
"Hay bro! " Sapa rezki pada Alex
"Duduklah" Titah Alex yang diangguki oleh rezki,
Tak ingin duduk di dekat suaminya, bella pun mendudukan bokongnya di samping kakaknya alih-alih merindukan sang kakak
Alex yang mengerti pun menatap malas adiknya, dia memberi ruang untuk Bella duduk karna rezki menganggukan kepalanya pada Alex
"Kau kan sudah mempunyai suami tapi kenapa kau malah menempel dengan kaka! " Gerutu kesal Alex sambil melebarka kakinya agar Bella tak jadi duduk disampingnya
"Singkirkan kakimu kak! " Aku mau duduk disampingmu, kan aku kangen sama kakak, terakhir kita bertemu-"
"Emm kapan ya? " Fikir Bella sambil menaruh kepalanya di pundak Alex
"Singkirkan kepalamu Bel, bagaimana kalau suamimu marah padaku! " Protes Alex
"Kak! " Bella melingkarkan tangannya dipinggang Alex
"Dia tak berani marah padaku" Bisiknya di telinga Alex membuat Alex melototkan matanya
"Apa caramu mendidik istrimu seperti ini? " Tanya Alex pada rezki
Rezki menyenderkan tubuhnya di sofa lalu tersenyum "Bagimana? Kau selalu memanjakannya, seharusnya sedari dulu wanita seperti dia jangan terlalu dimanja, akibatnya seperti ini kan? Suami tak diurus, hobi mengurung diri dikamar dan suka keluyuran"
"Apa katamu? Memangnya siapa yang mau menikah denganmu! Kan sedari awal aku sudah menolak menikah denganmu, kau saja yang memaksaku" Dengus Bella kesal
"Hei, kenapa jadi aku yang terpojokan, Ayahmu saja setuju denganku, kalau mau marah, marah saja pada Ayah! "
"Ayahku juga terpaksa! "
"Mana ada! Ayahmu tidak pernah terpaksa! "
"Terpaksa!"
" Tidak!"
"Terpaksa!"
"BERHENTI!!! "
"Kalian pasangan suami istri tapi kenapa hobinya bertengkar terus sih! " Teriak Alex, kepalanya terasa sakit saat mendengar pertengkaran adik dan suaminya
"Kak! dia yang mulai duluan" Bella mengadu pada Alex
"Aku? yang mulai bicara duluan siapa? "
"Kamu! "
"Kamu! "
"Kamu! "
"Kamu! "
"Astaga! berhenti!!! kepalaku pusing mendengar pertengkaran kalian! "
__ADS_1
"Mulai hari ini kakak akan tinggal disini, dan kaka harap kalian bisa mengikuti peraturan yang sudah kaka buat! "
"Peraturan?" Ucap Bella dan rezki bersamaan
"Iya, peraturan dirumah ini! " Senyum Alex terlihat mengerikan membuat Bella berfikir negatif pada kakanya
Bi Ana datang membawa 3 cangkir teh hangat, lalu meletakkan teh itu di atas meja
"Silahkan diminum, bibi pamit kebelakang dulu" Ucap bi Ana yang sudah meletakkan 3 cangkir teh hangat
Alex merasakan tenggorokannya kering karna melerai pertengkaran adik dan suaminya, di minumnya teh hangat itu sampai tandas
"Apa peraturannya kak? " Tanya Bella yang penasaran
"Dirumah ini ada berapa kamar?" Ucap Alex
Bella berfikir lalu menghitung dengan jarinya " Tiga kamar kak, itu belum termasuk kamar pelayan "Jawab Bella yang diangguki oleh Alex
" Kamu tahu kan bel! kamar kaka? "
"Iya kak, kamar kaka sekarang ditempati oleh dia" Tunjuk Bella pada rezki suaminya
"Yang sopan sedikit sama suami" Dengus Alex pada adiknya,
Melihat rezki tertawa membuat Bella melototkan matanya menahan kesal
"Kaka mau pakai kamar kaka! "
"Dan suamimu akan tidur sekamar denganmu" Jawab Alex santai, dia meminum teh hangat milik adiknya Bella
"Eh tidak bisa! dia pindah ke kamar satunya lagi, kan masih kosong kak," Tawar Bella dengan senyum manisnya
Beberapa hari kemudian, Selena sudah diperbolehkan pulang membawa putra tampannya membuat Vicky tak ingin berlama-lama meninggalkan mereka, bahkan untuk sekedar bekerja saja, Vicky sangat malas dan memberikan semua pekerjaannya pada sekertaris sekaligus sahabatnya Rain, dengan iming-iming gajinya dinaikan 2 kali lipat
