
Pertanyaan yang dilontarkan Nesa membuat Selena mematung, dia tak percaya Nesa akan bertanya seperti itu, alih-alih menjawab pertanyaan Nesa, Selena justru mengalihkan pembicaraan
"Emm aku harus menemui Revan, aku takut dia terbangun" Jawab Selena tersenyum kikut, dia berdiri dan hendak berjalan tapi langkahnya di cegah oleh tangan Nesa yang sudah memegang tangannya
"Jawab pertanyaanku sel, aku akan menerima semua jawabanmu dengan lapang dada" Nesa berbicara sambil tersenyum, tapi tidak dengan perasaan di dalam hatinya, dia merasakan cemas karna Selena mengalihkan pembicaraannya
"Apa kau pernah bermain diatas ranjang dengan Vino? " Tanyanya lagi, kali ini pertanyaan sangat jelas dan suaranya pun sengaja Nesa keraskan agar Selena mendengarkan
Vino yang baru saja kembali kerumahnya pun terkejut saat tak sengaja mendengar pernyataan istrinya yang memojokkan Selena,
"Sel, jawab aku! " Ujar Nesa yang sudah sangat penasaran
"Nes, aku dan Vino hanya masalalu, sebaiknya kamu jangan tanyakan ini lagi, karna aku sudah melupakan semuanya, dan pasti Vino sudah melupakan juga" Jawab Selena, dia melepaskan tangan Nesa yang menggenggam tangannya
"Aku tahu, pasti kau takut kehilangan Vino kan? itu tidak akan terjadi, karna sekarang yang ada dihatinya adalah kau bukan aku atau wanita lain" Sambungnya lagi sambil meyakinkan Nesa
"Duduk Sel,"
Selena menurut, dia duduk kembali di tempatnya semula lalu menatap Nesa yang masih penasaran dengan kisah cintanya dan Vino
"Aku butuh jawaban tidak atau iya" Tekan Nesa
"Apa kau pernah melakukannya makanya kau tak ingin menceritakan ini padaku kaena takut membuatku kecewa, begitu? "
"Nes,-"
"Aku butuh jawabanmu Sel! kali ini saja tolong! jangan buat aku penasaran! "
Melihat Selena terpojokan oleh istrinya, Vino pun berjalan lalu berdiri di belakang Nesa "Untuk apa kamu bertanya seperti itu sayang? " Tanya Vino membuat kedua wanita itu menatap sumber suara
"Vino"
"Hubby" Ucap mereka bersamaan
Vino melangkah lalu duduk di depan kedua wanita cantik "Apa kau siap mendengar jawaban dari pertanyaanmu itu sayang? " Tanya Vino lagi menatap lekat istrinya
"Aku siap by,"
"Aku siap menerima jawaban itu" Ucapnya lagi membuat Vino menatap Selena dan menganggukan kepalanya
Selena yang mengerti kode dari Vino pun segera meraih tangan Nesa, dia menatap istri mantan kekasihnya "Sungguh ini sangat berat Nes, tapi jika kau memaksa, aku akan memberitahu jawaban dari pertanyaanmu"
Deg!
__ADS_1
Perasaan Nesa semakin tak karuan, dia sudah tahu jawaban apa yang akan dibicarakan oleh wanita dihadapannya
"Aku sudah tahu jawaban dari pertanyaanku, aku benci kalian! " Ujar Nesa segera bangkit dan berlari menuju kamarnya, tak terasa air matanya menetes membasahi pipi,
Dia langsung mengunci rapat kamarnya "Seharusnya aku tak sakit seperti ini, aku yang menginginkan jawaban ini tapi kenapa hatiku juga yang sakit" Batin Nesa sambil menyenderkan tubuhnya di pintu kamarnya
"Dan pantas saja jika Vino menaruh perhatian lebih pada Selena,"
"Aaaaaaa...... aku benci kalian! " Nesa langsung berlari dan mendorong semua benda kaca yang disekitarnya membuat benda itu terjatuh kelantai
Pranggg!!!
