
Pandangannya tertuju pada istrinya yang sedang menggendong baby Revan
"Sayang, ayo kita pergi" Ucap Vino menghampiri istrinya yang diikuti Selena
"Maafkan aku Nes, aku tidak bermaksud memeluk suamimu, maafkan aku Nes, jangan salah paham" Ucap Selena yang merasa bersalah
"Sayang kamu gak marah kan? aku hanya membela kebenaran aja" Imbuh Vino
Tak ingin menjadi masalah, Nesa pun tersenyum membuat hati kedua orang yang sedang menatap cemas menjadi lega
"Aku paham kok, ya sudah jangan di fikirkan, ayo kita pulang"
"Sebentar, aku mau mengambil beberapa baju dan foto di apartemen Vicky"
"Tunggu sebentar" Ucap Selena
Setelah mendapatkan anggukan dari Vino dan Nesa, Selena langsung berlari membuka apartemen Vicky, dia masuk dan menutup kembali, semua kenangan manis dan pahit terjadi ditempat ini
Air mata Selena kembali jatuh membasahi pipinya, bayangan Vicky yang sedang duduk menonton TV dan bercanda ria di kamar begitu jelas diingatnya,
"Aku masih tak percaya kamu sudah meninggalkanku untuk selama lamanya
" Begitu banyak kenangan di apartemen ini, aku merindukanmu ky hiks.. hiks.. "
Diambilnya bingkai foto yang terdapat foto Vicky, "Aku akan membawa kamu sayang kemanapun aku pergi" Ucapnya sambil meraba bingkai foto itu
Lalu dia berjalan menuju kamar, parfum Vicky, laptop Vicky yang masih berada di atas kasur membuat dirinya tak kuasa menahan air matanya, susah payah air matanya dia tahan tapi tetap saja tidak bisa,
"Pagi tadi, kamu masih ada disini, bermain laptopmu"
"Dan sore hari ini kamu sudah pergi meninggalkanku"
Setelah mengambil pakaian dan barang-barang yang menurutnya bisa dijadikan kenangan untuk mengingat Vicky, Selena pun segera keluar apartemen, tak lupa dia menghapuskan air matanya agar tak terlihat cenggeng di mata orang yang melihat
"Aku sudah membawa barang-barangku," Ucap Selena pada Nesa dan Vino
"Om, ini kunci apartemen Vicky, tolong om jaga apartemen ini, karna disini banyak kenangan Vicky, susah senang kehidupan Vicky " Selena memberikan kunci apartemen Vicky pada Rayhan yang baru saja bangkit sambil menahan rasa sakitnya
"Kemarikan cucuku! "
"Nes, berikan anak Vicky pada Ayah" Rayhan menghampiri Nesa tapi dengan cepat Vino menghadangnya
"Aku akan merawat Revan, biarkan dia tinggal bersamaku" Ucap Vino lalu menggenggam tangan Selena dan Nesa menggunakan kedua tangannya, dengan posisi Vino di tengah-tengah kedua wanita cantik
Setelah merasa aman, Vino melepaskan genggaman tangan yang menggenggam Selena,
"Maafkan aku, aku sudah menyusahkan kalian berdua, aku bisa mengontrak atau mengebor agar tidak menyusahkan kalian, lagi pula aku masih mempunyai sedikit tabungan dari uang bulanan yang diberikan Vicky" Ucap Selena saat sudah berada di dalam mobil
Nesa hanya diam, dia tidak tahu harus menjawab apa, kehadiran Selena dirumahnya pasti akan membuat dirinya menahan kecemburuan, karna perlakuan Vino yang sangat peduli dengan Selena, tapi jika dia membiarkan Selena hidup sendiri bersama anaknya, dia sama saja seperti orang yang egois mementingkan urusan pribadinya
__ADS_1
"Aku sudah berjanji dimakam Vicky, aku akan merawat kalian "
"Dan aku tidak mau bantahan! " Ucap Vino yang masih fokus menyetir mobil, Nesa hanya memandang suaminya, dia tidak mengiyakan ucapan suaminya
Tak mendapat respon dari istrinya, Vino pun menoleh pada istrinya yang sedang menatapnya
"Sayang, ada apa? apa kamu keberatan jika Selena dan baby Revan tinggal bersama kita?" Tanya Vino yang sesekali melirik Nesa
