Menikah Dengan Sahabat Kekasihku

Menikah Dengan Sahabat Kekasihku
Episode 32- Curhat Nessa 2


__ADS_3

"Iya Ayah, daripada Vino yang mengangkat.. "


"Lalu aku bilang seperti ini " Maaf saya tidak tertarik dengan tawaran pembukaan ATM baru, karna saya sudah mempunyai beberapa ATM.."


"Hahahaha.. " Kali ini Rayhan tertawa keras


"Ayah kenapa tertawa, aku sedang serius,.. " Gumam Nesa yang terlihat kesal, ia mengembungkan ngempiskan pipinya yang cubby


"Haha tidak ada apa-apa, Ayah merasa lucu saja, ternyata kamu pandai berbohong juga.. "


"Tidak Yah, aku tidak pandai, itu faktor terdesak saja, lagi pula Vino mencurigai aku, sampai-sampai ponselku di sita oleh Vino.. " Gerutu Nessa yang meremas jarinya lalu memukul ringan pahanya berulang kali


"Lalu apa yang kamu takutkan nak?? "


"Aku takut, jika Vino mengecek ponselku akan ada beberapa notif pesan atau panggilan dari laki-laki gila itu yah.. "


"Jika semua terjadi, Ayah yang akan membelamu nak, tidak ada kata sayang atau kata yang berlebihan dalam pesannya kan?? " Selidik Rayhan yang menaik turunkan alisnya


"Hiiii Ayah aku tidak tahu, dan asal Ayah tahu aku mencintai Vino, ya walaupun dia sedikit menakutkan, dan aku juga tidak berani selingkuh atau bermain api dibelakang Vino.. "


"Lihat dia marah saja aku sudah ketakutan apalagi jika aku ketahuan selingkuh, bisa-bisa hidupku berakhir sampai disini.. " Gerutu Nessa yang membayangkan Vino sedang emosi


"Haha, apa Vino pernah memarahimu?? "


"Tidak, dia baik.. "


"Apa aku ceritakan saja perlakuan ibunya Vino yang memperlakukan aku seperti pelayan dirumah ? Aku fikir Ayah orang yang asik untuk di ajak bercerita.. " Batin Nessa sedang menimang ucapannya.


Rayhan yang melihat Nessa melamun pun mengayunkan tangannya ke depan wajah Nessa agar dia tersadar dari lamunannya


"Nes! " Panggil Rayhan yang mengayunkan tangannya kedepan wajah menantunya


"Eh iya yah.. "


"Jangan melamun dan kamu jangan khawatirkan masalah ini, Ayah tahu kamu sangat mencintai putra Ayah, jika ada perbedaan pendapat, Ayah akan membelamu nak.. "


"Dan semua akan baik-baik saja.. " Rayhan kembali berkata


"Kenapa perlakuan mamah tidak bisa seperti Ayah yang baik seperti ini, dan aku merasa mempunyai Ayah kembali saat ini??" Batin Nessa


"Nessa, apa ada hal lain lagi yang menganggu pikiranmu??? "


"Tidak Yah, tidak ada.. "


"Lebih baik aku tidak menceritakan perlakuan ibu Vino kepada Ayah, bisa-bisa Ayah mengiraku mengarang cerita.. " Batin Nessa


"Yakin, kamu tidak menyimpan rahasia lagi?? "


"Yakin Yah,.. " Nessa tersenyum


.................


"Cepat katakan?? " Ucap Vino yang sudah menatap sekertarisnya sambil duduk di kursi balkon

__ADS_1


"Menurut informasikan yang saya dapat, pria yang menganggu Nona itu bernama "Vicky Putra Sanjaya" Dia merupakan CEO di salah satu perusahaan besar, umurnya 29 tahun, dan dia sudah tidak memiliki ibu,.. "


"Jadi dia orang penting?? " Potong Vino yang menyimak jelas


"Iya Tuan,.. "


"Namanya juga CEO ya jelas penting Tuan!! " Batin Sean yang geram karna ucapannya dipotong


"Lanjutkan!! "


"Baik Tuan, dia pergi ke desa A ditemani dengan sekretarisnya, dan tujuan awal mereka memang membahas tanah milik Nona, .. "


"Dan bukan sekali mereka mengunjungi Nona, " Ucapnya dengan lirih,


Vino yang masih bisa mendengarkannya pun bangkit dari duduknya dan melangkah kearah sekertarisnya,


"Kau serius!!.." Vino mencengkram kemeja Sean dengan erat sehingga membuatnya susah bernafas


