
"Ayah.. " Gumam Vino saat mendengar percakapan Rayhan
"Apa Ayah mempunyai anak selain aku?? "
"Tapi siapa dia?"
"Dan kenapa Ayah merahasiakan ini semua kepadaku,. "
Tiba-tiba sekertaris Rayhan datang Dan menyapa anak dari bosnya itu, Vino sempat terkejut saat sekertaris Rayhan datang dan menepuk punggungnya
"Maaf Tuan, Tuan sedang apa?? " Tanya sekertaris Rayhan yang bernama Sandra
"Saya hanya ingin bertemu dengan ayah saya, tapi saya mendengar jika beliau sedang sibuk lewat ponselnya.. "
"Oh, saya akan memberitahukan bahwa Tuan ada disini.."
Ucap sekertaris Rayhan
"Tidak perlu, saya bisa sendiri.. " Ucap Vino dengan sorot mata tajam, sehingga membuat sekertaris itu sedikit ketakutan, ia menundukan pandangannya dan pamit pergi
"Sikap anak dan ayah sama saja, kaku.. " Batin Sandra yang berjalan, ia merem*s tanganya
Vino berusaha menetralkan pikirannya, ia tidak mau gegabah, mungkin saja yang baru saja dihubungi adalah anak angkat yang sudah dianggap anaknya sendiri.
"Yah.. " Panggil Vino saat masuk kedalam ruangan Rayhan,
Rayhan sempat terkejut dengan kedatangan anaknya, beruntung ia sudah menyudahi telfonnya dengan Vicky
"Ada apa Vin, tumben sekali kamu datang ke kantor Ayah.." Ucap Rayhan
"Aku hanya ingin mengembalikan mobil Ayah," Vino berbicara sambil menyerahkan kunci mobil ayahnya yang ia pakai tadi.
"Kau ingin minum apa? " Tanya Rayhan yang mau menghubungi OB
"Tidak usah, aku harus kembali ke kantor.. "
"Oh ya, apa mobil aku masih di parkiran hotel ??" Tanya Vino yang ingin segera mengambil mobilnya
"Tidak, Ayah sudah membawa mobilmu, sekarang mobilmu sudah berada di parkiran bawah.. " Rayhan menjawab ucapan anaknya
"Ada apa Vin? " Tanya Rayhan yang melihat wajah gusar anaknya
"Aku ingin berbicara.. " Suara Vino terdengar sangat serius, sorot matanya tajam, Rayhan yang berada di hadapannya pun merasa merinding, hawa dingin tiba-tiba menyelimutinya
"Apa benar.. "
Tok.. Tok...
Ucapan Vino terpotong oleh bunyi ketukan pintu dari luar ruangan
"Masuk!! " Ucap Rayhan
__ADS_1
"Maaf Tuan, 30 menit lagi meeting akan dimulai, dan ini berkas yang perlu Tuan pelajari.. " Ucap Sandra yang membawa beberapa berkas dokumen, ia tidak berani menatap anak bossnya
"Letakan di meja saja.. "
"Baik Tuan.. "
Setelah meletakkan berkas di meja, sekertaris Sandra pun pamit keluar dari ruangan Rayhan
"Maaf Vin, ayah ada meeting penting, kita lanjutkan nanti saja pembicaraan kita, dan ini kunci mobil kamu.. " Ucap Rayhan yang menyerahkan sebuah kunci mobil kepada Vino
Vino segera mengambil dan meninggalkan Ayah-nya di dalam ruangan dalam keadaan kesal, ia masih bertanya-tanya siapa orang yang dianggap anak oleh ayahnya, dan kenapa ayahnya mau membagi rata harta warisannya
...........
Setelah sampai di kantor, Vino langsung merebahkan dirinya di sofa ruangannya
Tokk.. Tok...
