
"Mungkin kak Vicky tidak mau terjadi kesalahpahaman antar aku dan ibu, karna waktu kejadian itu aku tidak mengenakan pakaian.. " Lirih Nesa sambil menunduk, dia takut dengan reaksi suaminya
"Lanjutkan.. " Vino kembali berucap dengan tegas, dan Nesa tahu suaminya mulai emosi
"Sudah, aku hanya mengingat itu saja, maafkan aku by.. "
"Maaf.. " Nesa berusah menggenggam tangan suaminya,
"Aku sudah memaafkanmu lagipula ini bukan salahmu, aku sudah mengetahui semuanya dari ibu.. " Vino membalas genggaman tangan istrinya
Nesa mendongak dia menatap lekat wajah suaminya yang sedang tersenyum, tiba-tiba Vino menjerit meringis kesakitan karna Nesa mencubit pinggang Vino
"Jadi selama ini kamu sudah tahu, dan kamu lagi nge prank aku! "
"Sakit Nes!!.. "
"Jawab pertanyaanku, kamu dari kemarin sudah menipuku!! "
"Aku baru mengetahuinya semalam saat aku meninggalkanmu, aku tidak sengaja mendengar ibu berbicara lewat telfon dengan seseorang, dan aku mendengarkan semua, termasuk kamu yang sengaja diberi obat agar Alex bisa melancarkan aksinya, tapi aku tidak yakin dengan Vicky.. "Ucap Vino bangkit lalu berjalan menuju balkon, rupanya keduanya telah lupa dengan pekerjaan di kantornya
"Kenapa? Menurutku kak Vicky itu orang yang baik, dan suka menolong.. " Ucap Nesa berjalan mengikuti suaminya dari belakang
"Oh iya, apa aku boleh bertanya sesuatu?? " Tanya Nesa pada Vino
Vino berbalik lalu menatap wajah istrinya "Apa? Apa yang mau kamu tanyakan? "
"Apa kamu dan kak Vicky mempunyai hubungan seperti saudara? "
Degg.
Jantung Vino tiba-tiba berpacu sangat cepat, hal yang selama ini dia tutupi dari istrinya akhirnya terungkap juga "Ka-kamu tahu berita ini dari mana? " Ucapnya dengan gugup
"Hubby, tidak perlu tahu aku mengetahui itu semua dari siapa, sekarang jujurlah.. Aku ini istrimu.. " Nesa semakin mendekat dia memeluk suaminya
"Okeh, aku akan jujur, aku dan dia satu Ayah.. "
Mata Nesa membulat sempurna, dia sangat terkejut dengan kenyataan yang menurutnya tidak masuk akal, walaupun wajah mereka sedikit mirip, tapi sikap mereka jauh berbeda
"Apa!! Tapi kenapa kamu tidak pernah akur dengannya??"
"Untuk apa aku akur dengannya,.. "
"Hubby, jangan seperti itu, kalian saudara,.. "
"Aku harus ke kantor Nes.. "
"Hubby!! "
"Ikut aku!! biarkan Sean yang mengurus kantormu hari ini.. "
Vino tidak setuju dengan ucapan istrinya, dia menolak mentah-mentah lalu menyuruh istrinya tidur karna kesehatannya belum pulih total
"Jangan khawatirkan aku, sekarang ikut aku.. " Tangan Nesa melepaskan pelukannya, dia menyeret tangan suaminya agar mengikuti langkahnya, tidak lupa dia mengambil tas slempangnya yang diletakkan di sofa
"Mau kemana kita? aku ada meeting hari ini.. "
__ADS_1
"Diam, dan ikut aku.. " Bentak Nesa, dia menyuruh pak diman mengantarkan ke perusahaan Reza
"Masuk by!! "
"Tapi Nes, aku ada kerjaan dikantor, kamu tidak bisa seenaknya membawaku ikut denganmu.. "
Nesa yang tidak ingin dibantah pun segera mendorong tubuh suaminya untuk masuk ke dalam mobil, setelah mereka masuk kedalam mobil, Nesa menyuruh pak diman untuk menyalakan mesin mobil dan pergi dari kediaman rumah mertuanya
"Jalan pak, kita ke kantor saya.. "
"Baik Nona... "
Pak diman langsung menyalakan mesin mobil dan membelah ibu kota jakarta, dia sesekali melirik sepasang suami istri yang sedang tidak akur.
