
"Dia istri aku!! " Vino mengucapkan kata itu kembali
"Jangan berbohong Vin! Ibu sedang serius!! " Jawabnya yang terlihat kesal
"Aku juga serius.. "
"Tidak mungkin!! sejak kapan kamu menikah!! " Tanyanya yang masih tak percaya,
Ia memperhatikan penampilan Nesa dari ujung kaki sampai kepala.
"Sepertinya dia bukan orang kaya!! " Batin Renata
"Hallo Tan.. " Nesa mengulurkan tangannya
"Panggil dia Ibu, dia juga Ibumu Nes! " Ucap Vino yang melingkarkan tangannya di pinggang Nesa
Renata tidak membalas uluran tangan Nesa, dia memalingkan wajahnya, dan meminta penjelasan lebih kepada putranya
"Nes, aku antar ke kamar.. " Vino mengajak Nesa ke kamar yang biasa ia tempati saat berkunjung kerumah mamahnya
Nesa menurut, ia mengikuti langkah suaminya, sampai mereka di depan pintu besar, mereka masuk, Nesa sempat terpaku, sungguh indah kamar Vino,
"Seperti hotel bintang 5.." Batin Nesa,
Kamu tunggu disini, aku keluar sebentar.. " Ucapnya lalu mengecup kening Nesa dan meninggalkan Nesa di dalam kamar..
Nesa melihat sekeliling ruangan, hanya kata takjub yang keluar dari mulut Nesa,
Ia juga melihat foto-foto Vino yang sedang bersekolah
"Wow, dia lulusan AS.. " Gumam Nesa yang melihat foto wisuda Vino
..........
"Kamu tidak becanda kan!! Bilang semua ini bohong Vin!! " Ucap Renata kepada anaknya
"Ibu hanya berpura-pura sakit? "
"Vin, jangan mengalihkan pembicaraan!! "
"Aku tidak bohong, dia istriku!! "
"Kapan kamu menikah!! Dan apa itu, kamu menikahi gadis kecil, dia jauh dari kriteriamu Vin!! " Renata mengejek penampilan gadis itu
"Memangnya kenapa! Dia baik.. "
"Tapi Ibu tidak suka, jika kamu memutuskan keputusan sepihak seperti ini.. " Geram Renata,
"Aku sudah besar, dan aku bisa mengambil keputusan yang menurutku benar! " Jawab Vino yang langsungnya melangkah keluar
Sebelum membuka pintu, Vino memperingati ibunya
"Jangan pernah menghina istriku, hargai dia, jika tidak, aku akan kembali ke apartemen, dan aku akan menghentikan transferan untuk Ibu! " Vino berucap sambil menutup pintu kamar Renata
"Sial!!!! " Renata melempar sebuah bantal kesembarang arah
"Haha ini lucu bukan, malam-malam dia pulang dan membawa gadis kecil, dia bilang istri!! " Gumam Renata yang merasa dibodohi oleh anaknya
"Okeh gadis kecil mari kita bermain-main, akan ku buat hidupmu seperti di neraka hahaha" Batin Renata yang mengepalkan tangannya, terlihat senyum simpul di bibir Renata,
........
__ADS_1
"Rupanya kau sudah tidur.. " Vino melihat wajah Nessa yang sedang tertidur lelap, ia mengecup kening istrinya dan berjalan menuju ke balkon kamarnya
Terdengar bunyi berdering sebuah telfon,
"Hallo Tuan.. " Ucap seorang laki-laki yang tak lain Sean
"Sean, tolong kau awasi pergerakan Nessa, jaga dia seperti kamu menjaga aku dan perusahaan!! "
"Baik Tuan.. "
"Sampai mana kau mengurus pernikahan ku!! " Tanyanya
"Sedikit lagi akan beres Tuan.. "
Telfon itu terputus
"Ada apa ini! Kenapa Tuan kembali pada sifat dinginnya? Atau mereka sedang bertengkar?? " Gumam Sean yang berfikir dengan sikap labil Tuannya
Segera Sean menghubungi bawahanya dan menyuruhnya untuk mengawasi pergerakan istri kesayangan bossnya
Terlintas di otaknya , ia lupa berbicara pada Tuannya jika resepsionis mengabari bahwa ada gadis kecil yang dia fikir adik Tuanya berkunjung ke kantornya
"Apa yang di maksud dia istri tuan?? "
"Jika benar, berarti dia melihat kejadian yang menjijikan di dalam ruangan?" Batin Sean
"Ah sudahlah, lebih baik aku tidur,.. "
Akhirnya Sean tertidur dengan membawa sejuta pikirannya kedalam mimpinya yang indah
.....
