Menikah Dengan Sahabat Kekasihku

Menikah Dengan Sahabat Kekasihku
Episode 103-Dokter Rezki


__ADS_3

Air mata Selena menetes,"Jahat ky, aku hanya ingin kamu memakan 2 mangkuk seblak saja, tapi kamu tidak mau, apa ini caramu menyenangkan aku dan anakku" Ucap Selena semakin deras mengeluarkan airmata membuat Vino dan Nesa saling menatap


"Selena nyidam by? " Bisik Nesa ditelinga suaminya


"Mungkin sayang, tapi serem ya kalau orang hamil terus nyidamnya yang aneh-aneh"


"Seperti Selena itu, lihat Vicky, aku kasihan padanya tapi aku juga senang melihatnya tersiksa, hehe" Kekeh Vino


Melihat suaminya tertawa, Nesa langsung mencubit pinggang Vino


"Sakit sayang" Ringis Vino sambil memegang bekas cibitan


"Sial, kenapa mereka malah pamer kemesraan disaat aku sedang terpojokan seperti ini" Gumam Vicky sambil menyuapkan seblak banyak-banyak kedalam mulutnya


Uhuk... Uhuk...


Vicky tersedak membuat Nesa dan Vino diam, lalu sepersekian detiknya mereka tersenyum geli karna Vicky memasang wajah masamnya


............


Di satu sisi Bella yang sedang kesulitan menghindari dokter rezki,


Setiap hari kedatangan dokter rezki membawa Bella dalam kesulitan, keakraban Ayah Bella dan dokter rezki sudah tidak di ragukan lagi, Rico sangat merestui hubungan Bella dengan dokter rezki, tak bisa dipungkiri dokter rezki mempunyai sikap yang lembut, ceria membuat Rico sangat menyukainya untuk menjadi menantunya


"Kapan kalian akan menikah? " Tanya Rico pada Bella dan rezki yang sedang duduk dihadapannya


Melihat hubungannya direstui oleh ayah Bella, rezki pun tersenyum dan berterimakasih


"Secepatnya, secepatnya aku akan menikahi Bella, tapi om aku hanya seorang dokter biasa, apa om tidak keberatan mempunyai menantu sepertiku? "Ucap rezki dengan ragu


"Haha tentu saja tidak, dokter adalah pekerjaan yang bagus dan mulia, "


"Bagaimana menurutmu Bella? "


Bella memalingkan wajahnya, dia sangat kesal dengan 2 pria yang sedang tersenyum tanpa melihat penderitaannya


"Tidak ada pernikahan Yah, aku dan dia tidak saling mencintai"


"Aku hanya mencintai-" Ucapan Bella terpotong oleh rezki


"Hei sayang, jangan berbicara seperti itu, aku tahu kamu memang belum mencintai aku sepenuhnya, tapi seiring berjalannya waktu cinta itu akan tumbuh semakin besar, " Ucap rezki sambil memegang tangan Bella tapi Bella segera menepisnya


"Ish!kau bisa diam tidak!!!,


"Ayah... " Rengek Bella manja, dia berdiri lalu memeluk ayahnya


"Aku tidak mau menikah dengan pria gila itu, belum menikah saja aku sudah cape menghadapi kegilaannya apalagi menikah, bisa-bisa aku ikut gila juga Yah"


"Bilang padanya kalau aku tidak mau menikah dengannya," Rengek Bella, dia memasang wajah melasnya agar Ayahnya mengabulkan permintaannya


Rezki tersenyum menatap interaksi sepasang ayah dan anak, Rico sangat memahami keadaan anaknya yang sangat manja


"Bukankah kalian sudah mengenal lama dan kalian sudah berlibur keluar negri bersama, ayah takut jika kalian sudah melakukan-"


"Ayah aku tidak pergi liburan bersama dia! " Ketus Bella dia melepaskan pelukannya


"Lalu? Waktu itu? Rezki bicara dengan ayah kalau kalian liburan bersama dan kamu juga mengakuinya"


"Ta-tapi Yah"


"Aku hanya mencari kaka,"


"Tapi kamu pergi dengannya kan? " Tanya Rico memastikan


"Jika aku bilang yang sejujurnya kalau aku menginap dirumah sakit pasti, kak Alex akan memarahiku" Gumam Bella dalam hati


