Menikah Dengan Sahabat Kekasihku

Menikah Dengan Sahabat Kekasihku
Episode 88- Kemesraan Sepasang Kekasih


__ADS_3

Sesampainya Vino diapartemen hari sudah sangat larut malam, sebelum dia kembali ke apartemen, Vino pergi kerumah ibunya untuk mengambil beberapa pasang pakaian istrinya


"Sayang" Vino mencari keberadaan istrinya tapi dia tidak melihat istrinya, di cari di dapur juga tak ada, sekarang Vino benar-benar gelisah, ingatannya istrinya pergi dari rumah mulai diingat kembali


"Sayang kau dimana?? " Teriak Vino,


Setelah melihat pintu balkon sedikit terbuka, Vino berjalan dan melihat istrinya sedang melamun, hembusan nafas lega Vino terdengar begitu indah


Vino menatap istrinya yang sedang melamun menatap langit malam, udara yang dingin membuat Nesa mengusap kedua pundaknya dengan tangan disilangkan,


"Sayang" Vino menaruh kepalanya di ceruk leher sang istri, tangannya dia lingkarkan ke pinggang ramping Nesa


Nesa terkejut saat ada tangan yang melingkar di pinggangnya


"Kau sudah pulang by? " Tanya Nesa, dia menggenggam tangan suaminya


"Hem, kenapa melamun, apa ada masalah? "Sesekali Vino mengecup leher istrinya membuat sang istri menggeliat geli


"Hubby hentikan" Cegah Nesa saaat tangan Vino sudah menyelusup kedalam baju Nesa


"Sayang kau mau menggodaku"


"Kenapa kamu tidak memakai dalaman" Sambung Vino saat memegang kedua benda kenyal kesukaannya tidak terbungkus


"Siapa yang menggodamu, aku lupa membeli pakaian untuku, dan tidak mungkin juga aku memakai pakaianku yang tadi, karna pakaianku sudah basah"


"Maaf ya, aku memakai pakaian mu"


Vino tersenyum "Kenapa harus meminta maaf, aku suka kamu memakai pakaianku sayang, apalagi tanpa dalaman, kau terlihat sangat sexy"


"Modus, "


Nesa membiarkan tangan suaminya berkeliaran di tubuhnya, "Apa kamu pergi menemui Alex? " Akhirnya rasa penasaran Nesa tak dapat dia pendam


"Tidak, aku pergi kerumah ibu, untuk mengambil pakaianmu, aku belum menyiapkan pakaianmu di apartemenku sayang,"


"Sayang aku menginginkanmu" Sambung Vino kembali


"Aku baru saja mandi, dan kamu bisa lihat sendiri aku memakai pakaianmu"


"Ayolah, aku sudah lama berpuasa" Rengek Vino,


Tak bisa menunggu lama jawaban sang istri, Vino memutar tubuh istrinya lalu menggendong membawa masuk ke dalam kamar mereka


"Hubby, jangan seperti ini, aku malu, turunkan aku"


"Malu? Malu pada siapa? Disini hanya ada kita berdua, dan kau tahu mulai sekarang kita akan hidup berdua tanpa Ayah dan Ibu"


"Aku mencintaimu Nes, sangat mencintaimu, jangan pernah tinggalkan aku lagi" Sambung Vino merebahkan tubuh istrinya ke ranjang king size nya


Dengan perlahan tapi pasti, Vino merangkak mengunci tubuh Nesa dia mencium dan melu**t bibir mungil yang sudah menggodanya sedari tadi tak lupa tangannya sudah menyelusup kedalam baju, setelah meninggalkan tanda merah kehitaman di leher istrinya, Vino melepas paksa pakaian Nesa dan sekarang mereka sudah polos tanpa sehelai benang,


Beberapakali Nesa mendes*h akibat permainan suaminya, dan beberapa kali mereka melakukan penyatuan,


Melepas rindu dengan cara saling menghangatkan di ranjang berharap akan tumbuh buah hati untuk mempereratkan rumah tangga mereka, semoga Tuhan memberikan dan mewujudkan keinginan sepasang suami istri yang saling mencintai


Ke esokan harinya, apa yang diucapkan Alex menjadi kenyataan, kini di pagi hari Vino melihat posting ibunya di sosial media bahwa sang ibu sedang berpose akrab dengan Bella, mereka tampak tersenyum bahagia