Suara ketukan dari arah luar membuyarkan lamunan Vino, segera Vino menyuruhnya masuk
"Maaf Tuan, ini ada berkas yang harus Tuan tanda tangani.. " Ucap Sean yang meletakkan beberapa berkas di atas meja kerja bosnya
"Sean.. " Panggil Vino, ia memerintahkan sekertarisnya duduk di sebelahnya, dengan canggung Sean pun menuruti perintah bossnya
"A-ada yang bisa saya bantu Tuan?? " Tanya sean yang gugup, karna baru pertama kalinya ia berbicara sedekat ini dengan bosnya
"Apa aku terlalu menyeramkan dimatamu, sampai kau gugup bila duduk berdekatan denganku?? " Tanya Vino yang bangkit dari duduknya dan mengambil sebuah minuman dingin untuknya dan Sean
"Sepertinya Tuan sudah benar-benar berubah.. " Batin Sean saat melihat sikap Vino yang banyak bicara
"Tuan, tuan ini bukanya wine?? " Tanya Sean yang sudah meminum minuman itu
"Benar, aku hanya sedikit pusing memikirkan masalahku, ditambah dengan masalah kantor, jadi temani aku minum.. "
Dengan senang hati Sean meminum karna sudah beberapa bulan ini hidupnya hanya di kantor mengurus pekerjaan Tuannya
"Bisakah kita bekerja dengan santai seperti ini!! " Batin Sean
"Sean kau tahu semalam sewaktu dipesta?? Ada seseorang yang ingin menjebakku.. " Curhat Vino, sekarang ia sudah duduk di samping Sean dengan kaki kanan di naik ke lutut kaki kiri
"Maksud Tuan?? " Tanya Sean yang hampir tersedak
"Ada seseorang yang memasukan obat perangsang kedalam minumanku.. " Ucap Vino kepada sekertarisnya
"Apa?? Lalu Tuan?? " Tanya Sean yang terkejut, ia menyimak ucapan dari bossnya,
"Aku bisa mengendalikan diri, tapi kira-kira siapa orang yang memasukan obat itu dan apa tujuan orang itu??? "
Sean kemudian terfikirkan oleh Selena, ia menebak bahwa Selena lah yang menjebak Tuannya.
"Aku fikir ini perbuatan Selena.. " Sean bergumam tapi masih bisa di dengar oleh Vino
__ADS_1
"Aku fikir juga seperti itu.. " Jawab Vino yang menyanggah dagunya dengan tangannya
..........
"Apa!!!! Gagal!!! " Pekik Vicky dengan memijit pelipisnya,
"Sayang, Tiba-tiba dia menghilang.. " Jawab Selena yang duduk di meja kerja Vicky, roknya yang sangat mini memperlihatkan paha mulusnya
Vicky yang melihat itu sempat menelan saliva nya. Ia tergiur dengan paha mulus Selena, Selena yang mengetahui Vicky mulai tergoda pun semakin mengibaskan roknya sehingga terpampang jelas dua pahanya
"Sayang.. " Panggil Selena yang sudah pindah duduknya menjadi di paha Vicky
Vicky berusaha menahan hasratnya, ia tidak mau terpancing oleh permainan Selena,
Tetapi Selena semakin gencar menggoda pria yang sedang gelisah menahan hasratnya, ia mengibaskan rambutnya yang tergerai kebelakang sehingga memperlihatkan belahan dadanya,
Glekk..
Vicky menelan saliva nya saat melihat ada sesuatu yang menyembul dari baju Selena
"Sel, jangan seperti ini, kau bisa membuyarkan konsentrasiku.. " Ucap Vicky yang sudah tidak fokus lagi, tatapannya memandang lapar wanita di depannya
"Ayolah sayang, masuk kedalam perangkapku ini, aku jamin kamu akan menikmati.. " Batin Selena, ia berusaha menaklukkan pria tampan di depannya,
"Sayang.. " Panggil Selena dengan suara yang serak, dan suara itu terdengar begitu sexy di telinga Vicky
Vicky semakin tidak bisa menahan hasratnya, ia langsung membopong Selena kedalam ruang istirahatnya.
Selena merasa puas, karna ia sudah bisa membuat pria seperti Vicky tergoda,
Vicky merebahkan tubuh Selena di atas ranjang, lalu ia segera membuka kancing bajunya,
Selena semakin puas, ia berpose diatas ranjang dengan gaya yang menggoda,
Setelah melepas bajunya, ia segera mengunci tubuh Selena dan mencu**u nya,
Selena yang sudah mahir dalam hal ini pun membuat Vicky merasakan kenikmatan yang luar biasa,
Beberapa kali Vicky mencium dan meninggalkan jejak di leher jenjang Selena
.
.
.
.
Mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat
Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote dan hadiah🎁)
__ADS_1
........ #Happy Reading😘#.......