Menikah Dengan Sahabat Kekasihku

Menikah Dengan Sahabat Kekasihku
Episode 70- Perdebatan Sengit


__ADS_3

Di siang hari, waktu pemotretan sudah selesai, kini di sebuah ruangan yang cukup besar milik Pemimpin Reza company terdapat 2 pasang kekasih yang sedang duduk, tak ada percakapan antar mereka hanya suasana keheningan dan kecanggungan yang menemani mereka


"Silahkan diminum teh nya kak Vicky, Selena.. "


Vicky hanya mengangguk sambil memainkan ponselnya, dan Selena dia meminum teh hangat yang sudah disediakan oleh OB perusahaan tempat dia bekerja


"Bagaimana? apa semuanya berjalan dengan lancar?? " Tanya Nesa memecahkan keheningan


Selena menyeruput teh lalu meletakkan dimeja lagi, dia mengangguk menjawab ucapan rekan kerjanya


"Semua lancar, hanya ada beberapa kendala tapi sudah bisa diatasi oleh sekertaris Vier.. "


"Kendala?? kendala apa? "


Selena tersenyum "Jangan khawatir lagipula semuanya sudah berjalan dengan lancar, tadi model pria sempat berdebat karna menolak berpasangan dengan model wanita yang sudah kamu pilihkan di daftar tersebut.. "


"Lalu bagaimana? " Nesa menyeruput teh nya sambil menatap Selena yang berada di depannya, tapi dia sesekali melirik suami beserta orang yang sudah dianggap kakanya sendiri lewat ekor matanya


"Kenapa diam saja, bukannya ikut berbicara, padahal aku sudah memberi mereka waktu untuk memperbaiki hubungan mereka.. " Batin Nesa


"Akhirnya dia mau tapi, model wanita itu digantikan denganku, karna model wanita itu pergi katanya ada urusan mendadak, lagipula pemotretan terakhir jadi, sekertaris Vier mengizinkannya.. "


"Oh ya sudah tidak apa-apa..yang gaun pengantin kan? " Ucap Nesa yang diangguki Selena


Kali ini Selena memberi kode pada Nesa dengan lirikan matanya, dia menatap Nesa sambil sesekali melirik laki-laki yang ada disampingnya


Nesa yang mengerti kode dari Selena pun menganggukan kepalanya


"Ekhemmm.. " Deheman Nesa yang keras sambil menatap kedua laki-laki yang ada dihadapannya mampu membuat Vicky yang sedang bermain di ponselnya menatap kearahnya, dan Vino yang sedang memejamkan matanya langsung memegang dadanya karna terkejut


"Ekhemmm.... "


"Ekhemm.... "


"Ada apa Nes, apa tenggorokanmu sakit?? " Tanya Vino cemas, dia mengambil teh hangat Nesa lalu menyodorkan pada istrinya


"Tidak by, aku tidak sakit tenggorokan, hanya saja mataku terasa sakit. "


"Sakit? sebelah mana? ayo kita ke rumah sakit.. " Vino menggenggam tangan istrinya tapi Nesa segera melepas genggaman itu, dan membuat Vino semakin bingung


"Mataku sakit karena melihat kalian diam saja!!" Batin Nesa menjerit


"Kak, apa kamu tidak dengar aku bicara? " Kini Nesa mulai protes pada orang yang dipanggilnya kaka


"Aku dengar, dan suamimu akan membawamu kerumah sakit,. "


"Atau aku saja yang mengantar kamu kerumah sakit? " Jawab Vicky sambil bersiap-siap lalu mengulurkan tangannya ke Nesa di hadapan Vino


"Ayo.. " Ajaknya lagi


Ditepisnya tangan Vicky oleh Vino, dia mulai terbakar cemburu


"Jangan sentuh istriku, .. "


Vicky tersenyum saat Vino mulai terbawa emosi


"Aku bahkan sudah--. " Ucapan Vicky terpotong oleh Nesa

__ADS_1


"Cukup! apa kalian tidak cape! setiap kali pertemuan kalian selalu berantem!! aku dan Selena yang melihat pertengkaran kalian saja capenya minta ampun.. " Cerocos Nesa


"Ya sudah aku pamit, tidak ada yang perlu dijelaskan kan? " Tanya Vicky bangkit dari duduknya, tapi Nesa langsung mencegahnya


"Duduk ka, ada yang ingin aku bicarakan pada kalian.. "


"Aku sibuk, Rain sudah menelfonku berulang kali, lain kali saja kita bertemu.. "


Vicky berkata sambil melirik pada Vino, dan Vino yang melihat lirikan itu pun tersenyum sinis


"Aku melarang keras kamu bertemu dengan istriku! "


