
"Ayo dimakan" Ucap Selena lagi,
Vicky menatap Nesa dan Vino, dia ragu saat sepasang kekasih itu menatapnya
"Jangan tatap aku, kalian makan saja! " Titah Vicky pada Vino dan Nesa
"Ayo cepat makan ky" Rengek Selena saat Vicky berbicara dengan Nesa dan Vino
"Kamu juga makan Sel, "
Selena tersenyum, dia memakan seblak yang dipesannya, Vicky pun memakan sedikit demi sedikit, tak ada yang aneh, rasanya memang enak, tak menghiraukan tatapan Nesa dan Vino, Vicky justru memakan seblak itu dengan lahap
Melihat mangkuk seblak Vicky hanya tersisa kerupuk, Selena berdiri lalu berbicara pada tukang seblak, entah pembicaraan apa, suaranya tak terdengar ditelinga Vicky, Nesa dan Vino juga tidak mempermasalahkan, mereka justru saling menyuapi membuat jiwa jomblo Vicky meronta-ronta, dia berniat menyuapi Selena tapi tatapan Selena masih menatap takut dirinya
"Ini mba Selena" Ucap tukang seblak membawa 2 mangkuk seblak
"Berikan pada dia pak, aku sudah kenyang" Tunjuk Vicky dengan jarinya, membuat Vino yang sedang menatapnya tersenyum mengejek
Mata Vicky membulat, dia shock saat tukang seblak membawa 2 mangkuk seblak ke hadapannya
"I-ini untuk siapa Sel? " Tanya Vicky dengan wajah pucat
"Untukmu, aku khusus membelikan ini untukmu, karna aku melihat kamu sangat menikmati seblak ini"
"Makan dan habiskan, aku akan melihatmu menghabiskan seblak itu"
"Ta-tapi Sel, aku sudah kenyang, dan ini kenapa kuahnya terlihat berbeda dengan seblak yang tadi? "
"Oh, itu karna aku menambahkan level pedasnya, tadi aku beli level 1, dan sekarang aku beli level 4, bagaimana kamu suka kan? Ini gak pedes kok, gak kayak kemaren kita makan bakso, dan aku jamin perutmu tidak akan mulas, bolak balik kamar mandi" Ucap Selena dengan antusias
Uhuk.. Uhukk.
Nesa tersedak makanannya lalu dengan telaten Vino memberikan air putih untuk istrinya
"Apa kak Vicky tidak menyukai makanan pedes?? " Tanya Nesa yang diangguki Selena
"Benar, kau tahu Nes, kemarin dia beli bakso, lalu kepedesan, trus sampai apartemen dia bolak balik ke kamar mandi sampai-sampai mataku lelah melihat nya"
"Lucu bukan haha"
"Hehe, kak Vicky memang aneh, sudah tahu tidak menyukai makananpedes, tapi kenapa beli makanan pedes" Nesa menggelengkan kepalanya dengan tersenyum
"Nes! " Tegur Vicky dengan tatapan matanya
__ADS_1
Vino yang melihat istrinya ditegur oleh Vicky pun membisikan istrinya agar diam, "Kita lihat saja, jangan bicara apapun, "
"Iya hubby, maaf aku salah bicara" Bisik Nesa yang diangguki Vino,
"Ayo ky dimakan!!!"
