Menikah Dengan Sahabat Kekasihku

Menikah Dengan Sahabat Kekasihku
Episode 141-Hilang


__ADS_3

"Apa tidak bisa sekarang bu? "


"Saya khawatir dengan anak saya yang dirumah" Tawar Selena


"Kalau jam segini, suami saya belum sampai mbak, dan lagipula hari sudah sore"


"Jika mbak, terburu-buru mbak bisa jalan kaki melewati hutan ini lalu disana ada jalan kecil dan mbak bisa jalan sampai ujung, nanti mbak bisa menemukan angkot untuk mengantarkan mbak ke terminal" Ucap Ibu sisi lembut


Menyadari Selena tak membawa dompet dan tasnya, akhirnya Selena menurut menginap di rumah bu sisi, dia juga tak berani melewati hutan itu sendiri di sore hari seperti ini, sama saja dia masuk kedalam lubang buaya, bagaimana kalau selena bertemu kembali dengan anak buah yang menyekapnya tadi di tengah hutan


Di rumah sakit, tepatnya di ruangan Nesa, sekertaris Sean sedang mengabarkan pada Vino bahwa Selena sampai petang ini belum kembali, cemas dan khawatir begitu yang dirasakan Vino, dia tak ingin mengecewakan Vicky atas kelalaiannya menjaga Selena


Bibi juga baru saja mengabari pada Vino bahwa baby Revan menangis tak ingin berhenti


"Ada apa? " Tanya Nesa saat Vino selesai berbicara dengan sekretarisnya


"Tidak ada apa-apa sayang, jangan khawatir, sekarang yang harus kamu fikirkan adalah kesehatanmu sendiri" Jawab Vino sambil mengusap punggung tangan istrinya, membuat Nesa semakin curiga, padahal dia melihat raut wajah suaminya yang gusar


"Jangan bohong, atau aku akan marah padamu! " Ancam Nesa


Vino menghembuskan nafasnya "Kita baru saja baikan Nes, dan aku bilang tidak ada apa-apa"


"Yakin? "


"Iya yakin sayang"


"Hari sudah larut, dan aku sudah menyuruh Sean untuk mengambil perlengkapan kita" Vino mengalihkan pembicaraan


Di gedung tua yang Rayhan sewa


"Bodoh! kalian berusaha menipuku haha!!" Pekik rayhan yang baru saja tiba di gedung tua


"Ampun boss, dia memukulku dengan vas bunga" Ucap anak buahnya yang sempat pingsan karna Selena


"Bedebah! preman lemah! "


"Kenapa tidak kalian ikat saja di bangku itu hah! "


"Dasar bodoh! bodoh!!" Ucap Rayhan dengan lantang


Melihat kedua anak buahnya diam saja tak ada pergerakan membuat Rayhan semakin geram


"Kenapa masih diam saja!! jika dia kabur cari dia sampai ketemu!! aku yakin dia masih berada disekitar sini! " Pekik Rayhan

__ADS_1


"Menangkap satu wanita saja kalian tidak bejus! "Maki nya lagi saat melihat kedua anak buahnya pergi meninggalkannya sendiri di gedung tua


Brakkk..


Rayhan menendang kursi kencang lalu menabrak tembok " Aku tidak bisa membiarkan dia lolos, jika dia lolos lalu mengadu pada Vino, aku bisa dibenci anakku"


"Demi menghilangkan jejak kematian Vicky aku harus menyingkirkan semua orang yang mencurigaiku, karna aku tak mau masuk penjara" Ucap Rayhan mondar mandir menunggu kabar dari kedua anak buahnya


Disaat Rayhan sedang melamun memikirkan keberadaan Selena, ponselnya bergetar, dia langsung merogoh ponselnya berharap ada kabr dari kedua anak buahnya yang sedang mencari Selena


"Beruntung aku memakai jaringan ***** jadi disaat semua susah sinyal, aku tak perlu repot-repot mencari sinyal " Gumam Rayhan lalu melihat nama penelfon di layar ponselnya


"Vino? ada apa Vino menelfonku" Batin Rayhan langsung menggeser tombol hijau


"Iya ada apa Vin? " Ucap Rayhan saat telfonnya sudah terhubung


"Huh! dimana Ayah sembunyikan Selena?" Tak mau berbasa basi, Vino langsung berbicara pada intinya, membuat Rayhan membulatkan matanya tak percaya,


