
Vino bisa melihat tatapan istrinya yang tertuju pada Bella,
Sekertaris Sean pun terpanah pada kecantikan Bella
"Benar-benar cantik.. " Gumam sekertaris Sean yang masih bisa di dengar oleh Vino dan Nesa.
Vino yang mendengar perkataan sekertarisnya pun menginjak sepatunya
"Jaga ucapanmu, apa kau tidak lihat istriku sedang cemburu!! " Bisik Vino pada sekertaris Sean
"Ma-maaf Tuan.. "
"Sayang, jangan dengarkan ucapan Sean, tak ada yang lebih cantik di dunia ini selain istri aku ini, dan satu lagi, aku tidak akan tergoda dengan ulat bulu itu.. " Bisik Vino memeluk tubuh Nesa dari belakang
"Hai Vin... "
"Maaf Nona, saya rasa anda tidak pantas menyebut patner bisnis anda dengan sebutan nama.. " Kali ini Nesa yang berbicara dengan nada yang tegas dan dingin, dia juga mengelus punggung tanggan suaminya yang sedang memeluknya
"Lucu sekali melihat istriku cemburu.. " Batin Vino
"Oh maaf, Hai Tuan, Nona.. Selamat pagi.. " Ucap Bella dengan senyum ramah
"Sabar Bell, setelah masuk kedalam pesawat, kau bebas berdekatan dengan Vino.. " Batin Bella
"Maaf Nona, saya rasa pesawat akan lepas landas,.. " Ucap Bella tersenyum kemenangan
"Sayang, aku pergi dulu ya, Sean kau jaga istriku dengan baik jangan sampai terluka walaupun seujung jari!! " Perintah Vino yang diangguki oleh Sean
"Baik Tuan.. "
"Hubby ingat, kau sudah mempunyai istri,.. " Ucap Nesa
"Iya sayang,.. " Vino melepaskan pelukannya lalu mengecup kening Nesa
"Sinih aku ingin mengucapkan sesuatu.. " Ucap Nesa yang menyuruh suaminya mendekat
Bella yang melihat adegan itu hanya meremas jarinya dengan kuat, dia menyemangati dirinya agar sabar
Kepala Vino menunduk, dia mendekatkan wajahnya pada istrinya.
Nesa menatap Bella sekilas lalu mencium dan melu**t bibir suaminya, seketika Vino menegang, dia terkejut dengan perbuatan istrinya,
Sean menutup matanya, dia takut matanya ternodai dengan pemandangan di depannya dan Bella dia langsung pergi masuk pesawat
"Ingat jangan nakal.. " Ucap Nesa setelah melepaskan ciumannya
Vino tersenyum, dia bersyukur mempunyai istri seperti Nesa yang mau menerima kekurangannya
"Janji.. " Jawab Vino mengecup bibir istrinya lalu pergi menuju pesawat
"Sean aku takut, Bella akan melakukan hal bodoh.. " Ucap Nesa pada Sean saat Vino sudah pergi menjauh
"Maaf Nona, sebaiknya Nona tidak berfikir sejauh itu, Tuan akan menjaga dirinya dengan baik, mari kita kembali,.. "
Nesa mengangguk, dia kembali menuju mobil, pak diman sudah menunggu di luar mobil.
__ADS_1
"Sean kau duluan saja, aku masih ada urusan.. "
"Tapi Nona, Tuan sudah menitipkan anda pada saya, dan saya tidak akan membiarkan Nona pergi sendirian.. "
"Hemm, antarkan aku ke danau hijau dekat kota.. " Ucap Nesa yang masuk kedalam mobil dan diikuti Sean dan pak diman
Sewaktu di jalan wajah Nesa semakin lesu, tak ada semangat dalam dirinya, yang ada hanya rasa cemas dan khawatir
Setelah sampai di dekat danau, pak diman memarkirkan mobilnya
"Kita sudah sampai Nona.. "
"Terimakasih pak.. "
"Oh ya Sean, jika kau mempunyai banyak urusan di kantor, pergilah, aku bisa ke kantor sendiri.. "
Setelah mengucapkan itu, Nesa langsung membuka pintu mobil dan turun, dia berjalan dan duduk di kursi dekat danau, matanya fokuskan pada danau hijau
"Apa Nona sering pergi ketempat ini? " Tanya Sean yang memantau dari dalam mobil bersama pak diman
"Jika sedang ada masalah, Nona selalu pergi ke danau itu untuk menenangkan pikirannya.. "
"Berapa lama?? "
"Emm tergantung, biasanya sampai berjam-jam juga pernah 1 hari dia menghabiskan waktunya untuk melamun di danau itu.. "
Sean yang sedang mengetik sesuatu diponselnya pun menganga, bagaimana mungkin dia menunggu dan berdiam diri sehari,
"Pekerjaanku pak, aku akan mengerjakan di dalam mobil, untung saja aku membawa laptop.. "
Pak diman tersenyum melihat ekspresi sekertaris bossnya
"Tidak, aku tak mau jika Tuan menelfonku dan menanyakan keberadaan istrinya, bisa habis aku.. "
......