"Jika yang dikatakan Alex benar, bahwa ibu target utama Bellaa, apa yang harus aku lakukan, apa aku terima tawaran Alex untuk dekat dengan Bella, tapi jika Nesa tahu, pasti Nesa akan marah besar, tapi jika tidak ada yang menghentikan Bella, aku takut dia akan mencelakai ibu jika ibu tidak bisa mendekatkan Bella denganku" Gumam Vino di dalam kamarnya


Krek


Pintu kamar mandi terbuka, Nesa keluar dengan handuk yang melilit ditubuhnya


"Hubby, apa yang kau pikirkan? " Tanya Nesa sambil mencari pakaiannya yang masih berada di koper


"Hubby" Panggil Nesa lagi


"Eh, iya sayang"


"Apa ada masalah?? "


"Tidak"

__ADS_1


Nesa berjalan kedalam kamar mandi sambil membawa pakaiannya, dia ingin mengecek keadaan perusahaan Reza, ntah kenapa Nesa merindukan keributan dan ketegangan karyawannya


Dari arah luar kamar mandi, terdengar ketukan pintu, Nesa masih mengabaikannya, dia berusaha menarik resleting di punggungnya, menggunakan dres dengan kerah tinggi akan membuat bekas kepemilikan suaminya tidak terlihat di mata orang,


Nesa tersenyum, dia menyentuh tanda merah kehitaman tersebut


"Nes, buka pintunya"


"Nes!! "


"Sayang!! "


"Kamu tidak apa-apakan didalam sana! " Ucap Vino yang tengah khawatir karna istrinya tidak membalas ucapan Vino


Krek


Pintu terbuka, Nesa menggerutu kesal, "Hubby jangan lebay deh, aku tidak apa-apa"


"Maaf sayang, aku takut terjadi sesuatu padamu di dalam kamar mandi, habisnya dari tadi kamu diam saja" Ucap Vino, tak sengaja Vino melihat istrinya menarik resleting belakang dengan kesusahan


"Biar aku bantu"


"Berbaliklah" Sambungnya lagi


"Mau kemana? Kenapa sudah rapih? Apa kamu tidak lelah, bukankah kita bermain sampai pagi? " Tanya Vino sambil menaikan resleting pakaian istrinya


"Ke kantor, mau mengecek perusahaan by"


"Pakai pakaian seperti ini? " Tanya Vino sambil meneliti pakaian istrinya


"Dres tanpa lengan, tidak cocok sayang" Sambungnya lagi


"Aku mencari aman hubby, apa kau tidak lihat tanda merah di sekujur leherku, apa kau ingin aku di tatap semua karyawan sewaktu tiba dikantor"


"Aku akan memakai blazer juga by"


"Hem baiklah, lihatlah" Vino menyeret istrinya ke depan cermin


Nesa terlihat bingung dengan ucapan suaminya, menurutnya ucapan suaminya terlihat ambigu


"Maksudmu apa by, apa kamu berniat mencari wanita lain"


"Tidak sayang, aku sudah memilikimu, istri yang mau menerima keadaanku yang tidak sempurna, istri yang tidak egois, istri yang patuh pada suami, bahkan aku rasa tidak pantas mendapatkanmu, kamu seperti malaikat yang turun dari langit untuk menghiasi hari-hariku"


"Maafkan aku yang selama ini sudah tidak mempercayaimu"


"Aku sudah memaafkanmu by, lebih baik kita pergi, kita harus cari sarapan diluar, aku tidak masak hari ini, badanku terasa lelah"


"Lalu antar aku keperusahaan Reza"


"Apa kamu tidak berniat memakai mobil sendiri? Aku sudah membawa mobil dari rumah ibu untukmu"


Nesa menggenggam tangan Vino lalu dia tersenyum "Aku slalu ingin dekat dengamu by"


"Aku masih merindukanmu"


"Kalau begitu lebih baik kita tidak usah berangkat ke kantor, kita habiskan hari kita di kamar" Ucap Vino membuat Nesa merinding


"Jangan by, lebih baik kita berangkat ke kantor, bisa remuk badanku,"


"Ayo, cepat siap-siap, aku akan menunggumu" Nesa mencoba melepaskan tangan suaminya yang sedang melingkar ditubuhnya


"Kita lakukan sekali saja"


"Tidak by, ini sudah siang, apa kamu tega membiarkan aku kelaparan, bisa-bisa aku pingsan saat melayanimu" Jawab Nesa dengan wajah dibuat semelas mungkin


