Menikah Dengan Sahabat Kekasihku

Menikah Dengan Sahabat Kekasihku
Episode 8- Ungkapan Rasa


__ADS_3

"S h i t!!" Umpat Vino saat merasakan sesuatu dibagian bawah terbangun, dia langsung menetralkan tubuhnya, karna melihat istrinya mengerjapkan mata, dia berpura-pura fokus pada laptopnya


"Vin.. " Panggil Nesa yang terbangun dari tidurnya


"Hem ada apa?? "


"Ternyata hanya mimpi .. " Nesa bergumam dalam hati, tiba-tiba ia merasa kecewa dengan mimpinya,


"Kenapa aku kecewa saat tahu itu hanya mimpi? "


"Ness.. " Panggil Vino yang melihat istrinya melamun


"Eh, iya Vin.. "


"Tadi kamu memanggilku ada apa?? "


"Eh iya apa kamu yang mengganti posisi tidurku?? " Tanya Nesa yang berfikir saat posisinya sudah berubah


"Iya, aku takut kamu tidak nyaman dengan posisi itu.. "


"Oh.. "


"Mungkin ini waktu yang tepat untuk mengungkapkan perasaanku kepada Nesa" Gumam Vino dari dalam hati, ia sudah memastikan bahwa sekarang ia sudah jatuh hati kepada gadis kecil ini


"Nes... " Panggil Vino, kini detak jantungnya bekerja dua kali lipat sehingga membuat nya sedikit gugup untuk mengungkapkan perasaannya


"Hem.. " Nesa menjawab dengan deheman, matanya fokus melihat video di dalam ponselnya


"Aku mencintaimu.. " Vino berkata dengan lirih, sehingga membuat Nesa tidak jelas mendengarkannya


"Apa Vin?? "


“Aku sayang kamu.. "


Seketika Nesa bangkit dari tidurnya, ia terkejut saat mendengar ungkapan perasaan Vino, ponsel yang di pegang pun terjatuh ke lantai.


"Aku tidak salah dengar kan?? Apa mungkin aku masih berada di alam mimpi?? Tanyanya lagi untuk memastikan pendengarannya


Cup


" Vin... " Nesa terperanjat saat Vino mengecup bibirnya


"Mimpi tidak?? " Tanya Vino kepada istrinya


"Ini nyata, bibirku sudah ternodai.. " Batin Nesaa yang menyentuh bibirnya


"Manis.. " Ucap Vino saat mengecup bibir ranum Nesa


"Vin kamu!!!.... "


"Apa? Cium istri sendiri itu tidak dosa Nes.. "


.


"Oh iya, dia kan suami aku.. " Nesa berkata di dalam hati, tiba-tiba ia tersenyum ia merasa senang saat dicium oleh Vino, entah kenapa bayangan mimpinya terlintas diotaknya


"Mimpiku menjadi kenyataan... "


"Ah sudahlah, aku mau mandi... " Ucap Nessa dengan wajah yang memerah seperti tomat, dia berusaha mengalihkan pembicaraan

__ADS_1


"Katanya mau belajar bisnis!! " Teriak Vino saat melihat kepergian Nesa


"Besok.... "


"Eh, Ness ikut mandi... " Teriak Vino yang menutup laptopnya dan menghampiri istri kecilnya


"Mau ngapain??? " Tanya Nesa saat Vino sudah berada di dekatnya


"Mandi.. "


"Aku dulu Vin... "


"Gimana kalau kita mandi bersama.. " Ucap Vino yang ingin menggoda istrinya


"Ogah.. " Jawab Nesa dengan pipi yang sudah memerah,


"Nes, ada apa dengan pipimu.. "


"Memang kenapa dengan pipiku Vin?? " Tanyanya sambil meraba kedua pipinya


"Pipimu merah seperti tomat, hahaha.. "


"Vin!!!!!! " Teriak Nesa saat sadar bahwa ia sedang di goda oleh Vino


"Sanah mandi, lalu gantian aku.. "


"Gak mau bareng nih.. " Goda Vino lagi yang langsung masuk ke dalam kamar mandi


"Bagaimana aku tidak jatuh hati kepadamu, sikapmu saja membuat jantungku berdetak dua kali lipat. " Batin Nesa di depan pintu kamar mandi


Siang telah berganti menjadi malam, matahari yang menyinari bumi sudah digantikan oleh sang rembulan yang dikelilingi oleh bintang


"Iya.. " Jawab Nesaa yang sudah bersandar di dada bidang suaminya


"Sejak kapan kamu memanggilku dengan sebutan mas.. "


