
"Hik... hiks... Ini memang salahku, kenapa dari dulu aku tidak jujur saja kepada Vino, hikss....hiks.... "
"Reza, aku merindukanmu, Vino sudah membenciku dan disini aku sudah tidak mempunyai siapa-siapa lagi hiks..hikss.... "
Nessa berjalan tanpa arah, disepanjang jalan hanya ada isakan tangis dan gumaman yang tidak jelas yang keluar dari mulut gadis malang ini
Saat Nessa ingin menyebrang jalan dia tidak melihat kanan kiri, hanya kepala yang ia tundukan saja
Sebuah mobil dengan kecepatan tinggi melintas, dan dari arah berlawanan truk bermuatan semen melaju dengan santai, sang supir sengaja berjalan lambat karna telinganya ia selipkan earphone
Tinnnn..........
Tinnn.........
Awas kak.....
Awas mbak.....
Nessa mendongakan wajahnya saat mendapat klakson dari mobil tersebut, dan teriakan dari beberapa orang yang sedang melihat kearahnya
Dia terkejut saat melihat kendaraan yang sedang melintas dari kajauhan, pak supir dari truk yang belum sadar pun masih menganggukan dan sesekali menggelengkan kepalanya tanda ia menikmati musik yang di setelnya,
Mobil berwarna merah yang melanju dengan kencang pun sudah meninjak remm tapi faktor kecepatan tinggi menjadikan mobil itu tidak bisa berhenti secara tiba-tiba
Aaaaaaaaaaaa........ ...
Teriak Nessa yang sudah menutup wajahnya
Bruukkkk...
Ciiiitttttttttt, Sreeettttt..........
Bunyi rem mobil dipadukan dengan suara decitan ban terdengar sangat mengerikan bagi warga sekitar yang sedang melihat kejadian itu
Pak supir yang sedang mengendarai truk sedikit kehilangan kendali dan menabrak trotoar karna menghindari mobil dari arah berlawanan
Awww...
Nessa terjatuh di dalam pelukan seseorang yang tidak lain adalah Vicky,
Beberapa waktu lalu
"Sekertaris Rain sepertinya akan terjadi sebuah kecelakaan yang mengerikan.. " Ucap sang supir pribadi Vicky yang membuat Rain mendongakan wajahnya
"Lihat gadis yang sedang melintas di tengah jalan, lalu dari arah kanan terdapat mobil dan dari arah kiri terdapat truk, belum sampai gadis itu menyebrang, gadis itu akan tertabrak.. "
Vicky dan Sean melihat arah yang ditunjuk pak supir, alangkah terkejutnya saat mata Vicky memandang sosok gadis yang ia rindukan, dia sedang melintas menyebrang jalan.
Mesin mobil sudah menyala, pak supir sudah menjalankan mobilnya
"Matikan! " Bentak Vicky
Pak supir mematikan mesin mobil dan melihat Tuannya sudah berlari ke arah gadis itu dan diikuti Rain dibelakangnya
"Apa mereka saling kenal?? " Gumam pak supir
"Sudahlah aku akan memotret dan memvideo Tuan saja, lalu aku kirimkan pada para pelayan dirumah, bahwa Tuan masih mempunyai sikap manusiawi.. " Dia mengeluarkan ponselnya dan mencari kamera lalu merekam kejadian itu
(Kebiasaan orang jaman sekarang, bukannya di tolong malah dijadikan ajang tontonan😂)
.........
Mereka terjatuh dengan posisi Nessa berada di atas tubuh Vicky, dengan jarak wajah mereka sangat dekat dan tangan Vicky melingkar ke pinggang ramping Nessa, mata mereka bertemu, semua orang dibuat baper dengan kejadian ini
Tapi tidak dengan pengendara mobil dan truk yang sedang emosi karna ulah Nesa, pak supir dan orang yang mengendarai mobil turun dari kendaraannya lalu menghampiri Nessa, membuat dua insan yang sedang saling tatap tersadar.
"Hei anak kecil, kalau jalan pake mata.. "
__ADS_1
"Lihat mobil aku jadi lecet seperti ini, pokoknya kamu harus ganti rugi.. " Pengemudi yang mengendarai mobil memaki Nessa dan menyuruhnya ganti rugi,
"Kamu juga harus ganti rugi padaku, ada beberapa semen yang terjatuh dan rusak, bisa habis aku dipecat boss. " Ucap pak supir truk yang tidak mau rugi itu
Nesa bangkit lalu menundukan kepalanya dan berkata
"Maaf, tapi aku tidak punya uang untuk mengganti rugi, kalau boleh jika aku sudah memiliki uang, aku akan membayar kerugian itu.. "
"Halah! Saya tidak mau tahu, pokoknya kamu harus ganti rugi sekarang!! "
"Iya, sekarang juga!!! "
"Ekhemm... " Deheman Vicky membuat dua orang yang sedang meminta pertanggungjawaban diam seketika
Rain yang melihat dari kejauhan segera mendekat menghampiri Tuannya
"Berapa uang yang kau minta! " Suara ini terdengar dingin dan menakutkan,
"Rain berikan mereka semua sesuai jumlah yang di minta.. "
"Kak tidak usah, aku tidak mau merepotkanmu.. "
"Dan kamu ikut aku!! " Vicky menggandeng lengan Nessa secara paksa, dan mau tidak mau dia mengikuti langkah besar Vicky
Dari kejauhan terlihat Vino mengepalkan tangannya, dia memukul setir mobil saat melihat Nessa masuk dan di gandeng oleh seseorang pria yang tidak asing
"Awalnya aku mengakui kesalahanku dan berniat meminta maaf,tetapi kali ini aku bisa melihatnya secara langsung, benar-benar dia tidak bisa di percaya, aku sudah tertipu dengan muka polosnya.. "
Arrrrgggkkkkkk.........
