
"Iya, saya penjaga makam disini dan saya sering melihat perempuan berziarah ke makam ini, baru beberapa hari yang lalu dia berziarah kemakam ini.. "
"Kalau begitu saya pamit Tuan.. "
"Tunggu!! " Suara Vino menghentikan langkah pria tua yang sedang berjalan
Pria tua itu berbalik "Maaf, Tuan memanggil saya?? " Tanyanya lagi
"Kemarilah,.."
Pak tua itu mendekat "Apa ucapan saya ada yang salah??"
"Tidak, tolong jelaskan dan sebutkan ciri-ciri wanita yang berkunjung ke makam teman saya ini.. "
"Aku akan membayarmu jika kamu mau menyebutkan ciri-ciri wanita itu" Ucap Vino memberi arahan pada Sean agar menyiapkan uang
Sean mengangguk, dia membuka tas kecil yang selalu dia bawa, lalu mengambil uang pecahan seratus ribu 20lembar
"Ini ambil, lalu jelaskan! " Perintah Sean menyerahkan uang yang baru diambil
Pria tua itu tersenyum "Maaf saya tidak bisa menerima uang itu, karna saya sudah mendapatkan uang setiap bulannya dari Nona Tuan.. "
"Dan ciri-ciri wanita itu, dia sepertinya masih gadis, rambutnya panjang, kulitnya putih, dia juga selalu menangis jika dia berziarah dimakam teman Tuan.. "
"Apa seperti ini wajahnya?? " Tanya sekertaris Sean sambil menunjukkan foto di ponselnya
"Ah iya Tuan, dia gadis kecil dan imut, setiap bulan saya mendapatkan uang darinya karna membersihkan makam teman Tuan.. " Ucap pria itu tersenyum bahagia
"Apa itu istriku? " Tanya Vino yang diangguki sekertaris Sean "Benar, dia Nona Nesa, "
"Apa artinya dia selalu datang kemari menengok Reza.. "Tanya Vino lagi
"Mungkin saja Tuan.. "
"Oh iya Pak, kalau boleh saja tahu, dimana Nona itu berada, ?? " Tanya sekertaris Sean yang menemukan titik terang dari istri bossnya
Vino pun tersenyum bahagia saat mengetahui bahwa istrinya baik-baik saja
"Tidak tahu Tuan, setiap setengah bulan atau setiap bulan sekali, Nona selalu menyempatkan datang ke makam teman Tuan, dan belum ada seminggu dia datang kemari sambil menangis.. "
"Apa bapak dengar apa yang diucapkan Nona itu?? " Tanya Vino penasaran
"Dia selalu berkata,...
" Sebentar saya ingat-ingat dulu...emmmm...oh iya saya ingat, dia selalu bicara seperti ini "bawa aku bersamamu, aku merasa sendiri disini.. "
"Dan masih banyak lainnya, tapi saya sering mendengar kalimat itu yang terucap dari mulut Nona cantik.. "
Degg..
Kata-kata itu membuat hati Vino tersayat, tanpa terasa tangannya mengelal erat
"Aku tidak akan membiarkanmu ikut bersama Reza, kau istriku dan selamanya akan tetap didampingiku," Batin Vino,
__ADS_1
Sean yang melihat perubahan wajah bossnya pun semakin emosi dan kesal, dia lelah dengan sikap bossnya yang menurutnya labil
"Pak, jika wanita itu datang kembali, tolong hubungi nomor yang ada disini.. " Ucap Sean mengeluarkan kartu namanya dan menyerahkan pada pak tua penjaga makam
"Ta-tapi apa hubungan Tuan dengan Nona cantik? dan mengapa saya harus menghubungi Tuan jika Nona cantik itu berkunjung ke makam ini? Nona cantik itu tidak membuat masalah atau merusak makam milik teman Tuan.. " Tubuh pria tua itu menegang saat Vino berdiri dengan mengepalkan tangannya
"Dia istriku, istriku kabur dari rumah!! "
Sean mendekat pada bossnya lalu mengusap punggung bossnya "Sabar Tuan, kau bisa membuat dia takut, lalu dia tidak mau bekerjasama dengan kita.. " Bisik Sean ditelinga Vino
Amarah Vino sedikit mereda, dia melihat tubuh pria tua dihadapannya yang sudah bergetar ketakutan
"Maaf pak, saya sedang bertengkar dengan istri saya, lalu saya kehilangan jejaknya,.. "
"Saya mohon kita bisa bekerjasama.. " Sambungnya lagi
"Uh pantas saja istrinya kabur, melihat amarahnya yang seperti itu mana ada yang betah dengannya.. "
"Lagipula Nona yang suka mengunjungi makam ini masih muda dan sangat cantik, menurutku Nona secantik itu tidak pantas dengan pria emosional sepertinya, pakaiannya saja acak-acakan,.. "Batin bapak penjaga makam.
