Menikah Dengan Sahabat Kekasihku

Menikah Dengan Sahabat Kekasihku
Episode 48- Pilih Kasih


__ADS_3

Rayhan melangkah mendekati putranya, dia mendudukan diri dihadapan putranya


"Apa kau sudah menjauhi istri Vino??? "


Lagi dan lagi Vicky tersenyum, senyum Vicky seakan misterius, karna bagi Rayhan, Vicky tidak pernah tersenyum padanya


"Lalu apa untungnya aku jika menjauhi dia?? "


Vicky memancing Rayhan, dia juga penasaran dengan sikap Ayahnya yang selalu mengutamakan adik tirinya


"Vicky, dia istri dari adikmu, mana mungkin kamu akan merebutnya nak.. "


"Dan satu lagi, mereka saling mencintai, jangan ganggu rumah tangga mereka,.. "


"Saya rasa, itu bukan urusan anda.."


"Dan masalah saya ingin menjauh atau merebutnya dari anak pembunuh itu, itu hak saya.. " Ucap Vicky sambil memakan sarapannya


"Seharusnya kamu tahu, ayah melakukan ini demi kebahagiaan Vino"


"Lalu? untuk kebahagiaanku?? "


"Adikmu sedang.. " Ucapan Rayhan terhenti, dia teringat dengan ucapan Sean agar merahasiakan penyakit Vino dari siapapun


"Sedang apa hah! kau selalu memikirkan dia! kau tidak pernah sesekali melihatku dan memikirkanku.. "


"Bukan seperti itu ky, Ayah menyanyangi kalian berdua.. "


"-_-"


"Vicky, sampai kapan kamu tinggal disini sendirian?? " Tanya Rayhan lagi, dia berusaha mendekati dan merebut hati anaknya ini


"-_-"


.....


"Dia selalu pilih kasih, dan aku pikir hanya anak pembunuh itu yang disayangnya.. " Ucap Vicky yang menghentikan Rain mengunyah makanannya


"Jangan menyimpulkan sendiri, mungkin ada alasan yang membuat Ayahmu membela dia.. "


"Tak ada alasan, bahkan setelah aku menjauh dari Nesa, Ayah tetap memperingatkanku.. "


"Hidup ini tidak adil, aku tidak menyangka akan mendapatkan orang tua seperti dia, yang egois!! "


"Ky, lebih baik kau turunkan kecepatan mobilnya lalu tenangkan dirimu, aku bisa mati.. "


"Aku belum mau mati ky, aku belum merasakan menikah dan memiliki keluarga yang harmonis.. " Sambung Rain yang ketakutan


Vicky menurunkan kecepatannya, dia mengehela nafasnya kasar,


"Maaf.... " Ucap Vicky pada Rain


"A-aku tidak salah dengar?? "


"Kau meminta maaf padaku!! Wah rekor!!!! " Ucap Rain tersenyum


..........

__ADS_1


Dikantor suasana sangat hening, semua karyawan disibukan dengan pekerjaan masing-masing, termasuk dengan Vino yang sedang memimpin rapat dengan perusahaan Bella


Bella selalu memandang Vino dengan tatapan cinta, 1 tahun dia menghilang karna niatnya belajar dunia bisnis agar dia bisa dideket Vino setiap saat, dan kini semuanya sudah tercapai,


"Sekian penjelasan dari saya, apa ada yang ingin ditanyakan??" Ucap Vino yang berbicara pada rekan kerjanya yang di dalam ruangan


Bella masih memandang Vino tanpa mengedipkan matanya, dia sama sekali tidak mendengarkan penjelasan dari Vino


"Maaf Nona Bella, apakah anda setuju dengan pembahasan saya?? " Tanya Vino yang risih ditatap oleh Bella


Bella tersadar dari lamunannya, dia menganggukan kepalanya, bagi dia yang utama hanya Vino


"Jangan lupa untuk besok, kita akan melakukan perjalanan bisnis untuk mengecek perusahaan di negara B, karna Ayah saya menanamkan sahamnya 30% pada perusahaan itu.. " Bella mengalihkan pembicaraan lalu mengingatkan Vino kembali


"Saya tidak akan melupakan itu Nona, dan saya rasa meeting kali ini cukup sampai disini, saya pamit.. " Vino bangkit dari duduknya dan berjalan keluar ruang meeting bersama Sean sekertarisnya


Dia langsung menuju ruang kerjanya, rasanya sangat membosankan jika dia harus berlama-lama di ruangan itu bersama Bella


