Menikah Dengan Sahabat Kekasihku

Menikah Dengan Sahabat Kekasihku
Episode 85- Pertengkaran


__ADS_3

Di sebuah cafe mewah, kedua wanita sedang berbincang, ntah perbincangan apa yang pasti mereka terlihat serius


"Tante, sampai kapan aku harus diam seperti ini"


"Sampai kita mempunyai celah"


"Ah, aku tidak bisa berdiam diri, aku harus menghubungi kakaku untuk meminta bantuannya"


Bella langsung mengambil ponselnya lalu mencari nomor kakaknya, ditempelkannya benda pipih itu ditelinga Bella


Berulangkali Bella mencoba menelfon kakaknya tapi tidak bisa, diremasnya ponsel yang ada ditangannya


"Kenapa! Apa dia tidak bisa dihubungi" Renata tersenyum tipis saat melihat ekspresi Bella


"Kita harus mandiri, jangan mengandalkan kakamu itu Bel, kamu harus pandai mendapatkan hati Vino, sebenarnya Vino anak yang baik dan penyayang "


"Aku tahu tan, maka dari itu aku sangat mencintai Vino pada pandangan pertama, dan aku mau menanam saham di perusahaan Vino, setelah Ayah Vino lepas tangan dari perusahaan Vino, apa tante tahu bagaimana kondisi perusahaan sekarang? "


Renata mengernyitkan keningnya "Sejak kapan Rayhan membiarkan Vino mengurus perusahaannya seorang diri, dia benar-benar keterlaluan, dia lebih memilih anak haram itu daripada anak kandungnya sendiri" Batin Renata, dia berdiri dari duduknya lalu pergi meninggalkan Bella sendiri


"Tante! Tante mau kemana! " Teriak Bella yang langsung berlari mengejar ibu dari Vino


"Maaf Bell, tiba-tiba tante ada urusan mendadak"


"Biar aku antar tan.. "


"Tidak perlu, tante bisa naik taksi"


"Ta-tapi tan-" Ucapan Bella terpotong saat Renata menghentikan taksi di depan restoran lalu pergi meninggalkan Bella yang tengah kesal


"Huh! Tante tua menyebalkan, beruntung dia ibu dari seseorang yang aku cintai, jika bukan... sudah aku tampol, " Gerutu Bella sambil menghentakkan kedua kakinya lalu berjalan ke arah mobilnya yang sedang terparkir


Dari kejauhan terlihat pelayan terpogoh-pogoh memanggil Bella


"Nona!!! " Teriak pelayan, Bella yang tidak menyadari pun tetap berjalan masuk kedalam mobil


"Security tangkap dia, dia belum membayar pesenan mereka"


Security itu langsung mengejar Bella, beruntung Bella belum masuk kedalam mobil


"Maaf Nona, anda harus ikut saya"


Bella terkejut saat security menahan tangannya, dia berusaha menepis "Kau! Beraninya menyentuh aku! "


"Lepaskan! " Sambungnya lagi


"Tangkap dia security, dia belum membayar tagihan makanan yang dia pesan" Ucap pelayan yang baru saja tiba


"Apa! "


"Ya Tuhan, apa-apaan ini, kenapa aku sampai lupa membayar tagihan itu"


Seluruh pengunjung menatap Bella dengan tatapan mencemooh, bahkan ada yang berani menyindirnya secara terang-terangan


"Mobil bagus, tapi gak bisa bayar"


"Muka cakep tapi penipu"


"Apa! Apa kau lihat-lihat! " Bella selangkah maju ke depan, dia tidak terima jika dirinya di sindir


"Sudah salah, ngegas lagi! "

__ADS_1


"Gak punya malu! " Para pengunjung semakin membully Bella,


Bella langsung membuka dompetnya lalu mengeluarkan uang pecahan ratusan ribu senilai 10 lembar


"Ini! " Ucapnya sambil melemparkan uang itu kedepan satpam dan pelayan


"Jika lebih, ambil saja,"


"Dan kalian semua!! " Tunjuk Bella pada semua orang yang sedang memandangnya


"Sudah lihat kan! Kalau aku bukan orang susah atau penipu! "


"Cih, sombong sekali, baru ngeluarin uang segitu aja udah sombongnya kebangeten" Gerutu pelayan sambil berjalan masuk ke dalam restoran


"Memangnya berapa kembalian uang dari Nona tadi? " Pak security mengikuti di belakang pelayan


"Dua ribu pak,"


"Tapi belagu banget, udah kayak kasih tips berjuta-juta"


Di tempat lain


Brakk


Renata menggebrak meja kerja Rayhan, membuat pria paruh baya itu mengelus dadanya karna terkejut