"Tu-tuan... " Sean memegang cengkraman Vino yang semakin erat, ia merasakan sakit di leher nya


"Bedebah! mengurus istriku saja kau tidak bejus!!! " Vino melepaskan cengkramannya dengan kasar, dan membuat Sean terhuyung jatuh ke lantai


"Ma-maaf Tuan.. "


"Hei Tuan ku yang maha benar, sejak kapan kau menyuruhku untuk menjaga istrimu itu.. " Batin Sean yang berusaha bangkit


"Bedebah, apa yang mereka lakukan terhadap istriku!! " Lagi-lagi Vino mengepalkan tangannya


"Mereka tidak melakukan sesuatu yang aneh kepada Nona Tuan.. "


"Ba-baik Tuan.. "


"Apa aku tidak usah ceritakan pertemuan Nona dan Tuan Vicky ditaman ya, jika aku menceritakan tamatlah aku, aku akan menjadi pelampiasannya.. " Batin Sean yang masih menimang ucapannya


Sean melirik ke dalam ruangan, dia bisa melihat Rayhan dan Nessa sedang berbincang, sesekali Rayhan tertawa karna ucapan Nessa


"Bisa-bisanya mereka tertawa puas, sedangkan aku disini menjadi pelampiasan dari kemarahan anak dan suamimu!!" Batin Sean yang terlihat kesal


"Nona bantulah aku, lain kali jangan bertindak gegabah seperti ini, itu akan mempermudah pekerjaanku, dan maaf Nona saya harus menceritakan semuanya, jika ada sedikit hal ya aku tutupi, maka aku juga yang akan mati.. " Batin Sean kembali


"Tu-tuan.. " Sean berucap terbata-bata


"Jika tidak ada yang dibicarakan lebih baik kembali dan fokus pada pekerjaan mu!! " Kini suara Vino terdengar lebih lembut, amarah yang menguasai dirinya sudah sedikit mereda


"Ada satu hal lagi yang harus saya sampaikan.. "


"Ya Tuhan, semoga saja keputusanku ini sudah benar.. "


Vino diam, dia menunggu sekertarisnya melanjutkan pembicaraannya


"Tuan Vicky dan Nona Nessa pernah bertemu di taman.. " Sean menghela nafasnya, akhirnya selesai juga tugasnya, dan tinggal menunggu reaksi Tuannya


Vino mengernyitkan keningnya dan bertanya "Apa yang mereka lakukan!! "

__ADS_1


"Dan apa mereka sudah saling mengenal?? " Tanya Vino yang merasakan sesuatu aneh dari pertemuan mereka


"Sa-saya tidak tahu Tuan.. "


"Matilah aku, kenapa anak buahku mengorek informasi tidak sedetail biasanya.. " Batin Sean yang merutuki kebodohan anak buahnya


"Lalu untuk apa aku menggajimu kalau kamu tidak bisa mendapatkan informasi yang akurat hah!! "


"Benar kan, dia marah lagi.. "


"Ma-maaf Tuan.. "


"Apa saja yang mereka lakukan di taman!! "


"Bercerita, dan maaf Tuan Vicky memakan kotak nasi yang di bawa Nona.. "


"Mati aku, mati, bisa habis tubuhku menjadi pelampiasan mu.. " Batin Sean yang sudah memundurkan langkahnya untuk menghindari kemarahan Tuannya


"Sial, apa dia mengkhianati ku Sean?? "


"Sa-saya tidak tahu Tuan.. "


"Apa kau mempunyai bukti agar aku bisa mempercayai ucapanmu? "


"I-ini Tuan, saya mengambil bukti ini dari CCTV dekat taman.." Sean menyerahkan beberapa foto yang menunjukkan mereka sedang berdua ditaman.


Vino melihat foto kedekatan istrinya dan laki-laki asing itu, lalu ia meremasnya dan membuangnya sembarangan.


"Apa tugasmu selama ini hah!! Sampai-sampai kau kecolongan seperti ini.. " Vino memberikan satu bogeman ke perut Sean


Bugh..


Sean terjatuh, lalu dia bangkit kembali


"Ya Tuhan, tolong aku, dia istrimu Tuan, bukan istriku yang aku bisa 24jam menjaganya.. " Batin Sean menahan sakit


"Tu-tuan, ada satu hal lagi yang harus saya serahkan.. " Ucap Sean yang mencegah Tuan nya dan menutup wajahnya karna Vino sudah melayangkan bogeman


"Katakan!! "


.


.


.


.


.


Hay gaes, Mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat


Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote, dan hadiah🎁)

__ADS_1


......... #Happy Reading😘#......


__ADS_2