"Oh tadi, sejak tadi, tadi aku hanya ingin menghargai kamu di depan Ayahmu saja, kan umurmu lebih dewasa daripada aku.. "


"Lalu sekarang?? "


"Sekarang apa Vin?? "


"Aku ingin kamu memanggilku dengan sebutan "mas" lagi karna bagaimanapun kamu sudah menjadi istriku dan umurku lebih dewasa daripada kamu.. "


"Aku lebih nyaman memanggilmu dengan sebutan nama seperti " Vin".. "


"Nes, hargai aku, aku kan suamimu.. "


"Iya Vin, eh mas.. "


"Andai kamu tahu Vin, sejujurnya aku telah jatuh hati padamu, hanya saja hatiku belum sepenuhnya bisa melupakan Reza.. " Batin nesa yang saat ini memandang wajah tampan Vino


"Vin.. " Panggil Nesa yang sudah menoleh menatap wajah suaminya ia memberanikan memegang dan membelai pipi Vino,


"Aku mencintaimu Vin.. " Batin Nesa yang melihat wajah tampan suaminya


"Kamu jangan seperti ini Nes! Kamu bisa membangunkan sesuatu yang berada di bawah sana... " Ucap Vino yang sudah tidak tahan menahan hasratnya,


"Hahaha kamu lucu, kita hanya tinggal berdua di rumah ini, siapa yang akan terbangun?? " Kekeh Nessa yang belum menyadari sesuatu dibawah sana

__ADS_1


"Nes, aku mencintaimu, boleh aku meminta hak ku.. " Ucap Vino menggenggam tangan Nessa, kini ia sudah tidak tahan lagi menahan hasratnya


"Cinta?? Hak?? Ya Tuhan apa aku harus menyerahkan sekarang. " Batin Nesa


"Nes.. " Ucap Vino yang menyadari lamunan Nesa


"Kalau kamu belum siap jangan dipaksa, aku akan menunggumu.. " Ucap Vino bangkit dari kasurnya, ia berniat mengambil segelas air untuk meredakan hawa panas ditubuhnya


"Aku siap Vin.. " Ucap Nesa yang menghentikan langkah kaki Vino


"Aku juga mencintaimu.. " Sambungnya lagu


"Aku tidak salah dengar kan Nes?? " Tanya Vino yang berbalik arah dan memeluk Nesa,


"Tidak Vin.. " Ucapnya yang membalas pelukan suaminya


Vino melayangkan beberapa ciuman di wajah istrinya, ia sangat bahagia karna Nesa telah membalas perasaannya,


Setelah Vino mencium wajah istrinya, ia segera merebahkan tubuh Nesa dan menguncinya dengan tubuhnya, ia m*****t bibir mungil milik istrinya, sudah cukup ia menahan hasratnya terlalu lama, dan lama kelamaan ciuman itu semakin panas, Nesa yang tidak pandai pun hanya diam saja.


"Pelan-pelan Vin, sesak nafasku.. " Ucap Nesa saat ciuman itu terlepas ia sedikit kehabisan nafas


Tidak cukup sampai disini, tangganya mulai menyelusup ke dalam bagian baju Nesa, ia bisa merasakan sebuah gundukan besar yang terbungkus di dalamnya


Ia lalu merem*s gundukan yang masih terbungkus itu, lalu ciuman itu turun ke leher jenjang Nesa dan meninggalkan jejak kepemilikannya Vino, dan tanpa sadar Nesa mengeluarkan sebuah desah*n yang mampu membuat Vino semakin terbakar gair*h


"A h.. " Des*h Nesa lalu menutup mulutnya dengan tangan,


"Lepaskan saja, jangan di tahan.. " Ucap Vino membuka tangan Nesa


"A h.. Vin.. "


Vino yang sudah tidak sabar pun segera membuka paksa baju Nesa sehingga baju yang dikenakan Nesa robek dan berserakan di lantai, lalu ia bisa melihat gundukan besar yang masih terbungkus,


Dengan paksa ia membuka bungkus itu dan melemparkan kesembarang arah..


Matanya memandang takjub saat melihat dua gundukan besar terlepas dari bungkusnya, dengan segera ia memainkan jari dan lidahnya di area itu


Tanpa terasa Nesa sangat menikmati setiap sentuhan yang diberikan oleh suaminya,


"Terus Vin.. " Ucap Nesa yang tidak ingin Vino berhenti dari permainanya


.


.


.


.


.


.


Hay gaes,Mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat gaes❤


Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote dan hadiah🎁)


........ #Happy Reading😘#.....

__ADS_1


__ADS_2