Menikah Dengan Sahabat Kekasihku

Menikah Dengan Sahabat Kekasihku
Episode 92-Di perbolehkan Pulang


__ADS_3

Bella menyambar ponselnya lalu mencari kontak Ayah nya tak lama panggilannya terangkat dan Bella bicara bahwa dia tidak akan kembali kerumah selama beberapa hari karna dia akan pergi keluar negri untuk mencari keberadaan kakaknya


Alex tersenyum saat sang Ayah mengkhawatirkan Bella, dia merasa iri dengan perlakuan Rico pada Bella, sedari kecil Alex tidak pernah diberikan kasih sayang seperti Bella


"Andai Ayah memperlakukan aku seperti memperlakukan Bella, pasti aku mau kembali kerumah itu, tapi itu sangat mustahil sedari dulu Ayah memang tidak menyukai aku, karna aku bodoh, bahkan Ayah tak pernah menganggapku ada " Gumam Alex dari dalam hatinya


"Sudah kak" Ucap Bella meletakan ponselnya diatas nakas,


"Ya sudah kaka pergi, kaka mau mengurus administrasi dulu, oh iya jika ada dokter kemari mengecek dan bertanya kepadamu jawab saja ya"


"Memang dokter siapa kak? "


"Sudah istirahat dulu"


Setelah mengurus administrasi, Alex mencari dokter khusus menangani psikolog, dia berbincang-bincang dengan dokter bernama Rezki,


"Baiklah, saya akan mencoba mengecek keadaan adik Tuan"


"Bagus, cepat ikut saya"


Rezki mengangguk, dia mengikuti langkah Alex menuju ruangan adiknya, sesampainya di ruangan adiknya, Alex duduk di sofa dan melihat adiknya Bella berbincang dengan rezki dokter muda khusus psikolog


Tak lama mereka berbincang sesekali Alex tersenyum saat melihat Bella tertawa renyah dengan dokter rezki,


"Bagaimana keadaan adik saya dok? " Tanya Alex sewaktu mereka sudah berada diluar ruangan


"Adik anda sebenarnya kondisinya tidak terlalu buruk, mungkin saja karna perlakuan dari kecil, kasih sayang yang berlebihan dengan cara memanjakan, kemauannya selalu dituruti, menjadikan dirinya berambisi untuk mendapatkan keinginannya yang sebenarnya mustahil"


.........


Beberapa hari sudah Renata dirawat dirumah sakit, keadaannya semakin membaik, luka ditubuhnya juga sudah mengering akibat obat yang diberikan dokter, hanya saja dia harus bergantung pada kursi roda dan susah berbicara,


Bella keluar dari ruangannya, hari ini Bella berniat menjenguk ibunya Vino karna sedari kemarin dia sama sekali tidak menjenguknya


"Hai tante, " Sapa Bella saat Renata di dorong di kursi roda


Melihat respon ketakutan dari Renata membuat Nesa yang berdiri dibelakang kursi roda mengusap pundak mertuanya,


"Ada apa bu, kenapa ibu ketakutan? " Tanya Nesa


Renata ingin berbicara tapi tak bisa, tangannya untuk bergerak pun susah,


Bella semakin mendekat, dia menggenggam tangan Renata yang tak berdaya, Renata merasa ingin menepis genggaman itu tapi tenaganya sangat lemah


"Maafkan aku ya tan, karna aku yang lalai tante jadi seperti ini" Ucap Bella dengan wajah dibuat semelas mungkin,


Tiba-tiba Nesa merasakan panggilan alam, dia menitipkan ibu mertuanya pada Bella, karna dia yakin Bella tidak akan mencelakai Renata

__ADS_1


"Titip ibu sebentar ya, aku mau ke toilet"


Renata menggelengkan kepalanya, rasanya dia tak ingin ditinggal menantunya disini bersama iblis yang hampir mencelakainya,


"Sebentar saja bu, lagipula Vino akan datang, dia sedang mengurus administrasi ibu"


"Bell, titip sebentar ya, aku tahu kamu tidak akan mencelakai ibunya Vino karna dia berada dipihakmu"


Bella tersenyum, dia menganggukan kepalanya "Pasti aku jaga, tante sudah aku anggap seperti ibuku sendiri, iya kan tan! " Jawab Bella sambil menggenggam erat tangan Renata membuat pemilik tangan menahan kesakitan tapi apalah daya, Renata tidak bisa berbuat apa-apa, berbicara saja pun tidak bisa


Nesa berjalan menjauh, semakin menjauh dan tak terlihat, Bella tersenyum sinis saat mereka sudah berdua


"Aku senang tante akhirnya terkena karma tante, haha" Ucap Bella membuat Renata melototkan matanya


