
Vino tersenyum tipis, dia menghampiri dan mencengkram dagu istrinya
"Dasar munafik! Aku sudah tahu perbuatanmu dibelakangku.. "
Tubuh Nesa gemetar, dia takut saat menatap mata merah suaminya,
"Le-lepaskan aku by.. " Ucap Nesa gemetar sambil memegang tangan yang mencengkram dagunya
"Sa-sakit.. " Lirihnya lagi
Setelah melihat Nesa meneteskan air matanya, Vino merasa iba, dia menatap istrinya lalu merutuki kebodohannya
"Sial!! Kenapa aku tak tega melihatnya menangis, apa rasa cintaku lebih besar dari rasa benciku ini!! "
"Tapi hatiku terasa sakit saat melihat dia bersama pria lain.. " Maki Vino dalam batinnya
Vino melepaskan cengkraman dengan kasar sehingga membuat Nesa terhuyung kebelakang, kepalanya tidak sengaja membentur ranjang kasur mereka
"Aww... " Ringis Nesa kesakitan, dia memegang keningnya yang terbentur
Vino yang melihat istrinya terluka segera menghampiri tapi sebelum sampai, tiba-tiba bayangan video dan Alex terlintas dipikirannya, dia urungkan niatnya untuk membantu istrinya
Nesa yang melihat suaminya hanya berdiam diri pun bangkit, dia lalu menghampiri suaminya
Nesa bersujud di hadapan Vino, membuat mata Vino membulat, ingin rasanya dia mencegah istrinya tapi lagi-lagi bayangan Alex dan video itu terlintas dipikirannya
"Maafkan aku hubby, aku bersumpah aku tidak pernah berselingkuh dibelakangmu, ... " Ucap Nesa menunduk, dia tak mau suaminya tahu kalau sekarang dia sedang menangis
Vino melihat punggung Nesa bergetar, pertanda istrinya sedang menangis karna ulahnya
Dia mendongak menatap langit kamar untuk meredakan amarahnya
"Sejujurnya aku tidak tega melihatmu bersujud dihadapanku seperti ini Nes,.. " Batin Vino menatap langit kamar,
Sesaat kemudian dia tersadar, segera dia meninggalkan Nesa yang masih bersujud dihadapannya
"Maafkan aku Nes, aku harus mencari tahu kebenarannya sebelum aku memaafkanmu.. " Batinnya sambil berjalan keluar kamar
Tangis Nesa semakin pecah saat suaminya tidak mau memaafkannya, perlahan tubuhnya ia senderkan kekasur,
"Sebenci itukah kamu denganku.. "
"Sampai-sampai tidak ada kata maaf dari mulutmu untuku hikss... hiks... " Gumam Nesa sambil menangis
Seketika ia langsung mencari ponselnya dan memutar video yang diberikan pak diman, dimana dirinya sedang berada di gendongan pria lain yang hanya menggunakan selimut untuk menutupi tubuhnya
Nesa tersenyum getir, "Mungkin jika aku berada diposisi Vino, aku juga tidak akan memaafkan kelakuan menjijikan ini.. " Gumam Nesa meremas ponselnya lalu melemparkan kesembarang arah
Pranngg....
Hiks... Hiks... Hiks...
"Kenapa suamiku sendiri tidak mempercayai aku.. " Teriak Nesa frustasi, diusapkan wajahnya dengan kasar
Vino yang masih berada di luar pintu kamar mereka pun mendengar ucapan istrinya,
"Sebisa mungkin aku akan mempercayaimu Nes.."
"Aku juga melihat ketulusan dimatamu, tapi aku tidak bisa memaafkanmu sebelum kebenaran itu terungkap...." Batin Vino sambil berjalan ke ruang kerja
.........
"Bagaimana tan? Apa mereka bertengkar?? " Tanya wanita itu dari sebrang sana
__ADS_1
"Rencana kita memang berhasil, tapi Vino tetap membela istrinya.. "
"Apa! Bukankah kakaku sudah melakukannya dengan sempurna, dan video itu, juga bisa dijadikan bukti kalau istrinya bermain gila dengan pria lain. "
"Tapi kenyataannya Vino masih membela istrinya.."
