
"Kau baik-baik saja kan ky? " Tanya Vino memastikan, karna sehabis makan seblak Vicky mendadak diam dan tidak berkutik, dan Vicky pun menyuruh Vino untuk menyetir mobilnya
"Menurutmu? "
"Tidak baik-baik saja"
"Apa Selena meracuni seblakmu? " Bukankah kamu sangat menikmati seblak itu, 3 mangkuk seblak kau habiskan sendiri, aku yang melihatmu saja sampai kenyang sendiri"
"Kau sedang menyindirku atau memujiku hah! " Gertak Vicky sambil menahan perutnya karna kekenyangan, jangankan untuk berjalan, bernafas saja rasanya sangat sesak
"Kecilkan suaramu, bagaimana kalau Selena dan Nesa dengar"
Mendengar nama Selena, Vicky menatap dapur, dia tersenyum saat melihat Selena yang sedang berkutik di dalam dapur bersama Nesa
"Kau mau tahu rasa dari 2 seblak itu? " Tanya Vicky yang diangguki oleh Vino, keduanya larut dalam cerita masing-masing,
"Pedas dan manis" Bisik Vicky dengan ekspresi wajah bergidik ngeri
"Pedas manis? " Pikir Vino lalu sepersekian detik dia tertawa terbahak-bahak, membuat Nesa dan Selena bertanya-tanya
"Apa yang dibicarakan mereka? Kenapa mereka tertawa, apa mereka sedang membicarakan kita? " Tanya Selena pada Nesa
"Jangan dipikirkan, apa makanannya sudah siap, ayo kita bawa ke Vino dan kak Vicky"
"Sudah"
Selena dan Nesa berjalan menuju ruang tamu sambil membawa cemilannya
"Hubby, ini aku potong beberapa buah untuk kalian makan dan Selena juga membuatkan kita cake"
"Letakan di meja saja sayang, dan duduk disini" Titah Vino pada istrinya
"Hei semua aku pergi dulu ya, aku sudah ada janji dengan seseorang" Pamit Selena sambil mengambil tasnya lalu pergi dari apartemen Vicky
Mendengar Selena akan pergi, Vicky bernafas lega, cukup untuk hari ini Vicky dibuat kesal dengan tingkah Selena yang menurutnya berlebihan
Melihat Vicky diam dan sambil menonton TV nya, Vino menendang kaki Vicky membuat Vicky melototkan matanya
"Sakit bodoh! " Ringis Vicky sambil melihat kakinya yang merah
"Kejar dia! "
"Jangan diam saja! " Kesal Vino karna Vicky tak peka pada Selena
"Biarkan saja, aku tak mau mengganggu pekerjaannya" Ucap Vicky sambil memakan buah yang sudah dipotong-potong
"Hup! " Vicky menggunyah buah apel "Manis, sama seperti aku" Ucap Vicky lalu makan beberapa potong lagi
"Kak apa tempat penampungan diperutmu sangat besar?" Tanya Nesa yang heran, dia fikir Vicky tidak akan makan lagi karna sudah memakan 3 mangkuk seblak
__ADS_1
"Nes, diam" Titah Vino pada Nesa
"Hei apa kau bodoh ky! Bagaimana jika Selena ingin menggugurkan kandungannya"
"Coba kau fikir!! " Ucap Vino
"Hei mana mungkin, dia kan bilang ada urusan pekerjaannya" Elak Vicky yang berusaha berfikir positif
"Oh kau percaya begitu saja? " Tanya Vino pada Vicky
"Tapi jika ucapanku benar bagaimana?"