"Bell, ayah sedang berbicara padamu" Rico menggoyangkan tubuh anaknya yang melamun


"Iy-iyah Yah, tapi aku tidak melakukan apapun, aku hanya berlibur mencari kaka"

__ADS_1


"Iya kan dokter Rezki? " Ucap Bella meminta bantuan


"Sebenarnya kami sudah melakukan-"


"Tidak Yah, dia bohong, Ayah percaya denganku" Elak Bella, dia sudah tahu apa yang akan diucapkan oleh dokter gila itu


"Dasar dokter gila!! " Batin Bella mengepalkan tangannya


"Sudahlah Bell, ayah masih ada pekerjaan di kantor, tadi sekertaris ayah telfon"


"Ayah pergi, dan kau bisa mulai mencicil menyiapkan pernikahan kalian"


"Yah, aku belum selesai bicara, jangan pergi dulu!! " Teriak Bella saat Rico pergi menjauh dari pandangannya


"Katakan, apa rencanamu, kenapa kamu bersedia akting seperti itu di depan ayahku, dibayar berapa dengan kak Alex, aku akan menggantinya lebih besar asalkan kamu pergi dalam hidup aku" Ucap Bella sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada


"Tak ada yang membayarku Nona cantik, aku bersedia menikah denganmu karna itu keniatanku, seharusnya kamu pandai dalam memilih pasangan hidup, jangan sampai obsesimu menghancurkan hidupmu, bukankah kamu pernah mendengar pepatah seperti ini 'Cinta tak seharusnya memiliki, melihat orang yang kita cintai bahagia bersama orang lain pun sudah cukup'


"Jadi Nona, semoga kita bisa menjadi partner dikehidupan kita yang akan datang"


"Cih, aku akan menggagalkan rencanamu itu dokter gila"


"Silahkan, sebelum itu terjadi, kamu sudah kupastikan menjadi milikku"


"Kita lihat saja! " Jawab Bella yang menyambar tasnya lalu pergi meninggalkan rezki sendiri didalam rumahnya, dia masuk kedalam mobilnya lalu mengendarai membelah ibu kota.


...


"Maaf Nona Tuan Alex sedang tidak ingin diganggu" Ucap sekertaris Alex yang berusaha mencegah adik Tuannya masuk


"Jangan halangi aku, aku harus bertemu dengannya,"


"Ma-maaf Nona tapi tidak bisa"


"Baiklah," Bella mengambil sesuatu di dalam tasnya lalu menyodorkan pada sekertaris kakaknya


"Ini untukmu tapi biarkan aku masuk, kau bisa beralasan kalau kamu sudah menahanku tapi aku tetap memaksa, ini kesempatan langka bagimu kan? Coba kau lihat isi didalam amplop ini, mungkin 2 kali lipat gajimu bulan depan" Ucap Bella sambil menyodorkan amplop itu kepada sekertaris kakaknya


"Santai, aku tidak akan bicara, akan kututup mulutku dengn rapat, tapi kau jangan halangi aku masuk, pilih uang ini pekerjaanmu aman atau pilih aku mengeluarkanmu dari kantor ini dengan alasan kamu menyakitiku, kakaku dengan mudah mempercayai setiap ucapanku" Ancam Bella membawa nama kakaknya


Melihat sekertaris kakaknya mengambil dan menyimpan uang itu, Bella tersenyum puas lalu masuk kedalam ruangan kakaknya


"Kak! " Pekik Bella saat melihat Alex tidur di sofa


Seketika mata Alex terbuka, memastikan pendengarannya


"Hei siapa yang menyuruhmu masuk hah! Apa tidak ada orang yang menahanmu diluar ruanganku! Aku sedang sibuk!! " Dengus Alex lalu memejamkan matanya lagi


"Sibuk tidur maksudmu! Aku mau bertanya padamu, cepat bangun! " Titah Bella dia mendudukan dirinya di sofa samping Alex


"Ada apa? Katakan, aku akan mendengarkanya"


"Kau bayar berapa dokter gila itu sampai-sampai dia menyetujui untuk menikah denganku! Bukankah aku sudah bilang kalau aku hanya mencintai Vino," Kesal Bella sambil memukul Alex dengan tasnya


"Dokter gila? Siapa itu? " Tanya Alex pura-pura tidak tahu


"Ish kau pura-pura tak tahu atau pura-pura bodoh"