Beberapa kali Vino mendengar suara benda terjatuh, dia langsung berlari menyusul istrinya, sebelumnya dia ingin memberi ruang untuk istrinya agar tenang tapi ternyata dia mendengar beberapa kali suara benda jatuh
"Nesa!! " Pekik Vino berlari menaiki tangga diikuti oleh Selena, tapi baru saja Selena menaiki anak tangga pertamanya, putranya sudah menangis kencang mungkin karna terkejut mendengar barang jatuh
"Revan! " Pekik Selena dan Vino bersamaan, mereka berhenti sejenak
"Kau urus Nesa Vin, aku akan mengurus Revan" Titah Selena yang diangguki Vino,
Dan Vino segera berlari menaiki setiap anak tangga dan Selena berjalan menuju kamarnya untuk mengecek keadaan putranya
"Sayang, buka pintunya" Teriak Vino saat kamarnya terkunci dari dalam
"Jika kamu tidak mau membukakan pintu, maka aku terpaksa akan mendobraknya Nes!! "
Brak!!
Pintu berhasil dibuka paksa oleh Vino, dia langsung berlari mencari istrinya,
"Ya Tuhan" Gumamnya yang tak percaya saat melihat semua benda kaca sudah tergeletak dilantai dan sudah menjadi beberapa bentuk pecahan.
"Sayang" Vino menghampiri Nesa yang sedang meringkuk di sudut kamarnya, dengan wajahnya yang dibenamkan di lututnya
"Nes"
"Kenapa.kau marah, aku dan dia hanya masalalu, dan sekarang masa depanku hanya ada kau" Ucap Vino sambil mensejajarkan tubunya dan tangannya terulur membelai rambut panjang Nesa
Nesa menepis kasar tangan suaminya, "Tinggalkan aku! aku butuh waktu untuk sendiri" Ketus Nesa yang masih membenamkan wajahnya di kedua lututnya, dia tak mau Vino mengetahuinya menangis
"Tinggalkan aku!! " Pekik Nesa saat Vino masih dihadapannya
"Sayang, aku mohon jangan seperti ini, kamu belum sembuh total"
__ADS_1
"Tinggalkan aku hiks... hiks.. " Akhirnya tangis Nesa pecah, dadanya benar-benar sesak saat suaminya memanggil dengan sebutan sayang
"Apa kau pernah membayangkan bagaimana rasa sakit ini hah!
"Bagaimana jika kau berada diposisiku! bagaimana jika aku yang melakukan hal itu dengan orang lain, bagaimana perasaanmu Vin, bagaimana hiks.. hiks.. " Ujar Nes yang sudah mendongakkan wajahnya lalu menepis tangan Vino yang ingin membersihkan air matanya
"Jangan sentuh aku! " Sambungnya lagi
"Sayang, ingat! kau yang meminta Selena untuk jujur, sebelumnya Selena tak ingin memberitahumu, kau yang meyakinkan dia, tapi kenapa kau seperti ini saat mengetahui semuanya"
"Sayang, aku bersumpah aku tidak mengkhianatimu, aku setia padamu"
"Tapi hatiku sakit!! hatiku sakit saat mengetahui semuanya, aku fikir kamu tak akan melakukannya tapi apa hah! kau pria bajing*an! "
"Sekarang pergilah! aku mau sendiri! "
"Tapi aku tidak bisa meninggalkanmu sendiri disini, aku akan tetap menemanimu sampai kau tenang"
Nesa menghapus air matanya lalu bangkit, dia berjalan keluar kamar diikuti Vino dibelakangnya
"Sayang,! hei mau kemana! " Pekik Vino saat melihat istrinya masuk kedalam mobil.
"Jangan pergi Nes" Vino mencegah mobil Nesa jalan, dia merentangkan kedua tangannya di depan mobil Nesa
Tin.. Tin.. Tin..
Nesa tetap mengklakson, melihat Vino diam tak ingin menyingkir, Nesa menyalakan mobilnya dan menancap gas membuat Vino menyingkir karna takut mati,
Melihat mobil istrinya keluar dari halaman rumahnya, Vino langsung berlari menuju mobilnya, dan mengejar istrinya karna hari sudah sangat larut
"Aku benci kalian! bagaimana bisa aku melihat kalian berdua setiap hari" Gumam Nesa sambil menancap gass full
Vino yang berada dibelakang mobil Nesa pun cemas karna melihat istrinya mengendarai mobilnya dengan ugal-ugalan
.
.
.
Hay gaes, mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat
Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote dan hadiah🎁)
__ADS_1
..... #Happy Reading😘#....