"Apa-apaan! Kenapa kamu lebih memilih membantu perusahaan anak haram itu daripada anak kandungmu sendiri ha! "


"Benar-benar tidak ada sopan santun, "


"Tidak usah berbicara sopan santun kepadaku! Jawab pertanyaanku sekarang juga! "


"Kenapa kau membantu perusahaan anak haram itu dan membiarkan Vino membangun perusahaannya sendiri! "


"Sudah beberapa kali aku peringatkan padamu, dia bukan anak haram, aku dan Ria sudah menikah"


"Hahahaha hanya menikah sirih dan kau bangga! , menurutku dia tetap anak haram yang dihasilkan dari perselingkuhan mu dengan wanita murahan itu! " Ucap Renata sambil tersenyum mengejek


"Cukup!!


" Untuk apa kau kemari! "


"Aku hanya ingin kamu membantu perusahaan Vino bukan anak haram itu! "


Rayhan bangkit dari duduknya, dia menghampiri Renata yang sedang berdiri sambil menatapnya


Plakk...


Tamparan mendarat mulus di pipi Renata, Renata yang tak siap pun jatuh keatas sofa


"Berhenti menyebutnya dengan sebutan itu ! "


"Dan satu hal lagi, Ria wanita baik-baik, tidak sepertimu wanita yang berhati iblis! "


"Apa kau bilang! aku berhati iblis! hahaha benar aku berhati iblis"


"Jangan salahkan aku jika aku akan melakukan sesuatu kepada anak haram itu, karna kau sendiri kan yang bilang aku berhati iblis"


Plakk


"Tak akan kubiarkan kau mencelakai putraku!! "

__ADS_1


"Cih, kau membela dia sampai segitunya, apa kau tidak tahu, anak haram itu menyukai istri Vino, apa kau tidak kasihan pada anak kandungmu sendiri ha! " Ucap Renata yang memegang pipi bekas tamparan, dia bangkit lalu menatap mantan suaminya


"Perlu kau ingat kembali bahwa semua orang hanya mengenal Vino sebagai anakmu, kamu tidak pernah mengenalkan anak haramu itu pada siapapun, lalu sekarang kau mengabaikan Vino dan lebih memperhatikan anak haram itu! "


"Siapa yang mengabaikan? Aku sangat memperhatikan kedua putraku, bahkan aku memberikan Vino 2 perusahaan, apa itu yang diartikan mengabaikan! "


"Lalu, kenapa aku mendengar kabar jika kamu lebih memprioritaskan perusahaan anak haram itu! "


"Sudah aku katakan dia bukan anak haram, dia anakku! Apa perlu aku tampar lagi! " Tangan Rayhan sudah melayang ke udara membuat Renata menutup matanya


Krekk


Pintu terbuka, terlihat Vino dan Vicky masuk kedalam ruangan Rayhan


"Anak haram? " Gumam Vicky, tangannya sudah mengepal erat, matanya memerah, hatinya sakit saat mendengar kata anak haram


"Aku bukan anak haram! " Ucapnya sambil menahan amarah yang ingin meledak


Mata Renata pelan-pelan terbuka, "Cih, anak haram sepertimu tidak pantas ada disini, seharusnya kau ikut dengan ibumu ke neraka! " Senyum sinis Renata semakin membuat Vicky marah


"Cukup bu!"


"Jaga bicaramu Kau sudah menyakiti hatinya" Kali ini Vino yang berbicara, dia juga emosi saat ibunya menghina Vicky


"Kamu bela dia Vin! " Renata terkejut, dia fikir Vino akan memihak kepadanya


"Sabar, jangan dengarkan ucapan ibuku, kau tahu sendiri kan dia seperti apa" Vino memegang pundak Vicky dia berusaha meredakan amarah Vicky, perlahan amarah Vicky mereda, kepalan ditangannya semakin mengendur


"Vin! Kau tidak sedang mabuk kan nak?? "


"Tidak bu, aku sadar, aku tidak mabuk, aku sudah menerima Vicky sebagai kakak tiriku"


Mata Renata membulat, "Apa! kau jangan gila Vin, kau harus ingat, karna dia Ayah dan ibu berpisah"


"Dan kau-! " Tunjuk Renata dengan jarinya


"Kau apakan anakku, sehingga anakku bisa menerimamu! " Bentak Renata


"Hentikan bu!!! "


"Lebih baik ibu pulang! oh iya satu hal lagi, hari ini aku akan pindah ke apartemen bersama istriku"


Degg


"Istri? " Ulang Renata dalam hati


"Bukannya istrimu hilang Vin? " Tanya Renata kembali


.


.


.


.


.


Hay gaes, Mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat


Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote dan hadiah🎁)

__ADS_1


......... #Happy Reading😘#........


__ADS_2