"Kak sebaiknya kaka kejar Selena, ucapan Vino ada benarnya juga" Timpal Nesa
Setelah memikirkan ucapan Vino dan Nesa, Vicky langsung menyambar kunci mobil, dia mengejar Selena
Vicky berlari sampai di parkiran bawah tanah tapi dia tidak melihat batang hidung Selena,
"Ah sial!! " Teriak Vicky sambil mengusap wajahnya kasar
Vicky langsung mengambil ponselnya lalu mencari kontak Selena, panggilannya berdering tapi Selena tak kunjung mengangkatnya
"Apa ucapan Vino benar, kau dimana Sel, "
"Jangan bunuh anaku"
Di satu sisi terlihat Bella yang sedang menahan kesal dengan ulah dokter rezki, hari ini adalah hari mereka fitting baju pengantin, beberapa hari yang lalu Bella mencoba kabur dari rumahnya tapi keberuntungan tidak memihaknya, rezki melihat Bella yang sedang memanjat tembok belakang rumahnya, alhasil rezki menggagalkan niat Bella yang akan kabur
"Setelah ini, aku mau makan," Ketus Bella pada rezki
"Aku temani kamu makan siang"
"Ish kau! bisa tidak sih jangan ganggu aku sehari saja, apa kamu tidak ada pekerjaan selain menggangguku! " Kesal Bella dia berjalan menuju ruang ganti, rasanya sangat malas untuk fitting gaun pengantin
Setelah selesai fitting gaun pengantin, Rezki membawa Bella ke restoran favoritnya, karna sedari tadi Bella diam dan tidak mau berbicara atau menjawab ucapnya
"Kita makan disini" Ucap rezki turun dari mobilnya lalu menggandeng tangan Bella dengan mesra membuat Bella risih
"Lepaskan! jangan pegang-pegang aku! " Bella berusaha melepaskan tangan rezki yang menggenggam tangannya
Mendengar penolak rezki justru semakin mengeratkan genggamannya, dia tersenyum menatap Bella, tak sengaja Bella melihat senyum rezki, wajahnya yang tampan dan muda tapi sangat disayangkan dia mempunyai kelainan seperti orang gila menurut Bella
"Andai dia bukan dokter gila, pasti aku sudah memuji ketampanannya" Gumam Bella dalam hati, lalu sepersekian detik dia menggelengkan kepalanya membuat rezki yang sedang mentapnya kebingungan
"Ada apa? apa kamu sakit? cepat bilang, biar aku cek"
"Kita duduk disana, aku akan mengeceknya" Ucap rezki dengan cemas, dia menuntun Bella agar duduk di kursi kosong lalu mengecek suhu tubuh Bella
Bella yang melihat sikap berlebihan rezki pun menepis tangan rezki yang bertengger di keningnya "Apaan sih, aku sehat" Gumam Bella kesal, dia memanggil pelayan lalu memesan menu makanan yang sangat banyak dan bahkan yang paling mahal direstoran tersebut, dia ingin mengerjai dokter gila itu
__ADS_1
"Kau yang bayar, kau kan calon suamiku" Ucap Bella dengan senyum manisnya, didalam hati Bella sangat bahagia saat melihat ekspresi rezki
"Habiskan makanan yang kamu pesan" Titah rezki, dia berusaha mengalihkan topik pembicaraan
Melihat wajah rezki pucat pasi, Bella pun menyetujui untuk menghabiskan makanan yang dia pesan,, "Baik, tapi kau yang bayar semuanya"
Tak lama, pelayan datang membawa pesanan Bella, diletakan pesanan itu di atas meja, Bella menelan salivanya, bagaimana bisa Bella memesan makanan sebanyak ini dan apa dia bisa menghabiskannya sendiri,
"Kau pasti bisa Bell, " Bella menguatkan dirinya lalu mulai menyuapkan makanannya satu persatu
Rezki hanya memesan jus alpukat saja, dia sengaja tak memesan makanan karna Bella sudah memesan makanan terlalu banyak
"Nona cantik, kau berusaha membuat kantong dompetku kering tapi malah kau sendiri yang terjebak dalam perangkapmu"
"Ini yang dinamakan senjata makan Tuan" Gumam rezki dalam hati sambil melihat wanita di depannya
Makanan sudah habis, Bella terlihat begitu kenyang, dia menempati ucapannya untuk menghabiskan makanannya
"Rasakan, aku sudah menghabiskan makanannya dan sekarang giliran kamu membayar semua tagihannya, hahaha, aku sudah tidak sabar melihat wajahmu saat mengetahui bil pembayaran itu" Ucap Bella dalam hati sambil terkikik
"Apa kamu mau tambah lagi? " Tanya rezki sambil menatap Bella
"Hei dokter gila, apa kamu masih mampu membayar makanan lagi jika aku menambah makanan? " Tanya Bella yang diangguki oleh rezki
"Hahaha aku tidak percaya"
"Mbak, berikan struk pembayarannya pada dia! " Ucap Bella saat melihat pelayan restoran
"Maaf mbak, makanannya sudah dibayar, dan tidak ada struk pembayaran" Jawab salah satu pelayan menatap Bella
"Apa? bagaimana bisa? "
"Bukannya kita belum membayarnya mbak? " Tanya Bella yang shock
.
.
.
.
.
Hay gaes, mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat
Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote dan hadiah🎁)
........... #Happy Reading😘#.......
__ADS_1