Menikah Dengan Sahabat Kekasihku

Menikah Dengan Sahabat Kekasihku
Episode 59- Pembalasan


__ADS_3

Panggilan itu terputus, dan Vino langsung masuk kedalam pesawat, dia sudah berencana akan membalas pengkhianatan kedua orang itu dengan cara yang lebih kejam.


"Pembalasan akan terkesan sedikit lebih kejam.. " Ucap Vino yang meremas ponselnya lalu menaruh ponselnya di saku jasnya


..........


"Ka, maafkan aku.. " Ucap Nesa yang sudah berada di meja makan bersama Vicky, sebenarnya Nesa sudah meminta maaf berulang kali dan dia juga sudah berpamitan pada Vicky untuk pergi dari apartemennya tapi Vicky selalu mencegahnya, dia mengizinkan Nesa pergi setelah sarapannya dimakan


"Makanlah, setelah itu kembalilah ke rumahmu.. " Ucap Vicky yang sambil memakan makanannya


"Ka.. " Panggil Nesa dengan ragu


"Boleh tidak aku meminta sesuatu darimu.. "


Pandangan Vicky beralih pada wajah Nesa, dia menunggu permintaan gadis kecil yang sudah dianggap sebagai adiknya


"Apa? Jika itu tidak memberatkanku, aku akan mengabulkannya.. "


"Rahasiakan ini pada Vino, aku takut jika Vino tahu akan terjadi kesalahpahaman lagi.. "


"Hemm baiklah, aku akan rahasiakan ini semua.. "


"Dan cepat habiskan makananmu.. "


Nesa mengangguk, dia menghabiskan makanan yang diberikan Vicky, sesekali Vicky melirik Nesa yang sedang memakan sarapannya


"Gadis baik, aku sudah mengikhlaskanmu, setidaknya walaupun aku tidak bisa mendapatkanmu tapi aku bersyukur anak pembunuh itu bisa mendapatkan hatimu.. " Batin Vicky, tanpa sadar Vicky tersenyum pada Nesa


"Sudah kak, aku harus pergi, ibu pasti mencariku.. " Ucap Nesa yang membuyarkan lamunan Vicky


"Hati-hati, apa perlu aku antar atau kamu sudah menghubungi supirmu??


" Tidak usah kak, aku sudah memesan taksi online, dan taksi onlinenya sudah ada di depan.. "


"Sekali lagi aku berterimakasih padamu kak,.. "


Vicky mengangguk lalu menemani Nesa sampai depan pintu apartemennya


"Hati-hati.. " Ucap Vicky sebelum Nesa benar-benar pergi


Nesa mengangguk, dia berjalan dengan langkah gontai, perasaannya semakin cemas saat melihat pesan yang dikirimnya belum juga terbalas oleh suaminya.


"Tapi sebentar, Vino sempat menghubungiku.."


Drttt.... Drtttr....


"Nomor yang anda tuju sedang berada diluar jaringan, tut.. tut.. "


"Huft.. "


"Aku coba sekali lagi.. "


"Kali ini, aku mohon angkatlah telfon ku hubby.. " Gumam Nesa menelfon suaminya


Drtt.... Drttt...


"Untuk apa dia menghubungiku, apa dia sudah ingat denganku!! " Batin Vino saat melihat nama istrinya

__ADS_1


Vino langsung meletakkan ponselnya, dia tidak ingin mengangkat telfon itu


"Aishh kenapa masih tidak diangkat juga, .. " Gerutu Nesa yang kesal


............


Beberapa menit kemudian taksi online yang ditumpangi Nesa sudah sampai di depan pagar rumah ibu mertuanya, Nesa yang tersadar, segera dia membayar dan keluar dari taksi dengan penampilan yang cukup berbeda


"Selamat siang Nona.. " Ucap pak satpam tersenyum ramah..


"Rupanya dia sudah pulang, tersenyumlah selagi kesedihan itu belum menimpamu, hahaha.. " Batin Renata yang melihat Nesa dari balkon kamarnya


Nesa tidak sengaja melihat kearah balkon, dia bisa melihat ibu mertuanya sedang memandang dengan tatapan mengintimidasi, tapi sebisa mungkin Nesa membalas tatapan itu dengan senyuman yang manis


"Kenapa ibu menatapku seperti itu? "


"Apa ibu marah denganku?? " Batin Nesa yang langsung menunduk dan berjalan memasuki rumah mertuanya


Nesa langsung masuk kedalam kamar dan mengganti pakaiannya dengan pakaian kerja, hari ini dia akan bekerja dan menyelesaikan pekerjaannya


...........


