Menikah Dengan Sahabat Kekasihku

Menikah Dengan Sahabat Kekasihku
Episode 121-Rumah Sakit


__ADS_3

"Aku cape sel, aku harus mengerjakan laporan, dan hari ini aku ada meeting bulanan dengan karyawan" Ucap Vicky sambil memeriksa dokumennya di laptop


"Jika sudah selesai, ayo kita kerumah sakit, kepalaku juga semakin sakit Sel, "


"Ternyata merawat bayi tidak semudah yang kita fikirkan ya, disatu sisi terkadang kita gemas dengan tingkahnya, tapi di satu sisi kita stress dengan ulahnya" Sambungnya lagi sambil menutup laptop dan mengambil perlengkapan anaknya untuk dibawa kerumah sakit


"Ini juga karnamu, kenapa kamu melakukan itu dan tidak mengeluarkannya di luar! Dengus Selena sambil menenangkan putranya


"Eh, kenapa jadi salahku? ini kesalahan kita,"


"Dan kenapa kamu gak memperingatkan aku untuk dikeluarkan diluar?"


"Kamu juga menikmatinya kan! "


"Ish!! jangan membahas yang tidak penting bisa! "


"Yang harus kita fikirkan adalah anak kita! "


Setelah berdebat lama, akhirnya mereka keluar dari apartemen tanpa membuka pesan dari Nesa,


"Ponsel aku ketinggalan ky! " Ucap Selena saat sudah di parkiran membuat Vicky menatap malas istrinya


"Sudah tidak penting, ayo kita kerumah sakit"


"Kita sudah sampai diparkiran dan aku tidak mungkin mengambil ponselmu Sel, cepat masuk" Jawab Vicky yang diangguki oleh Selena


Dari kejauhan Vino bisa melihat Vicky dan Selena masuk kedalam mobil mereka, dan dia juga bisa melihat Rayhan beserta seseorang yang diajak berbicara tadi, langsung mengumpat di balik tembok


"Hubby, kenapa Selena dan kak Vicky keluar dari apartemen, bukankah aku sudah memberi pesan pada Selena agar tidak keluar dulu, " Tanya Nesa saat melihat pergerakan Selena dan Vicky


"Aku juga tidak tahu sayang, mungkin Vicky dan Selena tidak membaca pesanmu"


"Coba kamu hubungi lagi, telfon saja bila perlu" Ucap Vino yang diangguki oleh Nesa


Segera Nesa mencari kontak Selena lalu menelfonnya, telfonnya berdering tapi Selena tidak mengangkatnya, beberapa kali Nesa mencoba tapi tidak ada hasil, Selena tidak mengangkat telfonnya


"Tidak diangkat by" Ucap Nesa


"Coba telfon Vicky sayang, siapa tahu diangkat"


"Tapi mobil Vicky sudah pergi, apa kita ikuti saja mobilnya? " Sambung Vino saat melihat mobil Vicky melintas di depan mobilnya, lalu beberapa menit kemudian Rayhan juga memasuki mobilnya dan pergi meninggalkan parkiran apartemen


Melihat Ayah mertuanya pergi dengan beberapa orang yang tidak dikenali, Nesa langsung meminta suaminya untuk mengikuti Vicky,


"Aku takut jika Ayah melakukan hal buruk pada Selena" Gumam Nesa yang diangguki oleh Vino


"Tapi mereka mau kemana? bukankah ini masih pagi? dan kenapa mereka seperti terburu-buru"

__ADS_1


"Mana aku tahu by, cepetan! kita bisa kehilangan jejak kak Vicky"


.........


Di mobil Vicky,


"Ky kelihatannya ada yang mengikuti kita" Ucap Selena saat melihat spion belakang


Vicky langsung melihat spion belakang dan ternyata benar, ada mobil yang mengikutinya


"Jangan khawatir Sel, aku akan mengebut"


"Lebih baik kita menghindar dulu dari mereka," Ucap Vicky yang diangguki Selena


"Iya benar ky, yang terpenting sekarang adalah anak kita"


Mobil Vicky melaju sangat kencang, membuat mobil yang mengikutinya kewalahan, mobil yang dipakai Vicky adalah mobil sport keluaran terbaru dan mobil yang mengikuti Vicky hanya mobil biasa, kecepatan pun berbeda


"Cepat!!! jangan sampai kita kehilangan jejaknya! "


"Kita harus mengambil anak itu!! " Pekik Rayhan pada anak buahnya


"Maaf bos, kemungkinan besar mereka sudah sadar jika kita mengikutinya"


