
Ke esokan harinya, Nesa tersadar, kepalanya begitu berat beberapa kali dia mengerjapkan matanya, Nesa tersenyum saat suaminya memegang erat tangannya, dia perlahan melepaskan genggaman tangan suaminya
"Hubby.. " Panggil Nesa sambil mengelus kepala Vino
Vino menggeliat, dia membuka matanya perlahan dan melihat istrinya sudah terbagun dan sedang menatapnya
"Sudah bangun! "
Nesa tersenyum lalu menjawab "Iya, apa kamu yang menjagaku semalam? "
Vino tersenyum lalu dia bangkit, dia mengelak, terlalu gengsi untuk berbicara yang sesungguhnya kepada istrinya
"Apa aku tidak mempunyai pekerjaan sampai-sampai aku harus menjagamu, aku memerintahkan pelayan untuk menjagamu, waktu kamu bangun, aku baru tiba di kamar lalu tak sadar tertidur disampingmu?? " Ucap Vino sambil berjalan menuju kamar mandi, dia melihat sudah pukul 6 pagi
Nesa tersenyum, dia tahu jika suaminya sedang berbohong, walaupun suaminya berbohong tapi dia bisa melihat ketulusan di mata suaminya
Drttt....
Bunyi pesan masuk di ponsel Nesa, segera dia melihat ternyata sekertarisnya yang mengirim pesan
"Maaf Nona, hari ini ada pemotretan, apakah anda akan memantaunya sendiri atau saya menyuruh karyawan lainnya.. "
"Biarkan aku memantaunya sendiri, jangan repotkan karyawan lain.. " Balas Nesa pada sekertarisnya
Setelah membalas pesan sekertarisnya, Nesa bangkit dari tidurnya, sedikit pusing kepalanya tapi dia paksakan, dia harus turun ranjang untuk menyiapkan pakaian kerja suaminya
Setelah menyiapkan pakaian suaminya, dia duduk di sofa menunggu sang suami selesai mandi
"Aku benar-benar pusing.. " Gumamnya sambil menutup matanya
Pintu kamar mandi terbuka, terlihat Vino keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk putih yang dililitkan di pingganya
"Hubby aku sudah siapkan pakaianmu,.. " Ucap Nesa sambil menujuk pakaian di atas ranjang
Vino berjalan, dia menghiraukan ucapan istrinya, setelah tidak mendapat respon dari suaminya, Nesa bangkit dan masuk kedalam kamar mandi, tubuhnya dia senderkan ke dinding tembok, pusing yang menyerang semakin menjadi
Lama Nesa berada di kamar mandi tapi Vino tidak mendengar suara gemercik air,
Sampai Vino selesai berpakaian dia belum juga mendegar suara gemercik air, tiba-tiba pikiran gelisah, dia takut istrinya pingsan lagi,
Tokk... Tokk...
Vino mengetuk pintu kamar mandi, tapi tak ada sahutan dari dalam kamar mandi, hati Vino semakin gelisah dan cemas memikirkan istrinya.
Dia mengetuk pintu kamar mandi lagi, tapi nihil tak ada hasil,
Brakk...
Pintu kamar mandi dibuka paksa oleh Vino, dia bisa melihat istrinya sedang menangis tersedu-sedu di ujung sudut kamar mandi
Perlahan dia mendekat lalu memeluk istrinya yang sedang menangis
Nesa mendongak, dia melihat suaminya.
"Hubby, ada apa?? " Tanya Nesa sambil membersihkan air matanya
__ADS_1
"Ada apa kamu bilang?? Aku memanggil dan mengetuk pintu tapi sama sekali tidak ada sahutan darimu, aku takut kamu pingsan lagi!!" Ucapnya sambil melepas pelukannya
Nesa tersenyum, dia mencoba memeluk suaminya
"Maafkan aku hubby, aku bersumpah aku tidak pernah berselingkuh dibelakangmu.. "
"Aku sudah tidak tahan, aku tidak tahan melihat istriku menderita seperti ini.." Batin Vino menjerit, dia melepaskan pelukan istrinya lalu mengusap air mata yang masih membasahi pipi istrinya
"Sudah, jangan difikirkan lagi, aku mempercayaimu.. "
Pada akhirnya kekuatan cinta mengalahkan egonya, Vino mau memaafkan istrinya karna memang dari awal istrinya tidak bersalah, tapi bagaimana dengan Vicky? Vino masih tidak percaya dengan video tersebut,
"Hei lain kali jangan seperti ini lagi, kamu membuatku khawatir,.. " Ucap Vino lagi
"Terimakasih hubby.. "
Lalu Vino meninggalkan istrinya dikamar mandi, dia menunggu di sofa sambil mengecek salah satu laporan meeting di laptopnya sesekali dia menelfon sekertaris Sean untuk mengatasi masalah diperusahaan
"Hubby.. " Panggil Nesa yang sudah berpakaian rapih.
