
"Ini, bantu aku membawa buket ini lalu taruh disana dekat jendela ya, agar orang dari luar bisa melihatnya"
Wanita itu menyodorkan buket bunga lalu menaruhnya di lengan Nesa,
"Berat Zev! " Nesa mengadu pada temannya
"Hahaha... ternyata buket sama orangnya masih gede buketnya.. " Kekeh Zeva mengambil buket yang di pegang Nesa
Nesa cemberut raut wajahnya tidak seceria tadi, hanya ada kekesalan. dia merebut buket bunga yang di pegang Zeva, "Biar aku saja, aku bisa!! " ketua Zeva
Ting...
Pintu toko terbuka, Nesa melihat pria tampan yang dia kenali sedang berjalan kearahnya sambil membawa paperbag,
"Kak Vicky, ada apa kesini? Apa perusahaan ada masalah?? " Tanya Nesa cemas, dia menyuruh Vicky duduk di bangku plastik yang digunakan untuk para karyawan beristirahat
"Owuuwwwoowww.. " Nesa kehilangan keseimbangannya, dia berniat menaruh buket bunga itu pada tempatnya
Vicky yang melihat pun segera membantu Nesa
"Hati-hati Nes, jangan membawa yang berat-berat seperti ini! " Ucap Vicky mengambil buket bunga yang menghalangi tubuh Nesa
"Hehehe kaka terimakasih.. "
"Ini mau ditaruh dimana? biar aku yang meletakkannya.. "
"Eh biar aku saja.. " Zeva menjawab cepat
"Biar aku saja! taruh dimana ini Nes!! " Ucap Vicky tegas, dia tidak mau ada bantahan dari siapapun
Nesa menujuk tempat di dekat jendela, dan Vicky segera melangkah menuju tempat itu
"Lain kali jangan seperti ini lagi, bagaimana jika kamu jatuh dan terluka? Vino pasti marah padamu.. "
"Baik kak.. "
"Oh iya, kenalin dia Zeva, pemilik toko bunga ini, dan dia juga yang sudah memberikan tumpangan untuku.. " Nesa memperkenalkan Zeva, Vicky tersenyum lalu mengulurkan tangannya
"Vicky.. "
"Zeva.. "
__ADS_1
Setelah berkenalan, Zeva menyuruh Nesa membawa Vicky masuk kedalam,
"Ayo kak masuk, tidak enak jika bicara disini,.. " Ajak Nesa, dia berjalan lebih dulu lalu Vicky mengikutinya dari belakang
"Ada apa kakak kemari? Bukankah aku bilang, kalau kakak berpura-pura tidak tahu keberadaanku,.. " Nesa menyuruh Vicky duduk di sofa, dia berjalan ke dapur untuk mengambil minuman
"Di minum kak.. " Ucapnya meletakan minuman itu diatas meja lalu Nesa mendaratkan bokongnya di sofa depan Vicky
Vicky meletakkan paperbag diatas meja lalu mendorongnya ke arah Nesa "Makanan untukmu dan temanmu, aku tidak sengaja lewat sini lalu teringat padamu.. "
Nesa mengangguk, "Terimakasih kak, bagaimana keadaan Vino kak apa dia baik-baik saja, atau dia senang jika aku pergi? "
"Sejak kapan Vino senang, justru Vino dia, ahh..sudahlah hidupnya sekarang penuh dengan penyesalan, dan kau jangan memikirkan itu lagipula ini juga kesalahannya, karna dia sudah menyakitimu.. "
"Oh iya, kamu tinggal di toko ini?? " Tanya Vicky melihat sekeliling toko yang tidak terlalu besar tapi ramai
"Tidak kak, aku tinggal dirumah Zeva, di dekat sini juga, dan berkat dia, aku bisa menyetir mobil, bersyukur aku mempunyai teman sepertinya,.. "
Vicky mengangguk "Oh bagaimana kamu bisa mengenalnya, setahuku kamu hanya sibuk di perusahaan dan tidak mempunyai teman sejauh ini.. "
"Aku mengenalnya sewaktu aku membeli buket bunga untuk Reza, dia yang melayaniku aku fikir dia pelayan disini, setiap aku mengunjungi makam Reza, aku selalu membeli bunga disini, semenjak itu kita saling dekat, lalu sewaktu aku kabur dari rumah, dia juga yang menolongku, dia memberi tumpangan.. "
"Bagaimana keadaan Ayah kak? Apa dia masih marah padamu atau dia benci denganku? "