"Awas saja akan ku buat perhitungan untuk kalian yang lebih kejam! " Seringai licik muncul di wajah tampan Vino, dia langsung menginjakkan gas mobilnya dan pergi meninggalkan mereka semua
"Kenapa kau bisa seceroboh tadi hah! Bagaimana jika aku terlambat menyelamatkan mu!! " Kini Vicky berbicara dengan emosi, tidak ada nada halus dan lembut, hanya umpatan yang ia keluarkan
Nessa menunduk tangannya meremas gaunnya, sungguh dia sangat shock dan dia juga tidak dapat mengelak makian Vicky.
"Apa kau sedang patah hati, sehingga kau berniat untuk bunuh diri!!!"
"Dan kenapa kau tidak mau membalas pesanku.. "
"Oh ya satu hal lagi, aku bukan sales bank yang menawarkan pembukaan ATM.. " Ucapnya dengan kesal
Rain dan pak supir hanya bisa menahan tawa karna ucapan tuanya yang terdengar sangat lucu
"Apa kalian!.. "
"Mau menertawakanku!! "
"Ti-tidak Tuan.. " Ucap mereka berdua sambil menundukkan kepalanya
Huffttttt...
"Jalan sekarang ke kantor sekarang, .. "
"Baik Tuan.. "
..............
Pagi menjelang siang, semua orang disibukan dengan pekerjaan masing-masing, tapi tidak dengan Vino, dia sedang dilanda kekecewaan yang amat besar, melihat istrinya bergandeng tangan dengan laki-laki lain membuat dia merasa terkhianati
Melampiakan rasa kecewa dengan melajukan mobil berkecepatan tinggi membuat dia sedikit tenang.
Bunyi telfon diponselnya dia hiraukan, pikirannya hanya satu, dia menginginkan ketenangan.
Beberapa botol minuman sudah terjejer rapi di meja apartemennya, jas yang dikenakan sudah dilempar kesembarang arah
"Sekali pengkhianat akan selalu menjadi pengkhianatan.. " Racaunya dengan meneguk segelas wine dan mengendurkan dasinya
__ADS_1
"Apa yang harus aku lakukan Reza!!! Kau sudah salah menitipkan wanita padaku.. "
"Ternyata wajah polosnya dia gunakan untuk menarik perhatian kita.." Gumam Vino bangkit dari duduknya lalu menatap foto Reza yang dipajang di dinding apartemennya
Pranggg....
Bingkai foto Reza pecah karna Vino membantingnya
"Karna kau hidupku hancur Za!!! "
"Hidupku hancur, hahaha hancur!!! "
"Aku tidak ingin harta, yang aku butuhkan sekarang hanya seseorang yang tulus mencintaiku, aku membutuhkan itu, bukan seperti ibuku yang egois dan Ayah ku yang tidak memprioritaskan ku hikss... hikss... "
Tubuh Vino merosot kebawah, badannya ia senderkan ke tembok kokohnya, hanya ada isakan tangis yang menggema di apartemennya,
Setelah beberapa menit merasa tenang dia bangkit dan berjalan menuju sofa, temannya saat ini hanya botol yang di depannya
Vino menuangkan minuman itu kedalam gelasnya lalu meneguknya, beberapa kali dia mengulanginya sampai tak terasa dia sudah habis 1 botol untuknya sendiri.
Telfonnya selalu berdering, dan banyak sekali pesan dari Sean maupun Rayhan
"Sial! "
"Bisa-bisanya dia melewatkan meeting penting bersama kliennya yang berasal dari luar negri.. " Gumam Rayhan dalam hati yang mengumpat kebodohan anaknya
"Kita tidak bisa menunggu terlalu lama lagi! jika Tuan Vino tidak bisa datang dan dihubungi maka dengan terpaksa kami membatalkan kerjasama antar perusahaan kami.. "
"Tapi Tuan, disini Vino sudah menyerahkan tugasnya kepada saya, selaku orang tua dari Vino pemilik perusahaan ini.. " Lagi-lagi Rayhan harus membujuk klien penting milik anaknya
"Baik lah, kita tunda meetingnya saja sampai Tuan Vino benar-benar bisa menemui kami.. "
"Jika dalam waktu seminggu kita tidak mendapat kabar dari sekertaris Sean, maka kita akan membatalkan kerja sama kami pada perusahan ini dan kami akan mencari perusahaan yang lebih kompeten dan bertanggungjawab.. "
Klien itu bangkit dan meninggalkan mereka berdua di ruangan meeting kantor milik Vino
"Sial!!! Kemana dia!! " Dengus Rayhan
"-_-"
"Kau tuli atau bisu hah!! " Amarah Rayhan mulai terpancing saat Sean tidak menjawab ucapannya
"Huft hidupku selalu seperti ini, baru saja menjadi pelampiasan kemarahan anaknya, sekarang harus melihat kemarahan Ayahnya.. " Batin Sean yang sudah bangkit dan menundukan kepalanya
"Saya tidak tahu Tuan.. "
"Benar kan apa yang aku ucapkan, aku tidak tahu tentang kepergian anaknya, lagipula yang melihat anaknya pergi hanya dia sendiri.. " Lagi-lagi Sean mengungkapkan kekesalannya di dalam hati,
"Cepat cari dia! Lalu batalkan semua meeting untuk beberapa hari kedepan!! "
.
.
.
.
.
.
Hay gaes, Mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat
Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote dan hadiah🎁)
....... #Happy Reading😘#......
__ADS_1