
"Maaf, tapi aku tidak bisa, aku sudah bekerja disini, dan aku nyaman disini, disini aku merasakan sebuah kehangatan dan kenyamanan dari teman-temanku"
"Apa! Kau bekerja disini? "
"Sayang, maafkan aku, tapi aku khawatir jika kamu bekerja disini"
"Khawatir? apa yang perlu kamu khawatir? disini orangnya baik-baik, tidak pernah membuat seseorang tersakiti"
"Ta-tapi sayang"
"Masa iya istri dari Vino Aditama Sanjaya menjadi pelayan di toko bunga? "
"Memangnya kenapa? "
"Apa itu pekerjaan haram! " Zeva datang mendekati Vino dia tidak terima saat seseorang mengejek tokonya
"Zev, "
"Redamkan emosimu, karakter Vino memang seperti itu, kamu harus memakluminya"Ucap Nesa mengelus pundak Zeva
"Dan semua!! tolong bubar, toko ini tutup! " Nesa berteriak keras, dia tidak mau ada yang melihat pertikaian antara Zeva dan suaminya Vino
"Dia sudah menghina tokoku Nes, pantas saja kamu tidak betah berlama-lama hidup dengannya"
Tangan Vino mengepal, dia meremas jarinya dengan kasar ucapan teman istrinya saat menyinggung hatinya, sekertaris Sean yang melihat Tuannya sudah tersulut emosi segera menjadi tameng, dia memperingatkan teman Nesa sekaligus orang yang pernah membuat masalah dengannya
"Maaf Nona, jaga ucapan anda, anda tidak pantas berbicara seperti itu pada Tuan Vino, suami dari teman Nona sendiri"
"Cih, bersyukur temanku mau bertahan dengan pria seperti dia, wajahnya saja yang tampan tapi hatinya jauh dari kata tampan"
"Hentikan Nona! " Geram sekertaris Sean, dia kesal karna wanita di hadapannya ini benar-benar berani menantang Tuannya, dia belum pernah melihat Tuannya marah, bisa-bisa jika sekarang Vino tidak bisa mengendalikan amarahnya maka toko bunga ini akan hancur tak tersisa
Melihat ekspresi perubahan wajah marah Vino, Nesa segera menyeret Vino masuk kedalam ruangan yang biasa Vicky dan Nesa berbincang
Di tempat Tia berada, dia sedang merutuki kebodohannya
"Bagaimana bisa aku mengatakan hal bodoh seperti tadi, bagaimana jika Nesa membenciku, bagaimana jika Nesa menganggap ucapanku serius"
"Aduh, ini mulut kenapa si, bisa-bisanya aku mengatakan jika aku mau menjadi istri pria tampan tadi, sedangkan pria tampan itu suami Nesa temanku"
"Tapi kok aku seperti tidak asing dengan wajahnya, seperti sangat familiar" Tia berusaha mengingat-ingat wajah Vino
"Ah iya, dia kan pembisnis terkenal yang berada di TV dan internet,"
"Wah berarti secara tidak langsung aku berteman dengan istri dari pembisnis terkenal, hahaha, horee... horee..., semoga saja aku kecipratan jadi pembisnis juga"
"Eh tapi bagaimana jika Nesa membenciku karna aku tak sengaja berbicara bodoh seperti tadi"
Kembali lagi pada Vino dan Nesa
__ADS_1
"Minum dulu, jagan dengarkan ucapan Zeva, dia sebenarnya gadis yang baik, aku diberi tumpangan dan fasilitas mobil dari dia, kamu harus meminta maaf pada Zeva, karna menurutku ucapan dia tidak sepenuhnya salah"
"Tapi sayang, dia juga menghinaku"
"Dia tidak menghinamu, dia menyampaikan kebenaran"
"Baiklah, aku akan meminta maaf padanya demi kamu istriku, karna kamu sudah diberi tumpangan dan fasilitas oleh dia"
Nesa tersenyum saat suaminya mau mengesampingkan egonya
"Oh iya, berikan kunci mobilnya sekarang juga, aku akan mengembalikan pada Zeva"
Vino mengabaikan ucapan istrinya, dia tiba-tiba memejamkan matanya dipangkuan Nesa
Nesa yang gemas dengan sikap suaminya yang menurutnya menyebalkan pun menghimpit hidung Vino dengan kedua jarinya, membuat pemilik hidup membuka matanya
"Mana kuncinya! "
