Menikah Dengan Sahabat Kekasihku

Menikah Dengan Sahabat Kekasihku
Episode 140- Gedung Tua


__ADS_3

Di sebuah gedung tua yang tak terpakai, Selena disekap, tubuhnya diikat oleh tali tambang, dan mulutnya disumpal dengan kain agar tidak berteriak meminta tolong


"Emmmm.. emmmm" Selena berusaha memberontak, dia menggerakan tubuhnya sehingga mengeluarkan suara kursi yang beradu dengan lantai


Melihat wanita yang diikatnya memberontak, anak buah yang ditugaskan untuk menjaga Selena pun turun tangan, mereka mendekat lalu membuka kain yang disumpal dimulut Selena


"Siapa yang menyuruhmu!! " Teriak Selena saat mulutnya terbebas dari kain tipis itu


"Lepaskan aku! lepaskan aku" Ucap Selena lagi tangannya berusaha mengendurkan tali itu tapi semakin dia bergerak, semakin sakit tangannya karna gesekan dengan tali tambang


"Diam! atau aku sumpal lagi mulutmu itu! " Ucap salah satu anak buah yang menjaga Selena


"Siapa yang menyuruhmu! " Bentak Selena


"Aku takkan diam! "


"Tolong!! tolong!!! " Pekik Selena berharap ada seseorang yang mendengar jeritanya


"Hahaha teriak saja Nona, takkan ada yang membantumu, kau tahu kita sedang dimana? " Ucap anak buah itu sambil tertawa puas


"Kita sedang ditengah hutan, dan mana ada orang yang akan mendengar teriakanmu itu, bahkan sampai kau mati pun orang takkan tahu! "


"Tubuhnya oke juga" Bisik salah satu anak buah lainnya yang melihat setiap inchi tubuh Selena, karna hari ini dia berdandan sangat cantik


Glek, Selena menelan salivanya dengan susah saat mendengar sekilas pria dihadapannya sedang membicarakan tubuhnya, sekali lagi Selena memberontak


"Apa kita coba saja, sebelum boss kemari" Ucapnya lagi yang sudah tak tahan dengan tubuh mulus Selena, apalagi kini Selena menggunakan dress selutut, dan juga saat Selena memberontak gaunnya terangkat ke atas membuat paha Selena sedikit terekspos


"Aku jamin boss gak akan tahu," Sambungnya lagi sambil merayu temannya


"Kau-"


"Silahkan,, aku akan menjaga dari luar," Ucap salah satu anak buah yang tak selera dengan tubuh Selena


"Ayolah! apa kau takut akan ketahuan istrimu? ingat ini hutan tak ada yang tahu jika kita bermain sebentar"


"Ayo kita main bersama, jika aku saja yang bermain bagaimana dengan kau? "


"Sudahlah,, aku tak selera! aku tak mau mengkhianati istriku, istriku sedang mengandung anakku," Ucap salah satu anak buah itu sambil berjalan ke luar gedung tua itu, dia menghisap rokoknya dan menunggu temannya bermain dengan wanita yang dia sekap


Di dalam gedung, Selena sudah ketakutan, dia tak percaya akan hal ini, pria yang sudah berumur mendekatinya dengan tatapan lapar


"Jangan mendekat! " Selena berusaha menghindar

__ADS_1


"Mau apa kau!! " Sambung Selena lagi yang sudah ketakutan tak terasa air matanya menetes, di dalam hati dia selalu berdoa semoga ada yang menolongnya


"Haha jangan takut sayang, kita akan bermain sebelum bossku datang, dan aku jamin, aku akan memuaskanmu" Anak buah itu semakin mendekat, dia melepaskan kaos yang dipakainya membuat Selena semakin ketakutan


"Berhenti! jangan mendekat aku mohon! "


"Aku baru saja melahirkan" Ucapnya jujur


"Lalu apa urusannya denganku? kita akan bermain dengan puas" Anak buah itu semakin mendekat, sabuk yang dipakainya sekarang sudah terlepas dan tergeletak dilantai


"Tolong!!! " Jerit Selena


"Berteriaklah sesuka hatimu Nona, karna tak akan ada yang mendengarnya" Anak buah itu melepas ikatan Selena pada kursi, dia lalu mendorong tubuh Selena terjatuh kelantai


"Jangan! aku mohon jangan!! kasihanilah aku, aku berjanji jika kau melepaskan aku, aku akan memberi uang yang banyak untukmu"


"Tapi jangan lakukan ini, aku mohon hiks.. hiks.. " Ucap Selena sambil merangkak, dia berusaha melepas ikatan itu, setelah ikatan itu mengendur, Selena langsung membuang tali itu dan menggapai kursi di sampingnya


Bugh.!


