Menikah Dengan Sahabat Kekasihku

Menikah Dengan Sahabat Kekasihku
Episode 52- Bandara


__ADS_3

.................


"Sayang bagaimana jika setelah aku kembali, kita mengadopsi anak?? " Tanya Vino yang mengecup punggung tangan istrinya berulang kali di dalam mobil


"Mereka sangat pandai membuatku iri.. " Batin Sean yang menyetir mobil


"Boleh, jika itu keputusanmu, aku sangat menyetujuinya.." Nesa tersenyum lalu memeluk suaminya


"Janji jangan berlama-lama disana, aku pasti sangat merindukanmu by.. " Ucap Nesa yang masih memeluk suaminya


"Janji, setelah pekerjaanku selesai, aku pasti akan kembali.. " Jawab Vino yang membalas pelukan istrinya


"Tuan, kita sudah sampai.. "


Sean segera turun dan membukakan pintu mobil belakang untuk majikannya


Mereka disambut dengan pelayan rumah yang sudah berjejer di depan pintu rumahnya


"Kemana dia?? " Tanya Vino yang tidak melihat keberadaan Renata


"Nyonya sedang keluar Tuan.. "


Vino hanya menganggukan kepalanya dia menggandeng lengan istrinya untuk masuk kedalam kamar..


"Sean kau bisa pulang, dan beristirahatlah dirumah.. " Ucap Vino yang masih berjalan menaiki tangga


Sean mengangguk, dia segera pamit dan pergi ke apartemennya, tubuhnya sangat lelah apalagi saat melihat sepasang kekasih yang bermesraan, rasanya dia mendambakan seorang kekasih


"Kita pindah hari ini atau esok? " Tanya Vino pada istrinya setelah masuk kedalam kamar mereka.


"Emmm ini sudah sore by, dan ibu belum pulang, bagaimana kita akan pindah jika tidak berpamitan dengan ibu?


"Kita bersiap sekarang, setelah ibu kembali, kita pamit pergi.. "


"Tapi aku mencemaskanmu jika kau sendiri di apartemen sewaktu aku mengecek perusahaan di luar negeri,.."


"Aku pasti sangat mencemaskanmu sayang.. "


Nesa memeluk suaminya lalu mencium bibirnya sekilas.


"Jangan khawatirkan aku, aku sudah dewasa dan aku sudah bisa memegang perusahaan, apa yang perlu dikhawatirkan??? "


"Perusahaan sebesar itu aku bisa urus apalagi mengurus apartemen?? " UcapNesa dengan bangga


"Bukan begitu sayang, tapi aku takut jika tidak ada yang mengurusmu, mengingatkanmu makan malam dan lain-lain.. "


"Hahaha cepat mandi, aku bukan anak kecil yang harus di suapi jika makan... " Nesa mendorong tubuh suaminya kedalam kamar mandi


"Hemm selalu saja memberikan jawaban yang menurutku tidak masuk akal.. "


"Tunggu sayang.. "


"Bagaimana jika kita mandi bersama lagi?? " Tanya Vino yang langsung menyeret dan mengunci pintu kamar mandi


"By, aku rasa ini aneh, bukankah tadi pagi kita sudah mandi bersama,.. " Nesa memundurkan langkahnya


Vino melepas satu persatu kancing kemejannya lalu menaruhnya di dalam keranjang kotor.


"Sayang, kenapa kau takut? Bukankah kita sudah biasa melakukan ini? "

__ADS_1


Nesa mendorong tubuh suaminya lalu berkata "Aku tidak takut, cuma ini masih terlalu siang.. "


"Siang? Ini sudah menujukan pukul 4 sore, sudahlah ayo kita mandi bersama.. " Ucap Vino yang langsung masuk kedalam bathup


Nesa menghembuskan nafasnya, dia merutuki otaknya yang sudah traveling, segera dia melucuti semua pakaiannya dan masuk berendam bersama suaminya, sesekali mereka tertawa, Vino pun tidak segan-segan menggosok punggung Nesa.


.......


"Aku tidak mau tahu, kamu harus membuat gadis itu pergi dari kehidupan Vino secepatnya.. "


"Sangat sulit, dia dikelilingi oleh laki-laki yang menyanyanginya, aku saja hampir dipermalukan di depan umum.. " Ucap seorang laki-laki yang merebahkan dirinya di kasur


"Kak, bantulah aku,!!! " Rengek seorang wanita yang sedang membujuk laki-laki


"Esok pergilah bersama Vino, aku pastikan akan ada kejadian yang tak terduga.. " Kali ini ucapan laki-laki ini mampu membuat wanita yang berada disampingnya tersenyum


"Pergilah, aku lelah ingin tidur.. " Usirnya kemudian


"Kaka selalu begitu, ya sudah aku pergi.. "


...........


