
Lalu Nesa mengambil sebuah koper dan mencari bajunya, segera ia masuk kedalam kamar mandi dan memakai baju
"Sayang!! " Panggil Vino yang merasa diabaikan oleh istrinya
"Iya.. "
Nesa keluar, ia segera duduk di samping kasur.
"Ada apa?? " Tanya Vino sekali lagi
"Ada hubungan apa kamu dengan wanita yang berada di bawah?? " Tanya Nesa yang sudah tidak bisa menahan rasa penasarannya
"Siapa?? Selena?? " Tanya Vino memastikan
"Iya, wanita cantik itu.. "
"Aku dan dia tidak ada hubungan apa-apa.. " Jawabnya yang jujur memang mereka tidak mempunyai hubungan apa-apa
"Jangan bohong!! " Ucap Nessa yang melihat kebohongan di mata suaminya
"Aku tidak suka laki-laki pembohong!! " Ucapnya lagi yang memalingkan wajahnya
"Baik aku akan menceritakan semuanya kepadamu, tapi aku mohon, jangan marah.. "
Vino menggenggam tangan Nessa, lalu mulai menceritakan
"Dia cinta pertama aku!! "
Degg...
Kata-kata yang sangat menyakitkan yang di dengar Nessa.
"Lanjutkan.. " Ucap Nessa saat suaminya menatapnya
"Kita pernah menjalani sebuah hubungan hampir 3 tahun, sebelum dia menjadi model terkenal, aku mengenal dia dengan sikap baik dan lembut.. " Vino berhenti berbicara ia menatap istrinya lalu menghembuskan nafasnya secara kasar
"Dia berubah, saat dia pulang dari Amerika, tepat di tahun ke 3 hubungan kita.. "
"Aku terkejut saat dia datang berpenampilan sexy, dan dia tiba-tiba meminta mengakhiri hubungan ini tanpa sebab.. " Vino menundukkan kepalanya, ia membuka luka lama yang berusaha ia tutupi rapat
"Apa karna itu, ibu kamu dekat dengan dia?? " Tanya Nesa yang penasaran
"Iya, tapi setelah perpisahan aku dan Selena, aku diberitahukan oleh Sean bahwa dia sudah mempunyai kekasih baru di luar negeri, karne aku meminta Sean untuk mengeruk informasi tentanya.. "
Nesa mengelus punggung suaminya, padahal harusnya yang tersakiti disini dia, mendengar suaminya mengingat masalalu dengan sang mantan dan mereka menjalin hubungan dalam waktu yang cukup lama, ini hal tersulit
"Kenapa aku tidak mengorek informasi seperti dia mengorek informasi tentang mantannya, sekarang nasi sudah jadi bubur.. " Batin Nesa
"Sakit Nes, aku yang sudah berjuang, aku korbankan semuanya untuk dia,.. "
__ADS_1
"Aku juga sakit kamu bercerita masalalumu, apalagi saat melihat kedekatan ibumu dan wanita itu.. " Batin Nesa yang menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya,
"Sampai dimana rasa sakit hati ini tak bisa diungkapkan, aku melampiaskan dengan mabuk-mabukan di salah satu bar dekat kantor.. "
"Dan yang aku lakukan ternyata membuat kacau perusahaan, perusahaanku hampir bangkrut karna aku, dan Ayah marah besar kepadaku, sampai dimana aku bertemu dengan Reza, dia mau memotivasi aku, mau membantu aku membangkitkan perusahaan, dan mau membayar kerugian perusahaanku,.. " Mata Vino berkaca-kaca, ia sungguh menyesal dengan masa itu, karna kebodohannya, ia hampir merugikan banyak orang
"Dan itu sebabnya kamu menerima permintaan terkahir Reza untuk menikah denganku?? " Tanya Nesa yang diangguki oleh Vino
"Skak mat!, Dia tidak mencintaimu dengan tulus.. " Batin Nesa yang mendapatkan sebuah jawaban dari pertanyaannya
"Lalu untuk apa dia mendekatimu, jika dia sudah memiliki kekasih??" Tanya Nessa yang bingung
"Aku dengar dari Sean, kekasihnya mencampakan dia, lalu dia mengejar aku lagi, tapi aku juga dengar jika mantan kekasihnya sudah di Indonesia, dia mengelola perusahaan disini, tapi untuk mendapatkan siapa mantan kekasihnya sangat sulit, karna dia sangat tertutup, dan Selena juga menutup mulut.. "
"Percaya denganku sayang, aku tidak akan mengkhianati kamu.. " Vino mencium pucuk kepala Nesa secara bertubi-tubi
"Apa perbedaan antara tidak akan dan Belum akan itu sangat tipis??? " Nesa tersenyum getir
Tokk tokk..