Kursi mendarat di tubuh anak buah itu, membuat anak buah itu marah,


"Beraninya kau!! " Anak buah itu mengejar Selena tapi Selena selalu menjatuhkan barang yang ada di sekitarnya, melihat vas bunga dari kaca, dia langsung memegang dan melemparnya


Vas bunga itu terjatuh bersama anak buah itu, darah segar keluar dari keningnya, melihat anak buah itu tak sadarkan diri, Selena langsung mencari celah keluar sebelum anak buah satunya lagi menyadari keributan di dalam


Melihat ada jendela kecil, Selena langsung membuka jendela tapi tak bisa, mungkin karena jendela itu sudah lama tertutup dan besinya sudah berkarat


Selena tetap berusaha mencari celah agar jendela itu terbuka, berhasil! jendela itu terbuka, dengan sigap Selena keluar dari gedung itu melalui jendela dan berlari meminta pertolongan


Di luar gedung, salah satu anak buah yang berjaga di luar gedung pun terheran karna tak mendengar suara apapun dari dalam.


"Apa yang mereka lakukan di dalam, apa wanita itu bersedia melayani pria berumur seperti dia" Gumam teman anak buah itu yang penasaran,


Dia berjalan berniat mengintip adegan panas di dalam, krek! pintu sedikit terbuka, ekor matanya melihat seluruh ruangan, alangkah terkejutnya saat melihat temannya terkapar dengan kepala mengeluarkan darah


"Apa yang terjadi? dan kemana wanita itu! " Pekik teman anak buah itu sambil mencari Selena.


Tak sengaja anak buah itu melihat jendela yang terbuka "Sial! dia kabur! aku harus mengejarnya sebelum boss datang dan memukulku" Pekik teman anak buah itu


Selena mencari rumah penduduk, dia berlari tak tahu arah, melihat rumah penduduk, Selena tersenyum dia semakin kencang berlari


"Hos.. Hos.. " Selena mengatur nafasya yang tak teratur,

__ADS_1


Setelah nafasnya teratur, dia berjalan pada salah satu ibu-ibu yang sedang menggosip


"Maaf Bu" Ucap Selena sopan,


Ibu-ibu yang sedang menggosip pun menatap Selena dengan tatapan aneh, pakaiannya juga rambutnya sangat acak-acakan.


"Ada yang bisa saya bantu mbak? " Ucap salah satu ibu-ibu


"Bu, boleh saya pinjam ponselnya, saya mau menelfon seseorang, oh iya kalau boleh tahu ini dimana bu? "


"Oh ini desa terpencil mbak"


"Dan disini susah ada sinyal, harus berjalan sekitar 1jam baru akan mendapat sinyal, kalau saya boleh tahu, mbaknya sedang apa disini? " Tanya ibu-ibu lainnya


"Bu, saya dari jakarta, dan saya harus menghubungi keluarga saya,"


"Dan saya disini karna tersesat" Ucap Selena berbohong


Para ibu-ibu saling pandang, mereka sedikit tak percaya dengan ucapan Selena, bagaimana bisa gadis cantik tersesat sampai di desa kecil seperti ini


"Saya tidak berbohong bu, saya tersesat " Ucap Selena menyakinkan para ibu-ibu yang tak percaya padanya


"Apa saya boleh tahu bagaimana caranya agar saya dapat ke Jakarta?" Tanya Selena lagi, fikirannya dipenuhi dengan putra kecilnya yang berada dirumah


"Mbak bisa ke Jakarta besok pagi, kebetulan suami saya supir, setiap hari dia antar sayuran ke Jakarta, kalau mbak mau, mbak bisa menginap di tempat saya" Ucap Ibu sisi yang melihat iba Selena


.


.


.


.


.


.


.


Hay gaes, Mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat


Dan yang lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote dan hadiah🎁)

__ADS_1


...... #Happy Reading😘#.......


__ADS_2