Menikah Dengan Sahabat Kekasihku

Menikah Dengan Sahabat Kekasihku
Episode 74- Mencari Istriku


__ADS_3

Merasa frustasi, Vino bahkan sampai tidak tidur semalaman, mencari di setiap sudut kota, menyusuri jalan demi jalan dia lakukan, sesekali harus berjalan kaki karna jalan tidak bisa dimasukan mobil, sekertaris Sean dan Vier selalu mengikuti langkah Vino, walaupun keduanya mengantuk, tapi tidak ada yang berani melawan kemarahan Vino,


"Hari makin larut, lebih baik kita kembali dan lanjutkan pencarian besok, saya akan menelfon anak buah saya untuk membantu Tuan.. " Sean membujuk bossnya untuk kembali kerumah,


"Apa yang dibicarakan sekertaris Sean benar, kita kembali melanjutkan pencarian besok,.. " Vier menyetujui ucapan Sean, dia melihat sudah pukul 3 pagi, dan mereka masih berada di luar


"Dasar bodoh! Tidak mungkin bisa aku tidur dengan tenang jika istriku belum di temukan.. " Vino menggebrak meja lesehan pinggir jalan, hanya tempat ini yang bisa mereka datangi di waktu pagi mengingat semua restoran sudah tutup walaupun ada restoran 24jam tapi jaraknya sangat jauh.


Vino bangkit "Aku akan tetap mencari istriku walaupun aku harus tidak tidur! " Vino melangkah menuju mobil


"Vier bayar! Aku harus menjaga Tuan Vino, melihat matanya merah karna kantuk dan marah, aku takut jika dia kebut-kebutan dijalan.. " Sean berucap sambil berlari menyusul Tuannya


Vier kesal, dia menendang meja sehingga membuat suara piring dan sendok beradu "Mana mungkin orang yang sedang cemas mencari sesuatu akan kebut-kebutan dijalan! Memang sengaja kan kamu tidak mau membayar, dan lagi pula kemana Nona pergi, jika tidak ada masalah besar dengan tuan Vino, Nona tidak akan pergi, Nona kan orang baik.. " Gerutu Vier yang mengeluarkan uang pecahan 300ribu lalu menyerahkannya pada pedagang


"Ini masih kembali Tuan!! " Teriak pedagang pada Vier yang sudah berlari jauh


Melihat mobil Vino mulai berjalan, Vier berdiri dihadapan mobil yang di kendarai Sean, tangannya dia rentangkan lebar ke samping kanan kiri


"Berhenti!!! "


Vino terjungkal kedepan, matanya yang sudah terpejam kini terbuka lagi, begitu juga dengan Sean, dia terkejut saat tiba-tiba Vier berdiri di depan mobilnya


"Maaf Tuan.. " Sean merasa bersalah, dia melihat bossnya memijat keningnya


"Dasar sekertaris sialan, bisa-bisanya aku berteman dengan orang sepertinya.. " Batin Sean kesal


Kaca mobil terbuka, kepala Sean muncul di balik kaca "Kau ingin mati! " Teriak Sean


"Ada apalagi ini!! " Vino mendengus kesal saat kedua sekertarisnya beradu mulut


"Aku ikut!! " Vier berjalan kearah kaca mobil yang terbuka,


"Maaf Tuan Vino, bolehkah saya ikut, saya tidak membawa mobil.. "


"Masuklah! Jangan membuang waktuku!!! "


"Terimakasih Tuan, " Vier tersenyum manis pada seseorang di bangku belakang lalu pandangan beralih pada seseorang yang menatap malas yang tidak lain adalah Sean


"Bayar hutangmu! " Bisik Vier pada sekertaris Sean lalu berjalan memutar mobil dan masuk duduk di bangku samping Sean

__ADS_1


"Tuan kita mau cari kemana lagi? " Tanya Sean sebelum melajukan mobil


............


Pagi hari, mentari nenyinari bumi, terlihat Nesa menggeliat merentangkan kedua tangannya, tidurnya kali ini terasa berbeda, biasanya dia bangun, dia bisa melihat wajah tampan suaminya dan kali ini mungkin dia akan merindukan suaminya


"Sejujurnya aku merindukanmu, tapi aku benar-benar tidak bisa kembali ke rumah itu, aku masih kecewa denganmu, karna kamu tidak pernah percaya padaku, dan juga sedari dulu ibu memang tidak suka padaku, aku harap kamu disana baik-baik saja" Gumam Nesa dalam hati, dia mencari ponselnya


"Mati, pasti daya baterainya habis.. " Nesa bangkit lalu turun dari ranjangnya, dia keluar kamar dan melihat teman wanitanya sedang berkutat di dapur.