"Biar aku gendong, kamu masih butuh istirahat," Ucap Vicky sambil mendorong kursi roda dan menggendong baby R
"Ky, aku sudah sehat, dan aku juga tidak perlu pakai kursi roda? " Kesal Selena pada Vicky, setelah proses melahirkan Selena memang tidak diperbolehkan kecapean, bahkan untuk berjalan ke kamar mandi, Vicky rela menggendong dengan alasan takut terjadi sesuatu
"Memangnya kenapa? aku takut jahitanmu belum kering,"
"Iya kan sayang" Ucap Vicky yang sesekali mengajak putranya berbicara
"Sudah cukup mempunyai 1 anak saja," Sambungnya lagi membuat Selena mengerutkan keningnya
"Kenapa? apa kau takut ya"
"Aku tak tega melihatmu kesakitan apalagi saat kamu mencakar dan menarik paksa rambutku, "
"Hahaha, besok kalau aku sudah sembuh aku akan menerima pekerjaan dari Nesa lagi,"
"Aku sudah tidak sabar ingin bekerja bertemu dengan teman-teman"
Kursi roda Selena terhenti membuat Selena memutar kepalanya menatap Vicky
"Lalu? siapa yang akan mengurus anakku! " Tanya Vicky dengan perasaan yang tak bisa diartikan
__ADS_1
"Apa gunanya aku sebagai suami? " Sambungnya lagi
"Apa uang yang aku berikan kurang! "
"Apa memang kamu tidak mau merawat putraku! "
"Jawab!! " Bentak Vicky yang berhenti di luar ruangan Selena membuat banyak pasang mata yang menatapnya horor, karna mata Vicky sudah memerah
Oeekk Oeekk
Suara tangis baby R terdengar menyadarkan amarah Vicky, seketika Vicky langsung mengelus dan menenangkan putranya, tak butuh waktu lama putranya untuk tenang,
"Biar aku yang menggendong, dan jangan marah, apa kau tidak lihat banyak pasang mata yang melihat ke arah kita? " Ucap Selena sambil menunjuk dengan dagunya
"Memangnya kenapa?"
"Apa ucapanku salah! aku hanya memperingatkanmu saja! "
"Baik-baik ayo kita pulang, kita bahas di apartemen saja" Jawab Selena
Setelah berada dikeheningan cukup lama, Vicky dan Selena sudah sampai di parkiran bawah tanah apartemen Vicky,
Vicky membukakan pintu mobil untuk istrinya yang sedang menggendong baby R, mereka berjalan selayaknya sepasang suami istri yang sedang akur walaupun mereka sedang tidak baik-baik saja tapi mereka berusaha menampilkan peran baik-baik saja
Ting..
Pintu lift terbuka, Vicky dan Selena berjalan keluar lift lalu mencari unit apartemen Vicky
Matanya seakan membulat sempurna saat melihat Rayhan berdiri di depan pintu apartemennya
"Ayah! " Lirih Vicky membuat Selena yang sedang bermain dengan putranya terkejut,
"Cepat pergi bersembunyi di mobil, biar aku yang mengurus Ayah, aku tidak mau anak kita terbangun karna pertengkaran kami" Ucap Vicky yang diangguki oleh Selena,
Selena pergi membawa putranya dan tak lupa Vicky memberikan kunci mobil pada istrinya
Setelah melihat Selena memasuki lift dan pintu lift sudah tertutup, Vicky berusaha menetralkan amarahnya, dia berjalan dan menyapa Ayahnya
Melihat Vicky datang, Rayhan langsung mencecar berbagai pertanyaan, dari hilangnya Vicky beberapa hari di kantor dan di apartemennya
"Ada apa Ayah kesini" Ketus Vicky lalu membuka unit apartemennya, karna setelah menikah dengan Selena, dia mengganti akses masuk unit apartemennya agar Rayhan tidak bisa sembarang masuk kedalam apartemennya
"Darimana saja kau hah! beberapa hari ini tidak ada di kantor! " Tanya Rayhan sambil masuk dan duduk di sofa, dia mengedarkan pandangannya memastikan bahwa putranya tidak menyembunyikan sesuatu darinya
.
.
.
.
.
Hay gaes, Mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat
__ADS_1
Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote dan hadiah🎁)
....... #Happy Reading😘#....