
2 menit kemudian datanglah Nesa yang berjalan dengan anggun layaknya seorang pemimpin yang berwibawa
"Maaf sudah menunggu terlalu lama.. " Ucap Nesa yang langsung duduk di kursinya
Nesa melirik sekilas pada Vicky lalu mengabaikan kembali, dia mulai berbicara urusan bisnis dengan Selena.
"Maaf aku membawanya kemari, karna aku bosan di perjalanan tidak ada teman bicara.. " Ucap Selena pada Nesa saat Nesa melirik Vicky
"Tidak apa-apa, jadi kamu mau menjadi model untuk pakai yang dibuat oleh pabriku ini? "
Selena menganggukan kepalanya, hubungannya dengan Nesa semakin membaik, dan dia juga sudah tidak tertarik merebut Vino lagi.
"Baiklah, kalau begitu, kamu bisa menandatangani perjanjian kerja ini, .. " Nesa menyodorkan beberapa lembaran kertas yang harus dibaca dan ditanda tangani oleh patner kerjanya.
"Aku baca dulu... "
Setelah membaca, Selena langsung menandatangani surat perjanjian itu..
"Bagaimana hubunganmu dengan Vino?? " Selena mengucapkan pertanyaannya sambil menyerahkan surat perjanjian itu.
"Baik, lalu bagaimana denganmu?? "
"Haha, aku masih fokus karir, lagi pula seseorang yang aku sukai tidak menyukaiku.. " Selena sesekali meminum minuman yang telah disediakan oleh kantor Nesa
Vicky yang merasa tersindir pun segera bangkit dan keluar dari ruangan itu
"Ada sesuatu yang harus aku urus, .. "
"Ta-tapi bagaimana dengan aku ky? "
"Pulanglah sendiri, kau kan punya kaki dan tangan.. "
Setelah selesai mengucapkan kata-kata itu, dia keluar dan pergi dari perusahaan Nesa.
"Nes, kenapa kamu menolak perusahaan Vicky untuk menanam sahamnya?? "
"Apa kamu pernah dekat dengan Vicky??? " Sambung Selena kembali
Nesa tersenyum, dia meneguk minuman yang diberikan karyawannya
"Lain kali aku akan menerimanya.. " Jawab Nesa
"Oh ya, aku hanya ingin mengingatkanmu saja, tentang Bella.. "
"Terimakasih, aku akan menjaga suamiku dari ulat atau rubah yang ingin merebutnya dariku.. "
.......
Langit sudah gelap, malam sudah menyapa bumi, semua orang sudah berada di rumah untuk beristirahat
Tapi tidak dengan Nesa, semenjak kepulangan dari kantor dia terus berdiam diri, dia meremas sebuah kertas dan menunggu suaminya pulang bekerja.
Pintu kamar terbuka, Vino masuk dengan raut wajah lelah, Nesa langsung menghampiri suaminya,
"Hubby.. " Nada serius terdengar ditelinga Vino, seketika menghentikan pergerakan Vino yang sedang melepas kemejanya
"Sudah pulang? " Vino mengecup kening istrinya
Ness menganggukan kepalanya, dia menyuruh suaminya untuk mandi,
Beberapa menit pintu kamar mandi terbuka, Vino keluar dengan badan yang terlihat segar, dia langsung memakai pakaiannya dan melangkah menaiki ranjangnya.
"Ada sesuatu yang ingin aku sampaikan.. "
__ADS_1
"Ada apa sayang? Apa ini masalah kantor?? " Tanya Vino yang menyuruh bersender di pundaknya, tapi Nesa menolaknya, dia tak ingin bersender di pundak suaminya,
"Kenapa hemmm?? "
"Tolong jelaskan? " Nesa menyerahkan surat yang di pegangnya dari tadi
Vino mengernyitkan keningnya, dia langsung mengambil dan membuka surat itu.
Degg..
Jantung Vino terhenti, kenapa surat ini ada ditangan istrinya, bukankah surat ini telah dia simpan di laci yang tidak diketahui istrinya
"Kenapa! Kenapa kamu tidak jujur dari awal!! "
Emosi yang ditahan Nesa akhirnya meledak juga, dia sangat kecewa dengan suaminya
"Aku mempunyai alasan untuk itu... " Ucap Vino yang bangkit dari kasurnya lalu berjalan menuju balkon, dia menghirup udara malam sejenak sebelum menjelaskan semuanya
Nesa mengikuti langkah suaminya, di satu sisi dia kecewa karna suaminya tega menutupi rahasia yang besar, tapi di satu sisi dia merasa kasihan dengan keadaan suaminya
"Alasan apa? " Kali ini nada suara Nesa tak setinggi tadi
"Aku takut kamu akan meninggalkanku setelah aku memberitahu ini, jadi aku ingin menutupi semuanya dari semua orang.. " Jawab Vino yang masih memandang gelapnya langit tanpa ingin menoleh kebelakang, tepat dimana istrinya berada,
Nesa melangkah mendekati suaminya, dia memeluknya dari belakang
"Aku tidak akan meninggalkanmu.. "
Vino menggenggam tangan istrinya, dia merasakan kehangatan saat dipeluk istrinya
"Aku tahu dulu kau dekat dengan Vicky, setelah semuanya terbongkar kamu tetap dekat dengan dia, aku takut jika kamu berpaling dari aku.. " Ucap Vino yang melepas pelukan istrinya lalu berbalik menghadap istrinya
"Nes, aku takut kamu pergi..."