"Eh Nona sudah bangun.. " Ucap wanita itu sambil memasak nasi goreng untuk sarapan paginya


"Jangan panggil Nona, panggil aku Nesa, kamu kan lebih tua dari aku.. " Nesa kesal, dia melupakan tujuan awalnya yang berniat meminjam charger untuk mengisi daya ponselnya


Wanita itu menuangkan nasi gorengnya kedalam 2 piring yang berbeda, lalu membawanya ke meja makan, dimana Nesa sedang duduk.


"Makanlah, masih hangat.. "


Nesa semakin kesal, bisa-bisanya dia mempunyai teman seperti itu


"Hangat? Itu asap masih mengebul.. " Protes Nesa


"Tidak, aku tidak pernah marah, hanya saja aku sedikit kesal denganmu.."


Tiba-tiba Nesa teringat bahwa dia mau meminjam charger pada seseorang yang di depannya


"Aku pinjam charger mu boleh batre ponselku habis.. "


Berfikir sejenak " Eh jangan deh.. " Berfikir lagi "Baiklah aku pinjam, tapi bagaimana dengan suamiku, pasti dia tahu keberadaanku jika aku menyalakan ponselku.. "


Wanita itu terkekeh saat mendengarkan jawaban Nesa yang menurutnya plin plan, dia mengeluarkan ponselnya dan menaruhnya diatas meja "Ini, pakai ponselku saja, ya jika kamu mengingat nomor yang ada di ponselmu!! " Wanita itu mendorong ponselnya, dia menyerahkan ponsel itu pada Nesa


"Eh jangan.. " Nesa mendorong ponsel yang ada di atas meja "Kamu pasti butuh ponsel ini"


Wanita itu tersenyum, dia mengeluarkan ponsel yang satunya lagi, membuat Nesa tak percaya


"Wah hebat, pasti kamu mempunyai banyak pacar. " Puji Nesa tapi wanita itu menganggap bahwa itu bukan pujian melainkan hinaan.


"Apa kau pernah melihat ku berkencan?? Tanya wanita itu dengan kesal

__ADS_1


Nesa menggeleng, kenyataannya Nesa tidak pernah melihat temannya berkencan


"Atau kau mempunyai pinjaman online?? ". Kali ini Nesa bercanda, dia semakin terkikik saat wajah temannya merah padam.


" Iya iya maaf, aku becanda.. " Masih terkikik didalam hati..


"Memangnya untuk apa mempunyai 2 ponsel?" Kali ini Nesa serius, dia menatap lekat teman wanitanya,


Hembusan nafas terdengar di telinga Nesa "tokoku, semakin hari, semakin ramai pembeli, aku tidak bisa menggunakan satu ponsel, ini aku gunakan 2 ponsel, karena yang satunya lagi ponsel untuk pesanan.. "


"Lalu?? aku sama saja merepotkanmu? aku tidak mau pakai, pasti kamu membutuhkan kedua ponsel ini, jika salah satu diberikan padaku, pasti kamu akan merekap ulang lagi.. "


"Tidak, yang aku berikan padamu, itu ponsel pribadiku, aku hanya menyalin beberapa nomor saja, dan satu hal lagi, kamu tidak merepotkanku, atau mau aku belikan ponsel baru? "


Mata Nesa membulat sempurna "Jangan!! aku sudah bersyukur diberi tumpangan lalu dengan seenak jidat kamu mau membelikan ponsel untuku, aku sudah gila.. "


"Tidak usah, aku akan memakai ponselmu ini sementara waktu,"


"Anak pintar.. "


Nesa tersenyum mengangguk, diusia yang baru saja memasuki 21tahun, Nesa merasa seperti mempunyai kaka perempuan baru,"Oh iya, aku boleh bantu di toko kan??.. "


Wanita itu terkejut "Tidak mungkin, eh maksudku bagaimana bisa? Kamu kan bekerja lagipula aku sudah merekrut karyawan baru"


.


.


.


.


.


Hay gaes, Mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat


Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote dan hadiah🎁)


...... #Happy Reading😘#.......

__ADS_1


__ADS_2