Menikah Dengan Sahabat Kekasihku

Menikah Dengan Sahabat Kekasihku
Episode 148-Kembali Nesa


__ADS_3

Di lihatnya jam di layar ponselnya "Sudah pukul 11 malam, aku mau kemana ini" Gumam Nesa sambil fokus menyetir mobil


"Apa aku harus ketempat Zeva? tapi pasti Zeva sudah tidur, aahhh aku bingung, aku harus kemana" Teriak Nesa, tak sengaja kakinya menekan gas full membuat Nesa kehilangan kendali lalu di depan terlihat truk sedang melaju kencang


Aaaaaaaaaa.........


Nesa membanting stir lalu menabrak pembatas jalan, kepalanya terasa pusing saat bertubrukan dengan stir mobilnya


"Aduh sakit" Gumam Nesa sambil memijat keningnya yang sedikit mengeluarkan darah


Dari luar mobil, banyak sekali warga yang mendekati mobil Nesa, mereka mengetuk pintu mobil Nesa dan ada yang berusaha membuka pintu mobil Nesa


Krek, pintu mobil terbuka oleh warga dan Nesa di seret lalu di dudukan di tepi jalan


"Mba, kita harus kerumah sakit" Ucap salah satu warga yang menolong Nesa


"Tidak usah pak, terimakasih sudah menolongku, tapi aku tidak apa-apa"


"Mba mau kemana? biar saya antar, tidak memungkinkan jika mba pergi menyetir sendiri dalam kondisi seperti ini, dan mobil mbak juga pasti rusak"


"Emm tidak usah pak, saya boleh minta tolong? tolong ambilkan tas saya, saya mau menelfon sekertaris saya"


"Bisa mbak, sebentar biar saya ambilkan dulu"


"Mbak duduk saja dan yang lain bisa bubar, saya akan menolong mbak ini" Ucap salah satu pria yang sudah berumur


Setelah semuanya sudah bubar, pria itu mengambil tas milik Nesa lalu membawanya pergi, Nesa yang melihat itu pun berteriak "Maling"


"Maling!! "


"Maling!! " Nesa berusaha mengejar maling itu tapi sejenak kemudian kepalanya terasa pusing


"Maling! " Lirih Nesa lagi


Bugh!


Bugh!


Nesa melihat maling itu sudah babak belur dan tak sadarkan diri di jalanan


"Vi-vino" Gumam Nesa saat melihat suaminya sedang berjalan kearahnya membawa tas yang berada di genggaman maling tersebut


"Kamu tidak apa-apa kan Nes? " Tanya Vino cemas saat melihat luka dikening istrinya


"Ayo kita kerumah sakit, aku takut terjadi sesuatu padamu" Titah Vino yang memapah Nesa,


Nesa hanya menuruti perintah suaminya tanpa ingin menjawab setiap pertanyaan yang dilontarkan suaminya


Dia menatap lekat wajah suaminya yang sedang memapahnya masuk kedalam mobil


"Mobilku? " Tanya Nesa saat dirinya menyadari bahwa dia masuk kedalam mobil Vino

__ADS_1


"Mobilmu rusak sayang, sekarang kita ke rumah sakit, jangan memikirkan mobilmu, aku sudah menelfon bengkel langgananku untuk membawa mobilmu yang rusak"


"Sekarang kamu pasang sabuk pengaman dulu, "


Tanpa menjawab, Nesa memasang sabuk pengamannya, dia menyenderkan tubuhnya di punggung kursi sambil memegang lukanya yang terasa nyeri


Melihat istrinya diam dan tak mau menjawab pertanyaan, Vino semakin cemas, akhirnya dia memberikan pertolongan pertama, diambilnya kotak p3k yang berada di bangku belakang lalu membuka kotak itu dan mengambil kapas serta sedikit obat merah untuk luka istrinya.


