
Setelah sampai di perusahaan Vicky, Vino langsung masuk kedalam dan diikuti sekertaris Sean dibelakangnya
"Maaf Tuan, Tuan Vicky sedang tidak ingin di ganggu.. " Ucap Rain yang menghalangi langkah Vino untuk berusaha masuk keruangan bossnya
"Apa dia sangat sibuk? atau dia takut padaku! " Selidik Vino
"Sean urus dia, aku harus masuk menemui pria bajingan itu.. " Lanjut Vino kembali saat sekertaris Rain tidak menjawab pertanyaannya
Sekertaris Sean menurut, dia berusaha mencegah sekertaris Rain agar bossnya bisa masuk kedalam
"Ikuti perintah Tuan Vino, maka hidupmu akan tenang.."
"Jangan ikut campur!! Di dalam sana ada bossku!! " Kini sekertaris Rain berusaha memberontak, tidak ada karyawan yang melihat pertengkaran mereka, karna ruangan Vicky berada di lantai paling atas,
Pintu terbuka, Vino dapat melihat Vicky yang berkutat di dalam laptopnya
"Ada apa! Apa pekerjaan yang kuberikan sudah selesai?? " Tanya Vicky pada seseorang yang membuka pintu ruangannya,
Vino diam, dia tetap melangkah menuju Vicky
"Rain, kau.. " Vicky terkejut, dia pikir yang masuk kedalam ruangannya adalah sekertarisnya
Senyum sinis terukir di sudut bibir Vicky, dia menutup laptopnya dan mengetuk jarinya berulang kali di meja kerjanya
"Rupanya aku mendapatkan tamu istimewa.. "
Vino yang mendengar ucapan Vicky pun langsung duduk di sofa ruangan tersebut
"Jauhi istriku.. " Perkataan Vino membuat Vicky tersenyum sinis
"Apa seperti ini caramu datang ke perusahaan orang lain.. "
"Jauhi istriku!! " Lagi dan lagi Vino menyilangkan kedua kakinya di meja dekat sofa
"Apa aku telah merebutnya darimu? " Kata-kata Vicky mampu membuat Vino bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah Vicky
"Dasar pengkhianat!! " Vino meremas jarinya, lalu membanting vas bunga yang di meja kerja Vicky
Prangg.....
Sekertaris Sean dan sekertaris Rain langsung masuk saat mendengar barang jatuh, mereka takut bossnya berkelahi lagi
"Sudah aku bilang, bossku sedang sibuk, tapi kenapa bossmu tetap ingin masuk!! " Sewot sekertaris Rain sambil berjalan masuk keruangan bossnya
"Aku hanya mengikuti perintah bossku,.. "
"Vicky hentikan!! " Pekik Rain saat dia melihat Vicky hampir melayangkan pukulan pada Vino
Kepalan tangan mendarat di udara, Vicky langsung menatap tajam sekertarisnya itu
"Pergi! Ini bukan urusanmu! " Usir Vicky pada dua sekertaris yang sedang menatapnya
"Dan kau! Sebaiknya kau pergi dari sini,.. " Sambung Vicky pada Vino
"Aku tidak akan pergi jika... " Belum selesai Vino berbicara, ucapannya telah dipotong oleh Vicky
"Aku sudah jauhi istrimu! Dan aku tidak akan merebutnya darimu!! "
__ADS_1
Dari arah luar ruangan, terlihat Rayhan sedang berjalan menuju ruangan Vicky, dia berniat untuk menasehati putranya yang cukup keras kepala.
Tapi tiba-tiba Rayhan merdengar suara keributan dari dalam ruangan Vicky segera dia masuk, matanya membulat saat melihat Vicky dan Vino sedang beradu mulut.
