Menikah Dengan Sahabat Kekasihku

Menikah Dengan Sahabat Kekasihku
Episode 39- Berbaikan


__ADS_3

Kedua laki-laki itu menegang.


"A-adik? Maksudmu, ibuku meninggal saat sedang mengandung adiku!! " Ucap Vicky yang melangkah menuju Vino


"Jangan halangi aku, aku harus membalaskan semua kepadanya.. " Mata Vicky sudah memerah dia mengepalkan tangannya, tangan nya sudah gatal ingin memberikan sebuah bogeman mentah kepada anak dari seorang pembunuh


"Apa yang ingin kau lakukan! " Cegah Rayhan yang berada di tengah-tengah kedua anaknya


"Aku akan habisi dia, bila perlu, aku akan mengirimnya ke neraka.. "


"Hentikan, kau akan memperkeruh masalah.. "


"Kenapa!!! kenapa kau membela dia hah! dia adalah anak dari seorang pembunuh! karna ibunya adiku meninggal " Tubuh Vicky dihempaskan di sofa, tiba-tiba badannya terasa lemah tak bertenaga


"Aku bukan anak seorang pembunuh!! " Teriak Vino


"Cih, tanyakan saja kebenarannya pada pembunuh itu.. " Gumam Vicky yang masih bisa di dengar Vino


"Itu tidak benar, semua hanya omong kosong kan!!! "


"Tidak, semuanya tidak benar.. " Racau Vino yang langsung meninggalkan kantor ayahnya


Saat ini Vino sudah berada di mobilnya, sekarang targetnya adalah ibunya, dia akan meminta penjelasan kepada Renata


Beberapa menit Vino sudah sampai dihalaman rumah Renata, mobilnya sudah terparkir dengan baik.


Nesa melihat dari balkon kamarnya


"Apa Vino akan membenciku.. "


Dia turun dan melihat balkon kamarnya, dia bisa melihat istrinya berdiri menatapnya, lalu dia segera masuk dan mengabaikan istrinya, satu tujuannya saat ini adalah Renata.


"Panggilkan ibu dan suruh dia keruang kerjaku! "


Sorot mata yang tajam dan tangan yang terkepal membuat ketua pelayan ketakutan


"Ba-baik Tuan.. "


Langkah kaki lebar Vino melangkah menuju ruang kerja, dan ketua pelayan langsung mencari keberadaan Nyonya besarnya


"Nyonya, Tuan muda Vino memanggil anda.. "


Sebelumnya pelayan itu memberi hormat lalu mengucapkan perintah Tuan mudanya


Renata menoleh, kini dirinya sedang berada ditaman belakang rumah,


"Dia sudah pulang? "


"Sudah, Tuan Vino menunggu anda di ruang kerjanya.. "


Renata bangkit dari duduknya lalu berjalan menuju ruang kerja putranya.


"Apa yang ingin dia bicarakan.. " Gumamnya sambil berjalan


Setelah sampai diruang kerja anaknya, dia membuka pintu lalu mencari keberadaan putranya


"Vin.. " Ucapnya yang melihat putranya duduk di sofa.


"Duduklah.. "


Vino memerintahkan Renata duduk di kursi yang ia duduki, lalu dia bangkit dan berjalan menuju jendela


Vino melihat pemandangan dari dalam jendela lalu menghembuskan nafasnya sebelum dia memulai pembicaraannya


"Ada apa? Kenapa kau memanggil ibu? "


Tidak ada jawaban atau sepatah kata dari putranya dan itu membuat Renata semakin takut,


"Apa benar,... " Hembusan nafas terdengar begitu kasar ditelinga Renata,

__ADS_1


"Apa benar ibu yang sudah membunuh istri Ayah.. "


Akhirnya ucapan yang mengganjal dipikirannya sudah tersampaikan


Degg..


"Istri Ayah itu ibu Vin.. "


"Maksudku, ibu dari Vicky.. "


"Dari mana dia tahu.. " Batin Renata


"Katakan! Apa benar ibu yang sudah membuat ibu dari Vicky meninggal!! " Kali ini emosi Vino sudah tidak bisa ditahan karna tidak mendapat respon dari ibunya


"Vin, ibu bisa jelaskan.. " Jelasnya yang bangkit dari duduknya lalu menghampiri anaknya


"Aku hanya membutuhkan satu jawaban " Tidak atau Iya"


"Ibu tidak sengaja.. " Akhirnya Renata mengakui kesalahannya


"Ibu khilaf, karna Ayahmu sudah berani selingkuh dibelakang ibu.. " Sambungnya kembali


"Lalu!.."


"Lalu apa nak??"


"Apa ibu tahu, ibu sudah membunuh 2 nyawa sekaligus dalam kejadian itu! "


Degg..