Ke esokan hari, waktu seakan terasa begitu cepat, dan kini Nesa masih betah berada di dalam pelukan suaminya,


"Sayang, apa kamu tidak bekerja hari ini.. "


"Bekerja.. "


"Lalu kenapa masih memeluku seperti ini.. "


"Berat by, aku berat untuk melepasmu, apalagi kamu pergi dengan ulat bulu itu, ahh aku tidak rela by!!!!!! "


"Sayang... "


"Apa kamu mau ikut bersamaku?? "


"Tidak, pekerjaanku banyak.. "


"Aku akan antar kamu saja, aku tadi sudah menghubungi Vier jika aku datang terlambat.. "


"Baiklah, ayo kita ke mobil.. "


Nesa mengangguk, dia melepaskan pelukannya lalu menggandeng tangan suaminya dengan erat


"Oh bagaimana dengan ulat bulu itu?? Tanya Nesa sambil berjalan


"Em kita akan bertemu di bandara, kau yakin tidak ingin ikut? "


"Sejujurnya aku ingin ikut, tapi karna pekerjaanku terlalu banyak, aku tidak bisa ikut.. "


Pak diman membuka pintu mobil untuk majikannya, karna hari ini Vino akan diantar oleh pak diman dan Sean, jangan tanyakan dia juga akan ikut mengantar kepergian bossnya


Mereka masuk kedalam mobil, lagi dan lagi Nesa memeluk erat suaminya


Pak diman menutup pintu mobil dan berjalan memutar, dia masuk kedalam bangku kemudi,


Setelah semuanya sudah siap, pak diman langsung menyalakan mesin mobil dan berjalan membelah ibukota


Disisi lain Bella masih merias dirinya di pantulan cermin, Ayahnya Rico sedari tadi sudah bolak balik memperingati anaknya agar cepat,

__ADS_1


"Bel, penerbangan sebentar lagi, dan kamu masih duduk berdandan, cepatlah sedikit, atau kau tidak akan pergi bersama Tuan Vino... "


"Sedikit lagi Ayah,.. " Ucap Bella yang mengecek make up nya di depan cermin.


"Sempurna... " Lanjutnya lagi sambil memutar tubuhnya seperti princess


Bella langsung keluar dari kamarnya lalu menuruni anak tangga,


"Hei kamu pergi hanya beberapa hari, kenapa membawa koper sebesar itu,.. "


"Kau ingin mempermalukan Ayah?? "


"Tidak, aku hanya membawa beberapa pakaian yang menurutku cocok dipakai di negara B.. "


"Kurangi, dan ganti kopermu dengan koper yang kecil.. "


"Tapi Ayah, ini waktunya sudah terlambat.. "


Rico melihat jam didindingnya, dia melihat jarum jam menujukan pukul 7.


"Masih sempat, cepat ganti.. " Ucap Rico


Di bandara internasional


"Hubby janji tidak akan lama-lama... " Rengek Nesa


"Janji sayang.. " Ucap Vino mengecup kening istrinya


"Aku akan menunggumu sampai kau masuk kedalam pesawat, dan dimana dia? "


Nesa mencari keberadaan Bella sang ulat bulu, dia menengok setiap sudut Bandara


Dari kejauhan datang seorang wanita cantik dengan balutan dress dan dipadukan dengan blazer berwarna senada menuju arah Nesa dan lainnya


"Hubby! " Pekik Nesa saat melihat Bella datang bersama sekertarisnya, dia menghentakan kedua kakinya dengan kesal


Vino yang sedang berbincang dengan sekertarisnya pun terkejut saat istrinya berteriak


"Pokoknya aku tidak rela kamu pergi.. " Ucapnya sambil menyilangkan tangannya di depan dada


Vino bisa melihat tatapan istrinya yang tertuju pada Bella,


Sekertaris Sean pun terpanah pada kecantikan Bella


.


.


.


.


.


.


Hay gaes, Mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat


Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote dan hadiah🎁)

__ADS_1


.......... #Happy Reading😘#........


__ADS_2