"Bagaimana dia bisa tahu kalau aku yang menyembunyikan wanita murahan itu? " Gumam Rayhan dalam hati


"Apa maksudmu vin? menyembunyikan wanita murahan itu? untuk apa ayah melakukan hal yang tak bermutu, membuang-buang waktu ayah saja" Jawab Rayhan mengelak,


Dari arah luar gedung, kedua anak buah Rayhan datang dengan wajah lesu "Maaf bos, kami tidak-" Ucapan anak buah Rayhan terputus saat Rayhan melototkan matanya


"Dimana Selena, apa Ayah tahu! sedari tadi baby Revan terus menangis merindukan ibunya! "


Mendengar nama cucunya disebut, hati Rayhan teriris, dia bahkan tidak memikirkan nasib cucunya, jika sudah seperti ini masalah akan menjadi rumit


"Ayah tidak tahu dimana Selena Vin" Ucap Rayhan jujur


"Aku tahu Ayah yang menyembunyikan Selena, cepat katakan! apa Ayah mau melihat cucunya menangis lalu sakit dan menyusul Vicky! sebagai orang tuan apa yang dilakukan Ayah sangat salah! "


"Demi ego dan dendam, Ayah rela melakukan sesuatu yang membahayakan keselamatan cucu Ayah"


"Pokoknya aku tidak mau tahu, bibi bilang persediaan ASI baby Revan sudah menipis, cepat kembalikan Selena,"


"Tapi Ayah tidak tahu dimana keberadaan Selena Vin, kalau kamu tidak percaya kamu boleh kesini,"


"Selena hilang, Ayah juga sedang mencarinya" Jawab Rayhan yang terlihat cemas, perkataan vino membuat dirinya berfikir tentang cucunya


"Sudah kuduga, ternyata dalang dibalik kejadian yang menimpa Selena karna ulah Ayah," Ucap Vino langsung mematikan telfonnya membuat Rayhan yang ingin berbicara.


Setelah panggilan sudah berakhir, Vino langsung menghubungi sekertarisnya,

__ADS_1


"Sean, lacak keberadaan ayahku, dan kerahkan semua anak buahmu untuk mencari Selena disekitar lokasi Ayahku"


"Cepat!!! " Pekik Vino di dalam kamar mandi, dia tak mau istrinya tahu jika Selena menghilang dan dia juga tak mau jika istrinya beranggapan bahwa dia peduli dengan Selena


Setelah menghubungi sekertarisnya, Vino langsung memasukkan ponselnya kedalam saku celananya dan beranjak keluar kamar mandi


Krek! pintu kamar mandi terbuka, dan Vino bisa melihat istrinya sedang duduk di ranjangnya sambil menatapnya lekat


"Apa benar Selena hilang? " Tanya Nesa pada suaminya, sebelumnya Nesa sudah mendengar semuanya karna dia mengikuti suaminya dan menguping dibalik pintu kamar mandi


Vino mengeryitkan keningnya "Selena dirumah sedang menjaga baby Revan, "


"Kenapaa kamu bertanya seperti itu sayang? " Ucap vino berbohong dia berjalan menghampiri istrinya lalu duduk di samping Nesa


Saat Vino mau meraih tangan Nesa, Nesa langsung menarik tangannya membuat Vino memutar bola matanya jengah "Iya, Selena hilang, tapi Sean sedang mencarinya" Akhirnya Vino jujur saat istrinya sudah menunjukkan ekspresi marahnya


"Hah! " mata Nesa membulat "Apa Selena di culik? tapi siapa yang menculiknya? lalu bagaimana dengan baby Revan,"


"Feeling ibu dan anak sangat kuat by,"


"Iya sayang, baby Revan terus menangis, apalagi bibi bilang persediaan ASI sudah menipis,"


"Jangan terlalu dipikirkan, Sean pasti menemukan keberadaan Selena, sekarang kamu istirahat ya," Titah Vino sambil membantu membaringkan tubuh Nesa diranjang


"Aku mau pulang by" Ucap Nesa yang tak betah di rumah sakit


"Aku bosan, dan aku mau menjaga baby Revan sampai Selena berhasil ditemukan, "


"Biar aku bicarakan dengan anton, sekarang tugasmu cukup beristirahat".


.


.


.


.


.


Hay gaes, Mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat


Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote dan hadiah🎁)

__ADS_1


........ #Happy Reading😘#......


__ADS_2