.. "
"Bawakan dia makanan ya bi, aku takut Vino sakit.. "
"Baik Nona.. " Jawab pelayan langsung pamit menyiapkan makanan untuk Tuan mudanya
Renata tersenyum tipis saat melihat menantunya tidak berani menemui putranya
"Bi.. Biarkan dia yang membawa makanan itu pada Vino, dia kan istrinya.. " Ucap Renata sinis, saat melihat pelayan rumah membawa makan untuk putranya
"Antarkan untuk Vino bi,.. " Ucap Nesa
"Apa kau takut menemui putraku?? " Ucap Renata tersenyum mengejek
"Bi, biar aku saja yang mengantarkan.. " Nesa mengambil alih makanan lalu mengabaikan ibu mertuanya yang sedang kesal
Di setiap langkahnya Nesa bergumam tidak jelas, dia bukan tidak berani bertemu dengan suaminya, hanya saja dia takut naf*u makan suaminya berkurang saat melihatnya
Tokk.. Tok...
Beberapa kali Nesa mengetuk pintu ruang kerja suaminya, tapi sama sekali Nesa tidak mendengar sahutan dari dalam, rasa cemas dan khawatir tiba-tiba datang menghantuinya
Perlahan dia memberanikan diri, dia membuka pintu lalu masuk kedalam ruangan suaminya
"Hubby.. " Gumamnya lirih sambil mencari keberadaan suaminya
"Pintu balkon terbuka, pasti Vino disana.. " Batin Nesa,
Nesa berjalan menghampiri suaminya
Vino yang mendengar langkah kaki menuju ke arahnya pun berfikir bahwa ibunya datang
"Hubby.. " Panggil Nesa saat melihat punggung suaminya
Vino tersenyum tipis, ternyata dugaanya salah
"Siapa yang menyuruhmu kemari, cepat pergi!! " Ucap Vino yang tak ingin diganggu, Vino merasa dia butuh waktu untuk sendiri untuk menenangkan pikirannya
"A-aku hanya mengantarkan makan malam untukmu by.. "
"Aku tidak butuh itu! silahkan kamu bawa makanan itu kembali!! "
Nesa meletakkan makanan itu di atas meja, lalu dia memeluk suaminya dari belakang
"Apa yang bisa aku lakukan, agar kamu memaafkanku by.. " Ucap Nesa sambil mengeratkan pelukannya
Vino perlahan melepas genggaman tangan Nesa, dia sendiri bingung harus bagaimana menghadapi istrinya
"Hubby, jangan dilepas, aku meminta maaf hiks.. hiks... "
.
.
.
.
.
.
.
Hay gaes, Mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat
Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote dan hadiah🎁)
........... #Happy Reading😘#........
__ADS_1