
"Hubby, kenapa kamu membelikanku ponsel? Kan aku sudah mempunyai ponsel?? " Tanya Nesa sambil memperlihatkan ponselnya
"Aku akan menyadap ponsel barumu.. " Batin Vino
"Biarkan saja sayang, ponselmu sudah kusam, dan kamu tidak cocok memakainya.. " Vino menggeser tubuh Nesa agar Nesa memeluknya
Setelah menempuh waktu beberapa menit akhirnya mereka sampai di kantor Reza, kantor yang bernama Reza Company,
Nesa dan Vino turun dari mobilnya dan berjalan memasuki kantor..
Semua karyawan menunduk, dan saling memberi hormat, karna sebelumnya Vino sudah menghubungi sean untuk mengaturnya
"Kenapa mereka menunduk?? " Ucap nesa kepada Vino
"Itu karna mereka menghormati kita.. " Vino berbicara tersenyum sambil merangkul mesra pinggang ramping istrinya
Tiba-tiba sekertaris Reza datang dengan langkah terpogoh-pogoh, dia meminta maaf karna terlambat menyambut tamu kehormatannya
"Maaf Tuan, dan Nona.. " Ucap Vier sekertaris Reza yang meminta maaf
Vino tidak membalas ucapan Vier hanya Nesa yang tersenyum membalas ucapan Vier
"Ternyata benar apa yang dikata Sean, bahwa mereka sudah menikah.." Batin Vier yang melihat sepasang kekasih berjalan mendahuluinya
.........
"Ada apa ini kenapa dia menganggapku sebagai sales Bank yang menawarkan pembukaan rekening?? " Vicky berbicara sendiri, dia kesal dengan sikap Nesa
"Hahahaha... " Tawa Rain pecah saat mendengar bossnya bergumam tidak jelas, ia yang baru masuk membawa beberapa berkas untuk ditandatangani oleh Vicky
"Sial, dia dengar!! " Umpat Vicky
"Jika tidak ingin di dengar, berbicaralah di dalam hati, maka semua orang tidak bisa mendengarnya.. " Rain menimpali ucapan Vicky
Vicky terdiam, dia mencoba menghubungi gadis kecil itu lagi tapi tidak diangkat.
"Argghhhh...susah sekali mendekati dia!! " Vicky mendengus kesal.
"Hai gadis kecil, mari kita bertemu, aku merindukan masakanmu yang sangat enak.. " Send Nesa
2 menit sekali Vicky mengecek ponselnya, tetapi tidak ada notif pesan masuk.
"Apa dia sedang sibuk?? "
"Baik, baiklah! Aku akan menghubunginya nanti,.. "
Vicky mulai fokus kepada pekerjaannya yang sudah terbengkalai gara-gara memikirkan Nesa
...........
"Aduh, ini ponsel rusak kali ya, dari tadi bergetar terus.." Nesa bergumam dalam hati, ia merasakan getaran ponselnya yang di dalam tasnya
"Sayang, kamu pelajari dokumen yang diberikan Vier, jika kamu tidak mengerti beritahu aku, aku akan ke kamar mandi sebentar.. " Vino berucap lalu melangkah pergi menuju toilet ruangan Reza, karna saat ini mereka sudah berada di ruangan Reza
Setelah melihat suaminya masuk kedalam kamar mandi, Nesa segera mengecek ponselnya
"Astaga!! " Nesa menutup mulutnya dan melirik ke arah pintu kamar mandi,
"Syukurlah jika Vino tidak mendengar teriakanku.. " Batin Nesa mengelus dadanya
"Apa-apaan dia, kenapa kakak itu menghubungi ku sebanyak 20 kali, dan lihat ini, dia mengirim pesan kepadaku.. "
__ADS_1
Nesa menggelengkan kepalanya, saat membaca pesan dari Vicky yang memuji masakannya
"Maaf kak, aku tidak bisa bertemu, jangan hubungi aku lagi. " Pesan itu terkirim
"Sayang.. " Vino memanggil istrinya yang fokus pada ponselnya
"Iya hubby.. " Jawabnya lalu memasukan ponselnya kedalam tas
"Kamu sedang tidak menutupi sesuatu kan?? " Tanya Vino menyelidik
"Tidak.. "
"Berikan ponselmu!! " Tangan Vino menengadah meminta ponsel istrinya
"Untuk apa by?? " Nesa masih mempertahankan ponselnya
"Berikan sekarang.. " Suara tegas Vino terdengar sangat menakutkan, sehingga Nesa meraba dan mengambil ponselnya di dalam tas
Vino mengambil ponsel itu dari istrinya, lalu memasukan kedalam saku jasnya
"Mati aku mati!! Bisa-bisa Vino menuduhku selingkuh!! " Batin Nesa mulai panik
"Ah semoga saja kaka itu tidak membalas atau menghubungiku lagi, dan semoga saja, dia tidak mengirim pesan yang aneh-aneh" Batinya kembali,
"Hu-huby, ponselku.. " Rengek Nesa yang meminta ponselnya kembali
"Apa ada sesuatu yang penting di dalam ponselmu! " Tanyanya dengan santai
"Tidak.. " Elak Nesa dengan cepat
"Ya sudah, jika tidak ada yang penting, aku akan menukar ponselmu dengan yang baru, jadi biarkan ponsel lamamu ini di pegang aku.. "
"Tapi apa?? "
"SIM card nya hubby, Nomor yang ada diponselku?? " Rengek Nesa yang memeluk suaminya
"Memangnya siapa yang mau kau hubungi selain aku hemm.. " Jawab Vino membalas pelukan istrinya, sesekali ia mendaratkan sebuah kecupan di pucuk kepala nesa
"Eh iya yah, benar apa yang dikatakan Vino, tapi nomor kaka itu?? " Batin Nesa semakin panik
"Emm ada nomor temanku disana.. " Nesa melepaskan pelukannya, ia kembali duduk di kursi Reza
"Siapa? Aku tidak mengenalnya?"