"Bukankah aku sudah bilang dari tadi sayang, kuncinya ada disaku celanaku bagian depan" Vino memejamkan matanya kembali dia mengarahkan tangan istrinya kekepalanya, dia ingin di usap-usap kepalanya oleh istrinya
Nesa menurut dia mengusap-usap rambut suaminya
"Sudahkan, cepat ambilkan kunci mobil itu, aku tidak enak dengan Zeva"
"Ambil sendiri sayang"
"Kenapa hem? Bukankah kamu sudah pernah melihat dan memegangnya? " Tanya Vino saat tangan Nesa mengeluarkan keringat dingin saat ingin mengambil kunci mobil Zeva
Setelah mendengar ucapan suaminya, dia merasa malu, dengan paksa Nesa mengambil kunci mobil di saku suaminya, lalu tak sengaja tangan Nesa menyentuh bagian ekstrim milik suaminya
"Sayang, kau sudah membangunkan sesuatu di balik celana"
"Tidak, aku tidak membangunkannya, aku harus mencari Zeva dan memberikan kunci mobil ini, " Nesa mengangkat kepala Vino agar dia bisa berdiri, Vino menurut dia tersenyum senang saat istrinya salah tingkah
Senyum yang selama ini dia sembunyikan karna sang istri hilang akhirnya terpancar juga,
"Aku bisa gila jika kehilanganmu" Gumam Vino terkekeh
Tiba-tiba ponsel Nesa berdering, Vino melirik pintu, istrinya sudah pergi, jiwa kepo Vino meronta-ronta dia melihat siapa yang menelfon istrinya
"Kak Vicky" Gumam Vino saat dia melihat panggilan telfon masuk dari ponsel sang istri
"Jadi sebenarnya dia sudah tahu dan Berpura-pura tidak tahu keberadaan istriku, dan apa, apa sup daging yang kemarin dia berikan itu benar buatan istriku, tapi kenapa dia merahasiakan keberadaan istriku, padahal dia tahu aku sudah hampir gila"
"Jangan pegang ponselku" Rebut Nesa, dia melirik panggilan telfon lalu mengangkatnya
"Rencana kita gagal, Vino sudah mengetahui keberadaanku kak" Curhat Nesa
"Apa! Rencana! Maksudnya mereka sengaja? " Batin Vino, dia menyimak istrinya yang sedang bertelfonan dengan kakak tirinya
__ADS_1
"Iya, tiba-tiba dia datang dimakam Reza, "
"Oh iya kaka masuk saja, aku dan Vino sedang diruang biasa"
"Ruang biasa? apa Vicky pernah mengunjungi istriku,"
"Kejam sekali mereka" Batin Vino
Setelah beberapa menit, Vicky muncul dari balik pintu, senyumnya sangat cerah saat melihat ekspresi Vino yang tengah kesal
"Jadi kalian sengaja membuatku gila" Tanya Vino yang diangguki keduanya
"Apa! "
"Sayang kenapa kamu mengangguk, "
"Kenapa hubby, aku dan kak Vicky sengaja" Jawab Nesa enteng, dia menyodorkan minuman untuk Vicky
"Tapi kami mempunyai alasan untuk itu, jadi jangan menuduhku bermain gila dengan istrimu" Ucap Vicky menyeruput minumannya
"Apa alasan kalian? "
"Apa kalian bahagia saat aku menderita, frustasi? "
"Aku ingin tahu seberapa besar rasa cintamu pada istrimu, dan untuk makanan itu memang aku sengaja memberikan untukmu, jika hatimu benar-benar sudah berpaling maka kamu tidak akan merasakan sesuatu yang beda dari makanan itu dan ternyata hatimu memang untuk Nesa, kamu bisa menghafal masakan istrimu sendiri"
"Hahaha kau gila yah! aku mencintai istriku ya jelas aku bisa membedakan mana masakan istriku dan mana masakan orang lain, dan kau tahu bagaimana rasanya saat mengetahui Nesa pergi dari rumah? hatiku terasa sakit"
"Bukankah ibu sudah menjodohkan kamu dengan teman ibumu? " Kini Nesa bertanya serius, dia menatap wajah suaminya begitupun dengan Vicky
"Aku tidak mau dijodohkan dengan ulat bulu itu, aku sudah mempunyai istri yang sangat cantik"
"Siapa wanita itu? wanita yang dijodohkan dengamu? " Tanya Vicky penasaran
.
.
.
.
.
Hay gaes, Mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat
Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote dan hadiah🎁)
........ #Happy Reading😘#.......
__ADS_1