"Aku sudah menolak dan aku juga sudah dosa, tapi badanku sudah lemas, cukup malam tadi aku mengikutimu beberapa kali permainan, bisa-bisa jika aku mengikuti ucapanmu aku tak bisa berjalan hari ini" Batin Nesa


"Baiklah, siang ini aku akan menjemputmu, kita akan pergi kerumah sakit"


"Siapa yang sakit by, kenapa harus siang ini, jika urgent, sekarang juga tak apa, memang siapa yang sakit" Tanya Nesa cemas, tiba-tiba terlintas wajah ibu dan Ayah mertuanya


"Tidak ada yang sakit, aku cuma mau berkonsultasi pada Anton"

__ADS_1


"Oh bilang yang jelas dong" Ucap Nesa sambil mencubit pinggang suaminya


"Sakit sayang,hahaha"


"Sakit ketawa, kalau sakit harusnya nangis"


"Bayi dong kalau nangis"


"Hahaha, ya sudah nanti jemput aku dikantor by, "


.......


Setelah perdebatan dan perjalanan yang cukup panjang, akhirnya Nesa dan Vino sudah tiba di depan kantor milik Nesa yang diwariskan oleh Reza,


"Hubby aku masuk dulu"


"Aku gak dapat hadiah" Tanya Vino cemberut, dia masih mengunci pintu mobilnya


"Hadiah? " Ucap Nesa mengerutkan keningnya


"Apa hari ini hari ulang tahunmu? Tapi aku rasa bukan, ulang tahunmu masih lama, dan tanggal ini juga bukan anniversary kita, jadi hadiah untuk apa hubby? " Sambungnya kembali


Vino menggerutu kesal, dia gemas dengan tingkah istrinya "Memangnya memberi hadiah harus ada hari atau tanggal khusus, "


"Lalu hadiah apa by, beneran deh aku tidak menyiapkan hadiah"


Vino menunjuk pipi kanan dengan jarinya, seketika Nesa terkekeh, dia baru maksud hadiah yang dimaksud suaminya


"Kenapa setelah aku kembali, kamu semakin lebay by haha" Nesa memegang dagu Vino lalu mencium pipi kanan dan kiri, tidak lupa dia mengecup sekilas bibir suaminya, membuat si pemilik bibir tersenyum senang


"Ini penyemangat kerjaku sayang, ingat yang aku ucapkan tadi di kamar, cinta Vino hanya untuk Nesa istri kesayangannya" Vino memeluk istrinya lalu melepaskan kembali, dia membuka pintu mobil lalu berlari memutar untuk membuka pintu mobil istrinya


"Kenapa sikapmu berubah by, kau begitu romantis tapi kata-kata yang diucapkan sedari tadi menurutku mengandung makna lain" Batin Nesa, dia menatap suaminya yang sedang berdiri di dekat pintu yang terbuka


"Silakan Nona, eh Nyonya Vino" Vino memberi hormat seakan-akan Vino supir Nesa yang harus menunduk hormat


"Jangan seperti itu, kau membuatku curiga" Ucap Nesa sambil keluar mobil, ditutupnya pintu mobil kembali


"Sayang" Vino mengecup kening istrinya lalu memeluknya erat


"Semangat bekerja" Sambungnya lalu melepaskan pelukannya


Vino masuk kedalam mobilnya, sebelum mobil itu melaju Vino menyempatkan melambaikan tangannya lalu pergi meninggalkan Nesa yang mematung


"Dia benar-benar berubah," Ucap Nesa masuk kedalam kantornya, semua karyawan yang berpapasan dengannya akan menunduk hormat,


"Vier, apa saja jadwalku hari ini" Tanya Nesa pada Sekertarisnya yang sedang berkutat di komputernya


"Nona, maaf Nona, saya tidak tahu jika Nona sudah kembali, " Vier berdiri lalu memberi hormat, dia mengambil buku catatan yang selama ini untuk menulis kegiatan atasannya


"Nona, setiap hari tuan Vino dan Vicky selalu menghandel urusan kantor walaupun kondisi Tuan Vino kacau"


"Jadi hari ini tidak ada jadwal meeting, oh ya Nona, diatas meja ada beberapa berkas yang harus Nona tanda tangani"


"Baik, terimakasih Vier, silahkan kembali bekerja"


"Baik Nona.. "


.


.


.


.


.


Hay gaes, Mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat


Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote dan hadiah🎁)


...... #Happy Reading😘#.......

__ADS_1


__ADS_2