"Mau apa! mau mengadu pada anak tante? silahkan tante, silahkan anda mengadu,haha"


"Ups aku lupa jika tante tidak bisa bicara, untuk menggerakkan tangan aja susah"


"Malang sekali nasib tante haha.. "


"Suatu saat jika aku sudah sembuh, aku akan balas perbuatanmu, kau yang mengakibatkan aku seperti ini, kau yang membuatku membenci menantuku, padahal dia wanita yang sangat baik"


"Bersyukur putraku tidak mempunyai pendamping hidup berjiwa iblis sepertimu" Maki Renata dari dalam hati, hanya makian yang bisa dia ungkapkan di dalam hati


"Andai jika tante masih mau bertahan denganku untuk mempersatukan aku dengan Vino mungkin sekarang tante sedang berjalan-jalan dengan teman-teman tante, dan shoping-shoping ala ibu-ibu rempong"


"Tapi nasi sudah menjadi bubur, tante tidak berpihak padaku, tante membuat kesalahan besar yaitu menjadi seorang pengkhianat" Bella mencengkram erat lengan Renata,


"Sakit ya tan, haha" Ucap Bella saat melihat Renata menangis, Renata menganggukan kepalanya


"Lebih sakit mana dengan pengkhianatan tante hah! "


"Aku sudah bersusah payah untuk bisa mendapatkan Vino dan aku sudah mengeluarkan banyak uang untuk tante,"


"Rasa sakit ini tidak sebanding dengan rasa sakit yang aku terima dari tante, aku bahkan bisa saja membunuh tante sekarang, tapi aku tidak mau jika Vino bersedih, haha"


Bella melihat dari kejauhan Vino sedang berjalan menuju arahnya, segera dia menghapus air mata Renata


"Maafkan Bella tante, karna Bella yang tidak hati-hati menyetir mobil, tante harus menjadi seperti ini" Ucap Bella yang berpura-pura menangis,


"Apa-apaan dia, kenapa sikapnya berubah menjadi lembut" Batin Renata yang terheran-heran


"Ibu" Panggil Vino, dia mensejajarkan tubuhnya dengan tubuh ibunya


"Apa yang kau lakukan pada ibuku hah! " Pekik Vino pada Bella


"Aku tidak melakukan apapun pada ibumu, aku hanya meminta maaf, aku merasa bersalah, iya kan tan! " Tanya Bella dengan sorot mata mematikan menatap Renata

__ADS_1


Renata yang ketakutan hanya menganggukan kepalanya, dia menunduk tak berani menatap Bella wanita jahat


"Dimana Nesa, kenapa ibu bisa disini bersama Bella"


"Nesa tadi ke toilet, aku tak sengaja bertemu disini, dan Nesa menitipkan ibumu bersamaku, dia bilang, dia hanya sebentar" Jawab Bella tersenyum ramah


"Terimakasih Bel" Akhirnya Vino mengucapkan terimakasih pada Bella


"Sama-sama"


"Hubby, kau sudah kembali"


"Maaf Bel, karna aku terlalu lama di toilet, tapi terimakasih sudah mau menjaga ibu"


"Jadi benar, Nesa menitipkan ibu pada Bella, apa dia sudah bisa menerima kenyataan, apa dia sudah bertobat? " Gumam Vino dari dalam hatinya


"Ayo sayang, kita pulang" Ajak Vino pada istrinya


"Ayo hubby,"


"Bell, kita pulang dulu ya" Nesa mendorong kursi roda ibu mertuanya,


"Hati-hati"


Setelah melihat mereka menjauh dan tak terlihat dipandangan Bella, wajah Bella tampak berseri-seri, akhirnya setelah sekian lama, Bela bisa mendapat respon yang baik dari Vino, tanpa sengaja dokter Rezki melihat Bella sedang tersenyum sendiri dan dia menghampirinya


"Hallo Bella, apa ada sesuatu yang membuatmu bahagia? " Tanya dokter rezki yang mengejutkan Bella


"Eh dokter, tidak ada dok, hanya aku sedang senang karna aku sudah boleh pulang" Senyum diwajah Bella tiba-tiba meredup


"Aku antar pulang, kakamu tidak bisa mengantarkan kamu pulang, dia menitipkan pesan agar kamu pulang denganku"


"Ayo" Sambungnya lagi


"Tapi dok, saya bisa pulang sendiri,"


"Dan mana mungkin kaka mau mengantarkan aku pulang, bisa-bisa dia bertemu Ayah" Gumam Bella dari dalam hati


.


.


.


.


Hay gaes, mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat

__ADS_1


Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorit, komen, vote dan hadiah🎁)


..... #Happy Reading😘#.......


__ADS_2