Ke esokan hari ...
Vino sudah siap dengan pakaian kerjanya, ia menuruni tangga dan di gandengnya Nesa disampingnya
"Silahkan Tuan.. " Ucap pelayan yang menggeser kursi agar Vino dapat mendudukinya,
"Silahkan Nona. " Nesa yang mendapat perlakuan seperti itu pun tersenyum kaku, ia tidak biasa diperlakukan seperti ini,
"Aku benar-benar jadi ratu disini" Batin Nesa
Renata yang melihat tingkah norak Nesa pun tersenyum sinis,
"Bagaimana Vino memilih istri yang norak dan kampungan ini.. " Batinnya yang tidak suka melihat Nesa
"Hubby ini lauknya.. " Ucap Nesa memberikan lauk kepada Vino
"Hahaha dia panggil putraku apa? Hubby, kaku sekali mulutnya, pasti dia benar-benar orang kampung! " Kekeh Renata yang bergumam di dalam hati
Mereka kemudian makan bersama, tidak ada yang berbicara hanya suara denting garpu dan sendok yang sedang beradu di dalam piring.
Setelah selesai makan, Vino segera bersiap-siap berangkat ke kantornya, Nesa mengantarkan sampai depan pintu rumah..
"Hati-hati,.. " Ucap Nesa tersenyum kepada Vino
Cup..
Vino mencium kening Nesa, ia memeluk Nesa sebentar lalu melepaskan kembali.
"Jangan keluar rumah jika tidak penting, dan jika ingin keluar rumah, minta pak supir untuk mengantarnya.. " Ucap Vino lalu masuk kedalam mobilnya..
__ADS_1
Setelah mobil melaju dari kediaman rumah Vino, Nesa masuk dan dia dikejutkan dengan keberadaan Renata di belakang pintu
"Ibu!! " Sapa Nesa tersenyum ramah
"Jangan panggil saya dengan sebutan itu! Saya bukan ibumu.. " Renata berkata dengan kesal
"Maaf,.. " Nesa menundukan kepalanya,
"Galak banget.. " Batin Nesa
"Dan jangan harap kamu bisa bersenang-senang dirumah ini,.. " Ucap Renata dengan menampilkan senyum misterius
"Pelayan!! " Teriak Renata.
Ketua pelayan datang dengan tergesa-gesa
"Iya nyonyah!! " Jawabnya dengan nafas tidak teratur, ia memegang dadanya tetapi pandangannya menunduk
"Kamu ingin saya anggap sebagai menantu?? " Tanya Renata kepada Nesa
"I-iya.. " Jawabnya dengan terbata-bata
"Baik, lakukan pekerjaan rumah tanpa dibantu pelayan, dan ingat jangan mengadu kepada Vino, atau aku tidak akan merestui pernikahan kalian!! " Ancaman Renata berhasil membuat Nesa mendongakan kepalanya, ia memohon kepada Renata agar merestui pernikahannya dan ia menyanggupi semua permintaan ibu mertuanya
"Jangan bu, aku akan melakukan apa saja yang diperintahkan oleh ibu.." Ucap Nesa memohon
"Baik, sekarang kau ikut dengan pelayan,.. "
"Dan kau beri pekerjaan semua pekerjaan untuknya.. " Renata tersenyum penuh kemenangan
"Ba-baik nyonya.. "
Kemudian Nesa mengikuti kepala pelayan itu dania memulai bekerja dengan mencuci piring disambung mengepel lantai..
Oh Tuhan, rumah ini 3 lantai, dia tidak bisa mengerjakan sendiri, tetapi Renata selalu mengawasinya, ketua pelayan yang bernama susi merasa kasihan dengan Nesa tetapi ia juga tidak bisa membantunya
Pagi berganti siang, Nesa hampir selesai mengerjakan semua pekerjaan rumah, tepat pada pukul 1 siang ia sudah selesai, keringat ditubunya bercucuran membasahi bajunya.
"Kamu, tolong cabutkan rumput dihalaman depan sana!! " Renata memerintahkan Nesa, baru saja nesa duduk untuk menghilangkan capenya, ia sudah disuruh mengerjakan pekerjaan lain
"Oh ya, lebih baik gunakan tanganmu itu,.. " Ucap Renata kembali
.
.
.
.
.
.
Hay gaes, Mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat
Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote dan hadiah🎁)
........ #Happy Reading😘#.......
.......
__ADS_1