
Acara dimulai, MC yang memimpin acara pun sudah berada diatas panggung
Selamat malam semuanya..
Baik, acara akan kita mulai..
Kepada yang saya hormati Tuan Alexander Robert selakuTuan rumah
Serta kepada yang saya hormati seluruh jajaran-jaran rekan bisnis Tuan Alex yang sudah mau meluangkan waktunya untuk datang ke acara yang paling penting ini
Tepuk tangan terdengar sangat meriah dan menggema di halaman belakang rumah Alex
Untuk yang pertama mari kita panjatkan rasa puji syukur kita terhadap Tuhan yang maha Esa, yang sebagaimana telah memberikan rahmad, hidayah, serta inayah-nya sehingga kita semua masih diberikan kesehatan.
Sehingga kita masih dapat dipertemukan di acara ulang tahun ini dengan keadaan yang berbahagia.
Untuk mempersingkat waktu, saya selaku MC pembawa pembawa acara dalam rangka hari ulang tahun Tuan Alexander Robert yang ke 30 Tahun, maka izinkanlah saya untuk membacakan susunan acara pada pagi ini.
Acara yang pertama:
Pembukaan
Sambutan dari Tuan alex
Pemotongan roti
Doa Bersama
Vicky yang berada di dalam pesta sendiri pun semakin jenuh, dia berusaha mencari teman ngobrol dengan mengedarkan pandangan matanya
Tiba-tiba matanya membulat saat melihat seorang wanita yang sangat cantik sedang duduk sendiri tak jauh darinya
"Dia juga diundang? " Gumamnya yang langsung bangkit dari duduknya dan berjalan menghampiri Nesa
"Nona Nesa.. " Sapa Vicky yang langsung mendudukan bokongnya di hadapan Nesa
"Kak Vicky.. "
Vicky tersenyum lalu berkata "Sendiri saja? Dimana suamimu?? " dan Nessa menjawab "Suamiku sedang sibuk, kaka juga sendirian??
Alex yang dari jauh melihat kedekatan Vicky dan Nessa pun semakin curiga dan bertanya-tanya, karna pasalnya kedekatan mereka terlihat sangat dekat,bukan seperti kedekatan antar rekan bisnis, tapi kedekatan mereka seperti seseorang yang sudah lama kenal
Lalu Alex membisikkan sesuatu pada MC yang sedang berbicara
Dan saat pemotongan kue, MC mengundang Nessa untuk maju bersanding dengan Alex di atas panggung
"Kenapa harus kamu? Apa Alex tidak mengetahui bahwa kamu sudah memiliki suami?? " Tanya Vicky pada Nessa saat nama Nessa dipanggil untuk maju kedepan
"Aku juga tidak tahu kak, seharusnya Tuan Alex sudah tahu jika aku wanita sudah bersuami, secara kemarin kita pernah bertemu di Mall.."
Vicky mengangguk, dia semakin curiga dengan sikap Alex yang menurutnya berlebihan,
"Pergilah, aku akan memantau dari sini.. "
"Baik kak.. "
Lalu Nesa bangkit dan maju kedepan, dia berusaha menampilkan senyum manisnya dihadapan semua orang walaupun dalam hatinya dia sangat risih dengan sikap Alex
__ADS_1
"Nona, bisakah kita bersandiwara di depan umum,.. "Bisik Alex di dekat Nessa
Nesa melihat para tamu undangan, pandangannya terfokuskan pada Vicky, seolah-olah dia memohon untuk membawanya pergi jauh
"Baik semua, saya meminta Nona Vanessa Liana untuk maju kedepan karna saya ingin mengucapkan terimakasih banyak, berkat dia usaha saja semakin maju, dan terimakasih Nona karna sudah memperbolehkan perusahaan saya menanam saham di kantor anda.. "
Nesa tersenyum kaku, menurutnya ini semua sangat berlebihan,
Suara tepuk tangan meriahkan pesta, tapi tidak dengan Vicky, dia menebak-nebak apa yang direncanakan Alex pada wanita yang pernah dia sukai
"Okeh, kita akan masuk ketahap inti acara, yaitu pemotongan kue.. " Ucap MC
"Baik Tuan Alex, anda bisa memotong rotinya,.. " Lanjutnya kembali
Pemotong roti di lakukan Alex, dan Alex memberi potongan roti pertamanya untuk Nessa, tak ada hal yang mencurigakan sejauh ini,
Nesa menurut, dia menerima dan memakan potongan roti tersebut
Setelah pemotongan selesai, Nessa kembali ke tempat duduknya yang di dekat Vicky,
Pelayan sudah siap memberikan minuman untuk Nesa
"Silahkan diminum Nona.. " Ucap pelayan lembut,
Nesa yang merasa haus pun segera meminum, tapi Vicky mencegahnya, dia mencium aroma minuman itu
"Kak aku haus!! " Nesa mengambil minuman itu dan meminumnya sampai setengah gelas.
