
"Maaf om, saya tidak tahu, sekali lagi maafkan saya"
"Oh iya, biar saya buatkan minuman untuk om" Ucap Selena yang langsung masuk kedalam dapur, tapi baru tiga langkah, langkahnya terhenti oleh Rayhan
"Tidak perlu, saya hanya ingin memperingatkan kamu, jauhi anak saya, saya tahu kamu mendekati anak saya karna hartanya kan? cepat berapa yang kamu minta, saya akan kabulkan tapi, jauhkan anak saya, saya tidak mau mempu menantu sepertimu wanita gila harta! " Ucap Rayhan yang tanpa sengaja menyakiti hati Selena, berhubung mood Selena tidak stabil karna faktor kehamilannya, dia pun menangis
"Cih, simpan saja air mata palsumu, kau bisa membohongi putraku dengan air matamu itu tapi kau tidak bisa membohongiku! "
"Maaf om, saya bukan wanita seperti itu, memang dulu saya hanya menginginkan harta Vicky dan Vino tapi itu dulu om, sekarang saya sudah berubah! " Jawab Selena sambil menghapus air matanya
"Cih, dulu sama sekarang apa bedanya, Sama-sama gila harta"
"Cukup om!! " Teriak Selena
"Om lebih baik pergi dari sini! "
"Cih, beraninya kau mengusirku!! " Geram Rayhan berjalan lalu mencengkram dagu Selena membuat Selena meringis kesakitan
"Saya peringatkan lagi, saya tidak sudi mempunyai menantu sepertimu!! " Ucap Rayhan yang melepas cengkraman itu dengan kasar, membuat Selena terjatuh lalu meringis kesakitan di daerah perutnya
"Aww, tolong om" Ringis Selena meminta tolong pada Rayhan tapi Rayhan justru pergi meninggalkannya, Rayhan fikir Selena sedang berakting
Bu Titin yang baru tiba di rumah Selena pun melihat Selena yang meringis kesakitan, dia langsung membawanya ke pukesmas terdekat
tak lupa bu Titin menghubungi Nesa
"Nes, cepat kemari, temanmu kesakitan, baru saja ibu periksakan ke dokter, bersyukur kandungannya baik-baik saja" Ucap bu Titin
Mata Nesa membulat, dia baru saja menyelesaikan meeting bulanannya "Aku akan kesana bu, tolong jaga temanku dulu" Jawab Nesa langsung mematikan telfonnya, dia berlari mengambil kunci mobilnya dan pergi dari kantornya, membuat Vier terheran-heran
Setelah menempuh perjalanan sekitar 2jam akhirnya Nesa sudah sampai di desa A tepatnya di rumah peninggalan orang tuanya
"Bu Titin bagaimana keadaan temanku? " Tanya Nesa saat melihat Selena tertidur lelap
"Temanmu baru saja meminum obat, mungkin efeknya dia mengantuk lalu tidur, tapi kandungannya baik-baik saja, beruntung ibu segera menolongnya"
"Ya sudah ibu pergi dulu, mau bergosip dengan tetangga depan"
"Iya bu, tapi tolong rahasiakan ini pada tetangga ya bu, ini aku berikan uang untuk belanja" Nesa mengeluarkan beberapa lembar uang seratus ribu membuat mata bu Titin berubah menjadi merah
Dengan cepat bu Titin mengambil uang yang ditangan Nesa "Baik, ibu akan tutup mulut, ya sudah ibu permisi dulu," Ucap bu Titin yang langsung pergi
Nesa berjalan lalu duduk di ujung kasur "Sel, ada apa? " Gumam Nesa membuat Selena terbangun dari tidurnya
"Maaf aku sudah membangunkan kamu, tidurlah lagi" Titah Nesa yang diabaikan Selena
__ADS_1
Tiba-tiba air mata Selena jatuh, ingatannya teringat pada Rayhan yang menghina dirinya
"Nes, anakku baik-baik saja, aku tidak akan memaafkan diriku jika anakku pergi, aku sudah mengorbankan semuanya demi anaku Nes, hiks.. hiks.. " Ucap Selena sambil menangis
Nesa lalu mengusap tangan Selena memberikan kehangatan dan ketenangan, "Apa yang terjadi, coba jelaskan? " Tanya Nesa
"Ayah Vicky datang dan menghinaku, bahkan dia mencengkram dan melepaskan dengan kasar membuatku terjatuh, beruntung ibu Titin datang dan membawaku ke pukesmas, jika tidak, aku tidak bisa membayangkan bagaimana nasib anaku Nes, hiks.. hiks.. "
Nesa merem*s sprei dengan kasar "Bagaimana mungkin Ayah mertuanya berbuat kasar pada wanita yang sedang hamil, hampir saja Rayhan mencelakai calon cucunya sendiri
"Aku akan bicarakan ini dengan Ayah, kau jangan khawatir, dan bagaimana Ayah tahu kamu berada disini Sel? " Tanya Nesa penasaran
"Bukankah keluarga Vicky dan Vino keluarga kaya, mereka bisa melakukan segala hal dengan uang Nes"
"Iya aku mengerti, ya sudah kamu beristirahat saja dulu, aku akan menamnimu disini,"
"Terimakasih Nes, aku sudah terlalu banyak merepotkanmu"
Setelah Selena tertidur, Nesa berjalan menuju ruang tamu, didudukan bokongnya dikursi kayunya
Drtt.. Drtt..