"Jika bisa digantikan, aku ingin kau yang pergi ke negara B bersama dia.. " Vino membuka jas dan menggantungnya di kursi kerjanya lalu duduk di kursinya


"Tuan, penanam saham ingin anda langsung yang mewakilkan perusahaan.. " Sean duduk di sofa dan membuka laptopnya


"Kita pergi Sean.. " Vino bangkit dan menyambar jasnya lalu keluar dari kantornya dan diikuti Sean dibelakangnya


"Baru saja duduk, sudah disuruh pergi lagi.. "


"Nasib sekertaris yang malang.. " Batin Sean yang mengasihani dirinya sendiri


Setelah sampai di depan mobil, Sean membukakan pintu mobil untuk bossnya lalu menutupnya kembali dan berjalan masuk kedalam bangku kemudi


"Kita akan kemana Tuan?? " Tanya Sean yang sudah duduk dibangku kemudianya


Sean mengangguk, dia menyalakan mesin mobil dan berjalan membelah jalan kota jakarta


Butuh waktu beberapa menit untuk sampai ke Mall yang cukup besar di kota ini.


Setelah sampai di Mall mereka turun dari mobilnya dan melangkah masuk kedalam Mall, banyak pasang mata wanita yang melirik kedua laki-laki tampan ini. tapi banyak orang yang tidak berani mendekati Vino karna Sean menatap tajam setiap orang yang memandang bossnya


"Sean menurutmu, barang mana yang cocok untuk aku berikan pada istriku?? " Tanya Vino yang melihat beberapa stand pakaian wanita


"Emm wanita suka dengan dress, sepatu, make up dan tas lalu.. " Sean berfikir sesaat


"Aku tahu itu semua, kau pikir aku bodoh! .. "


"Maaf Tuan


"Oh bagaimana dengan perhiasan.. " Ucap Sean yang langsung di angguki oleh Vino


"Benar, ayo kita ke toko perhiasan.. "


Setelah masuk kedalam toko perhiasan, kedua lelaki tampan ini berdebat dengan pilihannya masing-masing


"Itu tidak cocok jika digunakan untuk istriku! "


"Oh baik Tuan.. "


"Yang mana menurutmu Sean!! "

__ADS_1


"Pilihanku selalu tidak cocok, tapi kau selalu menyuruhku untuk memilih.. " Batin Sean yang kesal


"Emm bagaimana jika Tuan memilih lalu saya menyampaikan saran cocok atau tidaknya.. "


Vino menganggukan kepalanya, dia memilih kalung dengan liontin hati yang tengah-tengahnya diisi dengan huruf V.


"Bagaimana jika ini saja Sean?? " Tanya Vino yang memegang kalung pilihannya


"Bagus Tuan, berbentuk hati dengan lambang V menandakan nama Tuan dan Nona.. " Jawab Sean


"Benar,.. "


"Saya ambil yang ini... " Ucap Vino kepada pelayan lalu membayarnya


"Terimakasih Tuan.. " Pelayan itu menunduk hormat


Setelah keluar dari toko perhiasan, Sean dan Vino mengisi waktunya untuk makan siang di food court yang berada di Mall


"Permisi, mau pesan apa?? " Tanya pelayan tersebut


"Steak daging 2 dan kentang goreng, minumnya cappucino" Ucap Vino pada pelayan


"Tuan, apa tidak sebaiknya kita menyewa ruangan VIP untuk Tuan,.. "


"Tidak usah Sean,.. "


Sean menganggukan kepalanya, lalu ekor matanya memandang seseorang yang dia kenali sedang bersama mantan musuh


"Tuan, coba anda lihat jarum jam pukul 3,.." Ucap Sean yang sudah duduk


"Vino memutar tubuhnya, dia bisa melihat istrinya sedang bersama Selena.. "


"Apa kita undang mereka untuk bergabung disini?? " Tanya Sean yang melihat kecemasan di wajah bossnya


"Tidak usah Sean, kita pantau saja dari sini, aku juga penasaran apakah dia benar-benar sudah berubah atau ini hanya triknya saja... " Ucap Vino yang diangguki oleh sekertarisnya


.......


"Ness, maaf menganggu pekerjaanmu.. " Ucap Selena yang tidak enak hati karna sudah menganggu waktu pemimpin perusahaan tempat dia bekerja


"Tidak apa-apa, ada apa?? "


Nesa menyeruput jus nya yang dia pesan


.


.


.


.


.


.


Hay gaes, Mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat

__ADS_1


Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote dan hadiah🎁)


......... #Happy Reading😘#.......


__ADS_2