
Ting...
Pintu lift terbuka, mereka keluar dari lift lalu berjalan menuju unit apartment Vicky
Hanya beberapa kali ketukan, pintu apartemen itu sudah dibuka oleh Selena
"Bagaimana keadaannya? " Tanya Vicky sambil menggandeng mesra istrinya membuat Rayhan merasa terabaikan
"Ky" Selena melepas lengan Vicky yang melingkar di pinggangnya
"Silahkan masuk Yah" Ucap Selena kaku
Rayhan tersenyum sinis "Jangan panggil aku dengan sebutan itu, aku bukan Ayahmu! " Ketus Rayhan yang membuat Vicky emosi tapi Selena berusaha tersenyum meyakinkan suaminya bahwa dia baik-baik saja
"Masuk om" Ulang Selena sambil tersenyum
"Dimana anakmu? " Tanya Rayhan pada Vicky mengabaikan Selena yang masih mematung di dekat pintu
"Ayo" Aja Vicky pada istrinya, mereka langsung berjalan menuju kamar baby R
"Panasnya semakin turun" Ucap Selena saat Vicky menyentuh kening putranya membuat Vicky menghembuskan nafasnya lega
Lain dengan Rayhan, dia mengkerutkan keningnya saat Selena bicara kondisi cucunya
"Panas? " Gumam Rayhan yang masih bisa di dengar oleh Vicky dan Selena, segera dia meminta Vicky untuk memberikan ruang,
"Dia mirip dengan Vicky, hidung dan matanya sama persis" Gumam Rayhan dalam hati
"Iya, anaku sedang sakit, itu alasanku meninggalkan acara tadi"
...............
Siang kini sudah berganti malam, terlihat disebuah kamar yang luas terdapat sepasang kekasih yang sedang memadu kasih
"Aaahh hubby" Des*ah Nesa yang merasakan kenikmatan surga dunia
"Aku akan mempercepat ritmenya sayang" Bisik Vino dengan suara seraknya, gairahnya sudah terbakar karna ulahnya sendiri
"Aahh okeh by, permainanmu selalu memuaskan"
Pergulatan panas membuat Vino dan Nesa ambruk bersamaan, tak heran jika mereka melakukannya berulang kali, karna semenjak membantu Vicky dan Selena, mereka tak ada waktu untuk berdua seperti malam ini
"Hubby" Panggil Nesa sambil memeluk suaminya
__ADS_1
"Iya sayang," Vino mengecup pucuk kepala Nesa sambil mengeratkan pelukannya
"Aku bercerita tidak ya tentang aku melihat Alex bersama dokter Anton dirumah sakit? tapi jika aku bercerita pada Vino, apa Vino akan percaya? selama ini, dia selalu takut pada dokter Anton dan mungkin saja Vino akan mengabaikan ceritaku" Gumam Nesa dalam hati
Melihat istrinya melamun, Vino pun segera menjempit hidung Nesa dengan jari tangannya membuat Nesa tersadar karna susah bernafas
"Hubby" Kesal Nesa sambil melepaskan jari tangan suaminya dari hidung peseknya
"Ya sudah, jangan melamun, ada apa? " Tanya Vino gemas, dia menarik tangannya lalu memeluk istri kecilnya
"Aku mendapat kabar bahwa baby R sakit, tapi aku belum sempat menjenguknya," Ucap Nesa sambil memainkan jarinya di dada bidang suaminya
"Lalu? " Vino memegang tangan istrinya yang menurutnya sedang menggodanya
"Besok kita jengguk baby R ya, aku mau tahu keadaannya, hitung-hitung kamu sekalian meminta maaf pada Vicky karna tak bisa datang keacara pembukaan swalayan nya"
"Ya sudah, ini sudah malam, lebih baik kita tidur dan lanjutkan pembicaraan besok pagi saja, okeh? " Ucap Vino sambil mencium kening istrinya lalu membenarkan selimut yang menutupi tubuh polos mereka
Ke esokan harinya, sesuai permintaan Nesa, kini Vino dan Nesa sudah di dalam mobil, mereka sedang menuju apartemen Vicky, tidak membutuhkan waktu lama untuk sampai ke apartemen Vicky,