"Apa yang kalian lakukan! " Tanya Rayhan
Semua mata langsung menatap Rayhan,
"Apa yang Anda lakukan diperusahaanku? " Kini Vicky membalikkan pertanyaan Rayhan
"Kau!! Bisa tidak bersikap sopan sedikit dengan Ayahmu!! " Lagi dan lagi Vino membela Rayhan
"Hem.. Ayah? okeh Ayah" Tekan Vicky mengucapkan kata Ayah
"Ayah yang selalu pilih kasih pada anaknya?? " Sambung Vicky yang tersenyum getir
"Vin apa yang kamu lakukan disini?? " Tanya Rayhan pada anaknya Vino
"Dia pengkhianat! dia bermain gila dengan istriku"
Rayhan mengernyitkan keningnya "Apa maksudmu? Jelaskan pada Ayah!! "
Vino langsung mengambil ponsel dan memberikan ponsel yang sudah menampilkan rekaman video Nessa dan Vicky
Mata Rayhan membulat, begitu juga dengan Vicky mereka sama-sama shock
"Bedebah! Siapa yang merekam ini! " Batin Vicky geram
"Ceraikan saja istrimu, dia tidak pantas bersanding denganmu.. " Kata-kata yang diucapkan Rayhan mampu membuat emosi Vino memuncak
"Apa aku tidak salah dengar! Lalu setelah aku menceraikannya, dia bisa mengambil mantan istriku dan mereka hidup bahagia?? "
"Dan aku akan melihat kalian semua tersenyum bahagia!! "
"Bukan begitu maksud Ayah nak, Ayah tidak ingin kamu menderita.. " Rayhan berusaha menjelaskan kesalahpahaman antar dirinya dan Vino
"Kalian berdua sama saja!" Ucap Vino yang langsung berjalan keluar ruangan, baru 3 langkah, langkahnya sudah tertahan oleh ucapan Vicky
"Jangan lampiaskan kekesalanmu pada istrimu, dia tidak bersalah!!
"Dan jika kamu mempercayai video itu akan kupastikan kamu menyesal dikemudian hari!! "
"Lebih baik ceraikan dia, biarkan dia hidup bahagia tanpamu.. "
Vino tersenyum sinis saat Vicky membela istrinya, segera dia menjawab ucapan Vicky
"Dia istriku, sampai kapanpun akan menjadi istriku, dan satu hal lagi! Aku suaminya dan aku berhak berbuat apa saja padanya! "
"Lebih baik kamu mundur dan cari wanita lain!! "
"Karna aku tidak akan menceraikannya! Camkan itu!! "
"Ayo Sean kita pergi!! " Ucap Vino melangkah keluar ruangan
Sean mengangguk, dia mengikuti langkah bossnya
"Aku menggajimu bukan untuk bersantai!! " Ucap Vino yang sudah masuk kedalam mobil,
__ADS_1
"Apa kau tuli hah!! "
"Maaf Tuan.. " Lagi dan lagi Sean harus meminta maaf karna kelalaiannya dalam bekerja
"Jelaskan video itu!! " Titah Vino
"Maaf, video apa Tuan?? " Jawab Sean sambil fokus menyetir mobil.
"Seharusnya aku sudah memecatmu dari dulu! berapa kali aku kecolongan, dan kau hanya meminta maaf! "
"Huft, andai anda tahu berapa banyak pekerjaanku Tuan, dan aku juga harus memantau pergerakan istrimu, kau sungguh menyebalkan Tuan, daripada anda menambah beban saya lebih baik anda menyewa bodyguard saja.. " Batin Sean kesal
"A-ampun Tuan, saya meminta maaf.. "
"Sudahlah percuma kamu meminta maaf, karna maafmu sudah telat! Cepat bawa aku pulang!.. "
"Baik Tuan.. "
Kemudian tiba-tiba situasi menjadi hening, hanya suara mesin yang menghiasi suasana hati para lelaki yang berada didalam mobil
"Apa dia sudah kembali kerumah? " Ucap Vino memecahkan keheningan
"Nona sudah pergi ke kantor dia diantar oleh pak diman.. " Jawab Sean yang sesekali melirik bossnya dari kaca spion
"Untung saja aku sempat bertanya pada pak supir itu. " Batin Sean menghela nafasnya lega
"Rupanya anda masih peduli dengan istri anda
"Antar aku ke perusahaan dia sekarang!!.. "
"Ta-tapi Tuan, kita sudah di dekat rumah, hanya berbelok sedikit lagi kita sampai.. "
"Cepat!! " Ucap Vino yang tak ingin dibantah, dia memejamkan matanya lalu tubuhnya dia senderkan ke kursi belakang
"Ba-baik Tuan.. "
Sean langsung memutar arah, rasanya sungguh lelah menghadapi bossnya dalam keadaan seperti ini, mood bossnya ternyata sangat berpengaruh dalam pekerjaan
"Apa yang sebenarnya anda lakukan Nona, kenapa Tuan sampai marah seperti ini.. "
"Aku akan tanyakan ini pada pak diman, mungkin dia mengetahui sumber masalah ini semua.. " Batin Sean lagi
.
.
.
.
.
.
Hay gaes, Mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat
Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorit, komen, vote dan hadiah🎁)
__ADS_1
......... #Happy Reading😘#........