Menikah Dengan Sahabat Kekasihku

Menikah Dengan Sahabat Kekasihku
Episode 94-Penyesalan Renata


__ADS_3

"Akhirnya satu persatu masalah beres, Bella akan kujodohkan dengan dokter rezki,"


"Lelahnya hati ini, rasanya aku butuh hiburan kali ini" Ucap Alex menyandarkan kepalanya di kursi kebesarannya


Drt.. Drtt..


Bunyi ponsel berdering membuat Alex yang sudah memejamkan mata membuka matanya kembali, diliriknya ponselnya


"Ah pasti dia mau marah-marah dan mengadu karna ulah dokter rezki" Gumam Alex, lalu dia mengabaikan telfon dari adiknya


Beberapa kali ponsel Alex berbunyi tapi Alex abaikan, karna menurutnya yang sekarang adalah menenangkan dirinya


Di sebuah kamar yang begitu luas, seorang wanita paruh baya sedang terbaring kaku, kepalanya dia gelengkan terus menerus


"Sedikit saja bu, ibu harus meminum obat" Ucap Nesa sambil menyuapkan bubur yang ada disendoknya


Renata tetap menutup mulutnya sambil menggelengkan kepalanya, baginya hidupnya sudah tidak ada artinya lagi


"Sayang" Vino berjalan menghampiri istrinya


"Eh hubby, ibu tetap tidak mau makan, aku takut keadaan ibu semakin memburuk" Ucap Nesa sambil memperlihatkan mangkuk bubur yang masih utuh


"Biar aku saja Nes, siapa tahu ibu mau makan" Ucap Vino mengambil alih mangkok bubur dan Nesa dia berdiri lalu menyuruh suaminya duduk ditempat dia duduk.


"Ibu ayo makan, ini Nesa yang buat buburnya, rasanya enak, aku bahkan sampai menambah"


"Ibu buka mulutnya ya, sedikit saja" Rayu Vino pada Renata tapi tetap saja Renata menutup mulut tak mau makan, dia justru memejamkan matanya, membuat Vino menghembuskan nafasnya kasar


"Baik jika ibu belum lapar aku tidak akan memaksa, aku dan Nesa aku duduk di sofa, "


"Ayo sayang" Ajak Vino meletakkan mangkuk bubur dan berjalan duduk di sofa kamar Renata


"Cape ya by" Nesa membersihkan keringat yang menempel di wajah suaminya


"Biasa saja, " Vino menjatuhkan kepalanya di paha Nesa, lalu menggoda Nesa, tangannya berusaha menyelinap masuk kedalam baju Nesa


"Hubby" Nesa menghentikan tangan suaminya yang mulai nakal


"Ada ibu" Bisiknya lagi


Vino melihat ibunya yang sedang memejamkan matanya, lalu menatap istrinya kembali


"Ibu sedang tidur sayang"


"Bolehkan" Ucap Vino tersenyum penuh arti


"Bisa-bisanya aku mempunyai suami mesum dan suka modus" Ucap Nesa sambil menjepit hidung Vino dengan kedua jarinya


"Haha kenapa, bukankah itu bagus, nafkah batin mu selalu terpenuhi" Kekeh Vino melepaskan tangan Nesa yang bertengger dihidungnya


"Apa? Apa aku tidak salah dengar by, pelecehan namanya"


"Tidak sayang, haha, pelecehan sama istri sendiri, sinih gantian aku jepit hidungmu" Vino menggapai hidung istrinya tapi istrinya memalingkan wajahnya membuat Vino semakin gemas

__ADS_1


"Ets jangan by, ini udah mancung jangan buat mancung lagi" Gerutu Nesa sambil melindungi hidung peseknya


"Mancung kedalam maksudnya, haha"


"Ih hubby, aku pastikan malam ini tak dapat jatah! " Ucap Nesa kesal, dia berusaha bangkit tetapi dihalangi oleh kepala Vino


"Jangan dong sayang kasihani junior ku ini, "


"Ya sudah, jangan modus, jangan mesum, nanti ibu dengar atau ibu terganggu dengan suara kita"


"Iya iya sayang, aku diam"


Renata yang tak tidur pun menangis saat mendengarkan kemesraan putra dan menantunya, dia merasa sangat bersalah karena hampir memisahkan dua orang yang saling mencintai itu


"Maafkan ibu nak, ibu sudah egois, sekarang ibu sudah mendapatkan karma"


"Ibu janji, jika ibu sembuh, ibu akan meminta maaf pada istrimu"


