
"Tuan, anda sangat tidak sopan.. " Nesa melepaskan tangan Alex dari pinggangnya,
Alex yang mendapat penolakan pun langsung membopong tubuh Nessa dengan paksa lalu merebahkannya dikasur
"Kamu rindu sentuhan suamimu bukan? Bagaimana jika kita bersenang-senang untuk merayakan ulang tahunku, aku rasa kado yang kamu berikan itu sangat kurang.. " Ucap Alex yang sudah mengunci tubuh Nessa
Dia mencoba mendekatkan wajahnya agar bisa mencium bibir mungil Nesa tapi Nessa selalu memalingkan wajahnya dia teringat dengan Vino suaminya
"Aku harus bisa mengendalikan diriku.. "
"Aahh bodoh, bodoh, aku sudah tidak bisa menahannya lagi.. " Batin Nessa
"Jauhkan wajahmu atau aku akan berteriak meminta tolong!! " Ancam Nessa yang gelisah, dia berusaha menahan obat yang sedang bereaksi di dalam tubuhnya
Alex tersenyum, dia mengabaikan ucapan Nessa
"Tolong!!!! " Teriak Nessa meminta tolong, tubuhnya gemetar rasa takut dan hasratnya bercampur menjadi satu
"Hahaha Nona, silahkan anda berteriak sekeras mungkin, karna ruangan ini kedap suara, tidak ada yang bisa membantumu.. "
"Apa yang kamu inginkan, akan aku kabulkan, asalkan kamu mau melepaskan aku!! "Tawar Nessa dengan memohon
"Pergilah dari kehidupan suamimu, .. "
"Tuan kau sungguh gila, dia suamiku dan selamanya aku akan berada disisinya.. " Ucap Nesa sambil berusaha menahan hasratnya,
"Jika kamu tidak ingin pergi dari kehidupan suamimu, aku akan membuatmu yang pergi meninggalkan suamimu.. " Ucap Alex yang langsung ******* dan mencium bibir Nessa
Nessa memukul dada bidang Alex, dia berusaha memberontak,
Plakk...
Tamparan mendarat di pipi Nessa dan membuat kesadaran Nessa hilang.
"Hahaha, baru ditampar sudah pingsan.. "
"Kali ini waktunya aku bersenang-senang, hahaha.. " Ucap Alex yang melepas pakaian Nessa
Brakkkkk
Suara pintu yang di buka paksa terdengar begitu keras di telinga Alex, dia bisa melihat Vicky datang dengan amarah yang menggebu-gebu, tangannya terkepal erat dan matanya memerah
"Apa yang kau lakukan padanya hah!!! "
Bughh
Bugh..
Bugh...
Setelah mendapatkan serangan mendadak dari Vicky, Alex pun bangkit dan berbicara "Jangan ikut campur urusanku!! "
"Akan menjadi urusanku jika kamu berniat buruk terhadapnya.. "
"Pergi!! "Lanjutnya lagi
Vicky yang melihat Nesa pingsan segera menghampiri dan menutupi tubuh Nessa yang telanjang dengan selimut
"Pergi!!!! atau aku laporkan kamu ke polisi atas dasar pelecehan!!
Alex segera pergi meninggalkan kamarnya, "sial kenapa dia harus datang, padahal aku belum mencicipinya.. " Gerutu Alex sambil meninggalkan kamarnya
__ADS_1
Setelah Alex pergi, Vicky menutup pintu dan melihat Nessa yang tidak sadarkan diri
"Aku akan membawamu pergi dari sini.. " Ucap Vicky yang membopong tubuh Nessa keluar kamar, dia sengaja mencari pintu belakang agar tidak ketahuan dengan tamu yang masih berada di pesta
Pak diman yang melihat Nessa di gendong oleh Vicky pun tercengang, dia langsung merekam setiap pergerakan saat Vicky memasukan Nessa kedalam mobil.
Mobil Vicky berjalan membelah ibukota jakarta, dia membawa Nessa ke apartemennya
Lagi dan lagi pak diman mengikutinya sampai apartemen, tapi dia ragu untuk menunjukkan bukti ini pada Tuannya melihat sikap istri Tuannya sangat baik padanya
Pagi sudah datang, Nesa menggeliat selimut yang menutupi tubuhnya turun kebawah, matanya dia buka perlahan-lahan
"Dimana aku?? " Batinnya saat melihat kamar yang berbeda
Dia mengingat ingat kejadian semalam dan dia langsung melihat tubuhnya yang dibalut dengan selimut
"Tidak.. Ini tidak mungkin. hiks..hiks.... " Teriak Nessa yang mengejutkan Vicky ynag sedang membuat sarapan paginya
"Nes!! Kamu tidak apa-apa kan?? " Tanya Vicky masuk kedalam kamar..
