
"Enak, coba deh yang ini juga enak.. " Ucap Vino menyuapkan singkong keju kedalam mulut Nesa
"Aaa sayang... "
"Aku mau kejunya aja jangan pake singkong by, .. " Nesa membungkam mulutnya saat suaminya berusaha memasukan singkomg keju yang menurut suaminya enak
"Hubby.. " Tangan Nesa mendorong singkong keju
"Kenapa? Ini satu paket sayang.. "
"Ayo coba, ini enak.. aaaa.... "
"Pokoknya aku gak mau pake singkong, aku mau keju yang ditaburin di atas singkong.. " Rengek Nesa membuat Vino mengernyitkan keningnya, Renata yang melihat interaksi anak serta mantunya pun pergi segera meninggalkan mereka, menurut Renata mereka sangat berlebihan
"Aku saja dengan mas Rayhan tidak pernah seromantis itu.. " Batin Renata kesal, dia menghentakan kedua kakinya, Tiba-tiba kedua sudut bibir Renata tersenyum, sebelum melangkah terlalu jauh, Renata teringat dengan ucapan seseorang yang membantunya untuk memisahkan putra dengan menantunya
"Vin, ibu ingin bicara.. "
"Ikut ibu sekarang.. " Ucap Renata dari dekat tangga, dia menyuruh putranya mengikuti langkah kakinya memasuki kamar
Vino yang sedang tersenyum sambil memisahkan keju dari singkongnya pun tiba-tiba cemberut,
"Sudah sanah, aku tunggu disini.." Nesa mengecup sekilas pipi kanan suaminya,
"Jangan cemberut dong, nanti jelek.." Sambungnya lagi
Vino tersenyum lalu mencubit hidung istrinya "Satu lagi, jangan buat yang sebelah kiri iri dong.."
Nesa tersenyum lalu mengecup pipi kiri suaminya "Sudah, ada lagi yang iri??" Nesa menaik turunkan alisnya
"Ada.." jawab cepat Vino
"Siapa? mana??"
"Vin!!! cepat!!!.." Suara ibunya terdengar mencekik telinga Vino dan Nesa
"Sudah sanah, kasihan ibu.."
"Biar, ibu memang seperti itu, mungkin sewaktu dulu saat ibu bersama Ayah, mereka tidak pernah romantis.."
Cup...
Vino mengecup bibir istrinya lalu berkata "Aku tinggal sebentar, kalau sudah ngantuk langsung tidur saja.. " tak puas dengan bibir istrinya dia juga mengecup kening istrinya lalu bangkit berjalan dibelakang ibundanya
Nesa tersenyum manis "Modus!!
" Biarin, modus sama istri sendiri.." teriak Vino
"Awas nabrak tangga by!!"
Brughh..
Vino terpeleset ditangga karna tak melihat anak tangga
"Hubby!!!" Pekik Nesa
Vino bangkit "aku tidak apa-apa sayang.."
__ADS_1
"Lain kali kamu harus hati-hati by.."
"Hehehe..."
Di dalam kamar, Renata mulai berbicara pada putranya
"Kapan kamu akan menceraikan Nesa.. "
Ucap Renata sambil duduk di atas ranjangnya, disenderkan kepalanya kebelakang
Vino menghembuskan nafasnya kasar "aku tidak akan menceraikan istriku bu! Kita saling mencintai, dan jika ibu memintaku untuk menceraikan istriku, maka aku akan pergi dari rumah ini... "
Renata bangkit dia menghampiri putranya yang sedang duduk di sofa
"Sampai kapan ibu mau di sindir dan di hina seperti ini vin!! Ibu malu setiap pertemuan ibu dengan teman-teman ibu, ibu selalu disindir, dan telinga ibu sudah panas, mereka selalu membahas cucu, dan hanya ibu sendiri yang belum mempunyai cucu,bahkan ada yang membawa cucunya saat perkumpulan teman-teman ibu"
"Jika ibu malu, ibu bisa dirumah, dan ibu tidak perlu keluar rumah, ibu sudah tua, seharusnya ibu duduk dirumah menikmati masa tua ibu dengan baik.. "
"Justru itu, ibu ingin menikmati masa tua ibu dengan menimang cucu, ibu ingin bermain dengan cucu-cucu ibu, dan ibu ingin memperkenalkan cucu ibu pada teman-teman ibu.. "
"Ceraikan istrimu, istrimu tidak bisa memberikanmu keturunan, dia hanya bisa menambah bebanmu saja!!