"Dan laki-laki atau perempuan?? " Tanya Vino yang mendekat ke arah Nesa
"Emmm.. " Nesa semakin gugup.
"Ah lupakan hubby, bawalah ponselku kemana saja yang kamu mau, hehehe.. " Jawab Nesa yang sudah pasrah
"Semoga saja keberuntungan berpihak kepadaku, jika tidak tamatlah riwayatku, bisa-bisa Vino menuduhku selingkuh huhuhu.. " Batin Nesa menangis
5 menit suasana di ruangan Reza hening, Nesa membaca dokumen yang sekarang harus ia pelajari, dan Vino sedang mengetik sesuatu di ponselnya
Sesekali Nesa melihat suaminya itu, ia melihat ponselnya yang di saku suaminya
"Jangan jangan jangan sampai kau buka ponselku, sungguh aku tidak berniat bermain api dibelakangmu.. "
"Atau aku jelaskan semuanya sekarang?? "
"Tapi jika aku menjelaskan sekarang kesannya seperti aku menyerahkan diri.. "
__ADS_1
"Ingat! Sean pernah berbicara, jangan membuat Tuannya marah, karna kemarahan tuannya sedikit kejam, dia bisa mematikan musuhnya.. " Gumam Nesa dari dalam hatinya
Tiba-tiba Vino mengeluarkan ponsel istrinya, dan Nesa melihatnya
"Mati aku, mati... " Batin Nesa yang sudah cemas
Dag, Dig, Dug,
Jantung Nesa berdetak dua kali lipat, ia menatap fokus suaminya lebih tepatnya ponsel yang di genggam suaminya
"Aduh, mati aku mati.. " Batin Nesa yang sudah panik
Vino mulai menghidupkan ponsel istrinya, lalu dia menekan jari dibagian sidik jari, bersyukur ia meminta Nesa untuk menyelipkan sidik jarinya di layar kunci, jadi ini sangat mempermudah bagi Vino untuk mengecek ponsel istrinya
"Aduh bagaimana ini.. " Nesa semakin panik, keringatnya sudah bercucuran, AC yang diruangannya seakan tidak menyala
Vino mulai memencet aplikasi berwarna hijau berlogo WA
Klik..
Vino mengeklik aplikasi itu, dan dia sudah bisa melihat beberapa chat di ponsel istrinya
"Secepatnya kamu harus meminta maaf kepada suamimu, jika tidak, matilah kamu.. " Batin Nesa yang menakut-nakuti dirinya sendiri
Saat Vino ingin membaca pesan yang masuk, terdengar notif panggilan dari ponsel Vino, segera ia tutup kembali ponsel istrinya dan mengangkat panggilan tersebut
"Hufffftttttt.......aman sesaat.. " Nesa menghembuskan nafasnya lega
"Okeh, sekarang mari kita jujur,.. " Nesa bergumam dalam hatinya, ia memantapkan tekadnya untuk berbicara sejujurnya kepada suaminya
.....
"Haloo Yah!! " Vino berucap setelah panggilan itu terhubung
"Dimana kamu! Ayah mencarimu dikantor tapi tidak ada!" Rayhan berkata dengan kesal
"Aku sedang dikantor Reza, mengecek perusahaannya bersama Nesa.. "
"Apa? Kenapa kamu tidak memberitahu Ayah jika kamu mengajak istrimu ke kota??? " Suatu Rayhan terdengar tegas,
"Ayah, aku dan istriku sudah pindah ke rumah mamah kemarin malam.. "
.
.
.
.
.
.
,
Hay gaes, Mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat
Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote dan hadiah🎁)
....... #Happy Reading😘#......
__ADS_1