Menikah Dengan Sahabat Kekasihku

Menikah Dengan Sahabat Kekasihku
Episode 132-Kecemburuan Nesa


__ADS_3

Matahari menampakan cahayanya bersinar indah menghiasi bumi kita, waktu yang terus berputar cepat mengharuskan matahari itu menyembunyikan dirinya dan berganti menjadi rembulan bintang yang gemerlip memanjakan mata manusia dimalam hari


Dan kini keadaan Nesa sudah semakin membaik, berkat semua orang rumah yang merawatnya dengan baik


"Sel, kau kembali bekerja diperusahaanku saja sebagai model? " Ujar Nesa pada Selena saat mereka sedang bersantai di ruang tamu sambil menikmati cemilan serta televisi yang menyala


"Tapi Nes, aku sudah keluar perusahaanmu, apa tak apa jika aku masuk kembali" Fikir Selena mengambil beberapa potong buah lalu di masukan kedalam mulutnya


"Tak apa, biar sekertaris Vier yang mengatur semua, lagipula kau mengundurkan diri setelah kontrak kita berakhir, dan itu juga sudah 1 tahun yang lalu,


Kalau kau mau, aku bisa mengatur semuanya, daripada kamu susah mencari pekerjaan" Ucap Nesa menatap Selena


"Dimana baby Revan? " sambungnya lagi


"Oh, lagi bermain bersama bibi,


"Aku mau Nes, kapan aku bisa mulai bekerja? tapi bagaimana dengan baby Revan? " Keluh Selena, bagaimana mungkin dia menelantarkan putranya demi pekerjaan


Tiba-tiba dari arah luar, Vino yang baru saja pulang dari kantor mendengar pembicaraan Selena dan istrinya, dia segera masuk lalu menghampiri kedua perempuan yang sedang asik bercengkrama


"Aku sudah peringatkan kau Sel, lebih baik kau urus saja putramu, aku akan membiayai hidup kalian" Ketus Vino yang tak suka dengan tindakan Selena


Nesa yang mendengar semua hanya mendesah kasar "Hubby, Selena pasti bosan jika dirumah terus, aku yang menawarkan pekerjaan untuknya, lagipula Selena bisa kok bawa anaknya ke tempat kerja, jika ada pemotretan atau lainnya, aku yang akan mengurus anaknya" Tawar Nesa meyakinkan suaminya, entah mengapa mendengar ucapan suaminya yang tak memperbolehkan Selena bekerja hatinya terasa sakit


"Sayang, dengarkan aku" Vino mendudukan bokongnya di sofa menghadap kedua wanita itu


"Bagaimana jika kamu sedang sibuk dan Selena juga sedang sibuk? " Tanya Vino lagi


"Emm kita akan menggunakan jasa baby sister, biar aku yang membayarnya" ucap Nesa


Selena hanya diam melihat interaksi sepasang kekasih yang sedang mempermasalahkan dirinya,


"Kelihatannya Nesa sangat berniat untuk aku kembali bekerja lagi diperusahaannya" Batin Selena sambil melihat Nesa berbicara meyakinkan suaminya


"Ayo ikut ke kamar, kita bicarakan dikamar saja" Jawab Vino saat melihat nada kesal istrinya, seketika Nes bangkit dari duduknya "Sel, aku ke kamar dulu, kau beristirahatlah ini sudah malam" Ucap Nesa lalu meninggalkan Selena dan Vino yang diam tak bersuara


Setelah Nesa sudah cukup jauh, Vino langsung mengejar istrinya, dia heran kenapa sikap Nesa berubah drastis seperti ini

__ADS_1


"Sayang" Vino memeluk Nesa dari belakang saat sudah berada di kamarnya


"Aku mau tidur, dan jangan peluk aku!" ketus Nesa


"Ada apa hemm?? apa kamu sedang cemburu? "


"Gak! "


"Sayang, jangan bersikap seperti anak kecil, aku mempunyai alasan untuk melarang Selena bekerja" Vino semakin mengeratkan pelukannya


"Lepas" Tangan Nesa melepas tangan suaminya yang melingkar dipinggangnya, lalu berjalan menaiki kasur


"Sayang, aku hanya kasihan dengan anak Selena"


