Menikah Dengan Sahabat Kekasihku

Menikah Dengan Sahabat Kekasihku
Episode 72- Flashback


__ADS_3

Vicky berdiri lalu berjalan ke balkon ruangan Nesa, diikuti oleh Vino di belakangnya


"Apa yang ingin kamu bicarakan?? " Tanya Vicky saat sudah sampai di balkon


"Apa kau benar-benar menyukai istriku?? "


Vicky tersenyum lalu mengangguk "Benar, tapi dulu, sekarang aku menganggapnya sebagai adik,.. "


"Bohong! lalu kejadian di pesta itu, apa kau sudah melakukan sesuatu kepada istriku,? "


Vicky mengernyitkan keningnya "Lakukan apa? "


"Maksudmu menyetubuhi?? " Lanjutnya kemudian


"Bodoh! iyalah memang apalagi!! aku tahu kebiasaan burukmu itu!! " Vino berjalan lalu duduk kursi


"Aku memang bajingan, tapi aku juga mempunyai perasaan, tidak mungkin aku melakukan hal menjijikan seperti itu, apalagi memanfaatkan situasi karna si perempuan tidak sadarkan diri.. "


"Cukup Ayahku menekanku, aku harap orang lain tidak menekanku lagi! termasuk kau!!"


"Apa maksudmu? menekan?? aku tidak menekanmu, aku hanya berbicara yang sesungguhnya?? " Tanya Vino penasaran


Vicky tersenyum getir "Kau berbicara atau sedang menuduhku!!" Kau benar-benar tidak pernah berubah sedari kecil!!"


"Apa maksudmu? apa kau mengenali aku waktu aku kecil??" Tanya Vino tak percaya


"HahahahaIya, aku mengenalimu saat kita masih kecil, bahkan Ayah selalu memujimu, dan aku masih mengingatnya itu, sampai aku mati!!!"


"Memuji??" Ulang Vino


"Iya bukankah sewaktu kamu kecil, kamu selalu mendapatkan pujian, dan aku selalu mendapatkan hinaan, asal kau tahu Ayah Rayhan selalu membandingkan nilaimu dengan nilaiku sewaktu kita masih SD, mungkin kau tak ingat atau masih mengingatnya??! Aku beritahu lagi, apa kau ingat dengan anak kecil yang ayah bawa ke hadapanmu di rumah wanita pembunuh itu!! "


Vino berusaha mengingat kejadian beberapa puluh tahun lalu, sejenak dia mengingatnya "Jadi itu kamu! anak kecil itu kamu!! " Vino tak percaya anak kecil yang menurutnya seumuran dengannya, bahkan dia suka membully saat Ayah nya mengatakan bahwa dia lebih pintar dari anak kecil yang tak lain adalah Vicky


"Iya, itu aku, kebencianku semakin menjadi saat Renata sang pembunuh itu tidak bisa menerimaku di rumahnya.. "


"Apa maksud mu?? "


"Kenapa aku tidak tahu?? "


Lagi dan lagi Vicky tersenyum getir dia harus membuka luka lama yang dia tutup


"Kau tahu tujuanku datang ke rumah itu bersama Rayhan untuk apa?"


Vino menggeleng, "Aku tidak tahu"


"Tujuan Rayhan membawaku kerumah pembunuh itu untuk mengajakku tinggal disana bersamamu, tapi si pembunuh itu tidak menerimaku, dia malah mengatakan bahwa aku anak haram yang dihasilkan dari perselingkuhan Ayah dan ibuku, hatiku terasa sakit!!


Lalu kau dengan enaknya membullyku, kau bilang, kalau aku tidak pantas mendapatkan nilai terbaik karna aku tak pintar berhitung.. "


"Sekarang kau ingat itu hah!!! " Tangan Vicky mengepal erat, hatinya sangat sakit mengingat semua perlakuan buruk Vino dan Renata


"Tapi aku tidak tahu, aku meminta maaf.. "


"Apa maafmu bisa membuat semuanya berubah, Ayah Rayhan sampai memohon kepada Renata agar dia mau menampungku karna Rayhan akan merintis bisnisnya di negara B dan tidak bisa meninggalkanku sendiri disini, dan dia akan mencabut tuntutan perceraianya dengan ibumu, tetapi ibumu tetap pada pendiriannya, dia tidak mau menerimaku.. "


"Lalu? "


"Akhirnya Ayah membawaku ke negara B, dan disana Ayah tak henti-hentinya memujimu, hasil nilai ulanganmu selalu ditunjukan kepadaku, aku semakin membencimu! ibumu telah merenggut nyawa ibuku, dan kau juga merenggut kasih sayang Ayahku.. "


"Kebencian itu semakin menjadi saat kau dikuliahkan di Universitas terbaik di AS, dan kau tahu akupun kuliah disitu juga, hanya saja kamu tidak mengenali aku.. "

__ADS_1


"Aku pikir Ayah hanya menyekolahkan aku di Universitas itu tapi dugaanku salah! di semester 2 aku dapat melihat mu.. "


"Maafkan aku.. " Kali ini suara Vino meminta maaf dengan tulus,


"Kau tahu hal apalagi yang membuatku semakin mmembencimu saat dewasa?? "


Vino menggelengkan kepalanya, "Tidak"


"Hahahaha baiklah akan aku beritahu, hal yang paling aku benci adalah saat aku mengetahui bahwa Ayah memberikan kamu 2 perusahaan sekaligus dan aku hanya diberikan 1 perusahaan.. "


"Dan lebih-lebih sangat membencimu saat mengetahui orang yang aku sukai ternyata sudah menikah, menikah dengan anak pembunuh!! "


"Vino Vino, ibumu adalah ratu drama dia sangat pandai bersandiwara di depan anaknya.. "


"Apa maksudmu??kenapa kau menjelek-jelekan ibuku"


"Pantas jika aku menjelek-jelekan ibumu dihadapan anaknya, dia mempunyai hati yang busuk!!!!