Vino meremas jarinya, dia bangkit lalu berjalan menatap jendela kaca besar
"Apa maksud ibu!! aku merasa tidak terbebani oleh istriku, dan sampai kapanpun aku tidak akan menceraikan istriku, dia belum juga hamil itu karna kesalahanku bu, aku yang tidak bisa memiliki keturunan, dan kita sudah sepakat, kita akan mengadopsi anak.. "
Mata Renata membulat sempurna "Ibu tidak setuju vin!! Ibu menginginkan cucu darimu bukan dari panti asuhan ataupun orang lain!! "
"Dan satu hal lagi, keluarga ibu dan Ayahmu semuanya berasal dari keluarga terpandang dan mereka semua sangat subur terbukti mereka mempunyai keturunan yang sangat pintar-pintar dan berwibawa, pasti kamu sedang menutupi kelemahan istrimu kan?, kamu bilang ini penyakitmu padahal ini penyakit istrimu, iya kan!! ibu sudah paham sifatmu.. "
Renata tersenyum tipis "Apa ibu bodoh!! bisa saja Anton memanipulasi, bisa saja kalian berbohong demi wanita yang kau sebut istri! "
"Bu, jaga ucapanmu! aku tidak pernah berfikir seperti seperti itu apalagi sampai memanipulasi!! "
"Jika karna cinta, semuanya akan bisa dilakukan vin!! "
"Bu!! " Bentak Vino
"Apa!! ibu hanya menginginkan kamu menikah lagi, siapa tahu apa yang diucapkan ibu benar bahwa istrimu yang mandul, dan setelah kamu menikah, kamu bisa memiliki seorang anak.."
"Aku tidak mau menikah lagi
"Dan istriku tidak mungkin mengizinkanku untuk menikah lagi dan lagi pula aku hanya mencintai Nesa istriku.. "
"Jadi ibu jangan halangi kebahagiaan kami.. "
Renata tersenyum tipis, kali ini dia harus mengeluarkan senjatanya, dia yakin bahwa Vino mendengar apa yang diucapkannya, Vino mau menceraikan istrinya
"Vin!! Apa kamu sudah mengetahui jika Vicky menyukai istrimu?? Dan ibu tidak yakin jika istrimu sudah disentuh oleh Vicky, terlihat jelas di video kemarin, jika Nessa hanya terbungkus selimut, pundak nya saja terekspos ,.. "
"Dan seorang laki-laki normal tidak akan tahan menahan godaan apalagi Vicky, orang yang menyukai istrimu sedari dulu, dia tidak mungkin menyia-nyiakan kesempatan berharga ini, dia bisa saja menyentuhnya karna istrimu tak sadarkan diri.."
"Dan satu hal lagi, ibu yakin Alex sudah menyentuh istrimu"
Degg,
Langkah Vino terhenti, dia kembali menatap ibunya
__ADS_1
"Apa maksud ibu?
Renata tersenyum tipis " Vicky dan Alex sudah menodai istrimu, apa kamu tidak jijik, mempunyai istri sudah berbekas .. "
"Ini tidak akan lucu vin!! seorang Vino mempunyai istri yang pernah digilir oleh beberapa laki-laki"
"Istriku tidak seperti itu, dia tidak mungkin seperti itu!! " Teriak Vino dia mulai terbakar amarah
"Ya ibu tahu, tapi fakta menunjukkan bahwa istrimu murahan,.. "
"Bu!!!!! "
"Lebih baik ibu diam!! "
Renata semakin bahagia didalam hatinya dia tersenyum puas karna melihat putranya sudah terbakar cemburu, sebisa mungkin dia menjadi kompor "Vino Vino kalau kau tidak percaya, coba tanyakan saja pada istrimu itu"
Vino tersenyum tipis "Vicky sudah menjelaskan semuanya di kantor, jika dia murni menolong istriku, tidak ada sentuhan fisik yang berlebihan, dan nesa juga berbicara padaku seperti itu.. "
Beberapa jam lalu
"Kalian berdamai lah, apa tidak cape berantem terus?? " protes Nesa
Nesa menatap suaminya, dia merangkul mesra lengan Vino, "Hubby berterimakasih lah pada kak Vicky karna dia sudah menyelamatkanku dari Alex.. "
Vino mengecup pucuk kepala istrinya "Terimakasih" pandangan masih memandang lekat rambut hitam istrinya
"Hubby apa ini cara berterimakasih yang baik.. "
"Okeh, sebelum aku berterimakasih dengan tulus, aku harus berbicara dengan dia empat mata.. "
"Bagaimana Tuan Vicky apa bisa kita bicara empat mata? " Tanya Vino serius
Vicky menaruh ponselnya "Kamu berbicara padaku? "
Selena yang mendengar itu langsung mencubit pinggang Vicky "Hormatilah, walaupun aku tidak tahu apa-apa, tapi sikapmu yang seperti tadi tidak mencerminkan sosok kaka yang baik.. " bisik Selena ditelinga Vicky
"Baiklah, aku mau,!! "
"Kita bicara di balkon saja.. "
.
.
.
.
.
.
Hay gaess, mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat
Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite favorite, komen, vote dan hadiah🎁)
.......... #Happy Reading😘#..
__ADS_1