"Dan ibu janji, ibu akan menyayangi istrimu seperti ibu menyayangimu nak"


"Maafkan ibu yang sudah mempunyai niat jahat padamu Nes, maafkan ibu" Gumam Renata dari dalam hatinya, air matanya semakin deras mengalir membasahi bantal tidurnya,


Tak sengaja Vino melihat ibunya menangis, dia langsung berdiri dan mendekat, Nesa yang melihat suaminya mendekati ibu mertuanya pun terheran-heran


"Ibu, ibu kenapa menangis" Ucap Vino sambil membersihkan air mata Renata


Tangis Renata semakin pecah, dia merutuki kebodohannya, rasa bersalah menyelimuti dirinya, sedari kecil putranya selalu menuruut dan patuh padanya, tapi Renata malah memanfaatkan kepatuhan putranya,


"Hubby ada apa? " Tanya Nesa berdiri dibelakang suaminya


"Ya sudah, kita bawa ibu kerumah sakit saja by, aku juga takut,"


"Aku akan menyuruh pak diman menyiapkan mobil"


"Iya sayang"


Disisi lain Renata masih menangis, dia menggelengkan kepalanya saat putranya ingin membawanya ke rumah sakit


"Angan (Jangan) " Sepatah kata keluar dari mulut Renata membuat Nesa mengurungkan niatnya untuk memanggil pak supirnya


"Ibu bicara by, dia bicara apa? " Tanya Nesa tersenyum bahagia, pasalnya setelah kecelakaan yang menimpa ibu mertuanya, Renata tak pernah bicara, yang bisa dilakukan hanya mengangguk dan menggelengkan kepalanya


"Ibu bicara apa bu, kami tidak mengerti" Tanya Vino yang mendapat gelengan dari Renata


"Hubby, mungkin maksud ibu, dia tidak mau dibawa rumah sakit"


"Iya kan bu, jika ucapan Nesa benar ibu boleh menganggukan Kepala" Tanya Nesa sambil menatap ibu mertuanya


Renata menganggukan kepalanya membenarkan ucapan menantunya


"Ibu tidak ingin kita bawa kerumah sakit" Tanya Vino memastikan kembali dan Renata menganggukan kepalanya


..........

__ADS_1


Di sisi lain, disebuah kantor milik Vicky sebuah keributan terdengar begitu nyaring membuat sekretaris Rain menutup telinganya dengan earphone


"Aku hamil ky! " Teriak Selena membanting vas bunga diatas meja Vicky


"Hentikan Sel! kau bisa membuat ruanganku hancur"


"Kenapa ha! kenapa kamu tidak mau mengakui anak ini! hiks.. hikss"


"Aku bersumpah ini anakmu ky, hanya kamu yang tidur denganku" selena mendudukkan bokongnya di sofa, dia menangis histeris


"Sel, bukankah aku selalu menggunakan pengaman saat melakukannya, bagaimana bisa dia tumbuh dirahimu" Tanya Vicky sambil menyodorkan segelas air putih pada Selena


"Minum dulu," Sambungnya lagi


Selena mengangguk, dia mengambil lalu meminum air putih yang diberikan Vicky


"Apa kamu yakin terakhir kita melakukan menggunakan pengaman, aku bahkan tidak melihat bungkus serta sampah pengamanmu, coba kau pikir lagi ky! "


Vicky mengingat kembali masa itu, dia terlalu banyak minum dan hasilnya dia melupakan pengamannya, bahkan dia tidak membeli pengaman


"Ah sial!!! " Teriak Vicky frustasi, dia mengusap wajahnya dengan kasar


"Aku ingat Sel, maafkan aku"


"Aku akan bertanggungjawab"


"Tidak semudah itu ky, aku sudah terikat kontrak dengan perusahaan Nesa, salah satu peraturannya tidak boleh mengandung saat masih terikat kontrak"


"A-aku juga belum siapa ky, aku takut, bagaimana jika seluruh media tahu, mau ditaruh mana mukaku"


"Lalu apa mau mu Sel! "


"Kamu tidak bisa menggugurkan kandunganmu, aku akan membayar sanksi untukmu"


"Ky, aku malu, aku malu dengan teman-temanku,"


"Dan jika aku mempertahankan kandungan ini pasti lambat laun badanku semakin lebar dan gendut"


"Lalu"


"Aku akan-"


.


.


.


.


.


Hay gaes, mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat

__ADS_1


Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote dan hadiah🎁)


.....,... #Happy Reading😘#........


__ADS_2