"Biar aku obati" Ucap Vino sambil menyingkirkan tangan Nesa yang menutupi lukanya


Nesa diam, dia menyingkirkan tangannya sendiri, pandangannya lurus kedepan, dia membiarkan Vino membersihkan lukanya


"Kalau sakit bilang ya" Ucap Vino sambil membersihkan darah yang mengalir di kening Nesa


"Stttt sakit" Ringis Nesa saat Vino memberi obat merah di keningnya


"Sakit ya? maaf sayang, aku akan pelan-pelan"


"Hemm"


Setelah selesai mengobati luka Nesa, Vino langsung menjalankan mesin mobilnya untuk pergi kerumah sakit


"Kita kerumah sakit, aku takut ada luka dalam" Titah Vino pada Nesa


"Jangan! aku mau pulang"


"Aku mau istirahat," ketus Nesa sambil menatap pepohonan di pinggir jalan


"Baik, kita pulang, tapi sebelum pulang, aku mau meminta maaf padamu"


"Aku minta maaf sayang" Ucap Vino sambil memegang kedua pundak istrinya agar mau menghadapnya


"Tatap aku sayang" Sambungnya lagi saat melihat Nesa tak mau menatapnya


"Tatap aku"


Nesa perlahan menatap suaminya, cairan bening yang sudah dipelupuk matanya tak bisa dibendung lagi, dia menangis lalu memeluk Vino erat


"Seharusnya aku yang meminta maaf by, aku yang salah, aku yang mengungkit masalalu kalian, tapi hatiku juga yang sakit, maafkan aku by, maafkan aku hik.. hiks.. aku salah"


"Tak perlu meminta maaf ini bukan salahmu sayang, seharusnya dari awal aku jujur padamu agar semuanya tak menjadi rumit seperti ini"


"Kita pulang, dan kita mulai semuanya dari awal ya" Ucap Vino sambil membalas pelukan Nesa


"Iya by, aku juga mau minta maaf pada Selena,"


"Ya sudah jangan nangis lagi"


"Nanti cantiknya hilang" Ujar Vino sambil membersihkan sisa air mata yang masih membekas di pipi Nesa


Setelah mereka berbaikan, akhirnya mereka kembali kerumah Vino, tak membutuhkan waktu lama untuk sampai dikediaman mereka.

__ADS_1


"Nes, ada apa dengan keningmu? " Tanya Selena yang belum tidur karna memikirkan masalahnya dengan Nesa


"Tidak apa-apa, hanya luka kecil saja sel,"


"Oh iya sel, aku minta maaf padamu, aku salah, aku sudah mengungkit masalalu kalian dan aku juga yang tak bisa menerima masalalu kalian, maafkan aku" Ucap Nesa


"Aku juga meminta maaf ya, seharusnya aku tidak boleh terlalu dekat dengan Vino"


"Aku juga salah Nes, seharusnya aku tidak tinggal disini,"


"Besok pagi aku akan pergi dan mencari kontrakan agar tak ada masalah lagi antara kau dan Vino"


"Aku tak mau kalian bertengkar karna kehadiranku disini"


"Ehh jangan sel, kamu tetap tinggal disini bersama aku dan Vino, aku tak mau kamu diculik seperti kemarin lagi" Ucap Nesa yang diangguki Vino


"Benar, karna penculik itu masih mengincarmu" Timpal Vino


"Tapi aku tidak bisa disini terus, aku mau hidup mandiri dengan putraku, dan sudah aku putuskan jika aku akan bekerja lagi di perusahaan mu Nes"


"Benarkah? kau mau bekerja diperusahaanku lagi? "


"Aku senang mendengarnya" Nesa langsung memeluk Selena


"Aku tidak setuju" Suara Vino terdengar dingin dan menakutkan


"Aku tidak mau kau bekerja, bukankah aku sudah bilang kalau aku akan menanggung biaya hidupmu dan revan, seperti janjiku pada Vicky" Sambung Vino membuat Selena melepaskan pelukannya dari Nesa dan berjalan menghampiri Vino


"Vicky pasti senang mempunyai adik sepertimu"


"Tapi aku tidak bisa bergantung padamu terus Vin, mengertilah keadaanku"


"Bagaimana jika tetangga atau rekan bisnismu tahu, aku tinggal disini bersamamu? "


"Mereka pasti mengira kalau kau mempunyai hubungan rahasia denganku, karna aku seorang janda, hahah"


"Apa aku harus mendengarkan setiap ucapan mereka? lagipula Nesa setuju saja jika kau tinggal disini, aku tidak bisa membiarkan Revan hidup di rumah kontrakan yang kecil dan sempit"


"Vicky pasti kecewa saat melihat kalian hidup kesusahan"


.


.


.


.


.


Hay gaes, mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat

__ADS_1


Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote dan hadiah🎁)


........ #Happy Reading😘#.....


__ADS_2