Vicky melirik dan memantau Nessa kembali, beberapa rekan bisnisnya berusaha mengajak Vicky berbincang tapi dia tolak, dia ingin memastikan kecurigaannya
"Hemm... "
Pandangan Vicky mulai cemas, saat tubuh Nessa gelisah,
"Kak, aku kok panas ya? Apa AC diruangan ini tidak berfungsi?? "
Vicky tersenyum simpul, akhirnya dia tahu rencana Alex, dia sudah curiga sedari tadi, tapi Vicky berpura-pura tidak tahu, sebisa mungkin dia melakukan dramanya dengan benar agar tidak ketahuan dengan Alex
"Maaf Nona, Tuan Alex ingin berbicara 4 mata dengan anda.. " Ucap sekertaris Alex yang sudah menghampiri Nesa
"Maaf, saya tidak bisa, saya harus pulang, mendadak tubuh saya sakit.. "
"Tapi kata Tuan hanya sebentar saja, atau.. " Belum selesai berbicara Nessa sudah bangkit lalu berkata "Jangan mengancam!! "
"Kak aku pergi dulu.. " Nesa berpamitan pada Vicky, dan Vicky hanya menganggukan kepalanya,
"Bukan aku yang melakukannya tapi rekan kerja istrimu.."
"Dan aku tidak ikut campur dalam urusan ini.. " Gumam Vicky yang langsung pergi ke parkiran mobil
"Mungkin, setelah kejadian ini Vino akan hancur hahaha, dan aku akan melihatmu hancur tanpa mengotori tanganku ini... " Ucap Vicky di setiap langkahnya
Tapi tiba-tiba bayangan Nessa yang menangis terlintas di pikirannya, rasa iba menyelimuti perasaannya
"Ahh jangan difikirkan, harusnya kamu senang karna sebentar lagi Vino akan hancur!! "
Bayangan Nessa menangis selalu berputar-putar di pikirannya
__ADS_1
"Jangan bodoh ky, jangan bodoh, kemenanganmu sudah di depan mata,!!! "
Baru beberapa langkah, tiba-tiba tubuhnya terhenti, langkahnya terasa berat, bayangan Nesa selalu menari-nari
"Tapi kenapa aku tidak tega dengan Nessa.. " Gumam Vicky
Arrrgggkkkhhh......
"Aku bukan seorang bajing*n, aku memang mempuyai dendam pada Vino tapi aku tidak boleh melampiaskan dan membiarkan Nessa terluka.. " Gumam Vicky yang berbalik arah dan mencari keberadaan Nessa.
....
"Kenapa kita kesini??" Tanya Nessa yang sudah berhenti di depan pintu kamar yang cukup besar
"Karna Tuan Alex berada di dalam.. "
"Dan Nona bisa masuk.. " Sambung pelayan lagi
"Bisakah kamu panggilkan dia kemari, rasanya aku sangat panas.. " Nesa mengibaskan tangannya seperti kipas
"Tidak bisa Nona, jika menyangkut urusan kerja, Tuan tidak bisa membicarakan di ruangan terbuka.. "
"Oh baiklah, terimakasih.. " Ucap Nessa yang langsung membuka pintu kamar
Dia bisa melihat Alex yang sedang duduk di sofa sambil memainkan ponselnya, tapi setelah melihat Nesa datang dia langsung meletakkan ponselnya dan menyapa tamunya
"Nona, silahkan duduk.. "
"Tidak perlu basa basi apa yang ingin anda bicarakan,.. " Jawab Nessa yang masih mematung di depan pintu, rasanya hawa panas ditubuhnya seakan menjalar kemana-mana
Alex tersenyum saat obat itu sudah bereaksi, dia bisa melihat istri dari Vino gelisah, segera dia menghampiri
"Apa yang kamu lakukan.. "
Nesa berjalan mundur dan tubuhnya membentur tembok
"Aku hanya ingin mengobati rasa panasmu.. " Ucap Alex yang semakin mendekatkan dirinya, dia merangkul pinggang Nessa
"Oh Tuhan kenapa tubuhku menginginkan lebih dari ini, apa dia sudah memasukan obat kedalam makanan atau minumanku tadi.. " Batin Nessa yang berusaha memberontak tapi tubuhnya sama sekali tidak memberontak, malah dia tak ingin Alex melepaskan pelukannya
.
.
.
.
.
.
Hay gaes, Mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat
Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote dan hadiah🎁)
....... #Happy Reading😘#..........
__ADS_1