"Dia semakin membencimu Nes.. "
"Mungkin karena wanita pembunuh yang sudah memberikan gosip murahan padanya.. "
"Ma-maksud kaka apa? Apa gosip aku meninggalkan Vino, aku meninggalkan dia juga karna kesalahan dia, kesabaranku sudah habis kak, satu tahun suamiku tidak pernah percaya padaku,.. "
Vicky tersenyum tipis saat seseorang dihadapannya kesal, mungkin benar apa yang dikatakan Vino, jika Nesa kesal dia sangat menggemaskan,
"Bukankah dari dulu aku sudah bilang, jika kamu cape, kamu bisa pergi dan temui aku, kenapa kamu harus menderita seperti ini, umurmu masih terlalu kecil,"
"Renata bercerita pada Rayhan bahwa kamu meninggalkan Vino demi pria lain, dan dia semakin marah saat Vino kembali ke tabiatnya dulu, penampilan sehari-harinya sangat kacau,.. "
"Aku rasa Renata merencanakan sesuatu untuk rumah tangga kalian,.. "
Nesa bangkit dari duduknya, dia berjalan dan berhenti pada salah satu buket bunga di ruangannya
"Ibu memintaku untuk bercerai dengan Vino, jika aku tidak mau bercerai dia memintaku untuk mengizinkan Vino menikah lagi, aku tidak sanggup kak, mana ada wanita yang sanggup melihat pria yang dicintainya menikah dengan wanita lain.. "
__ADS_1
Akhirnya Nesa menceritakan masalah yang sesungguhnya walaupun, sesungguhnya dia enggan menceritakan kepada siapapun, tapi dia juga tidak bisa memendam masalahnya sendiri, sudah cukup lama dia memendamnya, mungkin jika dia bercerita pada Vicky, hatinya akan lega, bebannya akan berkurang
"Apa!! Apa dia sudah gila!! " Vicky geram, dia mengambil dan menyeruput minuman di atas mejanya dengan kesal, setelah itu diletakan kembali, dia berdiri mengikuti Nesa
"Setahuku Vino sangat mencintaimu, bagaimana mungkin wanita pembunuh itu melakukannya padamu Nes, sekarang kamu lebih baik tinggal bersamaku di apartemen, tempat itu sangat aman, aku takut kamu dalam bahaya jika tidak ada yang menjagamu.. "
"Karna Renata adalah orang yang paling kejam, dia bisa membunuh ibuku, dan aku tidak mau hal itu terjadi padamu.. "
Nesa menatap Vicky, dia bisa melihat amarah di sorot matanya
"Kak, jangan khawatirkan aku, tidak mungkin ibu mencelakaiku, aku kan masih menantunya, dan juga ibu tidak mengetahui keberadaanku, kaka ini aneh.. " Kekeh Nesa berjalan kembali menuju tempat duduknya
"Dan maaf aku tidak bisa tinggal bersama kaka, aku tidak bisa kak, aku tidak mau terjadi kesalahpahaman lagi, jika Vino mengetahui aku tinggal bersama kaka, pasti dia akan menuduh kita selingkuh, sudah cukup kak, aku merepotkan kamu. " Sambung Nesa lagi
"Permisi.... " Zeva muncul dari bilik pintu, dia berniat mengambil buket bunga yang sudah dipesan oleh pelanggannya
"Maaf ganggu kalian, aku hanya ingin mengambil buket bunga yang disana.. " Tunjuk Zeva dengan jari tangannya
"Biar aku ambil Zev, kamu duduk saja, kamu pasti lelah,.. " Ucap Nesa kembali berjalan mengambil salah satu buket bunga,
"Apa yang memesan buket ini sudah datang? " Tanya Nesa kembali
"Sudah Nes, dia ada di depan sedang menunggu buket itu.. " Jawab Zeva mengambil air putih lalu meminumnya
"Biar aku saja, kamu temani kak Vicky dulu," Nesa keluar dari ruangan lalu memakai topinya
Sedetik kemudian dia bisa melihat seseorang yang dia kenali sedang membelakanginya
.
.
.
.
.
.
Hay gaes, mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat
__ADS_1
Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote dan hadiah🎁)
....... #Happy Reading😘#.......