"Ibu, ibu tidak tahu Vin dan...


"Ibu sangat menyesali perbuatan ibu Vin, jangan benci ibu.. " Renata memohon dia mengatupkan kedua tangannya agar anaknya mau memaafkan kesalahannya.


"Jangan meminta maaf padaku, minta maaflah pada anak yang sudah kehilangan ibunya karna ibu.. "


"Terserahmu, tapi jangan salahkan aku jika aku akan membekukan semua rekeningmu.. " Ucapnya sambil berjalan keluar dan meninggalkan ibunya yang sedang mematung ditempat.


"Rayhan, pasti ini ulahmu.. " Gumam Renata yang meremas jarinya


..... ...


Pintu kamar terbuka, Vino bisa melihat istrinya berdiri dibalkon kamarnya sambil sesenggukan


"Maafkan aku.. " Vino menghampiri istrinya lalu memeluknya dari belakang,


"Maafkan aku, .. "


Nesa terkejut saat Vino memeluknya, segera dia membalikkan badan agar berhadapan dengan suaminya.


"Aku yang seharusnya meminta maaf.. "


Nesa mengucapkan kata maaf sambil menundukan kepalanya


Tangan Vino terulur, dia mendongakan wajah istrinya lalu membersihkan sisa air mata yang masih membasahi pipi istrinya


Nesa menatap wajah suaminya, dia bisa melihat raut wajah penyesalan


"Maafkan aku, aku sudah salah paham terhadapmu.. "


"Aku juga meminta maaf padamu, karna sudah merahasiakan pertemuanku dengan.. "


"Hustt, aku tidak ingin mendengar nama pria itu lagi.. " Jari telunjuk Vino menempel tepat di bibir Nesa


"Aku merindukanmu sayang.. "


"Aku juga merindukan hubby.. "


Mereka berpelukan layaknya sepasang kekasih yang tak lama jumpa

__ADS_1


"Ini hanya perkiraanku saja, kamu mengidap penyakit Azoospremia.. "


Kata-kata itu teringat jelas dikepala Vino.


"Jika semua itu benar, apa yang harus aku lakukan.. " Batinnya sambil mengelus pucuk rambut istrinya, dia menghirup wangi rambut yang menjadi candunya.


"Rambutmu sangat wangi.. " Gumamnya yang masih bisa didengar Nesa


Nesa melepaskan pelukan suaminya, dan berkata "Terimakasih" Sambil tersenyum


Vino menjauh, dia mendudukkan dirinya di ujung ranjang,


"Ada apa? " Tanya Nesa sambil berjalan menuju suaminya


"Tidak ada apa-apa, aku gerah, dan aku mau mandi.. "


"Apa aku siapkan air untukmu?? "


"Jangan, aku bisa sendiri.. "


Vino melepaskan kemeja yang melekat ditubuhnya lalu memeberikan kepada istrinya,


Siang berganti malam, matahari sudah berganti dengan rembulan dan didampingi bintang bintang yang gemerlap indah, tapi tidak dengan Vino, semenjak kepulangan dari kantor dan pengakuan dari Renata, dia melamunkan diri diujung kasur, dan tidak lupa dia dengan ucapan dokter Anton yang selalu menganggu pikirannya


"Ada apa?? " Tanya Nesa yang sudah bersandar didada bidang suaminya


"Tidak ada apa-apa.. " Vino mengelus punggung istrinya


Keduanya sama-sama terdiam, Nesa sangat menikmati aroma tubuh suaminya,


"Sayang.. " Panggil Vino


"Hemm.. " Jawabnya sambil menunjuk-nunjuk dada Vino dengan jarinya


"Apa kamu menginginkan seorang anak? "


Nesa berhenti bermain di dada suaminya dan menatap Vino, dia mencium bibir suaminya sekilas lalu menjawab


"Semua wanita yang sudah menikah pasti menginginkan seorang anak, karna kekuatan dalam berumah tangga itu terdapat pada anak.."


"Jika aku tidak bisa memberimu anak bagaimana? "


Nesa mengernyitkan keningnya, sejak kapan suaminya menjadi pribadi yang pesimis


"Apa kamu akan meninggalkanku? "


"Prinsipku pernikahan hanya ada 1 kali dalam hidup, jadi jangan berfikir seperti itu by, .. "


"Memangnya ada apa?? " Sambungnya lagi.


Cup..


Vino mencium bibir istrinya sekilas lalu berkata "tidak ada apa-apa, aku cuma bertanya.. "


.


.


.


.


.


Hay gaes, mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat


Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote dan hadiah🎁)


...... #Happy Reading😘#......

__ADS_1


__ADS_2