
Ke esokan harinya di meja makan, Selena sudah duduk menunggu Vino dan Nesa
Dari lantai atas, terlihat Nesa menuruni tangga dengan cepat diikuti dibelakangnya oleh Vino
Tap
Tap
Tap
Nesa turun dari tangga menuju meja makan
"Sel, aku berangkat dulu," Ucap Nesa mengambil susu lalu meminumnya
"Gak sarapan dulu Nes" Teriak Selena saat Nesa sudah berjalan menjauh
Sedangkan Vino, dia hanya menatap kepergian istrinya dari jauh, keributan semalam membuat mereka tak saling tegur
"Vin," Panggil Selena saat melihat Vino berjalan menuju meja makan
"Bi! " Vino mengabaikan sapaan Selena, dia duduk dan memberintahkan bibi untuk membuatkan secangkir kopi
Selena menghela nafasnya kasar "Apa kalian bertengkar? " Tanya Selena pada Vino
"Jangan ikut campur urusan keluargaku sel! lebih baik kamu urus putramu dengan baik" Ketus Vino, senyuman yang biasa menghiasi wajahnya kini sudah berubah.
"Aku akan pergi kantor, ingat! bila perlu sesuatu kamu bisa menyuruh bibi apa pak Diman, mulai kemarin dan seterusnya aku tidak akan memakai supir" Sambung Vino lagi
.............
Mobil yang terjejer tak beraturan di setiap jalan, dan bunyi klakson yang beriringan serta umpatan kasar dari pengendara mobil terdengar jelas di telinga Nesa, dia yang baru saja terkena macet menghembuskan nafasnya kasar, cacing di perutnya sudah meminta jatah sarapan paginya, badannya yang belum sembuh total mengakibatkan tubuhnya terasa lemas dan kepalanya sedikit pusing.
Tin!!
Nesa mengklakson mobil depan saat lampu lalu lintas dari kejauhan sudah berubah menjadi hijau,
"Aku lapar sekali" Keluh Nesa sambil salah satu tangannya yang kosong memegang perutnya
Beberapa mobil di depan mulai maju perlahan, kemacetan semakin menjadi saat ada mobil yang di depan mogok
"Tin!! Tin!!
Kepala Nesa terasa berat, tapi dia harus memaksakan, dia tidak boleh ambruk di jalan seperti ini
__ADS_1
Tak sengaja, Alex yang sedang membuka kaca mobil samping melihat Nesa yang sudah pucat dari dalam mobil, matanya semakin melebar saat Alex melihat Nesa memegang kepalanya lalu bersender lemas
"Nona Nesa!! " Teriak Alex yang sedang duduk disamping bangku kemudi
Nesa yang merasa namanya dipanggil pun mengedarkan pandangannya ke samping, matanya seperti melihat Alex, tapi kepalanya semakin terasa berat
Alex yang menyadari keanehan pun turun dari mobil dan berjalan lalu mengetuk pintu mobil Nesa
"Nona Nesa, anda tidak apa-apa kan? " Tanya Alex saat Nesa meletakan kepalanya ke stir mobilnya
Nesa mendongak lemas "Aku tak apa-apa hanya sedikit pusing saja, mungkin karna melihat kemacetan ini" Ucap Nesa bohong, dia tidak mau menyusahkan orang lain saat ini, pertengkaran semalam membuatnya tidak bisa tidur dan lupa meminum obatnya di pagi hari
Melihat wajah pucat Nesa, Alex dengan lancang menyentuh kening Nesa, beruntung kemacetan masih panjang, dan lampu hijau dengan cepat berubah menjadi merah,
"Ya ampun, suhu badanmu panas sekali Nes, ayo kita kerumah sakit, jangan dibiarkan seperti ini" Ucap Alex panik, lampu hijau sudah menyala dan mobil di belakang mobil Nesa sudah mengklakson kencang
"Maaf aku tidak bisa, " Jawab Nesa yang hendak menancap gas tapi tubuhnya terasa lemas,
"Aku tidak bisa membiarkanmu mengendarai mobil dalam keadaan seperti ini Nes, ayo aku bantu turun, dan biar aku yang menyetir" Alex berusaha membuka pintu mobil Nesa dan memapah Nesa berjalan menuju bangku penumpang di samping bangku kemudi
"Maafkan aku, aku sudah merepotkanmu" Ujar Nesa yang sudah duduk di bangku penumpangny, lalu Alex menutup pintu dan berlari menuju bangku kemudi, sebelumnya dia sudah memerintahkan sekertarisnya yang merangkap menjadi supir untuk berjalan ke kantor dahulu
Tin!! Tin!!!
