Menikah Dengan Sahabat Kekasihku

Menikah Dengan Sahabat Kekasihku
Episode 76- Kacau


__ADS_3

Sudah beberapa hari Vino mencari keberadaan istrinya, tapi dia sama sekali belum menemukan titik terang, anak buah Sean dan Vier juga berusaha mencari istri dari bossnya, tapi sama saja mereka belum menemukan keberadaan Nonanya, setiap hari Vino hanya melamun, makan pun tidak mau, sesekali Vicky menyempatkan dirinya untuk menemui Vino, melihat keadaannya yang


Selama tidak ada istrinya penampilan Vino seperti orang yang baru saja kalah judi, pakaian berantakan, jas hanya di taruh pundak, rambut tak pernah disisir, sejujurnya dia sudah menyerahkan perusahaannya pada Sean, dia ingin fokus mencari keberadaan istrinya, tapi lagi-lagi Renata selalu ikut campur, serta Rayhan dia sangat membenci Nesa saat mengetahui bahwa Nesa kabur dari rumah, Rayhan fikir Nesa kabur bersama selingkuhannya, Karna Renata membuat cerita palsu untuk Rayhan


"Maaf Tuan, hari ini ada rapat bulanan,.. " Sean menyerahkan dokumen penting ke atas meja bossnya


Sean merasa kasihan pada bossnya, tak ada semangat yang dia lihat dari bossnya,


"Tunda rapat sampai istriku berhasil ditemukan!! " Kata-kata itu selalu terucap jika ada rapat atau meeting penting, klien satu persatu mulai menggosipkan bahwa perusahaan Vino tidak berkompeten


"Sebenarnya kau dimana Nona, kau membuat tuan Vino kacau, dan tidak bertanggungjawab dengan perusahaannya.. " Batin Sean lelah, karna bossnya semakin hari semakin membuatnya seperti orang gila


"Ta-tapi Tuan.. "


"Tidak ada tapi-tapian.. " Ucap Vino sambil melihat wallpaper ponselnya, dia memandang wajah istrinya yang sedang tersenyum manis


Sean memutar bola matanya malas, sekali lagi dia membujuk bossnya "Tuan sudah beberapa kali anda menunda rapat, dan banyak klien yang mulai kehilangan kepercayaan pada perusahaan kita.. " Ucap Sean duduk di hadapan Vino, walaupun dia takut mengatakan ini, tapi dia jauh lebih takut jika perusahaan ini gulung tikar, bisa-bisa dia menjadi pengangguran berkelas, dan dia tidak bisa mengincar wanita yang dia sukai


"Biarkan saja, aku tidak memperdulikan mereka, sekarang yang ada dipikiranku hanya istriku, aku takut dia diculik oleh orang yang tidak dia kenal, atau dia tersesat tidak tahu jalan pulang.. "


"Tuan, Nona sudah besar mana mungkin dia tersesat, lagipula Jakarta kota luas, banyak orang, tapi jika Nona diculik itu masih masuk akal.. "


"Kau!!! Kau menyumpahi istriku diculik!! " Geram Vino melempar berkas yang ada di atas mejanya


Byyaarrrr....


Kertas berserakan dilantai, sekertaris Sean seketika shock, bukan shock mengenai wajah atau tubuhnya melainkan shock karenanya dokumen itu dokumen penting, dia sudah bersusah payah membuat dokumen itu dan kini dengan entengnya Tuannya melempar seperti sampah.


"Oh Tuhan!!! " Teriak Sean dalam hati, dia langsung memungut kertas-kertas yang berserakan di lantai


"Sabar Sean, sabar, ingat dia bossmu, kau masih membutuhkan pekerjaan ini.. " Sean mengelus dada lalu meletakkan berkas yang dipungutnya diatas meja lagi


"Sekali lagi kau menyumpahi istriku yang tidak baik, aku akan pecat kau!! '


"Ma-maaf Tuan, jangan pecat saya.. " Tubuh Sean bergetar saat melihat mata merah dari bossnya


"Padahal dia yang punya fikiran istrinya diculik tapi kenapa aku yang dimarahi, mood orang patah hati memang susah ditebak.. " Gerutu Sean dari dalam hati

__ADS_1


"Bagaimana pencariannya? Apa sudah ada titik terang??" Tanya Vino bangkit dari duduknya lalu melihat pemandangan diluar gedung, menatap beberapa gedung yang menjulang tinggi di sekitar gedungnya