Suara ketukan pintu terdengar dari arah luar, Vino segera menyeka air matanya dan membuka pintu
"Maaf Tuan, ini sudah waktunya makan malam.. " Ucap seorang pelayan
"Baik, kita akan turun.. " Jawab Vino yang menutup pintu kembali
"Aku bersih-bersih dulu, lalu kita akan turun kebawah untuk makan malam.. " Ucap Vino yang langsung melangkah kedalam kamar mandi
"Cinta pertama?? " Batin Nessa, Kata-kata itu tergiang-ngiang didalam pikirannya
"Ada kemungkinan jika mereka akan bersatu kembali?? " Batin Nessa kembali
"Dan dia akan mencampakan aku, lebih baik aku tidak terlalu mengharapkannya, untuk mengantisipasi aku akan belajar di kantor Reza, jadi setelah Vino meninggalkanku, setidaknya aku bisa menjalankan perusahaan Reza.. " Nesa bergumam di dalam hatinya
...........
"Tante, berapa menit lagi kita harus menunggu Vino?? Tanya Selena yang sudah duduk di meja makan
"Jaga sikapmu Sel.. " Renata berbicara
Langkah kaki terdengar menuruni anak tangga, terlihat Vino yang sedang menggandeng mesra Nesa, dan itu membuat Selena meremas jarinya yang ia simpan dibawah meja makan
"Aku akan merebutnya darimu!! " Batin Selena yang melihat sebal Nesa
"Hai Vin!! " Sapa Selena yang tersenyum manis
Tidak ada balesan dari Vino, Vino segera mendudukan dirinya di tempat ia makan, Selena dengan cepat bangkit dan bergeser di samping Vino,
"Bu!! " Panggil Vino dengan suara tegas, tanganya mengepal, dan matanya menunjukkan ketidaksukaan Selena duduk disampingnya
__ADS_1
Renata yang mengerti dan takut fasilitasnya di ambil oleh putranya pun segera memberi isyarat kepada Selena untuk mengalah,
Selena yang peka terhadap Renata, mau tidak mau harus mengalah, ia bergeser dan duduk di tempat awal sebelum ia duduk disamping Vino.
Nesa segera duduk ditempat Selena tadi duduk, ia mengambil nasi dan lauk pauk,
Sewaktu Nesa mengambil nasi untuk suaminya, Selena mengambilkan sayur dan lauk pauk untuk Vino
"Kamu jangan terlalu banyak makan manis Vin, ingat gula darah.. " Selena mengingatkan Vino lalu tersenyum puas kepada Nessa
"Apa yang aku tidak tahu ternyata dia tahu, sedekat itu kah dia dengan suamiku dulu?? " Batin Nessa
"Apa yang diucapkan Selena benar Vin,.. " Ucap Renata
Vino tidak membalas ucapan mereka, ia malah menyuapkan nasinya kepada Nessa.
Nesa terkejut saat sendok itu tiba-tiba sudah ada di hadapannya
"By, itu untukmu! " Ucap Nessa yang menolak, tangannya membekap mulutnya
"Buka mulutmu sayang.. "
Sekarang Vino berniat memamerkan kemesraannya di depan Selena dan sekaligus memperingatkan kepadanya bahwa ia sudah menikah dan mencintai istrinya
Nesa membuka mulut, ia menerima suapan dari suaminya
"Aku juga.. " Ucap Vino yang meminta disuapi.
Nesa mengambil makanannya dan menyuapi Vino
Selena yang melihat kemesraan mereka pun mengepal tangan, rasanya ingin sekali ia menjambak rambut Nessa, karna sewaktu pacaran dengan Vino ia tidak pernah seromantis itu
Renata yang melihat pun baper dibuatnya, segera ia menggelengkan kepalanya, ia sadar ada hati yang sedang terluka di sampingnya
Setelah makan malam selesai Vino membuka obrolan
.
.
.
.
.
.
Hay gaes, mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat
__ADS_1
Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote dan hadiah🎁)
....... #Happy Reading😘#.......