"Dokter rezki, dokter yang menurutuku gila, gila tingkat dewa, dia selalu mengacaukan rencanaku sampai sekarang, bahkan aku tidak bisa menemui Vino karnanya"


"Baguslah, ternyata dia benar-benar memegang ucapannya" Gumam Alex dalam hati


"Oh jadi kamu ada rencana untuk menikah dengan dokter rezki, kakak merestui kalian dan kaka akan datang ke acara pernikahan kalian"


"Selamat adiku tersayang" Ucap Alex yang sudah duduk lalu memeluk Bella layaknya kakak beradik yang tengah akur


"Lepaskan kak! " Bella berusaha melepas pelukan kakanya, setelah terlepas, Bella berdiri lalu menatap Alex tajam


"Kamu berencana membuat aku melupakan Vino kan? Dengan menghadirkan dokter gila itu! " Tanya Bella

__ADS_1


"Tidak"


"Dan kakak memang sengaja membuat dokter gila itu menikahiku agar aku tidak mencari Vino kembali"


"Tidak"


"Hei kak! Apa tidak ada jawaban lain selain tidak!! " Ketus Bella dengan menghentakkan kedua kakinya karna kesal


"Tidak"


"Hoamm, kakak ngantuk, jika sudah tidak ada yang dibahas, kamu bisa keluar" Ucap Alex merebahkan tubuhnya lagi di sofa, di dalam hatinya dia sangat puas dengan kerja keras dokter rezki


"Aku tidak ingin pergi dari sini,"


............


Di rumah yang cukup luas dan mewah, terlihat pria paruh baya sedang duduk di sofa kamar Renata, ya dia adalah Rayhan yang sedang mencari putranya, karna sedari tadi Rayhan menghubungi Vino tapi tidak aktif


"Melihat keadaamu yang seperti ini, aku turut berduka cita ya" Ucap Rayhan menatap Renata yang sedang terbaring lemah


"Cih, aku tidak butuh balas kasihanmu" Ucap Renata dalam hati, asalkan dia bisa berbicara, dia akan mengusir Rayhan dari rumahnya


"Dimana Vino sus?? " Tanya Rayhan pada perawat yang sedang berdiri di dekat pintu


"Tuan Vino sedang keluar bersama istrinya"


"Istri? Apa mereka sudah berbaikan? Tapi kenapa bisa, seharusnya Vino marah dan menggugat cerai Nesa, karna dia sudah berani selingkuh menduakan Vino" Gumam Rayhan sambil duduk disofa


"Kapan dia kembali? " Tanyanya kembali


"Saya tidak tahu Tuan"


"Kau bisa keluar, aku ingin berbicara denganya 4 mata" Usir Rayhan pada perawat yang bernama Lastri


Perawat itu menganggukkan kepalanya lalu pergi keluar kamar, setelah melihat perawat keluar kamar, Rayhan berdiri lalu berjalan menuju Renata


"Kenapa kamu biarkan pengkhianat itu tinggal seatap bersama putraku hah! Bukankah kamu yang bilang bahwa dia pergi bersama kekasihnya meninggalkan Vino! "


Renata menggelengkan kepalanya, dia ingin menjelaskan yang sebenarnya tapi apa daya, mulutnya susah digerakkan, hanya bisa mengandalkan gerakan kepalanya


"Apa maksudmu? " Tanya Rayhan saat Renata menggelengkan kepalanya


"Aku tidak akan membiarkan putraku menjadi lemah, dia seorang pria, tidak boleh lemah hanya karna wanita, putraku berhak bahagia"


Renata menggelengkan kepalanya dia meneteskan air matanya, meminta Rayhan jangan melakukan hal bodoh, dia tak ingin kesalahan yang pernah terjadi pada dirinya menimpa pada Rayhan,


Renata juga tak ingin putranya dipisahkan dengan Nesa gadis baik seperti malaikat


"Ah sudahlah berbicara denganmu sama saja berbicara dengan tembok" Ucap Rayhan berjalan keluar kamar


Sebelum memutar gagang pintu Rayhan menatap Renata laly berbicara "Aku akan kembali lagi"


......


.


.


.


.


.


.


Hay gaes, Mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat


Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote dan hadiah🎁)

__ADS_1


..... #Happy Reading😘#.....


__ADS_2