Apa kau tahu istrimu diperlakukan seperti pembantu di rumahnya?? apa kau tahu hah!! "


Tubuh Vino semakin melemas, dia merutuki kebodohannya,


"A-Aku! aku tidak tahu, tapi aku sudah mengancam ibuku, dan aku pikir ibu akan ketakutan jika dia berani melawanku.. "


"Ibumu melakukan itu semua tanpa sepengetahuan kau, bodoh!! aku diceritakan oleh Selena, karna Selena yang melihat dan menyaksikan semuanya, sewaktu dia masih mengharapkan mu.. "


"Dan sekarang aku lelah, aku melihat cinta di mata istrimu dan Rayhan selalu menekanku untuk menjauhi istrimu,.. "


"Aku memang tidak dianggap seperti layaknya anak, tapi aku juga bukan pria bajingan yang menghalalkan segala cara untuk merebut hak orang lain,.."


"Aku tidak melakukan apapun kepada istrimu, walaupun dia dalam keadaan tidak sadar.. "


..................


" Jangan bodoh, mana ada maling ngaku, jika maling ngaku, penjara akan penuh vin, "


"Aku mempercayai istriku!! " Tegas Vino keluar dari kamar ibunya, dia mencari keberadaan istrinya diruang tamu, tapi nihil dia tidak melihatnya, dia langsung berjalan ke kamar


"Eh hubby .. "


"Nes, apa benar kalian melakukan sesuatu saat di apartemen Vicky? " Tanya Vino memastikan kebenaran lagi, dia belum mendengar dari bibir istrinya hanya ucapan Vicky yang di dengarnya, sambil menutup pintu kamar, Vino berbicara pada istrinya


Nesa menggeleng, dia menolak keras "Aku tidak melakukan apa-apa by, sumpah.. "


"Lalu dengan Alex?? "


Degg


Nesa mengingat lagi kejadian bersama Alex, tiba-tiba air matanya menetes,


Vino mencengkram pundak istrinya yang tiba-tiba menangis


"Apa kamu dan Alex melakukan sesuatu?? "


Air mata Nesa semakin deras, bayangan Alex mencium dan merobek pakaiannya tiba-tiba terlintas dari pikirannya, baru saja dia bahagia karna Vino dan Vicky mau berdamai


"Nes, jawab pertanyaan ku!!! " Mata Vino menatap mata Nesa, dia bisa melihat kekecewaan dimata suaminya


Nesa mengangguk pelan, dan itu semua membuat Vino melepaskan cengkraman di pundak istrinya dengan pelan


"Hubby maafkan aku, Alex mencium dan merobek pakaianku

__ADS_1


Vino bangkit dari tempat tidurnya, kekecewaan di sorot matanya begitu terpancar dan membuat hati Nesa terasa sakit,


" Apa yang dia lakukan padamu? apa dia berhasil menanam benihnya di dalam rahimu!!" Tanya Vino dengan pandangan yang fokus ke dinding kaca besar jendelanya


"Aku tidak tahu by, aku pingsan, setahuku dia mencium ku.. "


"A-aku minta maaf by.. " Tak terasa buliran bening keluar dari pelupuk wajah cantik Nesa


"Jadi yang dikatakan ibu benar, bahwa aku mempunyai istri yang seperti piala bergilir.. "


"Tidak by, aku berusaha memberontak, kamu harus percaya itu.. "


Air mata nesa semakin deras, ucapan suaminya sungguh menyanyat hati


"Jika kamu sempat memberontak lalu kenapa dia bisa menciumu hah!!"


"Istriku wanita murahan!!" Gumamnya lagi sambil mengusap wajahnya dengan kasar


Arrrggggkkkkhhhhhhh


"Aku tidak percaya, aku menikahi wanita murahan.. "


"Aku bukan wanita seperti itu!!! "Bentak Nesa, dia membela dirinya sendiri


"Asal kau tahu, aku berusaha memberontak walaupun aku dalam keadaan kurang baik, obat itu sangat cepat berekasi!


"Kau tahu bayangan wajahmu yang tersenyum manis selalu dipikiranku, dan kini kau bilang aku wanita murahan?? "


"Aku kecewa padamu by!! "


Setelah mengatakan kekecewaannya kepada suaminya, Nesa segera mengambil tas lalu pergi


dia pergi meninggalkan suaminya yang masih mematung di kamarnya


"Apa aku salah jika aku membentak suamiku sendiri, aku hanya ingin membela diriku saja, sudah itu saja, hikss... hikss.. " Ucap Nesa dia berlari dibawah guyuran deras air hujan


"Reza!!!!!!! "


"Bawa aku za!! bawa aku bersamamu, di dunia ini aku tidak mendapat kebahagiaan.. "


Tubuh Nesa merosot dia tak kuat menahan sakit yang dia rasakan


"Aku sudah menikahi wanita murahan"


Kata-kata itu terlintas dipikirannya


.


.


.


.


.


.


Hay gaes, Mohon maaf jika ada kesalahan kata aturan kalimat


Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote dan hadiah🎁)

__ADS_1


...... #Happy Reading😘#......


__ADS_2