"Dan kita tidak bisa mengejar mereka, mobil kita hanya mobil biasa, dan mereka menggunakan mobil sport keluaran terbaru," Keluh anak buah Rayhan


"Bodoh! Bodoh!!! cepat kejar! aku tidak mau tahu!! hari ini juga aku kalian harus bisa mendapatkan bayi itu!! " Teriak Rayhan


Mobil Rayhan berusaha mengejar mobil Vicky, saat Vicky lengah karna sudah tak melihat mobil yang mengikutinya, dia terjebak di dalam lampu merah membuat dia harus berhenti menunggu lampu itu berubah menjadi hijau


Dari kejauhan mobil Rayhan datang dengan kecepatan full membuat nyaris menabrak mobil dihadapannya


"Mobilnya itu bos! " Ucap anak buahnya sambil menunjuk mobil Vicky


"Kerja bagus, ikuti dia! jangan sampai lepas!! " Ucap Rayhan sambil tersenyum senang


Lampu sudah berwarna hijau, satu persatu kendaraan melaju, membuat mobil Vicky bisa berjalan, kini kecepatannya normal karna suasana kota yang sedikit macet, putranya pun sudah sedikit tenang


"Ky, dia sudah cape menangis" Ucap Selena saat tak mendengar suara putranya


"Jangan lupa kasih ASI, jangan sampai dia kehausan" Vicky memperingatkan istrinya


"Iya, aku baru saja memberikannya, ini masih ada stok persediaan di dalam botol,"


"Apa mobil itu sudah menyerah ky? " Tanya Selena saat tak melihat mobil yang mengikutinya lagi


"Pasti sel, mobil mereka tidak akan bisa mengalahkan mobilku, kecepatannya saja sangat jauh,"

__ADS_1


"Dan jangan cemas, asalkan ada aku, maka semuanya baik-baik saja" Ucap Vicky tersenyum pada Selena


Tiba-tiba di perempatan jalan depan, ada sebuah mobil yang menghadangnya, membuat Vicky terkejut lalu membanting stir menabrak pohon di pinggir jalan


Brakkkkk......


Mobil menabrak pohon lalu semenit kemudian mengeluarkan asap


"Ky, bangun!!" Ucap Selena saat Vicky tak sadarkan diri lalu mencium bau asap


"Vicky ayo bangun!! " To-tolong!! " Selena berusaha keluar lalu meminta pertolongan pada warga sekitar


"To-tolong!!! " Teriak Selena


Beberapa warga yang melihat segera menolong Selena dan Vicky yang tidak sadarkan diri, darah segar sudah menetes di kepala Vicky karna benturan yang cukup keras,


Dari kejauhan mobil Vino datang, dia langsung keluar diikuti Nesa, mata mereka membulat sempurna saat melihat Vicky berlumuran darah


"Ada apa! kenapa kalian bisa seperti ini! " Ucap Vino pada Selena lalu menyuruh warga menggotong Vicky masuk kedalam mobilbya


"Ayo pak, bawa dia masuk kedalam mobil saya, saya adik dari pria tersebut" Ucap Vino


"Sel, ada apa? " Tanya Nesa, dia menenangkan Selena yang sedang histeris, bayi yang berada digendongan Selena pun sudah berpindah tangan pada Nesa


"Aku tidak tahu Nes, ada sebuah mobil yang mengikuti kita, lalu tiba-tiba mobil itu berada di depan mobilku, Vicky yang terkejut langsung membanting stir menabrak pohon, aku takut Nes, aku takut Vicky kenapa-napa"


"Bangun ky!! bangun!! hiks.. hiks.. jangan tinggalin aku" Ucap Selena yang sedang memangku Vicky, diusapnya wajah Vicky yang sudah berlumuran darah


"Cepat Vin, aku takut Vicky kenapa-napa," Pekik Selena pada Vino


Setelah sampai dirumah sakit, Vicky langsung dibawa ke ruang UGD, dan Nesa segera membawa bayi Selena kedalam dokter bayi, karna sebelumnya Selena bicara bahwa tujuannya pergi untuk membawa putranya yang sedang sakit untuk berobat


Setelah menunggu lama, akhirnya dokter yang menangani Vicky keluar dari ruang UGD


"Bagaimana keadaan suami saya dok? " Tanya Selena


.


.


.


.


.


Hay gaes, Mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat

__ADS_1


Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote dan hadiah🎁 )


....... #Happy Reading😘#.....


__ADS_2