Nesa yang melihat Vicky segera membenarkan selimutnya
"Kenapa aku bisa disini kak!! "
"Dan apa ini!! Apa kita melakukan sesuatu?? "
"Tapi bukankah aku bersama Alex?? "
Vicky melangkah maju dan mendaratkan bokongnya diujung kasur, dia tersenyum pada Nessa
"Kita tidak melakukan apa-apa, aku hanya menyelamatkanmu dari bajing*n itu dan masalah pakaian, maaf aku tidak bisa memakaikan pakaianmu,.. "
Tiba-tiba dari arah luar Rayhan datang dan langsung masuk kedalam kamar Vicky,
"Apa-apaan ini!!! "
"Kalian berdua selingkuh!! " Tanya Rayhan yang melihat Nessa bergulung selimut dan Vicky hanya menggunakan boxer
"Ayah!! " Ucap mereka bersamaan..
Seketika Nessa menatap Vicky, dia mendengar bahwa Vicky menyebut Rayhan dengan kata Ayah
"Nes, apa yang kau lakukan!!!"
"Ayah benar-benar kecewa denganmu!! Ayah fikir kamu akan tetap setia dengan kondisi Vino yang sekarang, tapi ini!! "
"Caramu sangat kotor Nes!! " Ucap Rayhan terbakar emosi, dia tidak terima anaknya Vino dikhianati oleh istri dan kaka tirinya
"Jaga ucapan anda!! Jika anda tidak mengetahui kejadian yang sebenarnya, lebih baik anda diam!! " Vicky bangkit dari duduknya dan menghampiri Rayhan
"Anda bisa pulang!! " Sambungnya kembali
"Selama ini Ayah sabar menghadapi sikapmu yang tidak sopan! tapi kali ini Ayah akan bersikap tegas padamu!!
"Kamu tega menusuk adikmu sendiri dari belakang!! "
Kata-kata rayhan membuat Nessa tecengang, tapi dia tetap menyimak perdebatan kedua laki-laki itu
"Aku tidak mempunyai adik!! " Bentak Vicky sambil meremas jarinya
"Vicky jaga ucapanmu!! Kau benar-benar keterlaluan!! "
__ADS_1
"Vino itu adikmu, dan kamu tega mengkhianatinya!! "
"Dan kamu Nessa!! Kamu tidak lebih murahan dari seorang pelac*r!!"
Degg..
"Pe-pelacur!!" Gumam Nessa yang langsung meneteskan air matanya
Vicky yang mendengar perkataan dan tangis Nessa pun langsung memukul Rayhan.
Bughh..
"Jaga ucapan anda, anda tidak berhak berkata seperti itu pada dia!! "
Bughh...
Bughh..
Bughh..
Mereka berdua terbawa emosi dan saling balas
Nesa bangkit dan dia melerai perkelahian itu, dia memegang erat tangan Vicky
"Sudah kak, Ayah bisa mati jika kamu memukulnya lagi.."
"Dan Ayah, aku bisa jelaskan, ini hanya kesalahpahaman saja.. "Ucap Nessa pada mertuanya
"Lebih baik kamu mandi, aku sudah menyiapkan pakaian untukmu, jangan dengarkan ucapan Rayhan!! "
Nesa mengangguk dia masuk kedalam kamar mandi, tidak pantas rasanya jika dia masih menggunakan selimut
"Sekali lagi aku tekankan aku tidak punya adik dari seorang pembunuh"
"Dan sekarang anda bisa keluar dari apartemenku!! "
"Okeh, Ayah akan pergi, dan jangan pernah menemui Ayah lagi, karna sekarang kamu bukan lagi anak Ayah!!
" Baik.. "
Rayhan yang sudah tersulut emosi segera keluar dari apartemen anaknya,
.
.
.
.
.
.
.
.
Hay gaes, Mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat
Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorit, komen, vote dan hadiah🎁)
__ADS_1
........ #Happy Reading😘#.......