Sewaktu tiba di parkiran tak sengaja Vino melihat Rayhan yang sedang berbicara pada seseorang yang dia tidak kenal, membuat Vino mengurungkan niatnya untuk turun dari mobil, melihat suaminya diam saja, Nesa pun ingin membuka pintu mobil dan berjalan mendahului Vino, tapi pergerakannya dihalangi oleh Vino
"Ada apa? " Tanya Nesa saat tangannya di pegang oleh Vino
"Oh, itu Ayah" Jawab Nesa santai, lalu semenit kemudian Nesa membulatkan matanya, dia mengucek beberapa kali matanya memastikan bahwa penglihatannya benar
"Hubby, kenapa Ayah bisa ada disini dan siapa orang yang sedang mengobrol dengan Ayah? " Tanya Nesa panik, dia langsung mengeluarkan ponselnya dan mengirim pesan pada Selena untuk tidak keluar apartemen
"Aku juga tidak tahu sayang, lebih baik kita pantau dari sini, aku takut jika Ayah merencanakan sesuatu untuk Vicky"
"Iya by"
Di dalam apartemen, Vicky dan Selena sedang disibukan dengan putra kecilnya ya sedari malam rewel terus, tak henti-hentinya baby R menangis membuat Selena mengabaikan semuanya dan fokus pada baby R
"Ky, bagaimana ini! panasnya sudah turun, tapi kenapa dia rewel dan menangis terus" Ucap Selena sambil mengayunkan putranya yang berada di gendongannya
"Aku tidak tahu Sel, aku baru saja menjadi Ayah" Gerutu Vicky, mata pandanya mulai terlihat karna semalaman tidak tidur mendengar tangisan putranya
"Kita bawa kerumah sakit aja yuk, aku takut terjadi apa-apa dengan baby R" Ajak Selena yang diangguki oleh Vicky
"Ayo, lama kelamaan aku juga stres Sel, aku tidak bisa tidur, pekerjaan kantor masih numpuk, Ayah mengancam akan mengambil perusahaan jika aku tidak bekerja dengan benar,"
"Aaaaaahhhhh kenapa semuanya jadi kacau seperti ini Sel" Frustasi Vicky, untuk berpakaian rapih saja tidak bisa
__ADS_1
"Okeh, kamu gendong baby R , aku akan menyiapkan perlengkapan bayinya" Ucap Selena sambil memberikan putranya yang sedang menangis
Oekkk... Oekk...
Tangisan baby R semakin kencang saat Selena memberikannya pada Vicky
"Dia gak mau digendong sama aku Sel"
"Lebih baik kamu yang gendong, aku akan menyiapkan semua keperluannya" Ucap Vicky yang memberikan bayinya pada Selena
"Aduh, kamu urus dulu ya, tiba-tiba perutku sakit, dari kemarin aku belum buang air besar" Keluh Selena yang berlari masuk kedalam kamar mandi, membuat Vicky mau tak mau harus menggendong bayinya
"Cup, cup, cup, sayang, anak Ayah yang pintar jangan nangis ya, Ayah dan bunda cape, apa kamu gak cape nangis terus"
"Diam ya, bobo aja, okeh" Vicky berbicara pada bayinya sambil mengayunkan ke kanan kiri berharap bayinya akan tenang
Bukannya diam menangis, baby R justru semakin kencang menangis, membuat Vicky semakin frustasi, diletakan baby R di box bayinya
"Ayah cape nak, lihat ini mata ayah sudah menjadi panda karnamu" Ucap Vicky memperlihatkan matanya
Oekk... Oekkk.. Oekkk
"Sel, cepat!! " Teriak Vicky, dia memijit pelipisnya,
Selena yang berada didalam kamar mandi pun tak tenang saat putranya semakin kencang menangis
Segera dia menyelesaikan ritual alamnya lalu berlari menyusul putranya yang sedang menangis
"Vicky!!! dia nangis dan kamu dengan santainya duduk! Ayah macam apa sih kamu! " Pekik Selena saat melihat putranya menangia kencang dan ditidurkan di box bayi
.
.
.
.
.
Hay gaes, Mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat
Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote dan hadiah🎁)
__ADS_1
..... #Happy Reading😘#.....