
..................
"Naik apa kamu nak?? "
"Jangan dipikirkan aku naik apa, yang penting sekarang adalah Vino yah.. "
"Ya sudah ayo kita masuk.. "
Rayhan mengajak menantunya masuk kedalam aprtemen dan mencari apartemen Vino yang berada di lantai 20.
Ting...
Lift terbuka, Rayhan dan Nessa segera keluar dari lift, dan berjalan melangkah menuju apartemen
Mereka kini sudah berada tepat di depan pintu apartemen Vino,
Beruntung Rayhan mengetahui sandi apartemen, jadi mereka bisa langsung masuk tanpa memencet bel...
Kreeekkk..
Pintu terbuka, mereka bisa melihat Vino yang sudah terkapar di sofa dengan pakaian yang acak-acakan, mereka juga melihat beberapa botol minuman yang kosong dan yang masih utuh..
"Hubby.. "
Nesa berlari saat melihat suaminya meracau tidak jelas karna faktor minuman
"Jangan mendekat!! "
"Kau! Berani sekali kau mengkhianati aku! "
"Apa kau tidak tahu bagaimana usahaku untuk mencintaimu!!!!!!" Vino bangkit dan mencengkram pundak Nessa dengan erat, melihat menantunya menahan sakit karna ulah anaknya, Rayhan segera menepis tangan anaknya
"Jangan gila! Kamu bisa melukai istrimu sendiri! " Rayhan memperingati anaknya
"Hahahaha! Istri!! "
"Aku tidak mempunyai istri yang suka menebar kemesraan kepada pria lain!! "
"Dan kau.. " Vino menunjuk wajah Nessa dengan badan yang sempoyongan
"Lebih baik kau pergi dari sini!! "
"Aku sudah muak dengan wanita sepertimu!!! " Teriak Vino lalu membanting botol yang berada di genggamanya
Praannng......
Nesa dan Rayhan terkejut saat Vino sudah kehilangan kendali
"Maafkan aku hubby hikss.. hikss,.. "
"Aku tidak bermaksud dan aku bisa jelaskan semuanya... hiks.. hikss. "
"Pergi!!!! Atau aku bunuh kau!! "
Nesa menangis dan Rayhan langsung memeluknya dengan tubuhnya yang gemetar, dia berusaha mendekat ke arah suaminya.
"Jangan! dia sedang tidak begitu sadar karna pengaruh alkoholnya.. "
"Lebih baik kita pergi dari sini,.. " Sambung Rayhan kembali
"Tidak Yah, aku tidak bisa meninggalkan suamiku sendirian disini hikss..hikss.... "
"Aku bukan suamimu!!! " Bentak Vino
Plakk....
Satu tamparan mendarat di wajah Vino
"Jaga ucapanmu nak! Kau sudah membuat istrimu ketakutan!! "
"Hahaha, cukup aku saja yang tertipu dengannya, jangan sampai Ayah juga tertipu, dia memang ratu drama..." Vino tertawa renyah saat melihat istrinya menangis, dia fikir itu adalah salah satu triknya
"Kau!! " Tunjuk Rayhan yang ditepis oleh Vino
"Apa hah! apantas dia disebut istri, setelah aku melihat kejadian yang membuat mataku terbuka.."
"Asal Ayah tahu dia sudah berani selingkuh dibelakang aku, dia bergandeng tangan dengan mesra lalu dia masuk kedalam mobil bersama pria lain, apa itu pantas hah!!!.. "
"Dan satu lagi! sekarang wajah polosmu sudah menghipnotis Ayahku, prok prok prok!!!!!!
Suara tepukan tangan Vino mengundang emosi Rayhan, dan nesa semakin tertunduk, dia menangis saat suaminya semakin menghinanya
__ADS_1
"Aku semakin jijik dengan mu!! "
"Oh Selena, ternyata kau lebih baik daripadanya!! "
Setelah mengucapkan isi hatinya, Vino langsung terjatuh ke sofa dan tidak sadarkan diri.
"Hubby, bangun.. "
Nessa menghampiri dan menggoyangkan tubuh suaminya untuk bangun,
"Hubby maafkan aku hiks... hiks... "
"Bangun hikss..hikss.. "
Rayhan yang melihat anaknya tidak sadarkan diri langsung menelfon dokter pribadinya
"Cepet kemari, Vino kembali pada dirinya yang dulu.. "
"Apa? Kenapa bisa, aku akan kesana. "
Setelah panggilan berakhir dia membopong anaknya ke kasur, dan Nesa segera melepas sepatu Vino
"Ayah sudah panggilkan dokter, sebentar lagi dia kemari.. "
Ting... Tong...
Bunyi bel menandakan bahwa sang dokter sudah datang, Nesa segera membukakan pintu
Cekrekkk..