"Woy!! cepat!! aku sudah telat kantor!! " Ucap pengemudi mobil di belakang mobil Nesa
Alex meminta maaf sambil mengatakan kedua tangannya di depan dada lalu masuk kedalam mobil Nesa, menancap gas tinggi adalah cara terbaik bagi Alex, tujuannya kali ini bukan kantor melainkan rumah sakit, dia sesekali melirik Nesa yang sedari tadi memegang perutnya sambil memejamkan mata
"Jika kamu sakit, lebih baik kamu tidak perlu pergi seperti ini sendirian, bagaimana kalau kamu nabrak orang? jalan di pagi sangat ramai" Ujar Alex sambil menyetir tapi ekor matanya melihat Nesa yang sedang meringis kesakitan
"Aku tidak apa-apa, Tuan boleh kita mampir sebentar," Ucap Nesa yang sudah tidak tahan lagi
"Aku mau beli obat, kemungkinan besar maag ku kambuh, di depan sana ada apotik" Sambungnya lagi
"Jangan meminum obat sembarangan Nes, kita hampir sampai rumah sakit, aku tidak mau kamu salah minum obat, wajahmu pucat, dan suhu tubuhmu panas sekali,"
"Tapi, aku lapar Tuan" Ucapnya sambil meremas perutnya
"Dari semalam aku belum makan"
"Okeh, kita mampir ke supermarket depan, memangnya suamimu tidak mengurus kamu dengan benar, sampai-sampai istri kelaparan dia tidak tahu, dan apa suamimu orang yang sangat bodoh, membiarkan istri yang sedang sakit menyetir mobil sendiri!
"Lebih baik aku cabut kerjasamaku dengan perusahaannya, aku tidak bisa bekerjasama dengan pria yang tidak bertanggungjawab sepertinya" Geram Alex menancap gas full lalu berhenti di depan supermarket
__ADS_1
"Kamu tunggu sini, biar aku yang membelikan roti untukmu" Sambung Alex lagi lalu membuka pintu mobil dan keluar, meninggalkan Nesa yang ingin bicara
"Tuan! " Lirih Nesa tapi tak terdengar oleh Alex, karna Alex berlari masuk kedalam supermarket
Tak lama Alex kembali sambil membawa kantong kresek yang berisi makanan untuk Nesa
Krek, pintu terbuka, Alex masuk dan menutup pintu mobil lagi
"Ini makan dulu" Ucap Alex sambil membantu Nesa duduk dengan benar,
"Jangan panggil aku Tuan, aku bukan Tuanmu, panggil aku Alex saja" Sambungnya sambil membuka bungkus roti dan menyuapkan pada Nesa,
"Aku bisa sendiri" Nesa berusaha mengambil roti yang berada di genggaman Alex
"Tidak, cepat makan" Alex tetap saja menyuapi Nesa,
Nesa yang tak ada tenaga untuk berdebat pun mengalah, dia menerima suapan demi suapan Alex,
"Minum" Nesa meminta minum, seketika Alex mengambil minum lalu membukanya, dia juga membantu Nesa minum, membuat Nesa terasa diperhatikan
"Makan lagi" Alex menyodorkan roti yang masih tersisa separuh
"Aku sudah kenyang kak"
"Aku panggil kamu kakak saja ya, jika kamu tak mau dipanggil Tuan " Ucap Nesa yang diangguki Alex
"Cepat habiskan, lalu kita kerumah sakit" Ucap Alex menyentuh kening Nesa, "Masih panas Nes"
"Aku sudah baikan kak"
"Dan aku tidak perlu dibawa kerumah sakit"
.
.
.
.
Hay gaes, Mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat
Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote dan hadiah🎁)
__ADS_1
...... #Happy Reading😘#......