Vino mendongak menatap istrinya lalu bangkit dan menyuruh Nesa mengganti pakaian
"Ganti pakaianmu,.. "
"Memangnya ada apa dengan pakaianku?? " Tanya Nesa sambil melihat pakaian yang melekat ditubuhnya
"Gak ada yang aneh.. " Sambungnya lagi lalu menatap suaminya
Vino menyentuh kening istrinya,
"Sudah turun, tapi wajahmu masih terlihat pucat.. "
"Lebih baik kamu dirumah saja, jangan bekerja dulu.. "
"Tidak bisa hubby, hari ini ada pemotretan dan aku ingin memantaunya secara langsung.. "
"Bisa tidak sih sekali saja kamu nurut sama suami!" Bentak Vino membuat Nesa terkejut
"Ma-maaf hubby.."
"Cepat ganti pakaianmu!!"
"Ta-tapi hari ini aku harus masuk ke kantor hubby.. "
"Memangnya berapa gajimu! biar aku ganti sekarang juga bila perlu aku akan ganti lebih dari gajimu!!" Ucap Vino yang tanpa sadar membuat hati Nesa sakit, dia tersinggung dengan ucapan suaminya
"Maaf, aku tahu kamu mempunyai segalanya, dan kamu bisa membeli apa yang kamu mau, tapi aku kecewa denganmu by!!
" Satu lagi ini bukan masalah gaji tapi ini masalah tanggungjawab ku terhadap perusahaan Reza, dia sudah mempercayai aku untuk mengelola perusahaannya, dan aku tidak mau mengecewakan Reza.."
Vino tersenyum tipis saat istrinya berani melawannya,
"Sikapmu sudah berubah Nes!! aku seperti tidak mengenali Nesa istriku,.."
"Aku atau kamu yang berubah by!! "
__ADS_1
"Nes!!" Geram Vino, dia berusaha menahan amarahnya yang sudah memuncak
"Apa! kamu mau tampar aku seperti ibu menamparku by!!"
Vino duduk kembali di sofa, dia mengetik pesan untuk seseorang lalu meletakkan ponselnya di sofa,
Nesa mengambil tas lalu berjalan keluar kamar, tapi setelah membuka kamar, kamar itu ternyata terkunci
"Hubby, kenapa dikunci, aku harus pergi.."
Vino diam, dia fokus pada laptopnya, Vino lakukan ini demi kebaikan istrinya, dia tidak mau istrinya jatuh sakit karna memikirkan pekerjaan.
Nesa menutup laptop Vino secara paksa, tapi tetap saja Vino diam tanpa suara, bahkan dia terlihat sangat tenang
"Berikan kuncinya, aku harus pergi.." Ucap Nesa memegang kepalanya, tiba-tiba dia merasa pusing, tapi dia tahan karna dia tidak ingin Vino cemas,
Nesa berjalan mendekat dia duduk disamping suaminya, rengekan manja keluar dari mulut Nesa, wajahnya di buat semelas mungkin.
"Istirahatlah.."
"Tapi..."
Bunyi ponsel Nesa menghentikan ucapan Nesa, dia merogoh ponselnya yang berada di tas.
"Haloo Vier.."
"Selamat pagi Nona, pemotretan akan dimulai dan Nona Selena beserta model lain sudah siap, kami disini hanya menunggu Nona saja, apa Nona sudah berada di perjalanan??" Tanya Vier disebrang sana
Nesa menatap suaminya yang sedang bersender sambil memejamkan matanya di kursi,
"Vier lakukan saja dulu, aku akan datang terlambat,.."
"Baik Nona, kita akan mulai.."
Panggilan diputus oleh Nesa, dia memasukan ponselnya di dalam tasnya
"Hubby,.."
"Aku sibuk!!"
.
.
.
.
.
.
Hay gaes, Mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat
Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorit, komen, vote dan hadiah🎁)
__ADS_1
.......... #Happy Reading😘#..........