Di dalam pesawat yang sedang melakukan penerbangan menuju negara B
Vino sengaja memesan kursi VIP untuknya dan Bella, karna dia tak ingin menghabiskan waktunya yang tidak berguna
"Vin apa kamu tidak lelah menatap laptop itu?? " Tanya Bella yang sedari tadi dicueki oleh Vino
Vino menyeruput tehnya lalu berkata "Bukankah kau sudah dengar apa yang diucapkan oleh istriku tadi?? "
Bella menghampiri Vino, dia mencoba memegang pundak Vino dari belakang
"Aku sudah melupakannya, dan lagi pula disini hanya ada kita berdua.. " Bella menaruh kepalanya dipundak Vino
"Jaga sikapmu Nona.. "
"Oh baik Tuan Vino, tapi jangan salahkan aku jika aku membongkar kebusukanmu pada istrimu.. " Ucap Bella yang berjalan kembali menuju tempat duduknya,
Vino tersenyum simpul "Apa maksudmu" pandangannya terfokuskan pada rekan bisnisnya
"Aku mengetahui semuanya Tuan, dari sisi ibumu yang merupakan seorang pembunuh, dan kau mempunyai kaka tiri yang bernama Vicky, ayolah Vin, akan akan sangat mudah untuk menutup rahasiamu ini dari istrimu, asalkan kau memperlakukan aku dengan baik... "
__ADS_1
"Cih, silahkan saja jika kau mau membongkar rahasia itu, aku yakin istriku akan mempercayaiku.."
"Wah wah wah kau sungguh hebat Tuan, tapi bagaimana jika publik mengetahui kebusukan keluargamu? Termasuk dengan penyakitmu itu. "
Seketika tubuh Vino menjadi kaku, dia tidak percaya bahwa wanita yang dihadapannya mengetahui semua rahasianya
"Aku tidak memiliki penyakit.. "
"Hahahaha.... " Tawa mengejek meng gema di ruangan tersebut
"Aku mempunyai bukti, kau terkena penyakit azoospermia.. "
"Bagaimana dia bisa tahu ini, siapa yang sudah membocorkannya, akan aku habisi dia.. " Geram Vino mengepalkan tangannya erat
"Apa yang kau inginkan dariku!! "
"Aku hanya menginginkanmu.. "
"Hahaha Bella kau wanita yang bodoh seharusnya kau membuka mata untuk itu, aku sudah mempunyai istri, dan kau juga tahu jika aku mempunyai kekurangan.. " Kekeh Vino sambil menyilangkan kakinya
"Aku juga bisa membuat perusahaan istrimu hancur seketika,.. "
"Silahkan, jika kau melakukan itu semua, aku akan membuat perhitungan padamu!! "
"Hahaha Tuan Vino, apa saya tidak salah dengar, bukannya perusahaan saya yang gulung tikar, tapi perusahaan anda, sekarang Ayah anda sudah tidak membantu Anda lagi, dan aku rasa perusahaanmu tidak berkembang dengan pesat.. "
"Bedebah! Dari mana kau tahu itu semua hah!! " Geram Vino yang bangkit dari duduknya lalu menghampiri Bella tapi belum sempat menghampiri, Bella sudah mengucapkan kata-kata yang pedas
"Aku tidak yakin jika istrimu akan setia padamu setelah mengetahui kekuranganmu, dan aku rasa dia akan bersenang-senang dengan laki-laki lain saat kau pergi.. "
"Kau!!!! " Geram Vino, matanya sudah memerah, tangannya terkepal,
"Jika kau menyiksaku disini, aku akan menjebloskan kamu kedalam penjara dan aku pastikan perusahaanmu dan istrimu akan hancur!!! "
.... .......
"Sampai kapan kita harus menunggu disini pak?? " Tanya Sean yang sudah jenuh
"Sampai Nona kembali kedalam mobil sekertaris Sean.. "
"Apakah pak diman mempunyai rokok.. "
.
.
.
.
.
.
Hay gaes, Mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat
__ADS_1
Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorit, komen, vote dan hadiah🎁)
....... #Happy Reading😘#......