Ponsel Nesa berdering, tertera nama suaminya dilayar ponselnya
"Kamu dimana sayang, aku mau mengajakmu makan siang"
"Maaf hubby, aku tidak bisa, aku sedang berada di desa A, Selena sakit" Ucap Nesa membuat Vicky mengambil alih ponsel Vino
"Nes, kau tahu keberadaan Selena? dimana dia? dan sakit apa? " Tanya Vicky cemas,
"Kak Selena ada di desa A, kakak dan Vino kesini saja, aku tunggu" Ucap Nesa
Telfon dimatikan oleh Vicky, dan Vicky menyuruh Vino melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh, di sepanjang perjalanan Vicky cemas dan gelisah,
"Selena sakit apa Vin? " Tanya Vicky pada Vino
"Tidak tahu,"
"Cepat dikit dong Selena sakit, aku takut terjadi sesuatu padanya dan anakku! " Pekik Vicky yang semakin cemas,
"Ini sudah cepat bawel! " Kesal Vino
Setelah menempuh 1 jam perjalanan akhirnya Vino dan Vicky sampai di desa A tepatnya dirumah lama Nesa, Vino mengendarai mobilnya dengan kecepatan full membuat jantung Vicky hampir copot, segera Vicky turun dan berlari masuk kedalam rumah Nesa
"Dimana Selena Nes, apa dia baik-baik saja? " Tanya Vicky yang berlari masuk kedalam kamar tapi tanganya di cegah oleh Nesa, Nesa menyuruh Vicky duduk di hadapannya membuat Vicky dan Vino bertanya-tanya
__ADS_1
"Ada apa sayang? " Tanya Vino
"Kak, biarkan Selena istirahat, dia baru saja tidur, jangan ganggu tidurnya" Ucap Nesa yang pada Vicky
"Dan ada satu hal lagi-"
"Apa? " Tanya Vino dan Vicky bersamaan
"Aku akan membawa Selena tinggal dirumah Vino"
Mata Vicky membulat "Apa maksudmu, Selena mempunyai tempat tinggal, kenapa harus tinggal dirumah kalian? "
"Ada aku juga, aku bisa menjaga Selena dengan baik" Sambungnya lagi
"Kak, demi keselamatan Selena dan bayinya, tolong kaka jangan egois, dan tidak mungkin jika Selena tinggal di apartemenmu, bisa-bisa Selena di cap wanita tidak baik" Nesa berusaha memberikan pengertian pada Vicky
"Ta-tapi Nes"
"Tolong kak, percaya padaku, aku tidak bisa membiarkan Selena tinggal disini lebih lama, aku tidak mau keselamatan Selena dan bayinya terancam"
"Apa maksudmu Nes" Sekarang giliran Vino yang bertanya
"Ada yang berusaha mencelakai Selena, hampir saja Selena kehilangan anaknya, beruntung bu Titin datang dan membawa Selena ke rumah sakit" Ucap Nesa
"Siapa! siapa yang berani mencelakai Selena dan anaku! akan aku buat perhitungan padanya!
"Siapa nes! cepat katakan!! " Pekik Vicky yang sudah emosi membuat Selena yang sedang tertidur terbangun.
.
.
.
.
.
.
Hay gaes, mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat
Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote dan hadiah🎁)
........ #Happy Reading😘#.......
__ADS_1