Tak terasa waktu semakin cepat berlalu, itulah yang dirasakan oleh sekertaris Sean


"Oh tidak, sebentar lagi Tuan akan sampai di bandara, aku harus menjemputnya.. " Gumam Sean yang langsung menutup laptopnya dan berjalan keluar kantor untuk menjemput bossnya


Setelah setengah jam mengendarai mobilnya, Sean sudah sampai bandara dan dia langsung masuk untuk mencari bossnya


"Ternyata pesawatnya belum mendarat.. " Ucap Sean bernafas lega


Menunggu adalah hal yang sangat membosankan bagi Sean, setiap menit terasa begitu lambat,


"Ini sangat membosankan bagiku.. " Gumam Sean yang sedang duduk dan sesekali melirik ponsel dan jam tangannya


"Sean, apa suamiku sudah ada kabar.. "


Pesan dari istri bossnya muncul di notifikasi ponsel Sean


"Belum Nona, tapi tuan akan baik-baik saja.. " Balas Sean langsung memasukan ponselnya kedalam saku jasnya


Dari kejauhan terlihat Vino dengan gagahnya berjalan kearah Sean dengan memakai kacamata hitam dan pakaian casual.


"Sean.. " Panggil Vino yang menyerahkan kopernya pada sekertarisnya


"Dimana Nona Bella?? " Gumam Sean yang mencari-cari


"Bagaimana perusahaan Sean!! "


"Keadaan diperusahaan baik-baik saja Tuan, dan Nona Nesa juga baik-baik saja, kemarin dia meminta izin untuk pergi ke pesta tuan Alex.. "


"Jangan membahas dia.. " Suara tegas Vino membuat Sean menutup mulut lalu mengernyitkan keningnya,


"Ada apa denganmu, kenapa sikapmu berubah lagi saat aku membicarakan istrimu, atau kau sudah terkena racun ulat bulu itu.. " Batin Sean yang menarik koper dan berjalan di belakang bossnya


"Silahkan Tuan.. " Ucap Sean yang membuka pintu mobil untuk bossnya


Vino masuk ke mobil dan badannya dia senderkan kebelakang mobil, rasanya sangat sakit saat mengingat video itu.

__ADS_1


Setelah Sean menyalakan mobil dan berjalan membelah ibukota, Vino mulai bertanya tentang keseharian istrinya sewaktu dia pergi


"Apa istriku bermain gila dengan pria lain?"


Sean menelan salivanya, sejak kapan bossnya berfikir negatif pada istrinya, bukankah dia sangat mempercayai istrinya


"Tidak Tuan, Nona menghabiskan waktunya untuk bekerja.. "


"Termasuk malam hari.. " Selidik Vino kembali


"Maaf Tuan, malam hari Nona meminta izin untuk pergi ke pesta ulang tahun Tuan Alex.. "


"Lalu... "


"Seperti yang Nona Nesa bilang, dia sudah meminta izin pada Tuan, dan Tuan tidak membalas pesannya.. "


"Apa dia pergi sendiri atau bersama pria lain?? "


Lagi dan lagi Sean mengerutkan alisnya,


"Pria lain? " Batin Sean


"Nona bilang, dia pergi bersama Nona Selena.. "


Vino mengangguk, dia mencerna ucapan sekertarisnya lalu menggabungkan dengan rekaman video itu.


"Lalu, ... " Belum selesai Vino berbicara, ponselnya sudah berdering


Sean melirik sekilas pada tuannya lewat kaca spion


"Untuk apa dia menghubungiku.. " Batin Vino meletakkan ponselnya kembali


Drtt.. Drttt...


Rupanya Nesa tidak menyerah, dia menghubungi Vino berulang kali


"Sean antar aku ke perusahaan Vicky sekarang juga! "


"Baik Tuan.. "


Sean langsung mencari jalan tercepat untuk sampai ke perusahaan Tuan Vicky


"Ada perang ketiga rupanya.. " Batin Sean


.


.


.


.


.


.


Hay gaes, Mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat

__ADS_1


Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote dan hadiah🎁)


......... #Happy Reading😘#........


__ADS_2