"Atau masih kurang? Biar aku pesankan lagi, kamu tahu seblak ini cepat habisnya, lihatlah ramai pembeli"
"Sebentar aku pesankan lagi, kamu tunggu sini, okeh" Ucap Selena lalu berdiri, sebelum dia melangkah menuju tukang seblak, tangan Vicky sudah memegang tangan Selena, dia menyuruh Selena duduk ditempat semula
"Jangan, aku sudah kenyang Sel, ini kita bungkus atau berikan pada Nesa dan Vino ya, aku merasa kasihan pada mereka, lihatlah mereka hanya makan 1 mangkuk seblak saja untuk berdua, pasti mereka kurang puas" Tawar Vicky, berharap Selena mau menuruti permintaannya
"Emm jangan ky, ah aku pesankan lagi untuk Vino dan Nesa," Ucap Selena tersenyum senang, dia merasa bahagia saat ini
"Eh jangan, aku dan Vino sudah kenyang kok, iya kan hubby" Tekan Nesa pada suaminya,
"Iya sayang, "
"Biarkan Vicky memakan makanannya, kami akan menunggu sampai dia selesai" Jawab Vino sambil tersenyum pada Selena dan Vicky
"Apa! kurang ajar Vino!!" Ucap Vicky,Matanya membulat sempurna, tak ada henti-hentinya Vicky mengumpat dan memakai Vino, dia merasa terpojokan, disatu sisi dia kesal dengan Vino tapi di satu sisi lainnya dia tidak tega dengan Selena, Vicky tak mau kejadian kemarin di tukang bakso terulang kembali disaat dirinya tak mau menuruti permintaan Selena lalu Selena menangis di depan umum
"1 mangkuk saja ya" Tawar Vicky dengan halus, didalam hatinya dia berharap Selena menuruti permintaannya
Selena menggeleng, "2 mangkuk dan harus habis, aku pengin melihatmu makan 2 mangkuk seblak itu sampai habis tak tersisa" Rengek Selena manja, dia menyodorkan seblak itu untuk dimakan Vicky
Glek, Vicky menelan salivanya dengan susah, perutnya sudah kenyang tapi dia harus memakan 2 seblak di pagi hari
"Mimpi apa aku semalam, bisa-bisanya di pagi buta aku sudah mendapat kesialan bertubi-tubi," Batin Vicky menghembuskan nafasnya kasar
"Pak! Pesan es teh 3 ya! " Teriak Vicky yang diangguki bapak tukang seblak
"Okeh" Jawab tukang seblak yang langsung membuatkan es teh untuk Vicky
Vino mengerutkan keningnya saat Vicky memesan minuman sebanyak itu "Untuk apa pesan es teh 3, bukankah kita semua sudah selesai makan dan sedang menunggumu selesai makan? " Tanya Vino pada Vicky dia tak mampu menyimpan rasa penasarannya sendiri
"Aku pesan untukku sendiri, jangan narsis Vin! " Ketus Vicky, dia kesal pada Vino karna tak mau membantunya dari Selena
Setelah es teh datang, Vicky mulai menyuapkan makanannya,
"Tidak terlalu pedas" Gumam Vicky dalam hati, dia memakan seblak itu sampai setengah mangkuk
"Huha, huha.. Apa-apaan ini, kenapa pedasnya semakin terasa" Gumam Vicky, dia meminum es teh nya sampai habis 1 gelas
__ADS_1
Melihat Vicky tersiksa, Vino dan Nesa tersenyum, menurut mereka ini adalah pemandangan yang langka, Diam-diam Vino memotret Vicky yang kepedasan
"Apa kamu memotret kak Vicky?" Tanya Nesa berbisik pada Vino
"Iya sayang, lihat Vicky tunduk seperti ini adalah pemandangan yang paling langka" Ucap Vino cekikikan membuat Vicky menoleh dan menatap tajam Vino
"Apa ada yang lucu hah? " Tanya Vicky pada Nesa dan Vino
"Tidak! memangnya kenapa? " Tanya Vino sambil tersenyum
"Hei jangan menggosipkan aku, aku tahu kamu sedang bergosip tentangku kan!! "
"Ky cepat makan, jangan berbicara terus, atau mau aku suapi? " Ucap Selena dengan gemas
"Tidak usah Sel, aku bisa makan sendiri, kamu cukup diam dan melihatku makan saja"
"Okeh"
"Firasatku semakin buruk jika kamu menyuapi aku Sel, " Batin Vicky yang tersenyum kecut lalu kembali memakan seblak yang masih tersisa
1 mangkuk sudah habis, dan Vicky sudah menghabiskan 2 gelas es teh, tersisa 1 mangkuk lagi dan 1 es teh
"Akhirnya habis juga 1 mangkuk ini" Gumam Vicky sambil mengelus perutnya
"Sel"
"Aku sudah kenyang Sel, bagaimana jika ini kita bungkus lalu kita makan agak siangan? " Tawar Vicky sambil mengelus perutnya yang tiba-tiba membuncit karna seblak
.
.
.
.
.
Hay gaes, Mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat
Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote dan hadiah🎁)
....... #Happy Reading😘#.....
__ADS_1