Sean masih memaki bossnya, dia bahkan tidak mendengarkan ucapan dari Vino


"Sean!!! " Bentak Vino saat sekertarisnya tidak menjawab ucapannya


"Eh, iya, maaf Tuan, ada apa?? " Sean tersadar dari lamunannya, dia sekali lagi memegang dadanya karna suara bariton Vino


"Bagaimana pencarian istriku, apa anak buahmu sudah menemukan keberadaan istriku?? " Ulang Vino sambil menatap gedung-gedung besar di hadapannya


"Be-belum Tuan, kami sudah mencari semaksimal mungkin, kami juga sudah mengecek setiap bandara atau stasiun, tapi tidak ada nama Nona disana, dan kita menyimpulkan Nona masih disekitar jakarta.. "


"Tidak bejus!!! mencari 1 orang saja tidak bisa!! kerahkan semua anak buahmu yang tidak bejus untuk mencari istriku!! " Amarah Vino semakin memuncak


"Ba-baik Tuan.. "


"Sudahlah lebih baik aku IYA kan saja, tak ada yang bisa menjinakan singa marah selain ratu hutan dan Nona tolong kembali, kau adalah ratu hutan bagi kami, hanya kau yang bisa menjinakan singa marah ini.. " Batin Sean menjerit


"Sayang kau dimana.."


"Kemana kamu pergi Nes, aku takut terjadi hal buruk tentangmu, dan kenapa kamu tidak membawa dompetmu, kenapa!! Aku semakin mengkhawatirkanmu, kamu sekarang sudah makan atau belum, kamu tinggal dimana?? "


Drtt.. Drttt...


Ponsel Vino bergetar, dia segera merogoh sakunya, berharap istrinya yang menelfon


"Ibu.. "


"Untuk apa dia menelfonku, apa sekarang dia puas melihat anaknya menderita! " Gumam Vino


Dia berjalan mendekati Sean, lalu menyerahkan ponselnya pada sekertarisnya itu "Angkat, bilang jika aku sedang meeting, dan ponselku aku titipkan padamu, jika tidak aku angkat, dia akan menelfonku terus menerus sampai aku mengangkatnya"


"Jangan lupa nyalakan pengeras suara, aku ingin dengar apa yang dia ucapkan.. "


"Baik Tuan... " Sean mengambil alih ponsel Vino, dia menggeser tombol hijau lalu mengaktifkan pengeras suara


"Vin,hari ini pulanglah lebih cepat.. " Suara wanita paruh baya dari sebrang sana terdengar begitu lembut dan bahagia

__ADS_1


"Maaf Nyonya, Tuan Vino sedang rapat, dan ponselnya tertinggal di mejanya.. " Sean melirik sekilas pada Vino yang berdiri disampingnya


"Oh beritahu Vino, untuk pulang lebih cepat, karna akan ada ttamu penting "


"Ba--tutt.. tutt.. "


Belum selesai sekertaris Sean menjawab, telfonnya sudah dimatikan oleh Renata, membuat Vino semakin kesal, dia mengambil paksa ponsel yang masih di genggaman sekertarisnya


"Aku akan cari istriku, lacak keberadaannya lewat ponsel, mungkin ponselnya sudah aktif, dan kita bisa mengeceknya.. " Vino berjalan keluar ruangan,


Sean tetap mengikuti langkah Vino, dia berjalan dibelakang Tuannya.


"Untuk apa kau ikut!! Bukankah aku memberimu tugas untuk melacak keberadaan istriku, aku ingin mengecek perusahaan istriku,.. "


"Maaf Tuan saya takut jika terjadi apa-apa dengan anda, saya akan selalu mengikuti anda kemanapun anda pergi.. "


Vino tetap berjalan, "Oh, berarti jika aku terjun ke dasar jurang, kau juga akan ikut denganku? "


Sean menggeleng cepat, lalu sepersekian detik dia mengangguk, "Tapi saya belum mau mati Tuan.. "


.............


"Boleh aku bantu?? " Tanya Nesa pada temannya, sekarang dia sudah berada di toko milik temannya


"Ini mau ditaruh mana?? " Nesa bertanya lagi, saat temannya membawa beberapa buket bunga


.


.


.


.


.


Hay gaes, Mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat

__ADS_1


Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote dan hadiah🎁)


........ #Happy Reading😘#......


__ADS_2