"Jika aku bilang keberatan apa aku dianggap egois? dan selama ini juga hanya kak Vicky yang selalu membantuku" Gumam Nesa dalam hati
"Eh gak kok, Selena sudah aku anggap seperti keluargaku sendiri,"
"Sel, kamu terima saja tawaran Vino" Ujar Nesa pada Selena
Selena sangat bersyukur mempunyai teman seperti Nesa dan Vino yang mau menampungnya saat kesusahan
"Terimakasih, kalian semua memang orang baik, Vicky pasti beruntung mempunyai adik sepertimu Vin, dan kamu Nes"
Tak membutuhkan waktu lama, akhirnya mereka sampai dikediaman Vino, mereka masuk dan langsung disambut oleh para pelayan
"Bi, tunjukan kamar untuk Selena ya, karna mulai hari ini, dia akan tinggal disini"
"Berikan kamar yang terbaik" Ucapnya lagi
"Baik Tuan"
"Mari ikut saya Non," Aja bibi pada Selena
"Sama-sama Sel, aku gak merasa direpotkan, aku ikhlas membantumu,"
"Yang sabar ya, hadapi semuanya dengan ikhlas,"
"Iya Nes, ya sudah aku pamit ke kamar, sekali lagi aku ucapkan terimakasih banyak pada kalian, terutama padamu Vin, kamu tidak perlu membiayai aku terus menerus, aku akan mencari kerja dan aku tidak ingin bergantung padamu"
"Aku sudah berjanji, dan aku tidak mau mengingkari janjiku ini, apalagi aku berjanji pada kakaku" Ucap Vino
"Baiklah, ya sudah aku permisi"
"Ayo bi"
Setelah melihat Selena menjauh, Nesa langsung masuk kedalam kamarnya meninggalkan Vino sendiri di ruang tamu
Merasa ada yang tak beres dengan sikap istrinya, Vino pun langsung mengejar istrinya ke kamar
"Sayang" Panggil Vino saat sudah didalam kamar
"Sudah sanah mandi, lihat pakaianmu sudah bau keringat dan bau tanah" Nesa mendorong tubuh suaminya masuk kedalam kamar mandi, dia bingung harus menyikapi situasi ini seperti apa
"Sayang, kamu marah? " Ucap Vino memastikan istri kecilnya
__ADS_1
"Marah kenapa? apa aku terlihat seperti orang yang sedang marah? sekarang aku mau kamu mandi, bau keringatmu menyengat banget"
"Iya iya, " Vino langsung masuk kedalam kamar mandi,
Setelah mendengar gemercik air di dalam kamar mandi, Nesa langsung berjalan menuju balkon kamarnya, dia memandangi matahari yang sedang tenggelam dan akan digantikan dengan bulan
"Kak, apa aku egois, jika aku tak ingin suamiku disentuh oleh wanita lain termasuk istrimu? "
"Aku takut kak, aku takut jika cinta mereka tumbuh lagi"
"Apa yang harus aku lakukan" Gumam Nesa sambil memandang lurus kedepan, tangannya memegang pembatas besi balkon
"Bagaimana jika itu semua terjadi, apa aku sanggup kehilangan dia dan apa aku sanggup melihat mereka bahagia diatas penderitaanku kak,"
Tak terasa matahari sudah berganti dengan bulan dan bintang,
Vino yang baru saja selesai dari ritual mandinya pun mencari keberadaan istrinya,
"Sayang" Panggil Vino mesra sambil melingkarkan tangannya dipinggang ramping Nesa
"Sudah selesai?"
"Ada apa hemm? kenapa sikapmu berubah semenjak pulang dari pemakaman Vicky,? " Tanya Vino
"Emm, aku biasa saja, aku mau mandi, tubuhku terasa lengket"
"Sayang, apa yang aku lakukan kepada Selena itu murni karna aku kasihan padanya, kamu jangan pernah berfikir buruk tentangku".
Hay gaes, yuk jika berkenan, mampir ke novel ke 3 ku
Judulnya " Partner Ranjang Om Duda(Mafia)
.
.Jangan lupa mampir dan berikan like, komen, vote dan hadiah🎁, t
terimakasih untuk kalian semua yang sudah mendukungku sampai saat ini
.
.
.
Hay gaes, mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat karna aku sedang mengajar 60k kata
Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote dan hadiah🎁 )
__ADS_1
....... #Happy Reading😘#......