"Lebih baik kamu pikirkan cara yang lain saja,.. "
"Baik tan, aku akan memikirkan cara lainnya, tapi tante harus berjanji, akan merestui hubunganku dengan Vino setelah wanita itu keluar dari kehidupan Vino.. "
"Lakukan saja dulu, masalah itu, kamu tidak usah khawatir.. "
Panggilan terputus, dari luar kamar Renata, Vino dapat mendengar apa yang diucapkan ibunya,
Tangannya mengepal erat, emosinya seakan mau meledak
"Apa aku tidak salah dengar? "
"Te-ternyata istriku tidak bersalah, dan semua ini adalah rencana ibu.. "
"Keterlaluan!! "
Nafas Vino memburu dia tidak terima di adu domba oleh ibunya, sewaktu Vino memegang gagang pintu, lagi lagi Vino mendengar kenyataan pahit lagi
Drtt... Drt....
Ponsel Alex berbunyi, membuat seseorang yang sedang tidur terbangun, dirabanya ponselnya
"Siapa! " Tanya Alex yang masih memejamkan matanya
"Kak! Ini aku!!! " Teriak wanita dari sebrang sana
Alex langsung membuka matanya dan melihat nama adiknya dilayar ponselnya
"Bagaimana aku bisa diam jika semua rencana kita gagal kak!! "
"Ka, Vino tetap tidak mau menceraikan istrinya.. " Rengek wanita itu
Alex menghembuskan nafasnya kasar lalu mengakhir panggilan itu
Drtt... Drttt...
Ponsel Alex bergetar lagi, dia melihat nama adiknya lagi
"Apalagi! Aku lelah!! Aku sudah menuruti semua kemauanmu!! Sudahlah kamu menyerah saja, jangan merebut hak orang lain, dia bukan milikmu!! "
"Kak!! "
"Aku mencintai Vino.. "
"Bantu aku!! "
"Apa kamu tahu, Vino mempunyai kekurangan! " Tanya Alex yang bangkit dari tidurnya, dia menyenderkan tubuhnya di ranjangnya
"Tahu, tapi aku tidak perduli dengan kekurangan itu, yang aku fikikan hanya Vino,.. "
"Aku tidak bisa hidup tanpanya hikss...hikss.. " Lanjutnya kembali
"Huftt... Kaka harus melakukan apalagi untukmu,.. " Tanya Alex yang frustasi saat mendengar tangisan adiknya
"Kaka harus mendapatkan hati istri Vino bila perlu nikahi dia!"
Mata Alex membulat, dia tak percaya adik yang dia sayangi akan menyuruhnya hal senekat ini
__ADS_1
"Aku masih punya perasaan!! "
"Dan aku tidak bisa melakukan itu, itu sudah keluar batas!! " Lanjut Alex lalu menutup telfonnya
"Lebih baik aku mati jika aku tidak bisa mendapatkan Vino,.. "
Pesan wanita itu pada Alex
Alex menghela nafasnya, dia tidak percaya bahwa adiknya sangat terobsesi dengan Vino laki-laki yang menurutnya tidak selevel dengannya
Segera Alex menghubungi Nesa, dia berusaha mengabulkan setiap permintaan adiknya.
"Argkhh.. Kenapa ponselnya tidak aktif.. " Ucap Alex kesal
Di sisi lain, diruang kerja Vino dia menelfon sekertarisnya Sean untuk membelikan ponsel baru untuk istrinya
"Sean belikan ponsel baru untuk istriku dan berikan langsung padanya.."
"Baik Tuan, ada yang bisa saya bantu lagi Tuan???.. "
"Cukup, belikan sekarang Sean.. "
"Baik Tuan.. "
Setelah panggilan itu terputus, Vino langsung menyelesaikan pekerjaan yang dibawanya kerumah,
"Apa-apaan ini, ternyata ibu dalang dibalik semua masalah yang terjadi.."
"Tapi, siapa yang berbicara dengan ibu tadi, siapa yang membantu ibu melancarkan rencananya.. "
"Oh Tuhan ternyata mereka sangat licik!, mereka memanfaatkan kepergianku!!.. "
"Aku tidak bisa berdiam diri, aku harus mencari jalan keluar.. "
"Tapi siapa? siapa yang membantu ibu??Apa Selena? iya!! iya pasti Selena karna ibu hanya dekat dengan Selena.. "
Hufffttttttt....
Vino menghembuskan nafasnya kasar, dia memijat pelipisnya pelan.
"Ah sudahlah, aku harus menemui Vicky dan Alex.. " Ucap Vino yang melihat jam dipergelangan tangannya
"Tapi, ini sudah sore, aku tidak yakin jika mereka masih di perusahaan.. "
"Lebih baik besok aku temui mereka... "
.
.
.
.
.
Hay gaes, Mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat
Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote dan hadiah🎁)
......... #Happy Reading😘# .....
..........
__ADS_1