" Pak?? " Sekertaris Sean melambaikan tangannya saat melihat pak tua itu melamun
"Apa dia sedang mengintimidasi Tuan Vino??" Batin Sean
"Eh, maaf Tuan.. "
"Tapi saya tidak bisa bekerjasama dengan Tuan, karna saya tidak setiap hari memantau makam ini.. "
" Wah, wah Nona, namamu sudah masuk kedalam relung hati Tuan, dia sampai rela mengeluarkan uang dengan jumlah yang banyak.. "Batin Sean tersenyum
"Baiklah saya akan bantu Tuan.. "
"Saya akan menghubungi Tuan jika saya melihat Nona cantik itu.. "
Drrttt.... Drrttt....
Ponsel Vino bergetar, dia merogoh sakunya lalu melihat nama ibunya yang memanggil
"Untuk apa dia menelfonku.. " Gumam Vino, dia melirik kearah bapak penjaga makam lalu kearah Sean
"Maaf, sekarang bapak boleh pergi, jika bapak melihat istri boss saya, segera hubungi nomor itu, ingat boss saya benci dengan yang namanya pengkhianatan.. " Bisik Sean ditelinga bapak penjaga makam
"Ba-baik Tuan.. " Bapak penjaga makam itu segera pergi,
Setelah melihat pria tua itu pergi, Vino langsung mengangkat panggilan telfon dari ibunya
"Vin, cepat pulang! ibu sudah menunggumu, ada sesuatu yang ibu ingin bicarakan!! " Ucap Renata dari sebrang sana
"Aku tidak akan kembali ke rumah itu sebelum istriku ditemukan! dan mulai sekarang jangan pernah ikut campur urusanku!! " Geram Vino
"Vin, cepat pulang,.. " Kini suara Renata sangat lembut bahkan terdengar seperti orang lemah
"Ibu minta maaf.. " Sambungnya lagi
__ADS_1
Vino menghela nafasnya "Aku akan kembali.. " setelah itu Vino langsung mematikan telfonnya
"Kita kembali ke kota sekarang.. " Setelah itu Vino berjalan meninggalkan tempat pemakaman,
Setelah 2 jam menyusuri jalanan, sekarang Vino sudah sampai dihalam rumah Renata,
Sekertaris Sean membukakan pintu untuk Tuan
"Silahkan Tuan.. "
Vino turun dari mobilnya, dia bisa melihat ada mobil lain di halaman rumah ibunya
"Kamu sudah datang Vin.. " Renata menyambut kedatangan putranya di depan rumah
"Ayo masuk.. "
Vino heran, dia pikir ibunya salah makan, dia mengikuti Renata masuk kedalam rumahnya
"Vin, dia Bella,.. "
Mata Vino membulat "Untuk apa dia kemari, dan kenapa dia bisa kenal dengan ibu? " Batin Vino malas
"Aku mau ke kamar.. " Vino melangkah, sebelum menaiki tangga, Renata memanggilnya, dia menyuruh Vino duduk di dekat Bella
"Aku lelah! aku mau beristirahat! " Teriak Vino sambil menaiki tangga
Bella mendekati Renata, dia mengelus punggung calon mertuanya, "Apa aku boleh menyusul Vino kedalam kamarnya?? " Tanya Bella yang diangguki oleh Renata
"Dekati Vino, curi hatinya, ibu percaya pada mu.. "
Setelah mendapat lampu hijau dari Renata, Bella berjalan menaiki tangga sambil tersenyum puas
"Akhirnya semua yang aku inginkan akan segera tercapai, terimakasih kak Alex, berkatmu rencanaku berjalan lancar.. " Batin Bella
Tokk.. Tok...
Ketukan pintu terdengar sampai di telinga Vino yang sedang berbaring dikasur empuknya
.
.
.
.
.
Hay gaes, Mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat
Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote dan hadiah🎁)
......... #Happy Reading😘#........
__ADS_1