
"Ya sudah, jika kamu tetap tidak mau berbicara lebih baik kita tidur saja by.."
Nesa merebahkan tubuhnya di samping Vino, tapi bukan Vino jika tidak bisa menggoda istrinya.
"Mau apa by?? " Tanya Nesa saat tangan Vino sudah menyelusup kedalam piyama milik Nesa
"Aku menginginkannya sayang.. "
"Sudah beberapa hari ini kita tidak melakukannya.. " Sambungnya lagi,
Pipi Nesa sudah merah merona seperti tomat, jujur saja dia juga rindu dengan sentuhan yang diberikan suaminya
"Eh hubby aku belum mengatakan iya.. " Pekik Nesa saat suaminya sudah mengunci tubuhnya
"Aku akan memulainya, dan rona merah dipipimu sudah menunjukkan jawabannya.. "
Nesa langsung menutup mata dengan telapak tangannya saat suaminya mengatakan pipinya sudah berubah warna
"Matikan lampu by.. "
"Kenapa? Masih malu?? " Tanya Vino tapi dia langsung mematikan lampu tidurnya dengan gerakan tangannya
Vino mulai mencium kening lalu turun ke pipi dan berujung di bibir mungil Nesa, cukup lama mereka berciuman, tangan nakal Vino pun sudah menyelusup ke piyama Nesa, dia merem*s dua benda kenyal yang menjadi mainan favoritnya
Setelah puas bermain dibibir mungil istrinya, ciuman itu langsung turun dan meninggalkan beberapa jejak kepemilikannya dileher serta bagian tubuh lainnya
"Sudahhhh....aaahhhhh by.. " Sesekali Nesa mendes*h akibat permainan Vino
Vino bangkit dan melepas pakaian yang masih melekat ditubuhnya
Kini mereka sudah berdua sudah sama-sama polos, dengan samar-samar dia bisa melihat sesuatu milik suaminya yang sudah berdiri tegak.
"Aku akan lakukan.. " Ucap Vino saat tubuhnya sudah berada diatas Nesa.
"Beritahu aku jika aku terlalu kasar.. " Sambungnya lagi
Nesa hanya menganggukan kepaalanya, sebelum Vino memasukan senjatanya, ternyata Vino masih ingin bermain dibagian bawah milik istrinya,
"Hubby .. " Pekik Nesa terkejut,
Dia merasakan kenikmatan yang luar biasa saat lidah Vino bermain di area bawah.
Nesa sekuat mungkin menahan desah*n, dia merem*s rambut suaminya, lagi dan lagi Nesa terbuai dengan permainan suaminya, ******* yang ia tahan akhirnya keluar juga.
"A h by.. "
Vino semakin bersemangat saat Nesa mendes*h, suara terdengar begitu sexy di telinga Vino
"A h.. "
__ADS_1
Setelah puas dan melihat istrinya sudah basah dia langsung memasukan senjatanya kedalam sarangnya,
Vino bermain sangat liar, tiba-tiba dia teringat dengan ucapan dokter Anton, dia akan berusaha mengelak takdir itu,..
Tak ada rasa sakit yang didapat Nesa melainkan kenikmatan demi kenikmatan,
Penyatuan telah berhasil, Vino ambruk disamping Nesa.
"Sekarang giliranmu sayang.. " Vino mengecup kening istrinya
"Aku tidak pandai.. "
"Lakukan sebisamu, aku ingin kita habiskan malam ini dengan bermain.. "
"Okeh, aku akan menguasai permainan kali ini.. " Nesa bangkit dan menindihi tubuh suaminya, dia ******* dan mencium bibir Vino, Vino yang melihat pergerakan istrinya sangat lambat pun mengambil alih, dia memutar tubuh istrinya agar berada dibawah kungkungan Vino.
Dan mereka melakukan penyatuan berulangkali
Pagi datang, matahari juga sudah bersinar menyinari bumi, semua orang sudah bersiap-siap untuk melakukan aktivitas paginya tapi tidak dengan sepasang kekasih yang masih tertidur karna telah menghabiskan malamnya dengan panas.
Disisi lain terlihat Sean yang sedang menggerutu karna bossnya tidak bisa dihubungi
"Dimana dia? " Tanya Rayhan yang baru saja datang
Sean memberi hormat lalu berkata "Tuan belum datang ke kantor.. "
"Apa kau sudah jelaskan semuanya tentang istri Vino.. " Tanya Rayhan yang masuk kedalam ruangan anaknya dan diikuti oleh Sean
"Bagus, lain kali jika ingin memberi informasi, cek kebenarannya jangan asal berbicara.. "
"Ba-baik Tuan, sekali lagi saya minta maaf.. " Jawab Sean menundukan kepalanya
"Apa jadwal Vino hari ini.. "
Sean membacakan semua jadwal Tuannya.. "
"Berkunjung kerumah sakit.. " Sean menutup mulutnya dia keceplosan
"Habislah aku, kali ini aku benar-benar dipecat.." Batin Sean
"Ada apa?, kenapa Vino berkunjung kerumah sakit? Sakit apa dia?? " Tanya Rayhan cemas.
"Ma-maaf Tuan, saya tidak tahu, saya juga diberi amanat untuk merahasiakan ini dari siapapun, mohon bantuannya Tuan, jangan beritahu jika saya yang memberikan informasi ini pada Tuan, saya tidak ingin kehilangan pekerjaan saya.. " Sean memohon di depan laki-laki paruh baya yang notabennya Ayah dari bossnya
"Dasar ceroboh!.. "
"Baiklah, aku tidak akan memberitahu ini pada Vino, dan bagaimana kabar wanita murahan itu? "
"Sudah lama aku tidak mendengar kabar darinya.. " Sambung Rayhan kembali
__ADS_1
"Maksud Tuan, Nona selena? "
Rayhan menganggukan kepalanya membenarkan ucapan sekertaris anaknya
"Tuan Vino memberikan dia 1 paket liburan ke negara B.. "
"Kenapa bisa? ada apa? Apa mereka menjalin hubungan kembali?? "
"Tidak Tuan, Tuan Vino melakukan itu untuk menjaga keselamatan istrinya.. " Rayhan menganggukan kepalanya dan bertanya lagi " Sampai kapan wanita itu berlibur? "
"Kurang lebih 1 bulan Tuan.. "
"Ya sudah pergilah, urusan meeting biar aku saja yang menghandle,.."
"Baik Tuan, 30 menit lagi kita akan meeting untuk membahas perekrutan ketua manager yang baru.. "
"Memangnya manager yang lama sudah tidak bekerja lagi? " Ucap Rayhan mengernyitkan keningnya, karna Rayhan tahu itu salah satu orang kepercayaan putranya
"Bapak Jimmy sudah dipindahkan di Reza company karna dia salah satu karyawan kepercayaan Tuan Vino, dia diperintahkan Tuan untuk mengawasi perusahaan milik Tuan Reza.. "
"Oh keluar lah .. "
"Baik Tuan... "
Sean keluar dan menuju meja kerjanya, dia terus menerus menghubungi bossnya
"Sial!!!, apa dia sedang mabuk.. " Gerutu Sean
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Hay gaes, Mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat
__ADS_1
Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote dan hadiah🎁)
......... #Happy Reading😘#...........