
"Cepat hubby, Selena semakin drop" Ujar Nesa yang ketakutan.
"Aku akan kesana, tunggu aku"
"Cepat ya by," Ujar Nesa panik
"Iya sayang"
Setelah panggilannya berakhir, Vino langsung berlari, dia pergi menuju rumah sakit dimana Selena dirawat
Tidak membutuhkan waktu lama agar Vino sampai dirumah sakit, setelah memarkirkan mobilnya, dia bergegas menuju ruangan Selena
Nafasnya tersenggal-senggal saat sudah sampai di dekat istrinya
"Bagaimana? bagaimana keadaan Selena, dia baik-baik saja kan Nes? " Tanya Vino sambil mengatur nafasnya
Nesa yang melihat kedatangan suaminya pun langsung memeluknya erat, airmata yang mengalir deras membasahi kemeja yang melekat ditubuh Vino
"Sayang, ada apa?
"Selena baik-baik saja kan? " Tanya Vino sekali lagi, dia mengusap punggung istrinya berulangkali berharap istrinya cepat tenang
Setelah merasa tenang, Nesa melepaskan pelukannya, dia menggelengkan kepala pertanda jika Selena tidak baik-baik saja
__ADS_1
"Sampai saat ini belum ada yang mau mendonorkan darahnya untuk Selena, dan sekarang kondisinya kritis, dokter sedang mengecek kondisi Selena.. aku takut by, aku takut jika Selena akan meninggalkan kita" Gumam Nesa yang langsung mendapat pelukan dari Vino
"Kamu yang tenang sayang, Selena akan baik-baik saja, aku yakin itu, lebih baik kita berdoa agar keadaannya cepat pulih dan semoga ada orang berbaik hati yang mau mendonorkan darahnya untuk dia" Jawab Vino yang berpura-pura tegar, dia langsung mendudukan istrinya di bangku yang berada didekatnya
"Iya by hiks.. hiks.. "
Setelah menunggu 30 menit, akhirnya dokter yang memeriksa keadaan Selena keluar dari ruangan, dia memberitahukan kabar buruk untuk Vino dan Nesa
"Maaf Nona, pasien ingin bertemu, dan pasien sangat kritis.. kita tidak bisa menunggu terlalu lama lagi untuk mendapatkan pendonor darah"
"Kami sudah berusaha semampu kami dok, tapi belum ada orang yang bersedia mendonorkan darahnya,"Ujar Vino
Zena yang mendengar jika keadaan Selena semakin parah pun langsung masuk dan mengabaikan ucapan dokter serta suaminya
Selena tersenyum, dia berusaha meraih tangan Nesa "Titip putraku, hanya kalian yang bisa aku percaya" Ucap Selena lirih dan terbata-bata
"Gak Sel, jangan bicara seperti itu, sebentar lagi Vino akan mendapatkan donor darah untukmu"
"Aku mohon bertahanlah"
"Ma-maafkan aku jika aku mempunyai salah padamu, aku titip Revan, jaga dia dan sayangi dia seperti kamu menyanyangi anakmu kelak,
" Terimakasih sudah mau menampung dan memberikan kehidupan yang layak padaku dan putraku
__ADS_1
"A-aku sudah tidak kuat lagi Nes" Ujar Selena dengan nafas sesaknya lalu tiba-tiba tak sadarkan diri membuat Nesa semakin histeris
"Sel.. sel bangun sel!! jangan tinggalin Revan sendiri disini, bangun sel!! bangun!! hiks.. hiks.. " Ujar Nesa yang mengguncang tubuh Selena kencang berharap temannya ini akan terbangun dari tidurnya
"Selena kenapa Nes? ada apa dengan dia? " Tanya Vino yang baru saja sampai dengan dokter,
Mendengar istrinya menangis histeris membuat dokter dan Vino yang sedang berbincang pun terdiam, mereka langsung masuk kedalam ruangan Selena
"Biar saya cek dulu" Ucap dokter yang melangkah maju mendekati Selena
"Hubby Selena by hiks.. hiks.. " Gumam Nesa memeluk suaminya
"Bagaimana dok keadaan teman saya? " Tanya Vino sambil mengusap rambut istrinya yang sedang menangis
"Maaf, Nona Selena sudah tidak ada, dia sudah meninggal dunia" Ucap dokter yang mengejutkan Vino dan Nesa,
.
.
Hay gaes, mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat
Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote dan hadiah🎁)
__ADS_1
..... #Happy Reading😘#......