"Apa kamu tak kasihan jika anak Selena kurang kasih sayang karna orang tuanya fokus bekerja, ingat dia sudah kehilangan Ayahnya"


"Vin," Panggil Nesa menganggetkan Vino, karna setelah menikah Nesa tak pernah memanggil Vino dengan sebutan nama


"Kau urus saja Selena, jangan khawatirkan aku," Sambungnya lagi langsung merebahkan dirinya dan menarik selimut


"Aku suami kamu Nes!! kamu tak berhak memanggilku dengan namaku!! aku tak suka! " Vino yang baru saja pulang bekerja pun tersulut emosi


Tangis Nesa pecah saat melihat suaminya masuk kedalam kamar mandi, dia hanya ingin dimengerti bukan selalu mengerti, semenjak kedatangan Selena, hubungan mereka menjadi renggang, dan Nesa juga tidak bisa menyalahkan Selena sepenuhnya, sikap suaminya yang begitu perhatian pada Selena pun tak bisa disalahkan


"Apa ini yang disebut menjalankan janji pada kak Vicky atau perasaan cintamu sudah kembali lagi pada Selena" Gumam Nesa dalam


Mendengar gemercik air yang berhenti di dalam kamar mandi membuat Nesa menghapus air matanya dan memejamkan matanya, mungkin berpura-pura tidur adalah salah satu cara terbaik agar dia tidak berantem lagi dengan suaminya


Vino keluar dengan rambut yang basah dan hanya menggunakan handuk yang dililitkan di pinggangnya, melihat istrinya sudah tidur, dia langsung mengambil pakaian tidurnya dan memakainya,


Sebelum Vino menaiki ranjangnya, dia menelfon seseorang dan mengucapkan terimakasih, Nesa yang samar-samar mendengar suaminya bertelfonan pun semakin penasaran dengan siapa suaminya bertelfonan


"Terimakasih, kau sudah menuruti semua permintaanku" Ucap Vino pada Alex saat sambungnya sudah terhubung


"Asalkan kau diam dan menjaga rahasia ini, aku jamin perusahaanmu akan stabil lagi seperti sedia kala"


"Okeh, aku akan rahasiakan ini pada siapapun tapi ingat! bantu aku terus," Jawab Vino

__ADS_1


"Siapa yang sedang bertelfonan dengan Vino, kenapa dia menyebutkan rahasia, apa yang dirahasiakan? " Gumam Nesa dalam hati, matanya sedikit terbuka, dan telinganya dia pertajamkan lagi


"Ya sudah, hanya itu saja yang ingin aku sampaikan" Sambung Vino langsung mematikan telfonnya,


Derap kaki yang semakin mendekat mau tak mau Nesa harus berpura-pura tidur kembali, beruntung posisi Nesa membelakangi Vino jadi saat dia membuka matanya tak terlihat oleh Vino


.... .... ..


Di kamar Selena,


Selena yang sedang menggendong anaknya pun berfikir keras karna ucapan Nesa


"Apa Nesa cemburu dengan sikap Vino padaku? "


"Lagipula Vino terlalu berlebihan, aku jadi tak enak pada Nesa"


"Tapi aku tak mau jika anaku diasuh oleh baby sister, aku takut Ayah mertuaku mengambil anakku, karna aku tidak bejus menjaganya, tapi aku juga tidak bisa berdiam diri terus mengandalkan Vino"


"Aku harus putar otak, bagaimana caranya agar aku bisa menghasilkan uang tapi aku juga bisa menjaga anakku" Gumam Selena sambil menepuk-nepuk bokong anaknya yang sedang tertidur


Melihat putranya sudah nyenyak, Selena langsung menidurkannya di box bayi, dan dia kembali menaiki kasur empuknya lalu tertidur membawa ribuan beban yang menumpuk di kehidupannya,


Kehilangan Vicky adalah hal yang menyakitkan bagi Selena, dia harus membesarkan putranya sendirian, hanya bantuan dari Vino dan Nesa yang bisa dia andalkan tapi dia juga tidak bisa mengandalkan Vino seumur hidupnya apalagi anaknya semakin hari semakin besar


.


.


.


.


.


Hay gaes, mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat, maaf yag gaes, kalo ceritanya acak-acakan,


Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorit, komen, vote dan hadiah🎁)

__ADS_1


...... #Happy Reading😘#......


__ADS_2