"Hubby, tapi yang kamu lakukan juga salah! "
"Di sebuah hubungan apalagi hubungan rumah tangga, kita harus saling terbuka dan jujur satu sama lain, bukankah sewaktu dulu aku pernah tidak terbuka dan menimbulkan masalah, dan kau tega menuduhku selingkuh.... "
"Itu hal yang paling menyakitkan bagiku by.. " Ucap Nesa
Vino menggenggam tangan istrinya lalu mengelus punggung tangan istrinya
"Maaf, aku memang salah, tidak seharusnya aku menutupi rahasia ini kepadamu.. "
" Dan maaf juga tentang masalalu yang menuduhmu selingkuh itu.. "
"Aku hanya ingin bertahan lebih lama, tapi usahaku sia-sia, .. "
"Maksudmu apa? apa yang sia-sia by"
"Hampir setiap hari kita melakukan, tapi tidak ada hasil, kamu belum juga hamil, awalnya aku menentang takdir penyakitku ini tapi sekarang, aku menerimanya, dan maaf aku slalu diam jika ibu membahas masalah anak, aku belum siap menceritakan ini pada ibu.. "
Nesa lagi lagi memeluk Vino, dia menyalurkan kehangatan dan ketenangan untuk suaminya
"Aku memaafkanmu,..."
"Tapi jangan pernah menutupi sebuah masalah lagi, coba hentikan mabuk-mabukan dan kita melakukan pola hidup sehat, siapa tahu kita akan bisa mempunyai anak, jangan lupa berdoa juga.. " Ucap Nesa tersenyum untuk menenangkan hati suaminya
"Hidupku sudah hancur, aku cacat sayang, walaupun bukan cacat fisik... " Vino memeluk istrinya dengan erat,
"Aku tidak ingin mendengar itu lagi dari ucapanmu!! "
"Ingat jangan bicara seperti itu, aku tidak ingin mendengarnya dan aku tidak akan meninggalkanmu sampai maut memisahkan.. "
__ADS_1
"Terimakasih sayang, Reza benar-benar tidak salah memilihmu menjadi wanitanya, dan aku bersyukur Reza menitipkanmu padaku.. " Vino mengecup pucuk kepala Nesa bertubi-tubi
"Tapi boleh aku meminta syarat?? " Ucap Nesa kembali
"Apa? Jika aku bisa mengabulkan,, aku akan mengabulkannya sayang.." Ucap Vino mencium bibir istrinya
"Aku ingin kita pindah, sudah lebih 1 tahun kita tinggal bersama ibu, aku ingin kita hidup mandiri,.. "
"Okeh, besok kita bicarakan pada ibu, kita pindah ke apartemen.. "
"Ayo kita tidur.. " Ucap Vino yang membopong istri kecilnya menuju ranjang besar milik mereka..
"Rupanya kamu smakin hari semakin berisi, aku lelah menggendongmu seperti ini .. "
Nesa mencubit pipi Vino, dia tidak terima dengan hinaan yang dilontarkan suaminya
"Aw sakit sayang.. " Ucap Vino meletakkan tubuh Nesa dikasurnya
"Biarin, itu hukumanmu karna kamu mengejeku gendut.. " Ucap Nesa memalingkan wajahnya, dia berpura-pura marah
Vino berjongkok, dia menatap wajah istrinya yang sedang marah.
"Marah hemm??
"-_-"
"Sayang?? " Ucap Vino membuka selimut Nesa yang menutupi tubuh istrinya
"Jangan marah, aku becanda, jika badanmu lebih berisi bukankah itu bagus.. "
"Iya bagus, kamu senang kan lihat aku gendut, jelek.. " Ucapan Nesa terpotong saat Vino menciumnya dengan kasar
"Sekali lagi berbicara seperti itu, aku makan kamu,.. "
Nesa bangkit dari tidurnya, tubuhnya dia senderkan kebelakang
"Bagaiamana dengan Bella? Apa dia masih menganggumu?? " Tanya Nesa yang penasaran
"Tidak, lagipula hubunganku dan dia hanya sebatas rekan kerja saja, Ayah nya sudah pensiun dan Bella yang menggantikan ayahnya.. "
"Berarti, esok kamu pergi dengan ulat itu ke luar negeri?? " Tanya Nesa yang mengembungkan pipinya,
"Iya, mau ikut?? " Vino bangkit dari jongkoknya dan menaiki ranjangnya
"Kerjaanku banyak dan Selena sudah bekerja di perusahaanku.. "
"Apa maksdumu?? "
.
.
.
.
.
.
Hay gaes, Mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat
Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote dan hadiah🎁)
__ADS_1
........ #Happy Reading😘#.......