Doktor Anton segera berlari dan mengucapkan terimakasih sebelumnya kepada Nesa
"Ya Tuhan, dia benar-benar sudah gila.. " Anton melihat apartemen Vino yang sudah seperti kapal pecah
"Periksalah anakku, jangan berbicara apapun dulu.. "
"Baik Om... "
"Nes kemari, jangan di dekat pintu.. " Rayhan mengayunkan tangannya agar menantunya mendekat
"A-aku takut Vino sadar, dia akan memarahiku lagi, lebih baik aku disini.. "
"Tidak ada yang memarahimu karna ada dia.. "
"Dia dokter sekaligus orang yang ditakutkan Vino.. "
"Kenapa?? " Tanya Nesa yang penasaran dan melangkahkan kakinya agar mendekat pada mertuanya
"Tanya saja padanya.. "
Anton hanya diam, dia memeriksa keadaan Vino. Sikap anton tidak jauh beda dengan Vino tapi dia lebih kejam dan mengerikan.
Vino tersadar dia membuka kedua kelopak matanya secara perlahan dan melihat Anton sedang duduk disampingnya.
"Tidak ada yang menyuruhmu kesini, lebih baik kau pergi dari sini! Ucap Vino yang bangkit lalu menyenderkan tubuhnya di ranjangnya, dia merasakan pusing dikepalanya
"Diam! "
Anton tetap memeriksa keadaan saudaranya ini
"Lepas! Jangan sentuh aku.. " Tangan Vino menepis keras tangan Anton dan membuat Anton naik darah
"Baik, aku akan membuatmu diam selamanya.. "
Anton mengeluarkan sebuah botol cairan dan infus, dia mengancam Vino agar patuh.
"Ini racun, jika racun ini masuk kedalam tubuhmu, aku pastikan kamu diam untuk selamanya.. "
"Kau sudah gila yah!.. " Pekik Vino ketakutan saat suntikan itu sudah dimasuki cairan racun.
"Khusu untukmu aku gila hahaha.."
"Ayah, apa yang dia lakukan pada Vino,.. " Tanya Nesa cemas
"Biarkan, dia lebih tahu membuat Vino bungkam.. "
"Tapi bukannya Vino sedang mabuk yah?? "
"Tenang saja, kadar alkohol di minuman Vino sedikit, dan Vino masih setengah sadar.. "
Nesa mengangguk lalu melihat kedua laki-laki yang sedang beradu argumen
__ADS_1
"Okeh, aku diam, tapi singkirkan itu dariku.. "
"Jika seperti ini aku kan enak, kembali berbaring.. " Perintahnya
Vino patuh, dia kembali berbaring dan melihat Ayah serta istrinya duduk manis memandangnya
"Kenapa dia belum pergi juga!! " Batin Vino yang meremas sprei, Anton yang memperhatikan tingkah saudaranya pun mengerti, dia menyuruh Rayhan membawa Nesa keluar.
"Bisa tinggalkan kami berdua?? " Anton berbicara tanpa melihat lawan bicaranya
"Ayo kita pergi.. " Ajak Rayhan
"Tapi Yah.. "
Mendengar penolakan dari Nesa, Anton memutar tubuhnya dan menatap tajam gadis kecil di samping om nya, matanya mengisyaratkan "pergi dari sini",
Nesa yang melihat tatapan itu segera menunduk dan pergi dari apartemen Vino.
Setelah melihat kepergian dua orang tersebut, Anton mencecar bertubi-tubi pertanyaan
"Apa kau gila! "
"-_-"
"Setelah kau gila ternyata kau bisu juga yah.. "
"Lebih baik kau pergi saja, aku ingin sendiri.. "
"Ada hal yang harus kita bicarakan, ini menyangkut dirimu.. " Ucap Anton dengan serius, dia mendudukan dirinya disamping Vino
"Apa? "
"Bukankah aku menyuruhmu untuk memperiksakan keadaanmu! "
"Aku sibuk!.. "
"Jangan seperti ini, jika memang dugaanku benar tentang penyakitmu, bagaimana! "
"Aku memang suka minum alkohol, ini tidak ada sangkut paut dengan anak.. "
"Disini aku dokternya Vin!! "
Kali ini Anton emosi, Vino tetap pada pendiriannya, padahal jika perkiraannya benar, semuanya bisa fatal
..........
Flashback..
Vino menceritakan berbagai keluhannya pada saudaranya ini di restoran dekat kantor..
"Apa kau tahu, kau kan dokter.." Tanya Vino menyeruput jus nya
"Emm setelah aku menyimak semua keluhanmu ..."
"Cepat katakan!!!!"
"Sabar! jangan potong ucapanku!!
"Mungkin ini bisa terjadi jika kamu kebiasaan mengonsumsi alkohol dan kelelahan juga stres berkepanjangan... "
"Lalu ini bisa juga bisa terjadi karna penyakit hormon atau infeksi virus, cobalah kau periksa, jika ternyata benar, kamu sendiri yang akan menanggungnya.. "
"Katakan sejelasnya, agar aku tidak pusing dengan sepatah kata mu.. "
"Ini hanya perkiraan ku sebagai dokter, kau mengidap penyakit... "
"Penyakit apa!! cepat katakan!! "
.
.
.
.
.
Hay gaes, Mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat
Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote dan hadiah🎁)
__ADS_1
....... #Happy Reading😘#......