"Apa karna masalah video itu sampai sekarang mereka tidak akur?? "
"Jika semua dugaanku benar, aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri, dan maafkan saya Nona.. " Batin pak diman sambil fokus menyetir
Setelah beberapa menit, mereka sampai di depan kantor milik Nesa,
dan Nesa menyuruh Vino untuk turun bersamanya
"Aku ada kejutan untukmu.. " Ucap Nesa merangkul mesra suaminya
"Jangan aneh-aneh Nes, aku harus ke kantor sekarang juga.. "
.................
"Vicky cepat datang ke kantor Nesa, Nesa bilang ada masalah di kantornya, dan dia butuh bantuanmu.. " Ucap Selena dari sebrang sana
Selena menghembuskan nafasnya kasar, dia harus memutar otaknya agar Vicky mau datang ke perusahaan Nesa,
"Bagaimana ini, aku sudah bicara dengan Nesa, aku akan membawa Vicky.. " Batin Selena yang terlihat bingung, dia menggigit jarinya lalu berjalan mondar mandir, karyawan yang melihat tingkah Selena pun bingung tapi mereka tidak berani menegurnya karna Selena adalah teman terdekat dari bossnya
"Hallo Sel, kamu dengar aku kan?? " Tanya Vicky saat Selena tidak merespon ucapannya
Selena tersadar, dia menjawab ucapan Vicky "Aku dengar kok"
"Jadi masalah itu sangat penting atau bagaimana?? " Tanya Vicky sekali lagi
"Ky, yang bisa menyelesaikan semua masalah hanya kamu, aku mohon padamu, datanglah kemari.. "
Vicky mengrnyitkan keningnya, "Memangnya masalah apa? "
Otak Selena terus berfikir, dia tidak mau kehabisan cara atau ide nya.
"Ky, please datang, Nesa menangis dari tadi, dia tidak mau berhenti, hanya kamu yang bisa menghentikan tangisannya.. "
"Kenapa harus aku? kan ada suaminya.. "
Hufttt
Lagi dan lagi cara ini tidak mempan membuat Vicky datang ke perusahaan Nesa
"Sudahlah, aku harap kamu bisa datang, aku takut jika Nesa berbuat nekat.. "
__ADS_1
Tiba-tiba bayangan Nesa di siksa Vino terlintas diotaknya, dia berfikir bahwa Vino melakukan kekerasan terhadap istrinya karna video pesta Alex
"Okeh, aku akan kesana, jangan tinggalkan Nesa sendiri,.. "
Selena tersenyum, akhirnya hati Vicky luluh juga.
"Baik, aku tunggu.. "
............
"Maaf Tuan, sepertinya ada yang berusaha meretas data pribadi Tuan.. "Ucap sekertaris Alex yang bernama Nadine
Alex menyemburkan kopi yang sudah berada di mulutnya, dia terkejut dengan ucapan sekertarisny
" Byuurrr...
"Bagaimana bisa!! " mata Alex tiba-tiba memerah, dia sangat tidak menyukai seseorang yang berani mengusik kehidupan pribadinya
"Maaf Tuan, tapi anda tenang saja, karna pengamanan yang kita terapkan sangat aman, mereka tidak berhasil membobol pengamanan kita.. "
"Menurutmu siapa yang berani meretas data pribadiku.. "
Lagi dan lagi sekertaris Nadine meminta maaf pada bossnya, dia tidak bisa melacak atau menemukan data seseorang yang sudah berani meretas data milik bossnya
"Bedebah!! cari sampai ketemu!! "
"Baik Tuan.. " sekertaris Nadine pergi pamit keuangannya
sedangkan Alex, dia masih memikirkan siapa orang yang berani meretas data miliknya
"Apa motif dan tujuan mereka.. "
"Atau ini ada kaitannya dengan Vino suami Nesa.. "
"Jika dugaanku benar, bagaimana nasib adiku, dia bisa gila karna tidak bisa mendapatkan cinta sejatinya.. " Alex berfikir, dia tak bisa berdiam diri disini, dia juga harus mencari seseorang yang sudah beraninya meretas data pribadinya
Jarinya menari di keyboard komputer milik Alex, sesekali dia membaca lalu berfikir
"Ahh sial!! mereka tidak meninggalkan jejak sedikitpun, aku yakin dia bukan orang sembarangan.. " Gumam Alex kesal,
.
.
.
.
.
.
Hay gaes, Mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat
Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorit, komen, vote dan hadiah🎁)
__ADS_1
........... #Happy Reading😘#.......