"Diam!! kalian bisa diam tidak sih!!! " Bentak Nesa


"Kak Vicky kembali duduk, aku mohon, dan kamu hubby cukup diam saja, biarkan aku yang bicara.. "


kedua laki-laki itu patuh, Vicky langsung kembali duduk dan Vino dia diam seribu bahasa, tapi matanya selalu menatap tajam seseorang yang ada dihadapannya


"Ka, aku sudah mengetahui semuanya jika kalian satu Ayah.. "


Mata Vicky membulat dia menatap Nesa, ponsel yang baru saja dia keluarkan dari sakunya pun terjatuh, Selena yang mengetahui langsung mengambil ponsel vicky


"Terimakasih,. " Ucap Vicky sambil mengambil ponselnya dari tangan Selena


Lalu dia kembali menatap pada Nesa,"Apa mksudmu? " Tanyanya sambil menyilangkan kakinya dibawah meja


"Vino sudah menjelaskan semuanya kak.. "


"Oh jadi dia, baguslah.."


Vino yang melihat senyum sinis Vicky pun langsung bangkit dari duduknya


"Nes! tiba-tiba aku ada rapat penting, aku tidak ada waktu untuk meladeni orang seperti dia, seharusnya kamu tidak perlu bicarakan ini padanya, karna sampai kapanpun batu akan tetap menjadi batu,.. " Sindir Vino mengecup kening sang istri


Tak terima dengan ucapan Vino, Vicky pun bangkit, tangannya meremas jarinya"Apa maksudmu! Siapa yang seperti batu, bukankah jika aku bersikap baik atau tidak menurutmu akan sama saja.. "


"Dan satu hal lagi, aku tidak mungkin bersikap baik pada anak yang sudah membunuh ibu dan adiku, kamu paham itu!! "


"Vicky tenangin emosimu dulu, kamu bisa membuat keributan disini.." Selena berdiri lalu mengelus punggung Vicky, dia berusaha menenangkan seseorang yang dicintainya


"Ka, aku belum selesai berbicara.. "


"Apa yang perlu dibicarakan lagi Nes.. "


"Duduk dulu kak, jangan terbawa emosi.. "


"Nesa, kenapa kamu mencegah dia pergi! biarkan saja dia pergi," Kini suara protes Vino membuat situasi semakin tidak kondusif


"Hubby, bukankah aku menyuruhmu untuk diam? "


"Aku tidak bisa diam saja, jika istriku di bentak seperti itu!! "


Vicky tidak terima dia merasa tidak membentak Nesa, hanya nada suaranya saja yang sedikit dia tinggikan


"Jangan asal bicara! aku tidak membentak istrimu!! "


Vino tersenyum tipis, senyumnya seakan mengejek ucapan Vicky

__ADS_1


"Sudah!! cukup!! hentikan!! " Teriak Nesa


"Nes kali ini jangan paksa aku lagi, aku harus pergi dan aku kemari hanya untuk memastikan keadaanmu, dan sekarang aku sudah melihatmu baik-baik saja, lebih baik aku pergi sekarang.."


"Cinta bertepuk sebelah tangan memang sangat dramatis, aku ucapkan sekali sekali lagi Tuan Vicky, jauhi istriku dan anda tidak usah khawatir karna aku akan selalu menjaga istriku dengan baik.. " Ucap Vino sambil menekan kata istri agar Vicky sadar


Tangan Vicky mengepal erat, emosinya sudah tidak bisa ditahan lagi, kesabarannya sudah habis, Vicky pikir sekarang Vino sedang mengejeknya


"Kalau berani, sinih lawan aku! aku tidak butuh ucapanmu yang menurutku tidak berguna!! "


Vino semakin tertantang, dia melepas jas yang melekat di badannya


"Ayo, siapa takut!!"


"Tapi jangan disini, karna ini ruangan istriku, kita berkelahi di halaman belakang saja.. "


"Hentikan!!!!!!!!!!! "


Suara Selena menggema di ruangan tersebut, dia tidak bisa menyimak terlalu jauh lagi,


"Kalian bisa hormati pemimpin disini tidak!! kalian ini cuma tamu!! "


"Dia duluan yang menantangku, aku hanya ingin mengabulkan keinginannya"


"Dan aku juga tidak terima dia menggoda istriku!! "


"Siapa yang menggoda ha! aku hanya menawarkan diri untuk membawa dia kerumah sakit, apa itu salah ha! " Geram Vicky,


"Hubby hentikan,


.............


Malam hari, Nessa dan Vino sedang merilekskan tubuhnya di kursi ruang tamu, mereka duduk bersama sambil memakan camilan yang dibawanya sepulang kantor.


"By, cobain deh, yang ini enak.. " Nesa mengambil keripik kentang lalu menyuapkan pada suaminya


"Enak tidak?? "


.


.


.


.


.


.


.


Hay gaes, mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat


Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorit, komen, vote dan hadiah🎁)


.......... #Happy Reading😘#.......

__ADS_1


__ADS_2